Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Bergabung Dalam Pertempuran


__ADS_3

Hutan Kematian


“Aku tidak menyangka bahwa Yan Zhong akan sekuat itu. Tampaknya, kita tidak bisa membuat masalah dengannya saat ini Jian Chen. Semula aku berpikir bahwa ketika mencapai tempat yang dikabarkan muncul tiba-tiba di Hutan Kematian, kita mungkin akan berselisih dengan Yan Zhong.” ucap Xiao Yu.


Jian Chen menatap ke arah Xiao Yu dengan tatapan kosong penuh arti karena tidak menyangka bahwa Xiao Yu akan berpikir ke masa depan yang lumayan jauh.


“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Teriak Xiao Yu dan mencoba menutup rasa malunya karena ia telah berpikir tentang arti tatapan dari Jian Chen.


Jian Chen hanya menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah pertempuran. Ia telah membuat rencana didalam kepalanya saat ini. Ia tentu tidak akan mau mengalami kerugian apapun walaupun saat ini ia berkerjasama dengan Yan Zhong. Tetapi, untuk membuat Yan Zhong sedikit menghargainya, ia akan membuat kontribusi kecil. Ia sangat sadar bahwa Yan Zhong pasti sudah melacak posisinya saat ini bersama dengan Xiao Yu.


“Ayo Xiao Yu. Kita akan ikut membereskan beberapa bawahan musuh Yan Zhong.” ucap Jian Chen dan langsung melompat ke arah depan lalu bergerak dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Xiao Yu langsung mengikuti karena ia tentu ingin mencoba kekuatannya saat ini.


Jian Chen yang sedang berlari dengan kecepatan penuhnya pun mendekat ke arah beberapa kultivator yang sedang mengepung satu kultivator yang menggunakan pakaian pasukan Yan Zhong.


Tiga kultivator tersebut langsung melihat ke arah Jian Chen yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Salah satu dari mereka pun langsung melesat ke arah Jian Chen karena sudah menebak bahwa Jian Chen bukan bagian dari pasukannya.


Jian Chen yang sedang bergerak pun menaikkan sudut bibirnya. Pria yang mencoba menghadangnya memiliki tingkat kultivasi yang sama dengannya.


“Mati bocah!” Kultivator tersebut pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Jian Chen karena sudah mencapai jarak jangkauan serangannya. Pedang yang ada di tangannya diselimuti oleh kabut aneh yang diduga Jian Chen adalah Wujud Kelahiran kultivator tersebut.


Tangan kanan Jian Chen memegang gagang Pedang Azure. Di saat itu juga, ia langsung melapisi kakinya menggunakan qi yang cukup besar. Ia tampak berhenti di waktu sepersekian detik lalu melakukan gaya tolakan.


Bom!


Ledakan kecil terdengar di tempat Jian Chen berpijak dan di saat itu juga, ia langsung melesat dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari pada sebelumnya.


“Pedang Azure, Tebasan Langit Biru!”


Kultivator yang sedang mengayunkan pedangnya pun terkejut karena Jian Chen langsung tiba di depannya padahal ia belum selesai mengayunkan pedangnya.


Sraing!


Jian Chen pun menarik Pedang Azure dan melewati kultivator tersebut.


Srak!


Darah yang sangat banyak pun tumpah saat Jian Chen memotong tubuh kultivator tersebut dan hampir saja terbelah sepenuhnya. Kultivator tersebut langsung tewas dalam sekejap yang membuat dua kultivator lainnya yang sedang menekan bawahan Yan Zhong sangat terkejut karena kecepatan Jian Chen mengayunkan pedang hampir tidak terlihat padahal mereka memiliki tingkat kultivasi yang sama.

__ADS_1


“Siapa dia? Bagaimana pemuda itu bisa bergerak secepat itu? Dan apa-apa skill pedang itu?”


“Dia adalah bocah yang melawan Xin Bersaudara sebelumnya! Kenapa kultivasinya meningkat sangat cepat?”


Kedua musuh yang mengepung bawahan Yan Zhong pun berbicara ketika sedang melawan bawahan Yan Zhong.


Sementara bawahan Yan Zhong, ia langsung mengenali siapa Jian Chen dan merasa sedikit lega karena jika Jian Chen tidak membantu, menghadapi tiga kultivator, tidak lama lagi ia akan tewas.


Di tempat lainnya, beberapa pasukan musuh melihat apa yang dilakukan oleh Jian Chen. Beberapa dari mereka telah berhasil menghabisi bawahan Yan Zhong dan mereka langsung bergerak ke arah Jian Chen juga.


Karena rekan mereka telah dibunuh, tidak perlu menanyakan identitas Jian Chen, sudah pasti dia adalah musuh.


Jian Chen yang baru saja selesai menghabisi lawan pun ingin melawan dua kultivator lagi tetapi kultivator lainnya yang saat ini sedang tidak memiliki musuh pun mendekat ke arahnya.


“Xiao Yu, biarkan aku melawan keduanya. Lawan musuh itu.” Jian Chen memberi perintah saat melirik ke arah kedua kultivator yang sedang menekan bawahan Yan Zhong.


Xiao Yu sama sekali tidak keberatan dan bergegas ke arah musuh.


Sementara itu, Jian Chen pun menatap ke arah dua kultivator yang datang ke arahnya. Mata Jian Chen menyipit ketika menatap kedua musuh adalah kultivator yang memiliki Wujud Kelahiran yang mengambil bentuk hewan roh laba-laba dan kadal aneh.


“Matilah bocah!” Teriak kultivator yang memiliki Wujud Kelahiran laba-laba. Ada banyak kaki terlihat di punggungnya dan ia menyerang menggunakan kaki-kaki yang tampak tajam tersebut.


Semangat juang Jian Chen naik seketika dan ia memegang sarung pedang di tangan kirinya. Ia pun langsung mengangkat sarung pedang tersebut lalu mengaliri qi-nya untuk membuat perisai.


Trang! Trang! Trang!


“Apa?” Kultivator tersebut terkejut saat melihat bahwa ada pengalang qi yang muncul di sarung pedang dan saat ini ia bertanya-tanya apa sebenarnya Wujud Kelahiran Jian Chen.


Disaat itu juga, Jian Chen langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga setelah melapisi Pedang Azure dengan qi.


Sraing!


Srak!


“Arggggh!”


Kultivator tersebut berteriak kesakitan saat kaki laba-laba yang merupakan Wujud Kelahiran miliknya di potong oleh Jian Chen.


Sementara itu, kultivator dengan Wujud Kelahiran Kadal aneh pun langsung menyerang karena dia telah tiba di dekat Jian Chen. Ia mengayunkan cakarnya yang tampak tidak memiliki kuku sama sekali tetapi mengandung kekuatan serangan yang sangat kuat.

__ADS_1


Jian Chen pun menurunkan sarung pedang yang masih diselimuti oleh qi membentuk tameng pertahanan ke arah serangan musuh.


Trang!


Ketika Jian Chen menahannya, ia di dorong mundur beberapa langkah. Walaupun kekuatan tubuhnya sangat kuat, tetap akan kalah terhadap para kultivator yang memiliki Wujud Kelahiran mengambil bentuk hewan karena kekuatan tubuh mereka akan ditingkatkan ke level lain.


Crk!


Jian Chen membuat kuda-kuda menyerang dengan senyum lebar diwajahnya. Ia pun langsung menusuk ke arah musuh menggunakan Pedang Azure.


“Peluru Qi!”


Jleb!


Ketika Jian Chen menusuk bahu musuh karena musuh mencoba mengundang sebelumnya saat jantungnya diincar, Jian Chen pun tersenyum misterius.


Blar!


Suara terendam terdengar dari Pedang Azure yang bersarang di tubuh musuh. Ini adalah teknik yang diciptakan oleh Jian Chen ketika berada di Hutan Roh walaupun sangat jarang menggunakannya. Tetapi, ketika ia menusuk musuh, ia dapat memberikan luka tambahan.


Qi berbentuk tajam seukuran jari kelingking dengan panjang 2cm pun melesat keluar dari punggung kultivator yang di tusuk oleh Jian Chen.


Kultivator tersebut menahan teriakan kesakitan saat darah perlahan keluar dari mulutnya. Ia tidak menyangka bahwa Jian Chen akan memiliki teknik yang sangat aneh seperti itu.


“Hui-Ying..” Gumam Jian Chen.


Hui-Ying yang menjulurkan kepalanya dari dalam pakaian Jian Chen membuka rahangnya lalu qi berkumpul dengan kecepatan tinggi lalu langsung di tembakkan ke arah kultivator tersebut.


Duar!


Bola qi berukuran diameter setengah meter pun meledak lalu membawa kultivator tersebut ke tempat yang jauh. Di saat itu juga, teriakan kesakitan terdengar karena serangan Hui-Ying tentu akan sangat kuat jika jarak serangan ketika mengenai musuh sangat dekat darinya.


Setelah itu, Jian Chen mengayunkan pedangnya sekali lagi ke arah kultivator yang masih memegang punggungnya sambil berteriak kesakitan karena kaki laba-laba miliknya di penggal oleh Jian Chen.


“Tebasan Terbang!”


Saing!


Srak!

__ADS_1


Bilah qi langsung melesat ke arah kultivator tersebut dan langsung membelahnya dalam sekejap.


Apa yang dilakukan oleh Jian Chen membuat banyak kultivator yang sedang bertarung sangat terkejut. Mereka semua dapat melacak kekuatan Jian Chen dan tidak menyangka bahwa Jian Chen akan mampu mengalahkan beberapa kultivator di tingkat yang sama denhan kecepatan yang sangat tinggi.


__ADS_2