Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Martial Spirit Tahap Keempat


__ADS_3

Perubahan situasi membuat Jian Chen tau bahwa dirinya akan diincar oleh Lian Chengyu lebih cepat dari pada yang seharusnya.


Pertarungan di semua tempat pun terhenti seketika saat Zhen telah terbunuh di tangan Lian Chengyu.


Anggota-anggota kelompok Zhen semuanya gemetaran di tempat ketika melihat bos mereka telah jatuh di tangan Lian Chengyu.


“Bos telah tewas? Tidak mungkin!”


“Bagaimana ini bisa terjadi?”


“Semula tampaknya Bos ingin bekerja sama dengan Lian Chengyu. Tetapi dia ditikam oleh Lian Chengyu dari belakang!”


“Dasar sialan! Dia telah membunuh Bos dengan cara yang licik! Bunuh dia!” Teriak Wang Du sekuat tenaga ketika melihat kematian Zhen.


Pertarungan kembali terjadi karena semua anggota Zhen ingin membalaskan dendam bos mereka yang tewas.


Sedangkan untuk Lei Zhu, ia tau bahwa kelompok Zhen sudah tamat saat ini. Oleh karena itu, ia pun mengambil keputusan dan langsung menghilang dari tempat tersebut. Ia menggunakan kecepatan penuhnya untuk pergi dari sana karena tau bahwa jika ia dikepung oleh anggota Lian Chengyu nantinya, tidak ada kesempatan untuk kabur.


Sementara Lian Chengyu yang saat ini berada di depan Jian Chen, ia tersenyum jahat dan menatap ke arah Jian Chen dengan seringai lebar diwajahnya. Ia melirik ke arah tempat pertarungan lainnya dan tau bahwa kelompoknya akan menang karena semua bawahan Zhen telah kehilangan akal sehat mereka.


Lian Chengyu hanya perlu membereskan Jian Chen dalam waktu singkat lalu membantu semua bawahannya membereskan bawahan Zhen.


“Hanya tersisa dirimu bocah! Apa kau tidak akan menyerah? Jika kau mau, aku akan mengurungmu sama seperti temanmu di sana lalu aku menjualmu kepada pedagang budak. Kau pasti memiliki harga. Ini bisa menyelematkan hidupmu.” ucap Lian Chengyu dengan nada kejam seolah-olah dirinya memberi pengampunan.


Jian Chen terdiam untuk beberapa saat. Ia tau bahwa jika ia bertarung saat ini, ia pasti akan kalah. Tidak lama lagi baginya untuk menerobos kultivasinya. Oleh karena itu, ia pun mencoba mengulur waktu jika bisa.


“Aku ingin bertanya satu hal padamu. Apakah itu bisa?” Tanya Jian Chen dengan wajah datar.


“Hm? Baiklah, kau bisa bertanya satu hal kepadaku bocah. Aku tau kau tidak akan menyerah begitu saja. Karena itu, aku akan memberikan kesempatan kepadamu untuk mengetahui apa yang ingin kau ketahui sebelum kematianmu!” ucap Lian Chengyu dengan seringai kejam diwajahnya.


“Ini adalah hal yang menggangguku selama ini. Jika Tulang Roh itu digunakan dengan cara yang berbeda seperti dirimu yang memiliki tipe yang sama dengan Tulang Roh, apa yang akan terjadi?” Tanya Jian Chen.


“Aku merasa heran bahwa kau ingin mengetahui hal itu disaat kematianmu akan tiba! Baiklah jika begitu, aku akan memberitahumu. Ketika seorang kultivator menggunakan Tulang Roh yang sesuai dengan Wujud Kelahirannya, maka tidak hanya kultivasi yang meningkat, bahkan mendapatkan teknik tertentu dari Tulang Roh tersebut.” jawab Lian Chengyu.


“Apakah itu harus jenis yang sama?” Tanya Jian Chen lagi.


“Kau terlalu banyak bertanya bocah! Hal itu tidak ada gunanya bagimu!” Lian Chengyu langsung tidak sabar dan ingin menyerang Jian Chen.


“Bisakah aku bertanya hal terakhir?” Tanya Jian Chen acuh tak acuh.


Sebelum Lian Chengyu berbicara ataupun bergerak, Jian Chen pun melanjutkan kata-katanya. “Bisakah kau mati sekarang juga?”


Lian Chengyu yang mendengar itupun terkejut. Ia hendak mencemooh Jian Chen tetapi ia terkejut karena bocah tersebut telah melesat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Matilah!” Teriak Lian Chengyu saat mengayunkan cakarnya ke arah Jian Chen.

__ADS_1


Trang!


Saat cakar dan Pedang Azure milik Jian Chen berbenturan, Jian Chen langsung terhempas ke tempat yang sangat jauh. Bekas sayatan juga terlihat di tubuhnya karena serangan Lian Chengyu menghasilkan bilah qi tipis.


Jian Chen yang telah menyetabilkan tubuhnya pun menaikkan sudut bibirnya. “Sudah waktunya!”


Lian Chengyu juga langsung menyerang kembali tetapi merasa bingung ketika melihat bahwa Jian Chen tersenyum saat ini yang membuatnya berpikir bahwa bocah kecil tersebut telah gila karena putus asa.


“Waktunya bagimu mati bocah!” Teriak Lian Chengyu saat mengayunkan cakarnya sekuat tenaga ke arah leher Jian Chen.


Trang!


Namun pada akhirnya Lian Chengyu terkejut bahwa Jian Chen menahan serangannya menggunakan sarung pedang.


Saat ini, qi biru sedang menyelimuti seluruh tubuh Jian Chen. Ia mencengkram erat Pedang Azure yang ada di tangan kanannya saat ia di dorong mundur oleh tekanan dari Lian Chengyu.


“Bisakah kau mati sekarang?” Tanya Jian Chen saat ia mengayunkan Pedang Azure sekuat tenaga dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah pinggang Lian Chengyu.


“Sial!” Lian Chengyu yang menatap itupun langsung menghindar ke samping sebisanya karena instingnya mengatakan bahaya mendekat.


Srak!


Jrezh!


“Bocah sialan!” Lian Chengyu yang berteriak keras pun mengambil pedang besar di punggungnya lalu mengayunkannya dari atas ke bawah ke arah kepala Jian Chen.


Trang!


Serangan itupun tertahan oleh sesuatu yang membuat Lian Chengyu sedikit takut saat ini.


Pedang besar yang diayunkan oleh Lian Chengyu tertahan oleh qi berwana biru langit.


“Kau.. bagaimana bisa?” Tanya Lian Chengyu dengan mata melebar karena ia tau bahwa qi yang menahan serangannya adalah qi dari terobosan kultivasi.


“Bagaimana bisa? Kau tidak pernah bisa menilai segala hal di dunia ini dengan akal sehatmu!” ucap Jian Chen saat ia mengayunkan Pedang Azure sekali lagi.


Mata Lian Chengyu terlihat sangat dingin ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jian Chen. Ia pun langsung menarik pedangnya untuk menahan tebasan tersebut. Semula ia terlalu ceroboh sehingga terkena tebasan dari Jian Chen.


Trang!


Ketika Lian Chengyu menahan tebasan dari Jian Chen, ia langsung mengayunkan cakar kirinya ke arah wajah Jian Chen.


Sedangkan untuk Jian Chen, ia pun mengangkat gagang pedang lalu menahannya juga.


Trang! Trang! Trang!

__ADS_1


Keduanya terus bertempur habis-habisan. Pertarungan itu disaksikan oleh semua kultivator yang ada di sana walaupun mereka juga sedang bertarung.


“Bagaimana bisa bos ditahan oleh bocah itu! Mustahil!”


“Tenang! Bos tetap unggul! Walaupun kecepatan bocah itu tinggi, dia tidak akan pernah bisa menang melawan orang dewasa!”


Beberapa bawahan Lian Chengyu pun berdiskusi dan salah satu dari mereka langsung meyakinkan bahwa Lian Chengyu pasti akan menang.


Mendengar itu, semua dari mereka pun terus menekan bawahan Zhen yang tersisa karena dua kultivator terkuat mereka telah pergi secara diam-diam karena Zhen telah tewas. Keduanya tidak lain adalah Lei Zhu dan Wang Du. Tentu Wang Du juga akan pergi dan membiarkan bawahan lainnya mencoba balas dendam sementara dirinya melarikan diri secara diam-diam.


Bam!


Sebuah pukulan pun mendarat di perut Jian Chen yang membuatnya terpental sangat jauh. Ia pun langsung menyetabilkan tubuhnya dan menyeka darah dari sudut bibirnya. Ia tau bahwa perbedaan pemahaman serta kekuatan tubuh akan merugikannya. Tetapi ia tidak punya pilihan lain selain berjuang dan mengambil kesempatan melancarkan serangan fatal.


“Mati bocah!” Teriak Lian Chengyu saat menyerang dari atas ke bawah ketika ia melompat ke udara. Ia telah memiliki banyak luka, tetapi karena Wujud Kelahirannya adalah pengambilan wujud hewan roh, daya tahannya sangatlah tinggi.


Jian Chen pun langsung mengangkat Pedang Azure bersama dengan sarungnya ke arah atas untuk menahan serangan tersebut.


Trang!


Bom!


Kaki Jian Chen tenggelam ke dalam tanah saat menahan beban tersebut.


Lian Chengyu di sisi lain, memasang wajah kejam. Ia pun ingin melancarkan serangan berikutnya dengan cara menendang. Tetapi ia terkejut ketika mendengar salah satu bawahannya berteriak.


“Bos! Awas!”


Lian Chengyu yang mencoba menghindar dari serangan karena teriakan bawahannya tetap tertusuk dua benda tajam dekat dengan lehernya.


“Bagus Xiao Yu!” Teriak Jian Chen saat menarik Pedang Azure dan menahan tekanan dengan sarung pedang.


Tanpa membuang waktu, Jian Chen pun langsung mengayunkan Pedang Azure saat Lian Chengyu kehilangan fokusnya.


Sraing!


Jrezzh!


Tubuh Lian Chengyu pun perlahan tumbang ketika Jian Chen memenggal salah satu kakinya.


Blug!


“Matilah sialan!” Teriak Xiao Yu saat menarik belatinya lalu menusuknya kembali tepat ke arah kepala Lian Chengyu.


Jleb!

__ADS_1


__ADS_2