
Gunung Phoenix
“Suhu di tempat ini sungguh keterlaluan! Jika tidak menggunakan qi, mungkin saja kulit akan melepuh. Xiao Yu, kita tidak punya banyak waktu untuk tinggal di tempat ini! Kita harus mengambil apapun yang ada di kotak itu!” ucap Jian Chen dan langsung melompat ke arah bawah.
Xiao Yu juga paham dan langsung melompat ke arah bawah. Keduanya langsung bergegas ke depan kotak tersebut.
Ketika tiba, suhu tampak semakin panas karena kotak tersebut juga memancarkan aura yang sangat mengerikan.
“Jika kita tidak terampil menggunakan qi, apakah kita akan mati hangus di tempat ini?” Xiao Yu yang sudah berkeringat deras pun bertanya dengan nada muram.
“Kemungkinan mati adalah 90%!” jawab Jian Chen saat mencoba menyentuh kotak menggunakan tangannya setelah melapisi dengan qi.
Sssshh!
Qi Jian Chen langsung dibakar sampai habis yang membuat Jian Chen terkejut. Ia langsung menarik tangannya karena tau bahwa jika ia menyentuh kotak tersebut, tangannya akan hangus dalam sekejap.
Sementara untuk Xiao Yu, ia hanya meminum satu wadah lagi yang diberikan oleh Jian Chen karena hampir tidak mampu menahan panas. Tatapannya tertuju pada tempat lain dan menemukan beberapa bunga aneh yang sangat kecil yang memiliki bentuk seperti hewan laut, yaitu bintang laut.
Tetapi ada liris-liris aneh pada tumbuhan aneh tersebut seperti sebuah bulu. Karena merasa bahwa itu adalah benda bagus, Xiao Yu langsung mengambilnya dan membiarkan Jian Chen mengurus kotak.
Sedangkan untuk Jian Chen, pupil matanya menyusut tajam karena tau betapa berbahayanya aura yang tidak lain adalah qi dalam bentuk panas yang terpancar melalui kotak tersebut terutama dari lambang burung oranye yang tidak lain adalah lambang Phoenix.
Jian Chen pun mencabut Pedang Azure lalu melapisinya dengan qi terkuat yang bisa ia kerahkan. Ia pun langsung mengarahkan ujung pedang ke arah celah tutup kotak.
Qi-nya tampak dibakar habis tetapi Pedang Azure masih baik-baik saja walaupun saat ini Jian Chen berkeringat dingin.
Ini juga disebabkan oleh Pedang Azure sangat terkait dengan tubuhnya. Jika pedang tersebut rusak, maka ia akan terluka juga. Tetapi, untung saja baginya karena Pedang Azure sangatlah kuat sehingga Jian Chen hanya mengalami penipisan qi yang sangat cepat.
__ADS_1
Hal ini dikarenakan Pedang Azure butuh kekuatan untuk mempertahankan agar dirinya tidak rusak sehingga dia menarik qi Jian Chen melawan panas yang terpancar.
Tanpa membuang waktu sama sekali, Jian Chen pun langsung mengangkat tutup kotak tersebut.
“Ugh.. tutupnya saja cukup berat.” Batin Jian Chen dan mengerahkan semua kekuatannya lalu kotak tersebut perlahan terbuka.
Bom!
Ketika kotak dibuka, tutupnya langsung terjatuh ke permukaan tanah yang cukup rapuh.
Wusssh!
Api yang sangat panas meledak ke segala arah ketika kotak telah dibuka.
Bahkan untuk Xiao Yu yang sedang mengumpulkan benda-benda aneh di tempat tersebut terkejut dan mengeluarkan Belati Putih miliknya dan melapisinya dengan qi untuk bertahan dari api yang tiba-tiba saja meledak.
Untuk Jian Chen, wajahnya jelek seperti pot terbakar hangus karena tubuhnya langsung di panggang dalam sekejap.
“Weaou...!”
Hui-Ying yang masih bersama dengan Jian Chen mengeong kecil dan tubuhnya bersinar. Di saat itu juga, luka bakar yang dialami oleh Jian Chen pulih perlahan-lahan. Qi yang digunakan oleh Hui-Ying juga langsung menahan panas tersebut agar tidak terlalu tinggi sampai-sampai dapat membakar apa saja.
Dalam waktu lebih dari lima detik, api yang meledak dari dalam kotak pun mereda.
Xiao Yu yang tidak terlalu jauh, menurunkan kedua Belatinya dan menatap ke arah Jian Chen dengan tatapan tidak puas karena saat ini rambutnya terlihat ketinting karena dibakar oleh api. Kulitnya juga semakin merah karena hampir tidak dapat menahan panas. Selain itu, bajunya juga telah compang-camping karena hampir dibakar habis.
“Hampir saja.” Jian Chen menyeka keringat dingin di dahinya karena hampir saja berubah menjadi arang. Jika saja tidak ada Hui-Ying, paling ringan kulitnya pasti akan hangus sepenuhnya oleh api yang tiba-tiba saja muncul.
__ADS_1
Karena hampir tidak tahan tinggal di tempat panas tersebut, Jian Chen langsung melihat ke arah isi kotak. Ketika melihat isinya, mata Jian Chen melebar.
Ada lima benda di dalam kotak, empat diantaranya sama, memiliki ukuran seperti telapak tangan walaupun lebih ramping.
Empat benda tersebut mengeluarkan panas yang cukup tinggi. Dan untuk Jian Chen, ia langsung tau apa benda itu walaupun tidak tau apa fungsinya.
“Bulu Phoenix? Dan ini...” Tatapan Jian Chen tertuju ke arah beda lainnya yang tampak seperti batu menyala seukuran lebih besar dari kepala manusia.
“Batu? Mineral? Tidak.. tidak.. ini pastilah telur. Siapa yang menaruh telur ini di sini?” Batin Jian Chen dan mencoba melacak isi telur tersebut menggunakan Kristal Ungu Abadi. Tetapi apa yang ia lihat membuatnya sedikit terkejut walaupun ia sedikit menyesal.
“Ini pasti telur Phoenix. Tetapi sangat disayangkan bahwa isinya telah mati. Hampir semua yang ada di dalamnya berubah menjadi batu juga.” Jian Chen menggelengkan kepalanya sedikit menyesal. Awalnya ia cukup bersemangat karena merasa bahwa ia akan bisa meneteskan telur Phoenix tersebut.
Jian Chen tidak sempat memikirkan hal itu karena ia hampir tidak mampu menahan panas di tempat itu.
“Jian Chen! Aku tidak tahan lagi! Aku akan menunggumu di pinggir sana!” Xiao Yu yang membawa banyak benda aneh bersamanya pun langsung pergi melompat ke arah jalan keluar dengan tergesa-gesa.
Jian Chen mendengus kecil lalu langsung mengambil empat bulu Phoenix bersama dengan telur Phoenix tersebut. Ia menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan lalu langsung berlari ke arah tempat jalan keluar lalu melompat ke atas.
“Ayo pergi! Kita tidak bisa tinggal di tempat terkutuk ini lagi!” Xiao Yu langsung berlari ke arah jalan tempat awal dengan wajah kelelahan karena ia hampir saja mengalami dehidrasi.
Jian Chen juga langsung ikut karena kondisinya tidak lebih baik dari pada Xiao Yu.
Dalam waktu beberapa menit, keduanya melompat keluar dari dalam lubang tetapi keduanya tidak berhenti dan berlari ke arah awal mereka datang. Diperjalanan, keduanya juga terus meminum cairan qi dingin sampai habis.
“Akhirnya! Aku sangat merindukan udara segar ini!” Ketika telah keluar dari Tanah Tandus, Xiao Yu merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara dalam-dalam setelah itu menghembuskannya dengan perasaan gembira.
“Jian Chen! Keluarkan pakaianku! Semoga semua benda yang kita bawa memiliki kegunaan!” ucap Xiao Yu karena ingat bahwa dirinya saat ini terlihat seperti pemulung jalanan.
__ADS_1
Jian Chen hanya memberinya dan ia juga mengambil pakaiannya sendiri.
“Bulu Phoenix, telur Phoenix... Apakah benda itu memiliki kegunaan?” Batin Jian Chen. Untuk telur Phoenix tersebut, ia tidak terlalu berharap, apa yang ingin ia periksa saat ini adalah Bulu Phoenix tersebut.