Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Cheetah Lava


__ADS_3

Pulau Buddha, Pelabuhan Ratu


Kepercayaan diri Yan Chang membuat Jian Chen dan Xiao Yu menaikkan sudut bibir mereka masing-masing. Untuk Jian Chen, ia paling suka membuat musuh merasa frustasi dan untuk Xiao Yu, ia tentu memiliki pemikiran yang sama karena terkontaminasi oleh seseorang yang bernama Jian Chen.


“Apa yang terjadi?”


“Apakah mereka akan bertarung?”


“Apakah mereka bodoh?”


“Tampaknya mereka tidak tau bahwa hanya ada kematian jika membuat masalah dari Pelabuhan Ratu!”


Banyak kultivator yang berdiskusi satu sama lainnya ketika melihat kelompok Yan Chang ingin berurusan dengan Jian Chen dan Xiao Yu.


Mendengar percakapan disekitarnya, Yan Chang sangat paham bahwa kengerian pemilik Pelabuhan Ratu pasti lebih dari yang ia pikirkan. Oleh karena itu, ia pun menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu dengan tatapan dingin lalu berbicara, “Jika kau memiliki nyali, ikuti aku!”


Yan Chang langsung bergerak ke arah tempat tertentu bersama dengan empat bawahannya.


Untuk Jian Chen dan Xiao Yu, keduanya saling memandang lalu mengangguk karena tentu keduanya tidak akan membiarkan Yan Chang pergi tanpa patah kaki ataupun lengan. Keduanya pun langsung bergerak mengikuti Yan Chang bersama dengan Hui-Ying yang melompat lompat dengan cara yang sangat lucu untuk mengejar Jian Chen dan Xiao Yu.


Sementara untuk Yue Mei, ia menatap ke arah tempat kelompok Yan Chang dan Jian Chen pergi. Ia tampak merenung untuk beberapa saat lalu memutuskan untuk mengikuti. Ia juga sangat penasaran bagaimana cara Jian Chen dan Xiao Yu melawan Yan Chang.


Para kultivator yang berada di sana tidak peduli sama sekali ketika menatap kepergian kelompok Yan Chang dan Jian Chen. Jika saja keduanya Adalah kultivator ternama yang memiliki kekuatan sangat kuat, mereka akan tertarik untuk menonton. Menurut mereka, pertarungan Yan Chang dan Jian Chen adalah perkelahian anak-anak.


Tidak sampai sepuluh menit kemudian, Yan Chang yang memimpin jalan telah membawa empat bawahannya ke pinggiran Pelabuhan Ratu. Tempat itu cukup sunyi, dan hampir tidak ada tempat tinggal di sana. Sebuah lahan kosong yang merupakan tempat pembuangan benda-benda yang tidak berharga dari Pelabuhan Ratu.


Ketika tiba, Yan Chang pun berbalik dan menatap ke arah tempat Jian Chen dan Xiao Yu yang mendekat perlahan-lahan.


“Oh? Aku mengira kalian berdua tidak akan berani ikut ke tempat ini! Aku harus memuji keberanian kalian berdua!” Yan Chang hanya mengejek Jian Chen dan Xiao Yu yang baru saja tiba.

__ADS_1


Jian Chen tidak peduli sama sekali dengan ejekan dari Yan Chang. Tetapi untuk Xiao Yu, ia masih merasa marah tetapi menahannya karena tau bahwa jika ia kehilangan akal sehat hanya dengan kata-kata, maka ia akan dikalahkan.


“Apakah kau sudah selesai berbicara?” Tanya Jian Chen saat mencabut Pedang Azure dari sarungnya. Ketika pedang dicabut, tekanan yang berasal dari Jian Chen meningkat drastis yang membuat Yan Chang menaikkan sedikit alisnya.


“Kau memang sangat berbakat telah mencapai tingkat Martial Master tahap kesembilan di usia sangat muda! Tetapi kau terlalu sombong karena menantang orang yang jauh lebih kuat darimu! Bunuh dia! Aku tidak perlu turun tangan seorang diri melawan orang lemah sepertimu!” Yan Chang memberi perintah kepada keempat bawahannya yang memiliki tingkat kultivasi Martial Master tahap kesembilan juga.


Karena tempat itu jauh dari pusat Pelabuhan Ratu, Yan Chang tidak segan menghabisi Jian Chen dan Xiao Yu karena ia tidak membuat keributan di Pelabuhan Ratu. Pemilik Pelabuhan Ratu tidak akan peduli jika mereka bertarung dan saling membunuh di tempat yang bukan pusat Pelabuhan.


Tanpa membuang waktu, keempat bawahan Yan Chang pun langsung bergegas ke tempat Jian Chen dan Xiao Yu berada. Mereka semua menggunakan pedang yang ada di pinggang mereka lalu melapisinya dengan qi yang berubah ke bentuk elemen yang merupakan Wujud Kelahiran mereka masing-masing.


“Kau akan menyesal karena telah membuat pangeran marah!” Salah satu dari dua kultivator yang muncul di depan Jian Chen pun berkata dengan nada dingin saat ia mengayunkan pedangnya yang diselimuti oleh api yang cukup kuat.


Jian Chen tidak membalas sama sekali. Untuk bawahan Yan Chang, ia yakin dapat membunuhnya dalam waktu singkat. Ia pun langsung melapisi kakinya dengan qi lalu menghindar sedikit kesamping.


Sraing!


“Tebasan Kecepatan Petir!”


Sraing!


Srak!


Darah yang sangat banyak berceceran saat Jian Chen berhasil memenggal kepala bawahan Yan Chang.


“Bajingan!” Satu lagi musuh Jian Chen pun langsung menyerang ke arah leher Jian Chen menggunakan pedang yang telah diselimuti oleh elemen angin.


Jian Chen dengan santainya langsung mengangkat Pedang Azure sedikit ke atas.


Trang!

__ADS_1


“Apa?” Kultivator tersebut terkejut ketika melihat reaksi Jian Chen yang sangat tidak masuk akal.


Sebelum kultivator tersebut berbicara lagi, Jian Chen langsung menepis pedang musuh ke samping dengan kekuatan yang cukup besar lalu mengayunkan kembali Pedang Azure.


Sraing!


Jrezh!


Kultivator itupun langsung dibelah oleh Jian Chen dengan mudahnya. Ia sangat yakin bahwa tidak ada lagi kultivator Martial Master yang dapat melawannya dalam waktu beberapa menit.


Sementara itu, Xiao Yu juga membunuh dua kultivator menggunakan kecepatan. Walaupun ia masih berada di tingkat Martial Master tahap kedelapan, menggunakan kecepatan ia tidak akan sulit membunuh seseorang satu tahap lebih kuat darinya.


“Bawahanmu sangat lemah! Apakah kau sama seperti mereka? Jika ya, aku akan sangat kecewa dengan Pangeran Kerajaan Yan.” ucap Jian Chen acuh tak acuh menatap ke arah Yan Chang.


Yan Chang yang mendengar itu pun pulih dari keterkejutannya saat menatap mayat Empat bawahannya yang tergeletak di permukaan tanah. Awalnya ia merasa tidak mungkin Jian Chen dan Xiao Yu mampu melawan Empat bawahannya.


Yue Mei yang baru saja tiba juga terkejut bahwa keempat bawahan Yan Chang telah tewas. Jika Jian Chen adalah kultivator tingkat Martial Grand Master, ia tidak akan terkejut, tetapi Jian Chen hanyalah Martial Master tahap kesembilan.


“Oh? Jika secepat ini, berarti mereka berdua memiliki kemampuan tempur yang cukup tinggi.” Batin Yue Mei saat ia melompat ke arah atas pohon lalu duduk untuk menonton pertunjukan yang akan segera berlangsung.


“Sampah sialan! Melawa dua orang lemah ini saja mereka tidak bisa!” Yan Chang mengutuk bawahannya karena terlalu lemah. Ia pun menatap ke arah Jian Chen dan Xiao Yu dengan niat membunuh.


“Tampaknya aku harus turun tangan secara langsung melawan sampah seperti kalian! Lihatlah baik-baik, kekuatan yang telah mencapai Martial Grand Master tahap ketiga!” Setelah mengatakan itu, Yan Chang yang tidak mau membuang waktu pun perlahan berubah ke bentuk Cheetah berwarna merah.


Tanah tepat di bawah kaki Yan Chang tampak meleleh karena aura panas yang terpancar dari tubuhnya.


Jian Chen dan Xiao Yu juga langsung serius ketika menatap Yan Chang yang telah memasuki bentuk Wujud Kelahirannya.


Untuk Yue Mei, ia hanya tersenyum kecil sambil bergumam, “Tampaknya Yan Chang sangat ingin menghabisi keduanya. Ayo kita lihat seperti apa kekuatan dari Wujud Kelahiran Cheetah Lava!”

__ADS_1


__ADS_2