Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Pemuda Berbakat Lainnya


__ADS_3

“Di sana.” Xiao Yu yang telah dapat melacak musuh pun menatap dengan dingin ke arah tertentu karena dari perkataan Jian Chen, musuh telah mengawasi dalam waktu yang sangat lama.


Keempat sosok yang mengawasi Jian Chen dan Xiao Yu dari kejauhan pun langsung keluar. Ketika mereka muncul, banyak pertanyaan di benak mereka tentang bagaimana Jian Chen dapat melacak mereka.


“Kau sungguh hebat dapat melacak kami. Serahkan semua benda milik kalian dan kami akan membiarkan kalian pergi!” Salah satu dari mereka yang merupakan pemimpin regu berbicara dan menatap ke arah pinggang Xiao Yu, ia tentu sangat tau bahwa itu adalah koin emas dan jumlahnya lumayan banyak.


“Lebih baik kalian pergi karena aku tidak ingin menodai tanganku dengan darah saat ini.” Jian Chen yang berbicara pun memegang gagang Pedang Azure yang ada di pinggangnya, ia tentu akan bersiap-siap untuk menyerang ketika keempat sosok yang menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh menyisakan mata bergerak ke arahnya.


“Tampaknya ada bocah yang tidak tau diri di sini! Jika begitu, maka matilah!” Pemimpin regu tersebut pun langsung bergerak bersama dengan satu rekannya untuk melawan Jian Chen sementara yang dua lainnya bergerak untuk melawan Xiao Yu.


“Tampaknya tidak ada pilihan lain.” Batin Jian Chen. Dengan kekuatannya saat ini, tidak akan sulit baginya untuk menjatuhkan satu kultivator Martial Master tahap keempat dan satu tahap ketiga.


“Pedang Azure, Tebasan Langit Biru!”


Wusssh!


Jian Chen langsung melesat dengan kecepatan yang tinggi lalu menarik pedangnya ketika ia tampak hendak membuat gerakan.


Sraing! Sraing!


Kedua kultivator tersebut membeku di tempat ketika Jian Chen melewati mereka dalam sejenak. Keduanya saat ini sangat paham bahwa Jian Chen bukanlah pemuda biasa.


Blug!


Ketika darah terciprat ke permukaan tanah, keduanya pun jatuh karena Jian Chen menebas tendon kaki mereka secara langsung. Ia sudah berbelas kasih saat dan tentu itu dikarenakan ia tidak ingin berubah menjadi pembunuh berantai di masa depan dengan membunuh setiap musuh yang ia temui.

__ADS_1


“Walaupun aku mencoba melakukan ini, di masa depan semuanya pasti sangatlah berbeda. Tidak ada niat membunuh dari mereka sehingga aku masih bisa memberi keringanan.” Batin Jian Chen saat ia berbalik sambil menyarungkan pedangnya.


Sedangkan Xiao Yu, ia juga melakukan hal yang sama setelah menatap apa yang dilakukan oleh Jian Chen. Ia hanya melumpuhkan kedua musuh yang ia lawan.


Jian Chen perlahan berjalan lalu berjongkok di depan kedua kultivator tersebut yang mencoba berdiri tetapi tidak bisa sama sekali. Akan butuh waktu sekitar beberapa minggu untuk memulihkan luka seperti itu.


“Aku ingin bertanya, kenapa orang-orang seperti kalian yang tampaknya tidak pernah membunuh sama sekali mencoba merampok?” Tanya Jian Chen penasaran.


“Mereka tidak pernah membunuh?” Gumam Xiao Yu heran saat menatap kedua musuh yang ia jatuhkan.


Keempat kultivator itu memasang wajah jelek di balik penutup wajah mereka karena apa yang dikatakan oleh Jian Chen memang benar. Mereka memang telah merampok banyak orang tetapi tidak pernah membunuh sama sekali. Juga, keempatnya bingung dan takut bagaimana bisa Jian Chen mengetahuinya.


“Dari mana kau tau?” Tanya pemimpin regu tersebut.


“Sederhana, qi kalian berempat tidak terkontaminasi oleh qi negatif. Jangan tanya bagaimana aku dapat memeriksanya. Sekarang, katakan yang sebenarnya. Siapa kalian?” ucap Jian Chen. Menggunakan Kristal Ungu Abadi, ia dapat melacak sesuatu seperti itu.


“Kami... Kami...” Salah satu dari mereka berkata dengan gugup karena tidak tau cara untuk menjelaskan semuanya.


Sebelum ada yang berbicara, Jian Chen menyipitkan matanya. Ia langsung berdiri dan menatap ke arah tertentu sambil memegang gagang Pedang Azure.


Xiao Yu yang melihat sikap Jian Chen tau bahwa ada seseorang yang mendekat. Dan dengan reaksi itu, bisa dipastikan bahwa seseorang yang mendekat sangatlah kuat.


Dikejauhan, terlihat satu sosok yang mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya. Dan tidak sampai dua menit kemudian, dia pun melompat ke bawah di jarak hampir lima meter dari Jian Chen.


“Tuan muda...” Salah satu dari mereka pun berkata dengan nada gugup karena tidak menyangka bahwa pemimpin mereka akan datang.

__ADS_1


Sosok yang tiba di dekat Jian Chen adalah seorang pemuda yang tampak berusia sekitar tujuh belas tahun.


Jian Chen memasang wajah serius karena kekuatan pemuda tersebut sangatlah mengerikan, itu sama kuatnya dengan seseorang yang pernah ia temui di kota Dongfang, Bai Rong.


“Apakah kalian mencoba untuk merampok lagi?” Tanya pemuda tersebut dengan wajah muram.


Jian Chen dan Xiao Yu saling melirik karena tau bahwa sebenarnya keempat orang yang mereka lumpuhkan bukanlah seorang perampok.


“Tetapi kita...” Salah satu dari mereka ingin berbicara tetapi di potong oleh pemuda tersebut.


“Aku sudah mengatakan berkali-kali bahwa aku akan melakukan rencana yang telah aku susun! Sekarang kembalilah!” Perintah pemuda tersebut dan menatap kembali ke arah Jian Chen dengan tatapan serius.


Dua kultivator yang dilumpuhkan oleh Xiao Yu masih dapat berjalan dan keduanya pun langsung membantu dua orang yang dilumpuhkan oleh Jian Chen.


“Tolong maafkan perilaku para pelayanku. Mereka merasa bahwa merampok adalah cara terakhir yang bisa kami lakukan saat ini.” Pemuda itupun perlahan membungkuk ke arah Jian Chen.


Jian menaikkan alisnya dan merasa heran bahwa seorang pemuda dengan kultivasi Martial Grand Master akan membungkuk meminta maaf kepada seseorang yang lebih lemah. Seseorang seperti ini pastilah membuat Jian Chen tertarik.


Benar, pemuda tersebut memiliki kultivasi setidaknya Martial Grand Master tahap pertama dengan pelacakan kabur menggunakan Kristal Ungu Abadi, dia hanya sedikit lebih lemah dalam hal qi dari pada Bai Rong yang pernah Jian Chen temui.


“Tidak masalah sama sekali. Kami tidak terluka ketika diserang.” Balas Jian Chen tetapi ia tetap waspada saat ini, dihadapannya adalah salah satu orang terkuat yang ia pernah ia temui.


Pemuda tersebut sedikit lega mendengar apa yang dikatakan Jian Chen. Melihat Jian Chen masih memegang pedang, ia sangat paham bahwa Jian Chen adalah pemuda yang sangatlah waspada terhadap apapun. Itu adalah sikap seorang kultivator sejati, tidak seperti dirinya.


“Jika begitu, bisakah aku mencari tau kemana tujuanmu saudaraku? Maaf, di mana sopan santunku, aku adalah Yan Shi.” Yan Shi memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


“Yan?” Batin Jian Chen dan Xiao Yu bersamaan karena tau bahwa sosok pemuda yang ada di hadapan mereka saat ini memiliki identitas yang tidak wajar sama sekali.


__ADS_2