Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Rumor Tentang Hewan Roh


__ADS_3

Kota Dongfang


Suasana di kota Dongfang saat ini sangatlah ramai. Banyak kultivator yang terlihat berlalu-lalang di semua tempat, kota itu merupakan tempat persinggahan untuk menuju Kerajaan Yan. Inilah yang mengapa kota itu sangat ramai.


Saat ini, terlihat Jian Chen dan Xiao Yu yang sedang berjalan sambil menatap semua kesibukan para kultivator dan orang-orang di semua tempat.


“Jian Chen, ayo kita mencari toko pakaian lebih dulu. Pakaian yang kita kenakan hampir tidak layak lagi untuk digunakan.” ucap Xiao Yu saat matanya menatap ke sana ke mari untuk mencari toko pakaian.


“Ya.” Jian Chen mengangguk kecil, ia pun terus berjalan lalu melihat sebuah toko pakaian yang lumayan besar, ia pun langsung masuk ke dalam bersama dengan Xiao Yu.


Setelah itu, Jian Chen pun memilih pakaian berkelas dengan mode sedikit mirip dengan pakaian yang ada di bumi. Pakaian berwarna biru langit dengan lengan panjang, celana dan sepatu berwarna hitam, ia menggunakan tambahan pakaian yang sedikit mirip dengan jaket tidak dikancing.


Sementara Xiao Yu, dia menggunakan pakaian putih dengan motif sedikit ke arah wanita yang membuat Jian Chen terdiam. Keduanya membeli beberapa set pakaian untuk mereka sendiri.


“Ayo kita mencari tempat makan karena sudah sangat lama semenjak kita memakan hidangan mewah, aku sudah lelah memakan daging yang di panggang setiap hari.” ucap Xiao Yu sedikit bersemangat.


Jian Chen hanya mengangguk setuju karena ia juga telah lelah memakan daging bakar, jika saja tidak ada herbal-herbal di sana yang dapat digunakan sebagai bahan perasa untuk daging, ia pasti merasa bahwa dirinya hidup di zaman batu seperti sejarah di bumi.


Tidak lama kemudian, keduanya pun tiba di tempat makan yang cukup mewah yang memiliki tiga lantai, keduanya langsung naik ke lantai tiga karena sudah pasti lantai paling atas adalah yang paling nyaman.


Setelah memesan makanan dalam jumlah yang lumayan besar, keduanya pun makan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal ini membuat banyak kultivator yang berada di lantai paling atas mengerutkan kening mereka karena merasa keduanya pastilah berasal dari kampung.


“Cih! Keduanya membuat selera makanku hilang.”


“Biarkan saja mereka. Hei, apa kau telah mendengar rumor yang baru-baru ini beredar?”


Empat kultivator yang berada di satu meja pun berdiskusi sambil sesekali mengendus jijik ke arah Jian Chen dan Xiao Yu. Namun keduanya sama sekali tidak peduli dan makan dengan cara yang sama seperti ketika mereka berada di dalam Hutan Roh.


“Rumor apa itu?”


“Ini adalah tentang seekor hewan roh yang sedang menjaga sesuatu di bukit dekat kota Dongfang.”


“Apa kau mengetahui apa benda itu?”


“Jika aku tau, aku pasti tidak akan mengatakan sesuatu.”

__ADS_1


“Aku dengar juga, Klan Bai telah bergerak untuk memantau apa yang sebenarnya dijaga oleh hewan roh tersebut.”


“Tidak hanya mereka, bahkan para kultivator pengelana juga pergi ke sana untuk melihat apa sebenarnya itu.”


“Apa kau tau hewan roh apa yang berjaga-jaga di tempat itu?”


“Itu adalah seekor harimau.”


Diskusi keempatnya di dengar oleh banyak kultivator yang sedang menikmati hidangan tidak terkecuali untuk Jian Chen dan Xiao Yu.


Banyak dari mereka yang telah mendengar tentang rumor tersebut sehingga mereka mengabaikannya, sementara yang lainnya, mendengarkan dengan seksama.


“Jian Chen, apa kau tidak tertarik pergi ke sana?” Tanya Xiao Yu saat memakan hidangan dengan cepat, kata-katanya juga sedikit kabur karena ia berbicara dengan mulut penuh.


“Ya, jika hewan roh sedang berjaga-jaga, bisa dipastikan bahwa itu bisa menjadi benda berharga. Situasi seperti itu juga sering terjadi di Hutan Roh. Banyak herbal yang aku ambil sebelumnya dijaga oleh hewan roh.” ujar Jian Chen dan terus memakan hidangannya juga, ia juga tidak lupa untuk memesan makanan yang lebih banyak yang membuat para kultivator memasang wajah jijik.


“Jika begitu, setelah selesai makan, kita juga harus ke sana. Aku juga tertarik dengan apa sebenarnya yang dijaga oleh hewan roh itu.” Xiao Yu sedikit bersemangat ketika mengatakan itu, ia tentu ingin melihat segala hal yang ada di dunia, ini adalah keinginannya sebenarnya karena kakeknya banyak menceritakan tentang apa saja yang ada di pulau Lizawa.


Jian Chen hanya mengangguk karena ia juga tentu sangat penasaran apa yang sebenarnya dijaga oleh harimau tersebut. Dan rumor yang dikatakan oleh para kultivator tersebut juga membuatnya tertarik, sebab, Klan Bai yang merupakan penguasa kota Dongfang mengirim banyak kultivator yang artinya harimau itu pasti kuat, sudah pasti hewan roh kuat akan menjaga sesuatu yang sangat berharga.


Kepergian Jian Chen dan Xiao Yu dilihat oleh semua kultivator di sana dengan wajah jijik karena mereka sudah lama berharap keduanya pergi agar selera makan mereka kembali seperti semula.


“Ayo kita pergi ke bukit yang dekat dengan kota ini Xiao Yu.” Jian Chen yang baru saja keluar dari restoran pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi keluar dari kota diikuti oleh Xiao Yu.


Ketika sedang bergerak, Jian Chen juga merasakan bahwa ada beberapa kultivator yang mengawasi mereka tetapi ia tidak peduli sama sekali dan terus bergerak.


Setelah keluar dari kota Dongfang, Jian Chen melirik ke arah tertentu dan langsung berbelok karena menemukan bukit yang tidak terlalu besar di arah tertentu.


Beberapa kultivator yang mengikuti Jian Chen dan Xiao Yu tidak heran sama sekali karena memang banyak kultivator pengelana yang pergi ke bukit saat ini karena rumor yang telah beredar.


Tidak sampai lima belas menit kemudian, Jian Chen dan Xiao Yu pun tiba di bukit tersebut, keduanya menatap ke arah banyak kultivator yang datang dan pergi dari bukit tersebut.


“Kenapa tampaknya banyak dari mereka yang tidak tertarik?” Tanya Xiao Yu penasaran.


“Bukan tidak tertarik Xiao Yu, tetapi mereka tidak bisa bersaing dengan para kultivator lainnya.” Balas Jian Chen.

__ADS_1


Mendengar balasan Jian Chen, Xiao Yu hanya mengangguk, tidak lama kemudian, keduanya pun berhenti di tempat sambil menatap ke arah banyak kultivator yang sedang menatap ke sebuah goa yang lumayan besar.


Semua dari mereka tidak mengalihkan pandangan mereka dari goa tersebut. Tidak lama kemudian, saudara ledakan kecil pun terdengar dan seseorang terpental keluar dengan luka yang mengenaskan.


“Tampaknya dia juga gagal.”


“Ya, harimau itu sangat kuat. Hei, apakah kau masih hidup? Apakah kau tau apa yang sedang dijaga oleh hewan roh itu?”


Beberapa kultivator langsung bertanya kepada pria paruh baya yang mengalami luka serius dan perlahan berdiri.


“Tidak, aku tidak melihat apapun karena aku tidak mencapai ujung goa.” Pria paruh baya tersebut membalas dengan nada muram lalu melanjutkan, “Tetapi hewan roh itu sangat aneh, dia tidak seperti pada umumnya, dia memiliki corak warna yang tidak pernah terlihat.”


“Apa maksudmu?”


Beberapa kultivator dari Klan Bai pun bertanya dengan wajah serius. Mereka semua bisa dikatakan sebagai elit karena telah mencapai kultivasi Martial Master tahap kedua paling tidak.


“Dia memiliki warna kulit biru langit dengan corak emas.” ucap pria paruh baya tersebut lalu langsung melompat ke arah salah satu pohon sambil memegang dadanya yang memiliki lima bekas sayatan yang selalu mengeluarkan darah.


“Hm? Warna biru langit dengan corak emas?”


Semua kultivator yang ada di sana bingung karena tidak pernah melihat harimau dengan warna seperti itu, jika itu hitam, oranye dan bahkan putih, mereka sudah pernah terlihat.


Sedangkan untuk Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya saling memandang untuk sesaat lalu menatap kembali ke arah goa.


“Hewan roh apa itu sebenarnya? Kenapa di buku yang aku miliki tidak tercatat harimau seperti itu?” Batin Jian Chen saat mencoba menggunakan Kristal Ungu Abadi untuk melacak sesuatu yang ada di dalam sana.


“Hm? Apa ini? Kenapa qi di tempat ini tiba-tiba tidak stabil?” Banyak kultivator yang langsung menyadari hal itu tetapi mereka tidak menemukan alasannya dan hanya mengira bahwa itu berasal dari dalam goa.


Sedangkan untuk Jian Chen, ia pun langsung menarik qi ke Kristal Ungu Abadi lalu mengeluarkannya kembali DNA mengendalikannya ke arah dalam goa untuk mendeteksi apa sebenarnya yang ada di dalam sana.


Ketika qi yang dikendalikan olehnya mencapai tempat harimau tersebut berada, tubuhnya sedikit menegang. Dan ketika qi yang ia kendalikan ditarik oleh Harimau tersebut, di dalam benak Jian Chen terlihat sebuah mata yang tampak sangat mendominasi.


Deg! Deg!


Jantung Jian Chen berdetak sedikit cepat. Ia memasang wajah serius ketika memutuskan koneksinya dengan qi yang ia kendalikan.

__ADS_1


“Xiao Yu, berhati-hatilah, harimau apapun yang ada di dalam sana, bukan sesuatu yang bisa kita lawan!” ucap Jian Chen dengan wajah gelap.


__ADS_2