
“Apakah secepat itu?” Tanya Jian Chen dengan wajah serius. Walaupun ia tidak sempat bertarung dengan Raja Qin Kesebelas, melihat teknik yang menciptakan kerangka raksasa ketika berada di Hutan Kematian membuat Jian Chen sedikit mati rasa. Ia memperkirakan bahwa jika ia tidak mencapai tingkat kultivasi Martial Grand Master tahap kedelapan paling tidak, ia tidak akan bisa menghadapi serangan seperti itu secara langsung.
“Ya. Tujuan Raja Qin Kesebelas adalah menguasai Pulau Lizawa diawal. Aku dapat yakin bahwa target berikutnya adalah pulau-pulau lainnya yang berada di Benua Cahaya.” Ning Qingxue mengangguk kecil. Ia juga tidak tau harus berbuat apa saat ini. Kekuatan Raja Qin Kesebelas sangatlah kuat, bahkan dengan semua gabungan kultivator yang ada di Pulau Lizawa, ia tidak yakin bisa menang. Apa lagi saat ini Raja Qin Kesebelas telah memiliki pasukan yang terlihat sangat kuat.
“Jika begitu, kapan kita pergi ke pulau Buddha?” Tanya Xiao Yu.
“Paling lama delapan jam. Pergilah lebih dulu ke kapal. Tidak lama lagi semua perbekalan dan juga semua penumpang akan tiba dan saat itu juga akan segera berangkat! Aku akan pergi dahulu karena ada hal yang harus aku lakukan.” ucap Ning Qingxue. Seperti biasa, ia pergi dan tidak menunggu jawaban dari Jian Chen, Xiao Yu, Xin Yan dan Xin Yuan.
Jian Chen yang menatap kepergian Ning Qingxue pun langsung berjalan ke arah kapal yang sangat besar tersebut diikuti oleh Xiao Yu.
Bahkan untuk Xin Yan dan Xin Yuan juga langsung menaiki kapal karena tidak lama lagi mereka akan segera berangkat.
Setelah memilih satu ruangan di kabin bawah, Jian Chen pun langsung bermeditasi sementara Hui-Ying hanya memakan cemilan yaitu herbal-herbal yang diberikan oleh Jian Chen.
Untuk Xiao Yu, ia terdiam ketika melihat Jian Chen begitu serius dalam berkultivasi. Karena sedih terpengaruh oleh sikap Jian Chen, ia pun duduk bermeditasi juga menunggu mereka berangkat.
**
Kerajaan Yan
Saat ini kekacauan telah terjadi di Kerajaan Yan. Banyak pasukan yang di tinggalkan oleh Klan Yan berjuang mati-matian melawan para tengkorak yang dikendalikan oleh Raja Qin Kesebelas.
__ADS_1
Tetapi percuma saja karena mereka bahkan tidak dapat menghabiskan seperempat dari jumlah tengkorak. Lebih dari setengah Kerajaan Yan telah rata dengan tanah.
Di tempat tertentu di Kerajaan Yan, Raja Qin Kesebelas tampak sedang menatap kehancuran Kerajaan tersebut dengan tatapan acuh tak acuh.
“Tampaknya aku harus menggunakan teknik ini lagi! Aku akan kelelahan nantinya untuk membangkitkan pasukan dalam jumlah ini! Tetapi tidak masalah sama sekali. Kekuatanku saat ini telah mencapai Martial Earth, tidak akan lama bagiku mencapai tingkat selanjutnya. Semua jiwa-jiwa yang ada di Pulau kecil ini pasti bisa membuat kekuatanku mencapai tingkat itu!” Raja Qin Kesebelas dengan wajah tengkoraknya tampak tertawa kecil.
Wusssh!
Aura berwana merah kehitaman menyebar ke segala arah. Dan di saat itu juga, Raja Qin Kesebelas pun mengangkat tangannya ke arah atas sambil berguna, “Bangkitlah!”
Aura berwana hitam kemarahan tersebut pun tampak merembes ke dalam mayat-mayat yang bergeletakan di permukaan tanah ataupun di Reruntuhan bangunan.
Mayat-mayat yang ada di semua tempat tampak bergetar beberapa saat lalu daging-daging di tubuh mereka pun terbakar lalu menjadi abu. Setelah itu, tengkorak dengan mata merah perlahan bangkit dan menatap ke arah tempat Raja Qin Kesebelas berada sambil berlutut.
“Tidak sampai satu bulan, semua manusia yang ada di Pulau kecil ini akan menjadi budak ku!” Raja Qin Kesebelas berkata dengan nada dingin. Tiba-tiba ia melihat ke arah tertentu dengan, walaupun wajahnya hanya tengkorak, sangat terlihat bahwa ada kemarahan tertentu.
“Semut rendahan berani membawa benda-benda milik Raja ini! Karena kalian ingin mati lebih dulu, maka aku akan mengabulkannya!” Raja Qin Kesebelas pun mengendalikan setengah pasukan ke arah tempat tertentu dan setengah lainnya menyerang setengah wilayah Kerajaan Yan yang tersisa.
Raja Qin Kesebelas pun langsung bergerak ke arah tertentu, dan itu adalah arah selatan Pulau Lizawa, dermaga tempat kelompok Jian Chen ingin berangkat.
Alasan mengapa Raja Qin Kesebelas mengetahui tempat itu tentu dikarenakan benda yang di bawa oleh anggota Organisasi Kaisar Bawah Tanah, yaitu kotak harta karun yang berisi benda tertentu miliknya.
__ADS_1
**
Semua yang ada di dermaga saat ini tidak tau bahwa pasukan Raja Qin Kesebelas telah bergerak ke arah dermaga.
Melihat jarak antara dermaga dengan Kerajaan Yan, itu membutuhkan waktu sehari untuk mencapai dermaga dari Kerajaan Yan. Tetapi saat ini Raja Qin Kesebelas telah mencapai tingkat kultivasi Martial Earth. Dengan kekuatan seperti itu, dia pasti akan tiba dalam waktu yang lebih cepat.
Serta, pasukan yang di bawa oleh Raja Qin Kesebelas adalah yang terkuat, kecepatan mereka dan dengan meningkatkan atribut yang diberikan oleh Raja Qin Kesebelas bisa membuat semua tengkorak-tengkorak tersebut tiba dalam waktu enam jam.
Saat ini terlihat banyak orang yang sedang memindahkan banyak persediaan ke dalam kapal. Sudah lebih dari lima jam semenjak Jian Chen dan Xiao Yu tiba di dermaga.
Ning Qingxue menatap semua bawahannya yang sedang memindahkan barang ke kapal dengan wajah serius. Salah satu benda yang ia lihat saat ini adalah kotak harta Karun yang ia jarah dari Istana Putih. Ia tau bahwa Raja Qin Kesebelas sangat menginginkan kotak tersebut.
Sampai saat ini, Ning Qingxue masih penasaran apa sebenarnya isi dari kotak tersebut. Tetapi ia sama sekali tidak bisa membukanya karena membutuhkan kunci. Bahkan ketika ia dan banyak anggota Organisasi Kaisar Bawah Tanah mencoba menghancurkan kotak, itu tidak bisa sama sekali.
“Apapun yang ada di dalam kotak itu pasti sesuatu yang sangat berharga. Aku yakin pemimpin pasti bisa menghancurkan kotak itu!” Batin Ning Qingxue. Ia adalah pemimpin Organisasi cabang, kekuatannya tidak layak disebut sama sekali di hadapan pemimpin tertinggi Organisasi Kaisar Bawah Tanah. Ini juga mengapa ia buru-buru pergi dari Pulau Lizawa, dan mencoba untuk menghubungi salah satu eselon atas di Pulau Buddha.
“Nona, semuanya sudah siap! Apakah kita akan langsung berangkat?”
Ning Qingxue tersadar dari lamunannya saat mendengar suara salah satu bawahannya.
“Ya, kita akan segera...” Sebelum Ning Qingxue menyelesaikan kata-katanya, matanya menyusut tajam dan langsung menatap ke arah tertentu. Tubuhnya menegang dalam sekejap ketika menatap awan hitam kemerahan di langit yang tidak jauh dari dermaga.
__ADS_1
“Cepat berangkat!” Ning Qingxue berteriak sekuat tenaga karena tau bahwa sesuatu yang tidak bisa mereka lawan telah mendekat.