
Bentrokan antara dua kelompok pun tidak akan lama lagi berakhir di saat banyak anggota kedua kelompok telah tumbang.
Saat ini, terlihat seorang anak berumur 12 tahun sedang berkeliaran ke sana ke mari sambil terus menebas ke arah para Bandit dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Jangan menyerangnya seorang diri! Kalian tidak akan bisa menghentikannya!” Salah satu Bandit pun berteriak keras ke arah semua rekannya. Itu disebabkan oleh anak berumur 12 tahun yang tidak lain adalah Jian Chen telah membunuh lebih dari 15 rekan mereka dalam waktu yang sangat singkat.
Di tempat lainnya, Lian Chengyu yang saat ini sedang berhadapan dengan Zhen pun memasang wajah sangat gelap karena jika ini terus berlanjut, mereka pasti akan kalah.
“Zhen! Apa kau tidak berpikir bahwa ada yang aneh?” Tanya Lian Chengyu saat dirinya melompat mundur menjaga jarak.
“Apa maksudmu?” Tanya Zhen dingin.
“Kau tau, pertama kali aku bertemu dengan bocah itu, dia tidak sekuat itu. Berapa lama waktu berlalu setelah itu? Setinggi apapun bakatnya, tidak mungkin secepat itu bisa menjadi kuat. Juga, tampaknya kau gagal menyerap khasiat dari Tulang Roh Harimau sebelumnya. Asal kau tau saja, khasiat yang ada di dalam Tulang Roh itu seharusnya dapat membuatmu menembus dua tahap dalam sekali jalan bagaimana pun caramu menggunakannya.”
“Tetapi kau sama sekali tidak mengalami peningkatan. Dan lihat, bocah itu tanpa sumber daya apapun menerobos secara langsung. Apa kau merasa itu adalah hal yang biasa?” Tanya Lian Chengyu dengan senyum sinis. Ia juga telah membuat spekulasi tentang hal itu. Ia memikirkan kembali kapan ia bertemu dengan Jian Chen dan ia memikirkan bahwa ketika Jian Chen melarikan diri, mereka tiba di Kota Zhen.
Setelah itu, berapa lama waktu berlalu? Jian Chen juga melakukan misi, di saat kelompok Zhen mengolah Tulang Roh, di saat itu juga Jian Chen menerobos kultivasinya.
Zhen yang memikirkan kembali semuanya juga telah membuat spekulasi yang sama. Saat pergantian pekerja untuk mengolah Tulang Roh, Jian Chen pergi ke suatu tempat dan disaat dia kembali, kekuatannya telah meningkat. Siapapun akan berpikir dengan cara yang lain.
Tatapan Zhen saat ini tertuju pada Jian Chen dan menatap dengan matanya dengan cermat semua hal yang ada pada Jian Chen.
“Pasti dia! Dialah yang menyerap semua khasiat dari Tulang Roh! Tunggu, ketika dia berada di sana, qi yang berada di udara tidak setebal ketika dia pergi! Yang artinya, memang dia yang menyerap semuanya!” Batin Zhen semakin marah karena ia merasa bahwa Jian Chen mempermainkannya dengan cara bersikap rendah.
__ADS_1
“Ternyata bocah licik itu telah membuat rencana ini sedari awal! Sialan! Sialan! Aku tidak akan melepaskan mu!” ucap Zhen sangat marah.
Melihat Zhen yang marah, Lian Chengyu menaikkan sudut bibirnya. “Bagaimana dengan ini? Kita menghabisi bocah itu bersama-sama setelah itu kita akan menyelesaikan perselisihan kita. Jika dia berniat kabur sekarang, maka tidak ada kesempatan di masa depan untuk membereskannya hanya dari peningkatan kekuatannya!”
Tawaran Lian Chengyu membuat mata Zhen menyipit. Ia memikirkan pro dan kontra tentang apa yang ditawarkan oleh saingannya. Menurutnya, apa yang dikatakan oleh Lian Chengyu memang benar, ia merasa bahwa Jian Chen sedari awal memang menargetkan mereka. Jika bocah kecil itu kabur saat ini, maka tidak ada kesempatan untuk melawannya di masa depan.
“Baik, ayo bereskan dia lebih dulu!” Zhen pun setuju karena takut bahwa apa yang dikatakan oleh Lian Chengyu benar.
Lian Chengyu tersenyum kecil lalu mengangguk juga. Ia pun langsung bergerak bersamaan dengan Zhen ke tempat Jian Chen berada. Keduanya saat ini telah berniat menghabisi Jian Chen karena keduanya merasa bahwa Jian Chen adalah bom waktu berjalan bagi mereka.
Sementara itu, Jian Chen yang saat ini sedang melawan satu per satu anggota Lian Chengyu menyipitkan sedikit matanya ketika menatap kedua Bos Bandit itu datang ke arahnya.
“Apa yang terjadi? Kenapa mereka datang ke sini?” Batin Jian Chen yang baru saja menebas salah satu Bandit.
Keduanya pun berhenti tepat di depan Jian Chen di jarak hampir tujuh meter. Keduanya menatap ke arah Jian Chen dengan dingin yang membuat wajah Jian Chen sedikit gelap.
“Jian Chen, aku ingin bertanya satu hal padamu. Bagaimana caramu menembus Martial Spirit tahap ketiga dalam waktu singkat?” Tanya Zhen dingin.
Pertanyaan Zhen membuat Jian Chen tau bahwa dirinya telah ketahuan menyerap khasiat Tulang Roh secara sembunyi-sembunyi.
Melihat Jian Chen hanya diam untuk beberapa waktu, membuat Zhen dan Lian Chengyu sedikit marah. Untuk Lian Chengyu, ia sangat ingin membunuh Jian Chen karena menggunakan Tulang Roh miliknya untuk menerobos.
Sedangkan untuk Zhen, ia ingin membunuh Jian Chen karena menggagalkan rencananya untuk menjadi lebih kuat.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” Tanya Jian Chen dengan kerutan di wajahnya.
“Jangan menyembunyikan apapun bocah! Kau pasti yang menyerapnya!” Teriak Zhen saat langsung menerjang ke arah Jian Chen.
Mata Jian Chen dingin ketika menatap hal itu. Tetapi ia menaikkan sedikit alisnya kemudian saat melihat seseorang yang berada di belakang Zhen.
“Mati!” Lian Chengyu tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menghabisi Zhen karena ia masih bisa membereskan Jian Chen setelahnya. Dengan kekuatannya, ia merasa bahwa hal itu tidak akan sulit sama sekali walaupun Jian Chen telah mencapai Martial Spirit tahap ketiga.
Wusssh!
Jrezh!
Darah yang sangat banyak pun menyemprot dari punggung Zhen ketika cakar yang membentuk pisau pun menebus dada Zhen.
“Uhuk..” Zhen yang terkejut pun memuntahkan seteguk darah. Ia menatap ke arah bawah dan menemukan jari-jari Lian Chengyu yang telah menembus dadanya.
“Lian Chengyu! Bajingan sialan!” ucap Zhen sangat marah karena ia terlalu ceroboh. Ia tidak memikirkan bahwa Lian Chengyu akan langsung menikamnya. Ia telah memprediksi bahwa Lian Chengyu pasti akan menyerangnya tetapi tidak secepat itu ketika ia dikuasi oleh amarah untuk menghabisi Jian Chen.
“Zhen, kau terlalu naif untuk seorang pemimpin. Aku merasa heran kenapa Wang Pu dan Wang Du bersedia mengikutimu! Seharunya kau tau bahwa kau harus membereskan musuh baru kau berurusan dengan bocah ini! Kau terlalu mudah terbawa emosi!” ucap Lian Chengyu dengan nada kejam. Ia pun langsung mencabut tangannya dari dalam tubuh Zhen dan disaat itu juga, Zhen langsung terjatuh ke permukaan tanah karena kehilangan nyawanya.
Perkembangan situasi saat ini membuat Jian Chen sedikit bingung. Tetapi ia tau bahwa ia saat ini diincar oleh kultivator sekuat Lian Chengyu.
“Tidak lama lagi! Aku akan segera menerobos! Dan di saat itu juga, aku akan memilliki kekuatan untuk melawan Lian Chengyu!” Batin Jian Chen.
__ADS_1