
Hutan Kematian
“Pergilah dari sini. Kamilah yang menemukannya lebih dulu!” Xin Yuan pun langsung mengarahkan panahnya ke arah Jian Chen dan berbicara dengan nada yang sangat dingin. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan mengambil sumber daya yang sangat berguna bagi para kultivator yang memiliki Senjata Kelahiran.
Ini juga mengapa Jian Chen sangat bersemangat karena sudah pernah membaca catatan tentang batu berwarna tersebut yang disebut sebagai Mythril, memiliki fungsi untuk memperkuat Senjata Kelahiran. Harga dari batu-batu itu sangatlah tinggi. Hanya satu buah saja bisa dijual seharga ribuan atau bahkan mencapai puluh ribuan koin emas sesuai dengan tingkat Mythril tersebut.
Karena harganya yang sangat mahal lah sehingga anggota dari Kerajaan Yan sebelumnya bersaing dengan Xin Yuan dan Xin Yan. Sementara untuk Xin bersaudara, keduanya ingin meningkatkan kualitas Senjata Kelahiran mereka.
“Kalian yang menemukannya lebih dulu? Biar aku beri tahu, sebelum kalian tiba di sini, beberapa hari yang lalu aku sudah menemukannya tetapi belum mengambilnya.” Balas Jian Chen dengan nada datar.
Xin Yuan dan Xin Yan hampir tersedak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jian Chen.
“Karena aku yang lebih dulu menemukannya, berarti Mythril ini adalah milikku.” Lanjut Jian Chen.
Xiao Yu menatap ke arah Jian Chen dengan tatapan kosong karena pemuda tersebut sangat bermuka tebal dan tidak tau malu. Siapapun langsung tau bahwa Jian Chen pastilah berbohong.
“Sialan! Jangan mempermainkan kami!” Xin Yuan dan Xin Yan berteriak bersama karena snagat marah dengan apa yang dikatakan oleh Jian Chen. Mereka tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang tidak tau malu tingkat tinggi seperti Jian Chen. Keduanya pun langsung menembakkan anak panah ke arah Jian Chen.
Jian Chen tersenyum kecil lalu langsung mengangkat Pedang Azure. Ia mengayunkannya satu kali dan kedua anak panah yang terbuat dari qi itupun langsung menghilang.
“Mempermainkan? Kalian harus sadar bahwa semua yang ada di hutan ini bukan milik siapa-siapa. Namun, jika menginginkannya, maka kalian berdua harus menggunakan kekuatan untuk merebutnya.” ucap Jian Chen dengan senyum kecil.
Benar apa yang dikatakan oleh Jian Chen. Xin Yuan dan Xin Yan juga menyadari hal itu dan tidak mungkin bisa mengklaim apapun yang ada di hutan adalah milik mereka. Jika saja mereka telah mengambil lalu menyimpannya, mereka bisa mengklaim bahwa itu adalah milik mereka.
Sementara Mythril yang ada di permukaan tanah belum disentuh oleh siapapun sehingga siapapun bisa mengambilnya. Dan jika ada dua kubu yang mencoba merebutnya, maka gunakan kekuatan. Ini adalah prinsip dunia kultivator.
“Kau akan menyesal!” ucap Xin Yuan yang sangat marah. Ia pun langsung menarik tali busur di tangannya sekuat tenaga. Di saat itu juga, qi tampak berputar-putar di ujung panah tempat anak panah ditembakkan.
__ADS_1
Udara tampak berdenyut-denyut di sekitar busur milik Xin Yuan tanda bahwa anak panah tersebut pastilah sangat kuat.
“Saudaraku.. kau...” Xin Yan terkejut ketika melihat teknik yang ingin digunakan oleh Xin Yuan. Teknik tersebut menghabiskan terlalu banyak qi. Tidak hanya itu, bahkan ketika busur di terik sekuat tenaga sampai-sampai terlihat tali busur hampir putus, itu juga menguras Vitalis, dari tali busur, kekuatan tubuh pengguna akan di konsumsi menjadi qi yang lebih tinggi.
Inilah sebabnya udara tampak berputar-putar di anak panah yang hendak di tembakkan. Setelah serangan dilepaskan, karena kuatnya gaya tolokan, tangan yang memegang busur akan terkena dampaknya juga. Inilah betapa kuatnya teknik yang diciptakan susah payah oleh Xin bersaudara.
Jian Chen di sisi lain menyipitkan matanya karena tau betapa berbahayanya serangan yang akan dilancarkan oleh Xin Yuan. Ia pun mengerahkan qi-nya ke Pedang Azure karena merasa bahwa ia tidak mungkin menghindar setelah Xin Yuan membidiknya.
“Panah Kematian, Tembakan Kecepatan Suara!”
Xin Yuan tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Xin Yan. Ia pun langsung melepaskan anak panah yang telah ia tarik sekuat tenaga.
Duar!
Ledakan kecil akibat pelepasan anak panah pun terdengar. Xin Yuan langsung terhempas ke arah belakang dan tangan kanannya yang memegang busur gemetaran tidak terkendali. Ini adalah teknik terkuat yang ia miliki saat ini dan bahkan pernah menghabisi kultivator tingkat Martial Master tahap kedelapan ketika dirinya memiliki tingkat kultivasi Martial Master tahap kelima.
Jian Chen langsung mengayunkan Pedang Azure ke arah depan buru-buru menggunakan seluruh kekuatannya karena tau bahwa jika ia terlambat sedikit saja, ia pasti akan terkena anah panah yang melesat dengan kecepatan yang bahkan untuk dirinya yang memiliki persepsi sangat tinggi hampir tidak dapat melacaknya. Namun, dengan bantuan Kristal Ungu Abadi, kecepatan mengerikan anak panah tersebut bisa dilacak olehnya.
“Pedang Azure, Tebasan Kematian!”
Sraing!
Trang!
Anak panah yang merupakan serangan dari Xin Yuan pun mengenai tepat di bilah Pedang Azure. Saat kedua serangan bertemu, Jian Chen terkejut dengan kekuatan yang ada di dalam anak panah tersebut.
Qi saat ini memercik layaknya sebuah petir ketika Pedang Azure dan anak panah saling mendorong. Angin berhembus di tempat Jian Chen yang sedang menekan pedangnya sekuat tenaga.
__ADS_1
Xiao Yu yang berada di sebelah Jian Chen mencoba untuk mengangkat kedua lengannya karena angin bercampur qi mencoba untuk membuatnya mundur. Dari efek yang terjadi, ia dapat membuat spekulasi bahwa serangan yang dilancarkan oleh Xin Yuan tidak lebih lemah dari serangan terkuat Jian Chen.
“Apa? Dia menahannya?” Xin Yan berteriak tidak percaya ketika menatap Jian Chen yang masih terus menekan anak panah. Ia pun langsung mengangkat busur miliknya dan mencoba menyerang Jian Chen karena Xin Yuan saat ini tidak akan bisa menggunakan tangannya karena baru saja melancarkan serangan terkuat yang membuat tangan kanannya terluka.
Ketika Xin Yan menarik tali busur dan mencoba menembak Jian Chen, bilah qi pun melesat ke arahnya.
“Bilah Cahaya!”
Xin Yan yang menatap itu langsung melompat ke samping buru-buru dan menembakkan anak panah ke arah Xiao Yu secara naluriah dan bukan ke arah Jian Chen.
Xiao yang menatap itu langsung mengayunkan kedua Belati Putih miliknya.
Sraing!
Anak panah itupun langsung ditebas oleh Xiao Yu. Ia menatap ke arah Xin Yan dengan tatapan maut karena mencoba mengganggu Jian Chen.
Jian Chen yang saat ini sedang menekan anak panah yang tidak masuk akal itu langsung mengencangkan otot-ototnya lalu menekan Pedang Azure sekuat tenaga.
Crang!
Bussssh!
Anak panah itupun langsung hancur dan ledakan qi yang terjadi ke segala arah menghempaskan Jian Chen.
Bruk!
Jian Chen membentur pohon dan merasakan sakit di punggungnya. Tetapi ia tersenyum karena mampu menghancurkan serangan Xin Yuan yang harus ia akui sebagai serangan terkuat yang pernah ia halau.
__ADS_1
Untuk Xin Yuan, tubuhnya gemetaran di tempat karena tidak menyangka bahwa serangan terkuat yang ia ciptakan bersama-sama dengan Xin Yan dengan susah payah dan bahkan mampu menghabisi kultivator kuat berhasil di patahkan oleh Jian Chen.