
Hutan Kematian, Bukit Tengkorak
Disaat kubah qi menghilang, Jian Chen dan Xiao Yu tertegun dengan apa yang mereka lihat.
“Jian Chen, apakah mataku salah melihat? Apakah ini mungkin?” Tanya Xiao Yu saat menatap sesuatu yang disembunyikan di dalam kubah qi.
“Kau tidak salah melihat. Aku tidak menyangka bahwa tempat ini Bukit Tengkorak akan menyembunyikan sesuatu seperti ini. Tetapi, aku masih penasaran siapa yang meninggalkan benda ini di sini. Lagi pula, ini sesuai nama tempat ini, puncaknya juga memiliki hal yang sama walaupun mungkin sesuatu yang sangat tidak terduga.” Balas Jian Chen saat menatap benda yang ada dihadapannya.
Dalam jarak lebih dari 10 meter dari Jian Chen dan Xiao Yu, terlihat sebuah kerangka tulang berwarna emas.
Siapapun yang menatap kerangka setinggi sepuluh meter tersebut pasti akan langsung menebak tulang apa sebenarnya itu.
“Aku tidak menyangka bahwa makhluk yang di dalam legenda benar-benar ada. Tidak salah lagi, jika tulang ini memiliki daging dan kulit, bisa dipastikan bahwa itu pastilah hewan roh Naga!” ucap Xiao Yu dengan nada kagum saat menatap ke arah tulang berwarna emas.
“Ya.” Jian Chen mengangguk setuju. Tetapi ia tidak mengerti bagaimana bisa hewan memiliki tulang yang tampak berwarna emas atau memang sedari awal tulang tersebut telah melebur dengan emas sehingga dapat mempertahankan tulang agar tidak keropos.
Selain dari itu, Jian Chen telah memeriksa dengan Kristal Ungu Abadi bahwa tulang tersebut mengandung qi yang luar biasa besar. Bahkan untuk Xiao Yu dan Hui-Ying juga bisa merasakan qi tersebut dengan jelas.
“Jian Chen, apakah kita bisa...” Xiao Yu menghentikan kata-katanya lalu menatap ke arah Jian Chen dengan tatapan bersemangat.
__ADS_1
“Ya. Ini bisa digunakan dengan bebas. Aku tidak mengerti mengapa, tetapi tulang ini menghasilkan qi yang sangat murni, lebih murni dari qi yang berada di langit dan bumi. Bisa dipastikan, ini adalah qi yang disimpan oleh tulang kerangka tersebut di saat makhluk ini masih hidup.”
“Dengan kata lain, ini seperti kita sendiri. Tubuh kita telah mengandung qi yang sangat murni walaupun jumlahnya sangat sedikit. Tetapi tulang ini memiliki qi murni yang sangat besar dan dapat dipastikan bahwa hewan roh ini di masa lalu telah mencapai tingkat ketinggian mengerikan di jalan kultivasi.” Jian Chen tersenyum kecil ketika mengatakan hal itu.
“Jika begitu, jangan buang waktu lagi. Ayo kita serap semua qi ini. Walaupun aku menduga bahwa jumlah qi hanya tinggal sedikit setelah berlalunya waktu, ini masih bisa membuat kita menerobos kultivasi.” ucap Jian Chen dan perlahan berjalan ke arah bahwa tulang kerangka tersebut yang masih memperlihatkan postur hewan roh yang sedang berdiri.
Xiao Yu juga langsung datang ke bahwa kerangka tulang tersebut. Ia tidak membuang waktu dan mulai berkultivasi. Menggunakan manual yang diciptakan oleh Jian Chen, ia yakin dengan dirinya, Jian Chen dan Hui-Ying, mereka akan menyerap semua qi di tulang kerangka tersebut dalam waktu sekitar satu hari paling lama atau bahkan hanya setengah hari saja.
Melihat Xiao Yu yang tidak mau membuang waktu, Jian Chen juga duduk bersila lalu mengeluarkan Hui-Ying dari dalam pakaiannya.
“Hui-Ying, walaupun kau lebih suka memakan sesuatu untuk meningkatkan kekuatan, jangan abaikan sumber daya seperti ini. Kekuatanmu akan meningkat sangat banyak karena kultivasimu sekarang adalah Martial Master tahap pertama.” Jian Chen pun mengajari Hui-Ying agar tidak pilih-pilih karena ia tau dengan jelas harimau kecil tersebut sangat suka melahap sesuatu, ini merupakan insting hewan roh.
“Jangan seperti itu. Ketika kau lebih kuat, kau akan lebih mudah berburu.” Jian Chen mencoba meyakinkan Hui-Ying lagi. Ia tentu saja akan berbicara dengan sabar karena Hui-Ying masihlah sangat muda. Ini seperti seorang anak yang harus dibujuk untuk melakukan sesuatu.
Mendengar apa yang dikatakan Jian Chen, mata Hui-Ying sedikit cerah dan ia pun menganggukkan kepalanya. Ia mulai duduk di permukaan tanah dalam posisi seperti sedang tidur dan di saat itu, qi yang berasal dari tulang pun perlahan meresap ke dalam tubuhnya.
Menatap itu, Jian Chen tersenyum kecil. Ia tau bahwa Hui-Ying memiliki caranya sendiri untuk menyerap qi sama seperti hewan roh ataupun tumbuhan lainnya tidak seperti manusia yang harus menggunakan manual kultivasi agar lebih muda menyerap qi di langit dan bumi.
Mata Jian Chen sedikit bersinar saat ini dan langsung mengendalikan Kristal Ungu Abadi yang ada di dalam tubuhnya. Ia tidak tau seberapa banyak ia meningkatkan kultivasinya walaupun ia yakin bahwa itu paling sedikit adalah dua tahap. Jika saja tulang tersebut memiliki jumlah asli qi di dalamnya, maka bisa dipastikan membutuhkan waktu sekitar berbulan-bulan menyerap qi yang terkandung.
__ADS_1
Saat ini tulang telah kehilangan sebagian besar qi di dalamnya tetapi itu cukup untuk meningkatkan kultivasi dalam jumlah besar walaupun saat ini Jian Chen berbagi dengan Xiao Yu dan Hui-Ying.
Kristal Ungu Abadi perlahan menyerap qi dan mentransfernya ke tubuh Jian Chen. Di saat itu juga, ia pun menutup matanya dan mulai berkultivasi.
Jian Chen yang sedang berkonsentrasi menyerap qi pun mengerutkan sedikit keningnya karena menemukan hal lainnya dari qi tersebut.
Bahkan Xiao Yu juga merasakan hal yang sama tetapi untuk Hui-Ying, itu tidak sama karena dia adalah hewan roh.
Apa yang ditemukan oleh Jian Chen dan Xiao Yu membuat keduanya bersemangat. Ini dikarenakan qi tersebut mengandung energi khusus atau lebih tepatnya elemen khusus yang digunakan oleh makhluk yang kini hanya tengkorak. Walaupun itu sangat samar, Jian Chen dan Xiao Yu telah memikirkan sesuatu karena keduanya telah pernah membahas hal ini sebelumnya.
Krak! Krak!
Tulang kerangka tersebut tampak retak dan memunculkan warna yang sebenarnya di saat qi di dalamnya diserap dengan kecepatan tinggi oleh ketiganya. Bukan tulang yang retak, tetapi permukaannya, tulang tersebut memang tulang berwarna putih tetapi ada bintik-bintik warna lainnya di permukaan tulang.
Pedang Azure milik Jian Chen perlahan bersinar sementara untuk Xiao Yu, kedua Belati Putih miliknya muncul tepat dihadapannya.
Kedua Senjata Kelahiran itu dengan rakus menyerap aura yang lain yang sedikit mirip dengan qi, itu adalah elemen yang digunakan oleh makhluk yang kini telah menjadi tulang tersebut.
Jian Chen yang sedang berkonsentrasi tidak bisa tidak tersenyum karena akhirnya dirinya mendapatkan kunci evolusi dari Senjata Kelahiran. Ini adalah evolusi lanjutan bagi semua pemilik Senjata Kelahiran agar dapat menggunakan elemen eksternal untuk memperkuat serangan.
__ADS_1