
Jian Chen dan Xiao Yu telah pergi sangat jauh dari lokasi mereka menemukan harimau kecil. Tidak sampai tiga menit kemudian, tiga sosok pun tiba juga di tempat tersebut.
“Tidak ada apa-apa di sini! Pasti kedua pemuda itu telah membawa benda apapun yang ada di sini sebelumnya.” Salah satu dari tiga kultivator tersebut pun berbicara.
Kedua lainnya tentu saja setuju dengan perkataan rekan mereka.
“Apakah kita harus mengejar mereka berdua?” Tanya yang lainnya.
“Mereka pasti telah pergi jauh karena aku yakin bahwa lubang kecil itu dibuat untuk jalan keluar dari goa ini. Kita harus menunggu Patriak dan yang lainnya.”
Ketiganya pun setuju dan menunggu di tempat. Tidak sampai lima kemudian, beberapa sosok pun tiba di tempat tersebut.
“Patriak.” Ketiganya membungkuk ke arah Patriak Klan Bai.
“Apakah mereka lolos?” Tanya Patriak Kla Bai lalu melanjutkan dengan pertanyaan lainnya, “Lalu di mana mayat hewan roh sebelumnya?”
Siapapun pasti tau bahwa inti hewan roh harimau sebelumnya pastilah sangat berharga karena sangat kuat. Itu bisa dijadikan bahan kultivasi sehingga Patriak Klan Bai ingin mengambilnya untuk Klan Bai.
Salah satu dari ketiga kultivator itu pun menjelaskan semua yang mereka lihat sebelumnya yang membuat Patriak Klan Bai terkejut. Ia berpikir keras karena mencoba mengingat apakah kejadian seperti itu pernah terjadi atau tidak.
Ketika Patriak Klan Bai ingin berbicara, wajahnya langsung pucat karena tekanan yang sangat kuat pun muncul di tempat tersebut. Bahkan untuk dirinya hampir tidak dapat menangani beban tersebut. Sedangkan untuk para bawahannya dan para Tetua, mereka memuntahkan darah.
Tiba-tiba saja, satu sosok muncul di goa tersebut dan menatap ke arah sekelilingnya dengan tatapan marah. Ia dapat merasakan jejak samar dari seseorang di tempat tersebut.
“Dia sebelumnya tinggal di tempat ini dalam waktu beberapa hari.” Sosok tersebut bergumam dan menatap ke arah Patriak Klan Bai dan anggota Klan Bai lainnya yang saat ini merangkak di permukaan tanah.
“Aku ingin bertanya, apakah kalian melihat seekor harimau besar berwarna biru langit di tempat ini?” Tanya sosok tersebut dengan nada dingin.
Patriak Klan Bai merasa bahwa sosok dihadapannya saat ini adalah monster yang sangat mengerikan. Ia pun langsung menjelaskan tentang apa yang terjadi seperti yang diceritakan oleh anggota Klan-nya.
__ADS_1
“Hm? Dia tewas? Jika para sampah ini melihat dia berubah menjadi butiran qi, itu pasti benar adanya. Pantas saja aku kehilangan armornya. Lebih baik aku melapor terhadap master terlebih dahulu. Dia pasti senang mendengar tentang hal ini.” Sosok itupun menghilang dari tempat tersebut karena tujuannya tentu saja adalah Dewa Harimau Langit yang telah dewasa karena selama ini mereka memang memburunya.
Tetapi sosok tersebut tidak bertanya tentang hal lainnya. Dan jika dia tau bahwa ada Dewa Harimau Langit yang baru lahir, dia pasti akan mencari ke segala penjuru pulau Lizawa.
Ketika tekanan menghilang, Patriak Klan Bai yang gemetaran lalu memuntahkan seteguk darah merah pun perlahan berdiri. Wajahnya sangat pucat saat ini karena ia merasa sangat dekat dengan kematian.
“Siapa dia? Aku tidak pernah melihat seseorang dengan aura saja dapat menekan kultivator setingkat diriku. Dia pasti bukan dari Kerajaan Yan karena tidak ada seseorang sekuat itu di sana! Siapapun itu, dia pasti berasal dari luar pulau Lizawa!” Batin Patriak Klan Bai.
Lalu Patriak Klan Bai yang ketakutan pun langsung memberitahukan kepada para anggotanya Klan-nya agar tidak menyebarkan informasi tentang hal tersebut karena ia merasa bahwa seseorang sekuat itu tidak ingin dirinya diketahui. Dan Patriak Klan Bai tidak ingin memancing amarah dari sosok sekuat itu.
Mereka semua telah melupakan tentang Jian Chen dan Xiao Yu karena kejadian tersebut lalu kembali ke kota Dongfang dengan wajah pucat.
**
Jauh dari kota Dongfang, terlihat Jian Chen dan Xiao Yu yang terus bergerak melewati hutan dengan cara melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Wilayah pulau Lizawa memang dipenuhi oleh hutan karena bagi orang luar, tempat itu adalah pulau primitif yang lemah sehingga jarang bagi orang luar untuk masuk. Juga, jumlah kultivator yang ada di Pulau Lizawa yang mencapai level tinggi pun jumlahnya sangat sedikit.
“Sepertinya tidak ada yang mengejar kita.” Xiao Yu pun berhenti di salah satu cabang pohon lalu duduk karena kelelahan. Mereka telah bergerak selama beberapa jam menggunakan qi secara berlebihan agar kecepatan mereka berlipat ganda tetapi itu membuat tubuh sangat mudah kelelahan.
Setelah itu, tatapan Jian Chen tertuju pada harimau kecil yang berada di pangkuannya.
Harimau kecil itu menatapnya dengan tatapan bingung.
“Kawan kecil, apakah kau bisa berbicara seperti menggunakan telepati yang digunakan oleh harimau besar itu?” Tanya Jian Chen.
Harimau kecil itu tidak menjawab dan hanya menjilati Jian Chen dengan semangat.
“Jian Chen, apakah otakmu sudah rusak berbicara kepada hewan roh?” Tanya Xiao Yu menatap Jian Chen seolah-olah melihat idiot terbesar sepanjang masa.
Jian Chen menatap ke arah Xiao Yu dengan tatapan jijik lalu melihat kembali ke harimau kecil. Setelah membuat sesuatu seperti kontrak, ia merasa sedikit tidak tega meninggalkan harimau kecil tersebut di alam liar. Ia pun hanya bisa menghela nafas lalu memutuskan untuk membawanya saat ini. Ia pun mengeluarkan beberapa herbal yang ia bawa dari hutan roh lalu memberikannya kepada harimau kecil.
__ADS_1
Harimau kecil tersebut sangat bersemangat lalu memakan empat herbal hanya dalam sekali gigit.
Jian Chen berkedut melihatnya karena merasa bahwa jika ia memelihara harimau kecil tersebut, bisa dipastikan bahwa dirinya akan bangkrut dalam beberapa hari.
Tetapi Jian Chen menaikkan alisnya ketika Harimau kecil tersebut bersinar sedikit lalu meredup kembali.
Mata Jian Chen melebar karena tentu dapat merasakan bahwa harimau kecil tersebut menerobos begitu saja.
“Apa-apaan ini? Apakah semua hewan roh akan menerobos kultivasi ketika melahap herbal?” Jian Chen berteriak keras ketika menatap ke arah harimau kecil dengan mata melotot.
“Apa? Dia menerobos setelah mencerna herbal itu? Luar biasa! Yang aku tau, bahkan untuk hewan roh, mereka harus mencernanya dahulu dalam waktu tertentu.” Xiao Yu yang melompat ke samping Jian Chen pun berseru keras sambil menatap ke arah Harimau kecil dengan tatapan heran.
“Ya. Jika memang dia bisa melakukannya terus-menerus...” Jian Chen sedikit menegang lalu mengeluarkan semua herbal yang ia miliki dan memberikannya kepada harimau kecil.
Harimau kecil itupun semakin bersemangat lalu memakan semua herbal tersebut layaknya sebuah cemilan. Dalam waktu kurang dari satu menit, semua herbal yang di bawa oleh Jian Chen pun habis di telan.
Dung! Dung!
Harimau kecil tersebut bersinar dengan kabut biru langit dua kali yang artinya dia menembus kultivasinya sebanyak dua tahap.
Hal ini membuat Jian Chen dan Xiao Yu tidak bisa berkata-kata karena kemampuan mencerna harimau kecil sangat menentang surga.
“Harimau kecil ini telah memiliki kekuatan Martial Spirit tahap Kesembilan. Bagaimana mungkin? Umurnya pastilah hanya kurang dari satu bulan. Sungguh sulit dipercaya!” Seru Jian Chen.
Bahkan Xiao Yu mengangguk serius lalu berbicara dengan nada bersemangat, “Jian Chen, serahkan harimau kecil ini padaku, aku akan merawatnya!”
Jian Chen memutar matanya ke arah Xiao Yu karena ia tentu tau apa yang dipikirkan olehnya.
Sementara itu, harimau kecil yang telah memiliki kecerdasan seperti anak-anak pun langsung bersembunyi di balik tangan Jian Chen karena takut ia di bawa oleh Xiao Yu.
__ADS_1
Hal ini membuat Xiao Yu membeku di tempat dan wajahnya sedikit gelap sambil membatin, “Apakah aku sangat menyeramkan?”