Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Puncak Bukit Tengkorak


__ADS_3

Hutan Kematian


Xiao Yu yang telah mengeluarkan sayapnya pun langsung terbang perlahan dan tiba di punggung Jian Chen. Ia langsung meraih baju Jian Chen dan membawanya terbang ke arah Bukit Tengkorak di jarak yang lumayan tinggi.


Jian Chen sedikit berkedut karena ia di bawa oleh Xiao Yu layaknya sebuah benda. Tetapi ia tidak protes sama sekali karena dengan begitu, ia juga bisa menyerang menggunakan pedang dan bertahan dengan sarung pedang karena kedua tangannya bebas jika ada musuh yang menyerang dari bawah.


Disaat Xiao Yu terbang melintasi tempat tersebut dan telah mencapai Bukit Tengkorak, beberapa cacing pun langsung melesat ke arah udara dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Banyak dari mereka yang memiliki panjang mencapai sepuluh meter dan mencoba melahap Jian Chen layaknya sebuah cemilan yang disediakan.


Karena sudah menduga bahwa hal seperti ini akan terjadi, Jian Chen pun langsung mengayunkan Pedang Azure sekuat tenaga beberapa kali dan Xiao Yu di sisi lain mencoba untuk menghindar sebisanya.


Jika hanya tubuhnya sendiri, ia akan sangat gesit di udara. Tetapi jika membawa seseorang, Xiao Yu akan merasakan sulit bergerak dan tidak secepat kecepatannya yang seharusnya.


Bilah qi terus-menerus melesat ke arah bawah dan membelah banyak cacing tersebut. Dikarenakan pertahanan hewan-hewan roh tersebut sangatlah lemah, tidak akan sulit bagi Jian Chen untuk membunuhnya.


Dari hal inipun, Jian Chen dan Xiao Yu memahami bahwa alasan tempat tersebut dihindari oleh para kultivator, dikarenakan jumlah cacing yang sangat banyak, kemungkinan jumlah mereka mencapai ratusan atau bahkan ribuan dan itu terlihat dari jumlah tengkorak yang tergeletak di semua permukaan tanah.


Tanah terlihat hampir putih karena jumlah tengkorak tersebut. Ini juga membuat siapapun pasti berpikir dua kali untuk datang ke Bukit Tengkorak.


Cacing-cacing tersebut keluar semakin banyak ketika bau darah dari anggota jenisnya.


“Jian Chen! Jumlahnya sangat banyak!” Teriak Xiao Yu saat terus bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi sementara Jian Chen terus mengayunkan Pedang Azure dan menahan serangan hewan roh cacing dengan sarung pedang yang membentuk perisai qi.


“Hui-Ying!” Teriak Jian Chen saat terus mengayunkan Pedang Azure membentuk bilah qi. Serangan berulang seperti itu pasti akan membuatnya kehabisan qi dengan cepat, dan mungkin dalam waktu lima menit, ia akan kehabisan qi sepenuhnya.

__ADS_1


Hui-Ying yang mengeluarkan kepalanya dari pakaian Jian Chen pun langsung membuka mulutnya.


Duar! Duar! Duar!


Bola-bola aneh berwarna biru yang tidak beraturan melesat dari mulut Hui-Ying kayaknya sebuah peluru artileri. Serangan itu juga luangan kuat, walaupun tidak menghancurkan tubuh hewan roh cacing, itu langsung mendorongnya balik ke arah bawah. Ini membantu Jian Chen dan Xiao Yu dalam mengurangi tekanan yang keduanya hadapi.


Kombinasi ketiganya membuat segalanya lebih lancar.


Xiao Yu tersebut terbang dan fokusnya habis ke dalam kecepatan untuk menghindar cacing-cacing tersebut.


Dalam waktu hampir tiga menit, Xiao Yu pun akhirnya mendekat ke arah puncak bukit. Di sana, tidak ada tulang-benulang sama sekali seolah-olah hewan roh cacing-cacing tersebut tidak mau datang ke sana.


Wusssh!


Beberapa saat kemudian, Xiao Yu pun mendarat dan menyimpan kembali sayapnya. Qi-nya hampir saja terkuras setengah hanya terbang selama hampir lima menit.


“Jika saja aku bisa terbang lebih tinggi, kita tidak akan dikejar oleh cacing-cacing itu.” Xiao Yu mengatakan hal itu dengan nada sedikit kesal. Tetapi ia tidak berdaya karena sayapnya sebenarnya bukan tipe terbang di jarak tinggi. Tetapi ia yakin bahwa suatu hari nanti jika kunci evolusi untuk memasuki Wujud Kelahiran terbuka, ia akan bisa terbang sangat tinggi. Ini seperti kebangkitan Wujud Kelahiran miliknya tidak sempurna atau kekuatannya terlalu rendah untuk membuka kunci tersebut.


Jian Chen tidak peduli dengan keluhan Xiao Yu. Ia menatap ke arah semua tempat dengan mata menyipit. Jika itu dengan mata telanjang, siapapun tidak akan dapat melihat apa yang ada di sana.


“Tidak ada apa-apa di sini. Apakah kita percuma datang ke tempat ini?” Tenaga Xiao Yu lelah saat menatap hanya ada rerumputan di tempat tersebut di tempat yang lumayan luas, dan ada satu pohon yang tampak biasa di puncak bukit.


“Weaouu...” Hui-Ying berbicara kembali dan menatap ke arah wajah Jian Chen yang tepat berada di atasnya.


“Ya, Hui-Ying. Aku juga dapat merasakannya.” Balas Jian Chen karena ia menggunakan Kristal Ungu Abadi untuk melacak sesuatu.

__ADS_1


Xiao Yu terdiam dan wajahnya memperlihatkan ekspresi semakin jengkel karena tidak mengerti apa yang di bahas oleh Jian Chen dan Hui-Ying.


Aura mengerikan dirasakan oleh Jian Chen dan ia langsung menoleh ke samping yang ternyata berasal dari Xiao Yu. Ia merasa canggung karena tentu tau bahwa Xiao Yu marah karena tidak mengerti apa yang ia bahas bersama dengan Hui-Ying.


“Tenanglah Xiao Yu. Tempat ini memang tampak biasa saja. Tetapi ada kubah Pelindung tak kasat mata yang melindungi hampir seperempat dari puncak Bukit Tengkorak ini yang di tumbuhi oleh rerumputan.” Jian Chen menjelaskan agar Xiao Yu tidak marah lagi.


“Kubah pelindung? Apa itu?” Tanya Xiao Yu penasaran saat rasa kekesalannya menghilang.


“Aku tidak terlalu tau tentang hal ini. Tetapi, ada lapisan qi yang dipadatkan dan diubah menjadi sesuatu yang lain agar tempat ini tampak kosong untuk menyembunyikan apapun yang di simpan di sini.” jawab Jian Chen saat ia perlahan berjalan ke arah depan.


Xiao Yu menaikkan sedikit alisnya karena tidak menduga bahwa akan ada sesuatu seperti itu dan ia sedikit kagum karena sudah pasti seseorang yang menciptakan hal itu pastilah luar biasa terampil.


Namun, untuk Jian Chen, ia tidak terkejut sama sekali karena qi bisa digunakan untuk banyak hal. Suatu hari nanti, ia tidak akan terkejut bahwa qi dapat menciptakan kehidupan baru ataupun menghidupkan sesuatu yang telah mati meskipun yang mati adalah seorang kultivator.


Kristal Ungu Abadi terus mendeteksi qi yang menjadi kubah tersebut. Dan di saat Jian Chen mendekat, Kristal Ungu Abadi di dalam tubuhnya bergetar sedikit.


Ini adalah reaksi yang tidak pernah terjadi lagi saat Jian Chen dapat menggunakan sedikit kemampuan Kristal Ungu Abadi. Yang artinya, apapun yang ada di dalam sana adalah sesuatu yang sangat spesial atau bahkan qi yang diubah untuk membuat kubah juga istimewa.


Tanpa ada perintah ataupun pengendalian, Kristal Ungu Abadi pun langsung melahap qi yang menjadi kubah qi tembus pandang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Bahkan Jian Chen yang merasakan itu terkejut karena qi di dalam tubuhnya meningkat drastis. Tetapi ia menahan terobosan jika qi mencapai batas yang bisa ia tampung dan menyimpannya di dalam Kristal Ungu Abadi.


Tempat tersebut tampak kabur dalam sekejap yang membuat Xiao Yu terkejut tetapi ia tidak dapat mendeteksi pergerakan qi yang diserap oleh Kristal Ungu Abadi.


Tidak lama kemudian, ketika kubah qi tembus pandang menghilang, Jian Chen dan Xiao Yu terkejut dan membatu di tempat ketika menatap apa sebenarnya yang di simpan di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2