Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Bentrokan Singkat


__ADS_3

Pulau Buddha, pinggiran Pelabuhan Ratu


Yan Chang yang saat ini memasuki bentuk Wujud Kelahiran Cheetah Lava pun menyeringai kejam. Panas yang sangat mengerikan memancar dari tubuhnya, hampir melelehkan permukaan tanah di jarak radius lima meter.


Untuk para anggota Klan Yan, mereka semua memiliki Wujud Kelahiran hewan Roh Cheetah, tetapi beberapa dari mereka akan sangat kuat, contohnya adalah Yan Chang yang memiliki Wujud Kelahiran Cheetah Lava, yang memiliki serangan terkuat di sejarah anggota Klan Yan.


Sesuai dengan nama Wujud Kelahiran milik Yan Chang, dia dapat menghasilkan elemen Lava, salah satu elemen paling merusak yang pernah ada, lebih kuat dan memiliki suhu lebih tinggi dari pada api.


“Aura yang sangat kuat dan mencekam!” Batin Jian Chen dan Xiao Yu. Keduanya pun langsung membuat kuda-kuda untuk bertarung karena keduanya paham bahwa jika mereka lalai sedikit saja, cidera serius pasti akan diterima.


“Meteor!”


Tanpa membuang waktu sama sekali, Yan Chang langsung mengayunkan tinjunya sekuat tenaga. Itu tampak memanjang karena lava meledak dari tinjunya ke arah Jian Chen.


“Pedang Azure, Tebasan Langit Biru!”


Jian Chen langsung melapisi qi dalam jumlah yang cukup besar di Pedang Azure lalu mengayunkannya sekuat tenaga ke arah serangan yang tampak seperti sejauh bara api berukuran beberapa meter.


Sraing!


Bola api itu langsung dibelah dalam sekejap. Kedua sisi bergerak ke dua arah yang berbeda lalu membentur permukaan tanah. Ketika mendarat, itu langsung membuat lubang yang tampak dibakar dalam waktu yang cukup lama.


Untuk Xiao Yu, ia langsung mengeluarkan sayapnya lalu bergerak dengan kecepatan penuhnya. Ia muncul tepat di samping Yan Chang lalu mengayunkan kedua Belati Putih miliknya.


“Tarian Cahaya Berputar!”


Yan Chang yang sudah mendeteksi Xiao Yu langsung menoleh ke samping lalu menyilangkan kedua lengannya.


Sraing! Sraing! Sraing!


Lava memercik ke segala arah ketika belati Xiao Yu menebas Yan Chang.


“Percuma saja! Serangan selemah ini tidak akan bisa melukaiku!” Yan Chang langsung mengibaskan kedua lengannya yang membuat suhu panas membentuk gelombang kejut kecil.


Bussssh!


Xiao Yu langsung di dorong mundur. Ia menyerit karena suhu panas tersebut hampir membakar kulitnya.


“Matilah!” Teriak Yan Chang saat gelombang kejut panas meledak dari mulutnya yang ia buka.


“Ledakan Uap Panas!”

__ADS_1


Duar!


Xiao Yu yang menatap itupun terbang dengan buru-buru ke udara. Tetapi kakinya masih terkena serangan yang membuatnya kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terhenti di jarak hampir tiga meter dari permukaan tanah.


Dan untuk Yan Chang yang menatap itu mengambil kesempatan untuk menyerang menggunakan teknik yang sama seperti sebelumnya saat ia menyerang Jian Chen.


“Apakah kau melupakanku?” Jian Chen tentu tidak akan membiarkan Yan Chang berbuat sesukanya. Ia pun langsung mengayunkan Pedang Azure saat ia bergerak dengan kecepatan tinggi.


“Tebasan Kecepatan Petir!”


Sraing!


“Sial!” Yan Chang yang merasakan sedikit ancaman pun langsung mengeluarkan lava dalam jumlah yang besar dari tubuhnya agar melindungi tubuhnya dari serangan Jian Chen.


“Cairan Lava!”


Sraing!


Ketika Jian Chen melewati Yan Chang, ia mendaratkan tebasan yang membelah perisai lava yang menempel pada tubuh Yan Chang. Tetapi itu hanya membelah perisai, tidak cukup kuat untuk melukai tubuh Yan Chang.


“Percuma saja! Serangan lemah seperti itu tidak akan bisa melukaiku!” Teriak Yan Chang saat ia berbalik lalu mengayunkan tinjunya sekali lagi ke arah Jian Chen.


“Meteor!”


Jian Chen yang menatap itu langsung mengangkat sarung Pedang Azure lalu mengaliri qi-nya dalam jumlah yang cukup besar karena ia tidak memiliki waktu melancarkan serangan.


“Perisai Qi!”


Bam!


Ketika serangan itu di tahan oleh Jian Chen, ia di dorong mundur lebih dari lima langkah. Dari itupun, sangat diketahui betapa kuatnya serangan Yan Chang.


Namun, serangan kuat itu tidak mampu membuat goresan pada Sarung Pedang Azure.


“Apa? Bagaimana mungkin?” Teriak Yan Chang tidak percaya. Ketika ia terkejut, ia tidak menyadari bahwa Xiao Yu telah melancarkan serangan.


“Bilah Cahaya!”


Sraing! Sraing!


Dua bilah melesat ke arah tempat Yan Chang berada dan itu langsung mengenai Yan Chang yang masih tertegun karena serangannya dihalau oleh Jian Chen.

__ADS_1


Srak! Srak!


Wajah Yan Chang muram karena ia merasakan sakit ditubuhnya. Walaupun luka itu tidak dalam, tetap saja merasakan sakit sungguh tidak mengenakkan. Ia pun menatap ke arah Xiao Yu dengan tatapan membunuh.


Tetapi, wajah Yan Chang berubah sekali lagi saat merasakan serangan lainnya bergerak ke arahnya. Ia pun langsung mengangkat lengan kanannya lalu memutar posisinya sedikit ke arah lain.


Bom!


Serangan yang ditahan oleh Yan Chang cukup lemah. Walaupun ia tidak menggunakan Wujud Kelahiran, itu pasti hanya bisa melukainya sedikit.


Di atas pohon yang tidak terlalu jauh, Yue Mei menaikkan sedikit alisnya ketika menatap ke arah tertentu dan melihat harimau kecil dengan tatapan heran.


“Hm? Harimau kecil itu tampak memiliki kepintaran yang cukup tinggi. Hewan roh itu pasti bukan jenis biasa karena memiliki kepintaran ketika masih sangat muda.” Gumam Yue Mei saat menatap ke arah Hui-Ying.


“Satu demi satu! Kalian pada sampah lemah mencoba membuatku kerepotan!” Yan Chang semakin marah saat ini.


Aura Yan Chang tampak semakin membesar ketika ciaran lava menetes dari tubuhnya. Karena ia memiliki elemen lava, emosinya juga meledak-ledak layaknya gunung berapi yang bisa meletus kapan saja.


“Hentikan sampai di sini!”


Suara seseorang pun terdengar di tempat tersebut.


Jian Chen, Xiao Yu, Yan Chang dan Yue yang menonton pun menatap ke arah sumber suara tersebut dan menemukan seorang menggunakan jubah putih.


“Siapa kau? Apa kau ingin mencampuri pertarungan kami?” Tanya Yan Chang sangat marah.


“Yan Chang! Hentikan!” Yue Mei pun memperingati dengan nada tinggi.


Wajah Yan Chang sedikit gelap lalu menatap ke arah Yue Mei. Jika Yu Mei berbicara dengan nada tinggi, yang artinya siapapun sosok berjubah putih tersebut pastilah seseorang yang dikenali oleh Yue Mei.


Untuk Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya hanya diam menatap ke arah pria berjubah putih. Terutama untuk Jian Chen, ia merasakan kekuatan dahsyat yang terpancar dari tubuh pria berjubah ketika ia memeriksanya menggunakan Kristal Ungu Abadi.


Karena tau berapa kuatnya sosok yang muncul tiba-tiba tanpa terdeteksi, Jian Chen hanya bisa menonton karena jika ia berbicara, mungkin itu akan menyulut amarah sosok tersebut.


“Tetua..” Yue Mei pun melompat dari pohon lalu membungkuk sedikit ke arah pria berjubah putih. Ia cukup mengerti tentang para Tetua dari Sekte Buddha Agung hanya dari simbol tertentu di pakaiannya.


“Kau pasti Yue Mei. Aku ditugaskan untuk membawamu kembali ke Sekte. Aku bertanya-tanya kenapa kau bisa berpisah dari anggota Sekte cabang.” Pria berjubah tersebut berbicara dengan nada yang tampak sangat bermartabat.


Untuk Yan Chang, wajahnya sedikit muram ketika mendengar bahwa Yue Mei memanggil pria berjubah putih dengan sebutan Tetua.


Dan untuk Jian Chen, ia menyipitkan matanya. Ia tidak dapat mengukur kekuatan pria berjubah putih tersebut dan dia hanyalah seorang Tetua. Dari hal itupun, ia sangat menyadari bahwa kekuatan Sekte Buddha Agung sangatlah mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2