
“Menyediakan sumber daya?” Jian Chen menaikkan sedikit alisnya. Ia memang sangat tertarik dengan tawaran tersebut, tetapi sebelumnya beberapa bawahan Yan Shi mencoba merampoknya, sangat meragukan bahwa Yan Shi akan dapat memberikan mereka manfaat untuk bergabung.
“Aku sangat mengerti apa yang sedang kau pikirkan saat ini. Maksud dari sumber daya yang aku katakan adalah, bawahanku akan pergi melakukan pencarian ke tempat tertentu, hasil dari pencarian itu akan diberikan sebagian pada kalian berdua. Inilah mengapa aku mengatakan sebelumnya semua tergantung pada kinerja kalian.” ujar Yan Shi.
Jian Chen yang mendengar penjelasan dari Yan Shi langsung paham bahwa Yan Shi dan kelompoknya pastilah ahli dalam informasi sehingga pasti dapat menemukan tempat seperti itu. Lalu pencarian yang dikatakan oleh Yan Shi pastilah tempat yang memiliki sumber daya melimpah dan akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Oh? Aku menduga bahwa ada tempat menarik di pulau Lizawa ini yang membuat para kultivator tertarik.” Jian Chen tersenyum kecil saat mengatakan itu.
“Ya, memang benar. Jadi, bagaimana keputusan kalian? Apakah kalian akan ikut atau tidak?” Tanya Yan Shi.
“Sebelum itu, aku ingin bertanya. Tempat yang akan di tuju oleh kelompokmu, apakah ada kelompok lainnya yang akan datang?” Tanya Jian Chen.
“Kemungkinan besar ya karena kami juga menerima informasi rahasia ini dari Kerajaan Yan. Beberapa bawahanku sedang menyusup di Kerajaan Yan sehingga aku bisa mendapatkan informasi ini. Tetapi informasi tentang keberangkatan mereka sama sekali tidak ada karena Kerajaan Yan merahasiakannya.” ujar Yan Shi.
Jian Chen tampak berpikir untuk beberapa saat. Ia melirik ke arah Xiao Yu yang hanya mengangkat bahunya tanda bahwa dia akan ikut apapun keputusannya.
“Baik, kami akan bergabung. Tetapi, semua anggotamu tidak dapat memesan sesuatu yang tidak ingin aku lakukan seperti pertarungan bunuh diri jika ada musuh yang datang.” ucap Jian Chen. Dengan kekuatannya saat ini, hanya itu mungkin kesepakatan yang pasti akan langsung disetujui oleh Yan Shi.
“Jika hanya itu, tidak masalah sama sekali. Selamat bergabung, ku harap setelah ini kau masih akan tetap bekerja sama denganku.” ucap Yan Shi saat ia perlahan berdiri dan menjulurkan tangannya ke arah Jian Chen.
__ADS_1
Jian Chen pun menjabat Yan Shi karena mereka telah membuat kesepakatan. Ia sangat sadar alasan Yan Shi merekrut mereka adalah tujuan jangka panjang dan itu saat mereka telah tumbuh kuat. Langkah seperti ini biasa dilakukan oleh orang-orang pintar.
“Aku akan mengantar kalian ke kediaman kalian saat ini. Kelompok yang akan aku kirim akan berangkat dua hari dari sekarang. Kemungkinan tidak akan mencapai waktu itu, jadi bersiap-siaplah dan aku akan memberi perintah kepada bawahanku untuk menjemputmu nanti.” ucap Yan Shi saat memimpin Jian Chen dan Xiao Yu ke tempat mereka tinggal.
Jian Chen dan Xiao Yu tidak berkomentar sama sekali tentang pengaturan Yan Shi.
Setelah mengantar Jian Chen dan Xiao Yu, Yan Shi pun kembali ke kediamannya dan menghela nafas panjang saat ia duduk.
“Tuan Muda, apakah anda yakin membawa dua anggota baru yang tidak diketahui identitasnya ke tempat itu?” Sosok pria paruh baya pun perlahan masuk ke dalam ruangan dan langsung berbicara.
Yan Shi menatap ke arah pria paruh baya tersebut yang tidak lain adalah orang kepercayaan ayahnya ketika ayahnya masih hidup dan menjabat sebagai Raja Kerajaan Yan.
Keduanya disebut sebagai Menteri Kanan dan Menteri Kiri, kekuatan keduanya tidak lebih lemah dari kekuatan pria paruh baya yang menjadi orang kepercayaan ayahnya saat itu.
“Baiklah, jika aku berhasil kali ini, kita akan memiliki modal untuk melawan Kerajaan Yan. Dia pasti akan menyesal telah mengasingkanmu dan memberimu tanah di tengah hutan belantara ini.” ucap pria paruh baya tersebut dengan nada datar lalu perlahan berbalik keluar dari ruangan tersebut.
Yan Shi hanya diam dan menatap kepergian pria paruh baya tersebut. Ia pun menoleh kembali dan menatap ke arah luar sambil memperhatikan aktifitas seluruh anggotanya yang tidak lain adalah semua petugas di kediamannya saat itu ketika ia masih tinggal di Kerajaan Yan sebagai seorang Pangeran.
“Jika kami berhasil kali ini, aku akan pergi ke tempat itu agar menjadi lebih kuat.” Yan Shi mengepalkan tangannya dengan kuat saat memikirkan kehancuran keluarganya saat itu dan hanya menyisakan dirinya saat ayah, ibu dan kakaknya memohon belas kasihan agar dirinya dibiarkan hidup.
__ADS_1
**
Sementara itu, Jian Chen yang saat ini berada dikediaman sederhana pun duduk di kursi kayu dan membuat dirinya nyaman.
“Sangat terlihat bahwa Yan Shi itu menginginkan balas dendam. Matanya terlihat sama seperti diriku ketika waktu sebelum kita latihan di Hutan Roh.” ucap Xiao Yu saat ia bersandar di kursi kayu yang cukup nyaman untuk di duduki.
Jian Chen tidak langsung berbicara dan menurunkan Hui-Ying dari pelukannya. Sambil mengelus bulu biru langit Hui-Ying, ia pun berbicara, “Itu bukan urusan kita saat ini Xiao Yu. Yan Shi adalah orang yang pintar, tetapi semua orang pintar akan terbunuh karena kepintaran mereka.”
“Sama seperti dirimu.” Dengus Xiao Yu saat mendengar kata seperti itu keluar dari mulut Jian Chen.
Wajah Jian Chen sedikit berkedut saat ia membatin, “Apakah aku sama seperti Yan Shi?”
“Bukan sesuatu yang sering aku lakukan yang akan membunuhku Xiao Yu. Aku dan Yan Shi berbeda. Yang dia incar adalah sebuah Kerajaan dengan pasukan yang sangat sedikit. Jika aku berada di posisinya, aku tidak akan terjerat dalam halusinasi balas dendam. Aku akan meningkatkan kekuatanku hingga melebihi para kultivator terkuat musuhku dan ketika waktunya tiba, aku akan balas dendam. Itulah kepintaran yang dikatakan sebagai bijak.” ucap Jian Chen.
“Ya, itu bagimu. Tetapi bagiku tidak karena aku dapat membalaskan dendamku ketika kekuatanku lebih lemah dari seseorang yang aku incar.” Balas Xiao Yu.
Jian Chen tidak membalas lagi karena Xiao Yu pasti akan terus berbicara. Dalam hatinya, jika ia bukan seseorang yang berinkarnasi, bisa dipastikan bahwa dirinya akan melakukan hal yang sama. Tetapi setelah pernah mati satu kali, ia lebih menghargai kehidupannya.
Bukan berarti Jian Chen ingin bertindak seperti pengecut, tetapi ia lebih memikirkan tentang bagaimana rencana yang lebih matang dan menghitung pro dan kontra jika itu menyangkut tentang nyawanya.
__ADS_1