
Menggunakan Kristal Ungu Abadi, Jian Chen dapat melacak secara langsung ke tempat yang cukup jauh di lautan. Jika hanya menggunakan mata biasa, ujung laut hanya terlihat seperti gelap.
Tetapi, jika seseorang memilki persepsi yang lebih kuat, mereka pasti akan menemukan bahwa laut di sekitar Pulau Lizawa memang sangat berbahaya.
“Pantas saja sangat jarang ada orang luar yang masuk ke Pulau Lizawa. Inilah penyebabnya!” Batin Jian Chen saat melacak bahwa dikejauhan, terdapat petir yang terus menyambar, tidak hanya itu, ada hujan es, dan bahkan pusaran air kecil.
Apa yang paling berbahaya menurut Jian Chen adalah pusaran air kecil tersebut karena jika itu berubah menjadi pusaran air yang sangat besar, bisa dipastikan bahwa kapal yang dapat membawa 100 penumpang akan dihisap ke dalam pusaran air.
Meskipun begitu, Jian Chen sangat yakin bahwa Organisasi Kaisar Bawah Tanah memiliki kapal laut yang dapat mengatasi sesuatu seperti itu.
“Hei Jian Chen, apakah aku tidak salah melihat? Bukankah itu Xin bersaudara?” Tanya Xiao Yu saat menunjuk ke arah pinggiran dermaga, di dekat salah satu kapal, terlihat dua pemuda kembar yang sedang duduk menunggu sesuatu.
Jian Chen tersadar dari pemikirannya tentang laut yang berbahaya. Ia menatap ke arah tempat yang di tunjuk oleh Xiao Yu.
“Ya, itu mereka berdua. Aku sangat yakin bahwa keduanya pasti telah membuat kesepakatan dengan Ning Qingxue.” ujar Jian Chen.
Xiao Yu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jian Chen karena ia pernah mendengar rumor tentang Xin bersaudara yang juga diundang ke dalam Organisasi Kaisar Bawah Tanah.
“Ayo kita lihat apa yang mereka punya. Kekuatan keduanya saat ini juga telah meningkat. Aku tidak menyangka bahwa keduanya akan mencapai Martial Master tahap kedelapan juga.” ucap Jian Chen saat berjalan ke arah tempat Xin bersaudara berada.
__ADS_1
Xiao Yu sedikit menyeringai karena tentu ia sangat ingin menindas kedua bersaudara itu.
“Di mana wanita itu? Apakah kita harus menunggu selama ini? Sudah hampir dua hari setelah kita membuat perjanjian dengannya!” Xin Yuan tampak tidak puas karena harus menunggu Ning Qingxue sesuai perjanjian.
“Saudaraku, tenanglah. Ini satu-satunya cara agar kita bisa selamat dari bencana yang akan menimpa Pulau Lizawa. Kita akan menjadi anggota Organisasi Kaisar Bawah Tanah selama 10 tahun. Kita memang telah membuat perjanjian dengannya, tetapi ada batasan untuk kita juga yaitu harus memenuhi perintah. Dan perintah dari wanita bernama Ning Qingxue itu saat ini adalah menunggu.” Xin Yan juga sedikit tidak senang. Tetapi ia tidak memiliki cara lain untuk selamat dari bencana.
Xin Yan pernah berpikir untuk merampok kapal milik Kerajaan Yan ataupun milik Sekte Roh Agung. Tetapi, mengingat kembali kekuatan keduanya dan dirinya serta saudaranya yang tidak mengerti tentang navigasi, ia akhirnya memutuskan menerima undangan Ning Qingxue walaupun keduanya hanya akan bekerja untuk Organisasi Kaisar Bawah Tanah selama 10 tahun.
“Oh? Kalian berdua telah bergabung dengan Organisasi Kaisar Bawah Tanah? Sungguh tidak terduga. Aku dengar-dengar, kalian pernah menolak tawaran Ning Qingxue dengan sombong.”
Xin Bersaudara yang awalnya sedang berdiskusi pun memasang wajah yang sangat jelek ketika mendengar kata-kata itu. Tentu keduanya paham arti kata yang mereka dengar, yaitu mereka menjilat kembali ludah yang telah mereka buang.
“Jian Chen!” Xin Yuan menggertakkan giginya dengan kuat. Ia telah tau identitas Jian Chen dan Xiao Yu dari Ning Qingxue. Keduanya telah mendengar bahwa bakat Jian Chen dan Xiao Yu lebih tinggi dari pada dirinya dan saudaranya.
Saat ini Jian Chen dan Xiao Yu bahkan belum genap 16 tahun sementara keduanya telah berusia 16 tahun, sedikit lebih muda dari pada Ning Qingxue. Tetapi kecepatan kultivasi Jian Chen dan Xiao Yu lebih cepat dari mereka berdua.
Xin Yuan dan Xin Yan langsung mengambil panah mereka masing-masing karena bersiap-siap untuk bertarung. Keduanya tidak akan pernah lupa dengan dua kali penghinaan yang dilakukan oleh Jian Chen dan Xiao Yu kepada mereka Xin bersaudara.
“Oh? Apakah kalian berdua ingin bertarung? Walaupun aku tidak tau bagaimana kalian berdua mencapai Martial Master tahap kedelapan secepat ini, kalian berdua idiot kembar harus paham bahwa kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan kami dalam pertarungan satu lawan satu.” Xiao Yu pun menggoda Xin bersaudara.
__ADS_1
“Apa katamu? Ayo coba jika kau merasa bahwa kau akan menang kali ini!” Xin Yan pun langsung mengarahkan panahnya ke arah Xiao Yu.
“Oh? Kau ingin menantangku? Ayo lakukan!” Xiao Yu pun mengeluarkan dua Belati Putih miliknya dan bersiap-siap untuk bertarung.
Untuk Jian Chen, ia hanya terdiam karena tampaknya sangat mudah memancing emosi Xin bersaudara. Ia merasa bahwa emosi Xin bersaudara sama seperti Xiao Yu yang sangat gampang meledak-ledak.
“Hentikan sampai di sini! Ini bukan waktunya berselisih!” Suara seseorang pun terdengar yang membuat Xin Yan dan Xiao Yu yang ingin bergabung menatap ke arah sumber suara.
“Wanita! Kau sangat lama tiba di tempat ini!” Xin Yuan berkata dengan nada dingin dan belum mengakui wanita yang tidak lain adalah Ning Qingxue sebagai pemimpinnya selama 10 tahun ke depan.
Ning Qingxue tidak membalas kata-kata Xin Yan. Ia pun menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu lalu berkata, “Aku tidak menyangka bahwa kalian berdua akan tiba secepat ini. Kita akan berangkat esok hari. Untuk hari ini, kalian bisa tinggal di salah satu kabin kapal yang akan kalian naiki.”
“Apa? Mereka akan ikut dengan kita? Apakah mereka akan bergabung dengan Organisasi Kaisar Bawah Tanah?” Tanya Xin Yan terkejut kepada Ning Qingxue dan menunjuk Jian Chen.
“Bergabung? Maaf saja, harga kami lebih tinggi sehingga Organisasi Kaisar Bawah Tanah hanya membuat kesepakatan sederhana kepada kami agar bisa menumpang ke pergi ke Pulau Buddha.” Xiao Yu mendengus jijik ke arah Xin Yan.
Wajah Xin bersaudara sedikit gelap karena tentu tau apa arti kata yang tersirat dari Xiao Yu bahwa mereka Xin bersaudara tidak memiliki harga yang sama dengan Jian Chen dan Xiao Yu.
Jian Chen terdiam karena tidak tau mengapa bahwa mulut Xiao Yu tampak semakin beracun dari waktu ke waktu.
__ADS_1
“Ini adalah kapal yang akan kalian naiki. Kalian boleh memilih kabin manapun di lantai bawah. Cobalah tetap tenang, kemungkinan kita akan berangkat lebih awal karena berita tentang Raja Qin Kesebelas yang telah menyerang Kerajaan Yan. Kemungkinan besok, mereka akan tiba di setiap dermaga untuk menghalangi siapapun pergi.” ucap Ning Qingxue yang membuat wajah Xin bersaudara, Jian Chen dan Xiao Yu berubah seketika karena tidak menyangka bahwa pergerakan Raja Qin Kesebelas lebih cepat dari pada yang diharapkan.