
Gunung Phoenix
Lorong yang cukup gelap di depan Jian Chen dan Xiao Yu memang dibuat sengaja oleh seseorang.
Hal ini sudah diketahui oleh Jian Chen karena ia telah memeriksanya menggunakan Kristal Ungu Abadi. Meskipun ia tidak bisa melihat dengan jelas, bukan berarti ia tidak melihat secara sekilas isi tempat tersebut.
“Ayo.” Jian Chen pun perlahan berjalan ke arah tempat gelap yang tampak biasa saja diikuti oleh Xiao Yu.
Jian Chen tetap memegang gagang Pedang Azure karena tidak tau bahaya apa yang akan ada di dalam sana.
Keduanya terus melangkah sedikit demi sedikit di jalan gelap. Jika itu orang biasa, maka mereka hanya akan ada jalan buntu di sana. Tetapi tidak untuk Jian Chen yang memiliki pelacakan hebat.
**
Di tempat tertentu di dalam celah tebing, dua sosok terlihat sedang duduk bersantai di sebuah pondok kecil.
Pondok kecil tersebut terdapat di dalam celah tebing yang cukup luas. Siapapun pasti akan akan menyangka bahwa akan ada tempat seperti itu di Gunung Phoenix, apa lagi di salah satu tempat berbahaya.
Untuk kedua sosok yang ada di dalam pondok bambu, jika Jian Chen berada di sana, ia pasti akan mengenali salah satu dari mereka.
Sosok yang dikenali oleh Jian Chen tampak sedang melayani satu pria paruh baya yang memiliki tampang sedikit garang.
“Sudah hampir dua tahun kita berada di sini. Tidak lama lagi, apa yang akan kita tunggu akan tercapai.” Pria paruh baya tersebut berkata dengan nada sedikit bersemangat.
Pria muda yang tampak seperti seorang pengawal pun memasang senyum diwajahnya. Ia juga tidak sabar untuk menunggu apa yang mereka temukan di tempat tersebut.
__ADS_1
“Lei Zhu, kau harusnya bahagia karena dengan kekuatanmu yang lemah sebelumnya, kau akan bisa mencapai tingkat seperti ini. Jika kau tidak menemukan pendukung yang cocok di Pulau Buddha, kau hanya akan menjadi budak orang lain.” ucap pria paruh baya tersebut saat melihat pemuda yang tidak lain adalah Lei Zhu, pemuda yang berasal dari Pulau Lizawa, mantan bawahan Zhen.
“Tuan, apa yang anda katakan benar. Jika aku terus berada di Pulau Lizawa, maka bisa dipastikan bahwa aku hanya akan mencapai tingkat kultivasi Martial Spirit, bahkan tidak akan menembus tingkat Martial Master.” Lei Zhu berkata dengan nada hormat kepada pria paruh baya tersebut.
Lei Zhu kebetulan di tangkap oleh seseorang ketika pergi ke Kerajaan Yan. Dia pun akhirnya di bawah ke Pulau Buddha dan ingin di jual sebagai budak. Tetapi ia berhasil melarikan diri dan bertemu dengan pria paruh baya dihadapannya yang memiliki kekuatan cukup kuat, yaitu Martial Grand Master tahap kedua.
Selama ini, sebagai pengawal pria paruh baya tersebut, Lei Zhu menerima perawatan cukup baik, ia mendapatkan banyak sumber daya dan mencapai tingkat Martial Master tahap kesembilan. Bakatnya sebenarnya cukup tinggi, tetapi sangat disayangkan bahwa ia terlahir di Pulau Lizawa, tempat yang cukup terisolasi dari dunia luar.
“Tidak lama lagi kau akan mencapai tingkat Martial Grand Master, Lei Zhu! Wujud Kelahiran milikmu memang cukup aneh, tetapi bisa dikatakan sebagai peringkat atas karena itu adalah bentuk hewan roh namun dapat menggunakan elemen Angin layaknya pemilik Wujud Kelahiran yang terlahir dengan elemen Angin.” ucap pria paruh baya tersebut dengan tatapan aneh penuh arti ke arah Lei Zhu.
Lei Zhu tersenyum kecil karena memang benar bahwa ia juga tidak mengetahui dengan jelas apa Wujud Kelahiran sebelumnya ketika belum terbangun sepenuhnya. Awalnya ia juga mengira bahwa dirinya terlahir dengan Wujud Kelahiran elemen Angin.
“Ya. Tetapi meskipun begitu, jika kita mendapatkan apa yang ada di sini, manfaat yang aku terima tidak akan sebesar anda.” Lei Zhu menggelengkan kepalanya karena tau apa yang tersimpan di tempat itu tidak terlalu cocok untuk dikonsumsi olehnya sebagai bahan kultivasi.
Tatapan Lei Zhu tertuju tempat tertentu di area tersebut. Di sana terdapat kolam lava yang tidak terlalu besar. Ia dan pria paruh baya tersebut tidak tau dari mana asal lava tersebut, itu tidak pernah mengeras dan juga tidak pernah habis.
“Apakah hewan roh di tempat ini masih sering datang? Kita akan kesulitan memanen semua sumber daya jika hewan roh menyerang.” ucap pria paruh baya tersebut.
“Tidak. Akhir-akhir ini, semua hewan roh itu tampaknya pergi ke tempat lain. Aku tidak tau mengapa. Namun, aku tidak berani menyelidiki karena semua hewan roh itu sangat kuat, bukan sesuatu yang bisa aku lawan.” Lei Zhu menggelengkan kepalanya saat mengatakan itu.
Pria paruh baya tersebut hanya mengangguk kecil karena tidak heran sama sekali. Bahkan ia bukan tandingan banyak hewan roh di tempat aneh yang mereka masuki.
“Hm?” Pria paruh baya tersebut pun tiba-tiba berdiri serta memasang wajah serius.
“Ada apa Tuan Cao Ye?” Tanya Lei Zhu penasaran karena Cao Ye tiba-tiba saja berdiri.
__ADS_1
Pria paruh baya yang bernama Cao Ye pun langsung membalas dengan nada sedikit muram, “Ada yang mematahkan ilusi yang aku buat! Mereka akan segera masuk ke tempat ini!”
“Apa? Mematahkan ilusi? Siapa mereka? Apakah kultivator tingkat Martial Earth?” Tanya Lei Zhu buru-buru karena hanya kultivator setingkat itu yang mampu mematahkan ilusi milik Cao Ye.
“Tidak, melalui ilusi yang terhubung denganku, mereka memang cukup kuat. Aku tidak bisa mendeteksi mereka karena kecepatannya mematahkan ilusi. Aku hanya bisa melacak sekilas!” Balas Cao Ye.
“Jika memang benar mereka masuk, maka cara satu-satunya saat ini adalah menggunakan hewan roh di jalan masuk untuk menghentikan mereka. Apakah anda setuju Tuan?” Tanya Lei Zhu karena ia juga tidak ingin kultivator lainnya masuk ke tempat itu. Alasannya sederhana, jika ia berhenti setidaknya setahun lagi di dalam tempat aneh itu, maka kultivasinya akan meningkat drastis walaupun ia bukan pemilik Wujud Kelahiran tipe api ataupun lava.
“Ya, hanya ini satu-satunya cara! Kita tidak tau seberapa kuat dua kultivator yang memasuki tempat ini! Lei Zhu, segera siapkan Bubuk Amarah agar para hewan roh di sana mencoba menghabisi siapa saja yang mereka lihat!” Perintah Cao Ye.
Lei Zhu mengangguk lalu langsung pergi untuk mempersiapkan banyak jebakan menggunakan para hewan roh untuk menyerang orang lain yang masuk ke tempat tersebut.
**
Jian Chen saat ini telah menghancurkan ilusi kegelapan yang dibuat oleh seseorang. Ia sangat menyadari bahwa ilusi tersebut terbuat dari qi. Menggunakan Kristal Ungu Abadi, ia dapat melihat dengan jelas di mana letak kelemahan ilusi.
Tetapi, Jian Chen harus mengakui bahwa teknik ilusi yang dibuat di pintu masuk memang sangat luar biasa. Ia sangat sadar bahwa jika dirinya tidak mencapai tingkat Martial Earth, ia tidak akan bisa melewati ilusi.
Setelah ilusi dipatahkan, kegelapan yang ada di tempat itupun langsung lenyap lalu jalan masuk yang sebenarnya terlihat.
“Ini, sungguh tidak terduga bahwa ada tempat seperti ini di celah tebing ini!” Xiao Yu berseru saat menatap pemandangan yang ada di kejauhan.
Jian Chen juga terkejut ketika melihat ke arah kejauhan. Tempat yang mereka masuki sebenarnya adalah lahan yang cukup luas yang dihapit oleh dua tebing yang sangat tinggi, kedua tebing hampir menutupi langit-langit, tetapi masih banyak sinar matahari yang masuk dengan cara tertentu seolah-olah sudah dibuat dengan sengaja.
“Tidak akan pernah disangka bahwa akan ada lembah aneh yang terlihat sangat indah dan tersembunyi di Gunung Phoenix!” ucap Jian Chen saat menatap lembah yang dihapit oelu dua tebing raksasa. Walaupun ia masih berada di lorong yang tidak terlalu besar, ia masih bisa melihat dengan jelas ke tempat yang cukup jauh.
__ADS_1
Dan apa yang dilacak oleh Jian Chen sebenarnya yang ada di dalam celah itu sebelumnya adalah, aura para hewan roh yang cukup kuat.