
Kota Zhen
Suasana di kota saat ini sedang hening karena tidak ada yang berani berbicara saat sang penguasa kota sedang berkonsentrasi menyerap khasiat Tulang Roh yang telah dileburkan.
Jian Chen menara hal itu dengan senyum mengejek diwajahnya dari pinggiran. Selama ini, ia telah menyerap sekitar 70% khasiat dari Tulang Roh yang telah dileburkan. Sementara lainnya, sekitar hampir 20% khasiat menyebar ke udara atau disia-siakan. Dan hanya sekitar 10% lebih sedikit khasiat yang tersimpan di dalam cairan tersebut.
“Seraplah semua bersama dengan ampas-ampasnya. Kau tidak akan pernah bisa menembus kultivasi hanya dengan sumber daya seperti itu.” Batin Jian Chen.
Sementara itu, untuk Zhen yang sedang berada di dalam kuali merasa bersemangat karena ia dapat merasakan bahwa qi dalam jumlah yang sangat besar masuk ke dalam tubuhnya. Ia pun langsung menyempurnakannya karena ia memiliki manual kultivasi dasar yang tidak sempurna. Namun itu dapat membuatnya menyempurnakan qi. Jika tidak, ia tidak mungkin mencapai tingkat Martial Spirit tahap keempat saat ini.
Namun, dalam waktu lima menit, wajah Zhen dipenuhi kerutan karena qi yang ada di dalam cairan hampir habis.
“Apa yang terjadi? Kenapa hanya ini? Jumlah ini bahkan tidak mencapai setengah dari apa yang aku perkirakan sebelumnya!” Batin Zhen. Ia mulai sedikit panik karena dengan jumlah itu, terobosannya tidak akan pernah tercapai.
“Tidak, mungkin ini hanya perasaanku saja. Mungkin khasiat yang sebenarnya masih tertinggal di dalam.” Batin Zhen lagi mencoba menenangkan dirinya.
Waktu terus berlalu. Setelah sepuluh menit, keringat mulai menetes di dahi Zhen karena ia tidak dapat menyerap apa apa lagi dari dalam kuali.
“Sial! Sial! Sial! Sial! Seharunya tidak seperti ini!” Zhen tiba-tiba meraung keras saat membuka matanya yang membuat semua bawahannya serta para warga kota kecil tersebut terkejut.
“Apa yang terjadi bos?” tanya Wang Du tiba-tiba.
Mata Zhen saat ini memerah dan menatap ke arah Wang Du dengan tatapan dingin. Saat ini tampak matanya memiliki beberapa lingkaran cincin yang tampak seperti seekor elang. Ini adalah Wujud Kelahiran Zhen, yaitu Wujud Kelahiran tipe mental.
Deg! Deg!
__ADS_1
Jantung Wang Du berdetak sangat cepat ketika Zhen menatapnya dengan tatapan dingin. Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Sebelum Zhen meraung marah sekali lagi, seseorang yang merupakan bawahan dari Zhen pun berteriak keras dari arah kejauhan.
“Bos! Celaka! Kelompok Bandit yang di pimpin oleh Lian Chengyu telah tiba di depan gerbang kota!”
Ketika mendengar itu, semua bawahan Zhen pun memasang wajah gelap karena tidak menyangka bahwa Lian Chengyu bersama dengan pasukannya akan menyerang sekarang.
Bahkan untuk Zhen pun, ia saat ini semakin marah. “Lian Chengyu sialan! Aku akan menghabisimu sekarang dan selamanya! Wang Du! Persiapkan semua pasukan!”
Wang Du tersadar dari ketakutannya. Ia pun mengangguk dengan cepat lalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk melawan Lian Chengyu bersama dengan pasukannya.
Sedangkan untuk Jian Chen, ia pun langsung berlari ke arah tertentu karena merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Tidak lama kemudian, ketika ia mendekati gerbang kota, wajahnya pun sedikit muram.
Jian Chen langsung melompat ke samping di belakang bangunan lalu mengintip dari sana. Apa yang ia lihat membuat wajahnya semakin muram.
“Xiao Yu..! Cih! Aku sudah menduga bahwa dia tidak akan bisa tinggal diam jika melihat kelompok Bandit itu datang!” Jian Chen menyumpahi Xiao Yu karena terlalu ceroboh.
“Ha-ha-ha! Aku tidak menyangka bahwa bocah dengan Wujud Kelahiran ganda ini ternyata berada di kota Zhen. Sungguh suatu kebetulan yang tidak terduga. Dengan kita menukar bocah ini dengan seseorang yang kaya, maka kerugian kehilangan Tulang Roh itu pasti akan terpenuhi!” Lian Chengyu yang merupakan Bos Bandit yang menyerang desa tempat Xiao Yu berasal tertawa keras saat melirik ke arah dalam kandang tempat Xiao Yu berada.
“Bos, ayo kita bereskan Zhen sialan itu! Wang Pu telah jatuh di tangan kita. Dengan kehilangan satu anggota penting di regu mereka, kita tidak akan mungkin kalah!” ucap pria paruh baya yang sebelumnya mengikuti Jian Chen dan Lei Zhu sampai ke kota Zhen.
“Ya. Zhen sialan itu akan menyesal karena telah mencuri harga Karun ku!” Balas Lian Chengyu dengan nada kejam.
Jian Chen yang menyaksikan kelompok Lian Chengyu yang terus bergerak ke arah dalam pusat kota pun memasang wajah muram. Ia harus mencari cara untuk menyelematkan Xiao Yu dari sana.
__ADS_1
“Jika aku mencoba menerobos tahap selanjutnya saat ini, mungkin akan butuh waktu lebih dari sepuluh menit. Aku tidak tau apa yang akan terjadi di saat waktu itu. Jika kelompok Bandit ini berhasil mengalahkan kelompok Zhen dalam waktu singkat, aku tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua walaupun aku telah menerobos tahap selanjutnya.” Batin Jian Chen. Ia pun langsung bergerak kembali ke arah pusat kota secara diam-diam karena lebih memilih menggunakan kelompok Zhen sebagai tameng hidup.
Sementara itu, Xiao Yu yang saat ini yang berada di dalam kandang terlihat sangat murung. Matanya berkaca-kaca dan menatap ke arah Lian Chengyu dengan tatapan maut. Ketika ia melihat kelompok Bandit memasuki kota, ia langsung menerjang ke arah mereka dan mencoba memenggal Lian Chengyu. Tetapi bahkan salah satu bawahan acak dari Lian Chengyu mudah mengalahkannya. Hal ini membuatnya sangat frustasi karena tidak bisa membalaskan dendam keluarganya serta penduduk desanya.
Ketika Jian Chen telah tiba di dekat kediaman Zhen, banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan dingin.
“Jian Chen, dari mana saja kau?” Tanya Lei Zhu sangat marah.
“Diamlah! Aku sedang dalam suasana hati yang buruk! Mereka telah tiba!” Balas Jian Chen dengan wajah dingin yang membuat Lei Zhu semakin marah.
“Bocah sialan! Kau akan mati ketika waktunya tiba!” Batin Lei Zhu sangat marah.
Sementara untuk Zhen dan Wang Du, keduanya tidak sempat untuk melihat ke arah Jian Chen karena mereka sudah melihat sekelompok orang yang datang dari kejauhan.
Jian Chen menatap ke arah kejauhan, ia melihat bahwa Xiao Yu di tinggalkan di pinggiran karena Lian Chengyu dan seluruh anggotanya tampaknya telah berniat melakukan perang habis-habisan dengan kelompok Zhen.
Saat Lian Chengyu dan kelompoknya tiba di jarak hampir sepuluh meter dari kelompok Zhen, ia pun berbicara, “Lama tidak bertemu, Zhen si Mata Elang. Apa kau siap untuk mati?”
“Lian Chengyu sialan! Kali ini kau tidak akan lolos!” Balas Zhen dingin saat matanya bersinar lebih terang.
“Ha-ha-ha! Sudah lama aku tidak melihat kemampuan matamu yang menyebalkan itu! Tampaknya kau tidak mengalami terobosan walaupun telah menggunakan Tulang Roh yang kau curi. Oleh karena itu, maka tidak akan ada kesempatan bagimu untuk menang!” ucap Lian Chengyu saat tubuhnya memasuki bentuk setengah hewan berbentuk Harimau Hitam.
“Kau akan melihat seperti apa Keputusasaan itu, Lian Chengyu!” Balas Zhen saat qi-nya meledak. Ia memegang dua pedang di tangannya, pedang itupun diselimuti oleh qi berwana emas yang lumayan pekat.
Jian Chen yang menatap keduanya pun tau bahwa saat ini ia bukanlah tandingan keduanya. Pengendalian qi keduanya memang luar biasa menurut Jian Chen. Jika ia tidak menembus tahap selanjutnya, maka tidak ada kesempatan untuk menang menurutnya.
__ADS_1
Karena tau akan hal itu, Jian Chen pun langsung mengendalikan Kristal Ungu Abadi untuk mulai menyalurkan qi ke seluruh tubuhnya. Ia menyadari satu fakta bahwa menggunakan Kristal Ungu Abadi, ia bisa terus meningkatkan kekuatannya tanpa melakukan meditasi. Dan ini merupakan suatu keuntungan, sebab ia pasti akan bisa menerobos ketika sedang bertarung.