
Jleb!
Dua Belati Putih milik Xiao Yu pun langsung bersarang di kepala Lian Chengyu. Darah langsung terciprat ke wajahnya. Tidak sampai di situ saja, ia langsung mencabut kedua Belati Putih itu lalu menusuknya kembali ke kepala Lian Chengyu.
Jleb! Jleb!
Menatap aksi Xiao Yu yang terlihat sangat memendam dendam yang begitu besar pada Lian Chengyu membuat Jian Chen terdiam. Ia tau bahwa Xiao Yu memang masihlah anak-anak dan sangat mudah terpengaruh oleh emosi seperti itu. Lagi pula, di umur 12 tahun dia telah melihat pamannya di bunuh tepat di depan matanya, tidak hanya itu, kakeknya juga mengorbankan hidupnya agar dia bisa lolos.
Para kultivator yang bertarung pun langsung berhenti ketika melihat Xiao Yu kecil yang terus menusuk lalu menarik dua Belati Putih keluar masuk dari kepala Lian Chengyu.
“Apa? Bos Lian Chengyu telah tewas?”
“Bagaimana ini bisa terjadi?”
“Tidak.. tidak mungkin!”
Sekitar enam belas anggota Lian Chengyu yang tersisa pun tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Bahkan kurang dari jumlah itu, anggota Zhen juga terdiam ketika melihat Lian Chengyu di tikam terus-menerus tepat di kepalanya hingga isi kepala Lian Chengyu keluar.
Jleb!
Ketika Xiao Yu selesai menusuk yang terakhir kalinya, ia pun langsung menangis keras sambil menatap ke arah langit karena ia telah berhasil membunuh pemimpin Bandit yang membantai semua keluarganya yaitu orang-orang desa berserta paman dan kakeknya.
__ADS_1
“Xiao Yu..” Gumam Jian Chen. Ia pun menatap Xiao Yu yang langsung pingsan di tempat juga. Ia tidak merasa heran dengan hal itu sama sekali. Jika itu dirinya sebelum reinkarnasi, mungkin ia tidak akan memiliki mentalis seperti Xiao Yu.
Jian Chen pun hanya bisa tersenyum karena Xiao Yu memiliki peran yang sangat penting ketika mengalahkan Lian Chengyu.
Tatapan Jian Chen pun tertuju pada semua anggota Lian Chengyu dan Zhen yang masih membeku di tempat. Ia pun langsung tersenyum jahat lalu berbicara, “Siapapun dari kalian yang tetap tinggal di sini, aku tidak akan membiarkan kalian pergi lagi tanpa kehilangan lengan ataupun kaki!”
Ancaman Jian Chen membuat semua kultivator yang ada di sana tersadar lalu langsung berbalik lalu lari sekuat tenaga mereka karena tau bahwa Jian Chen adalah monster sebenarnya karena mampu menandingi Lian Chengyu seorang diri. Tidak ada dari mereka yang mampu melakukannya walaupun mereka semua bekerja sama.
Walaupun mungkin mereka bisa menekan Jian Chen, bertapa banyak dari mereka yang akan mati? Mereka lebih menyayangi nyawa mereka. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk pergi dari tempat itu secepat mungkin bahkan untuk anggota terkuat Lian Chengyu.
Melihat semua kultivator itu telah pergi, Jian Chen pun menghela nafas panjang karena ia juga tidak yakin bisa membereskan mereka semua. Itu juga dikarenakan dirinya telah kelelahan karena terus-menerus bertarung. Ia pun menghampiri Xiao Yu lalu mengangkatnya ke puncaknya.
Banyak warga yang menyaksikan kejadian tersebut, mereka semua bersemangat karena Zhen dan Lian Chengyu yang selalu berkeliaran di sekitar kota kecil itu telah tewas yang artinya mereka telah terbebas.
Mereka semua pun langsung keluar dari dalam rumah untuk membereskan Kekacauan akibat perang yang terjadi.
Sementara itu, Jian Chen pun pergi membawa Xiao Yu ke kediaman Zhen yang berada di pusat kota. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjarah semua benda berharga yang ada di dalam sana.
Sesampainya di dalam kediaman Zhen, Jian Chen pun menaruh Xiao Yu di tempat tidur yang sangat empuk milik Zhen.
Tatapan Jian Chen tertuju pada semua wanita cantik yang ada di sana. “Kalian semua kembalilah ke keluarga kalian. Zhen telah tiada, kalian bebas.”
__ADS_1
Para wanita yang dipaksa menjadi budak Zhen pun meneteskan air mata mereka karena selama ini tersiksa batin ketika menjadi bahan pelampiasan Zhen setiap harinya. Mereka semua tentu tau siapa Jian Chen yang merupakan anak berbakat yang diundang oleh Zhen sebelumnya. Mereka semua pun berterima kasih lalu langsung buru-buru keluar dari kediaman tersebut.
Sedangkan untuk Jian Chen, setelah menatap semua wanita sebelumnya keluar, ia langsung bergerak ke sana ke mari untuk memeriksa semua pembendaharaan Zhen dengan teliti.
Ketika memasuki ruangan harta, Jian Chen mendengus karena Zhen memeras habis seluruh penduduk desa, bahkan setiap koin perunggu dan perak pun dikutip. Lalu, ia pun memeriksa semua tempat di ruang harta tersebut.
“Hm? Inilah yang aku cari!” ucap Jian Chen sangat bersemangat ketika melihat beberapa gulungan tertentu. Saat membuka salah satu gulungan, matanya sangat bercahaya.
“Teknik menggunakan pedang! Tidak hanya itu saja, ada tiga diantaranya. Selain itu, apa ini?” Jian Chen meraih satu gulungan lalu membukanya.
“Manual Kultivasi!” Seru Jian Chen karena ini adalah benda terpenting lainnya yang ia cari. Ia pun langsung membaca setiap inci pengetahuan yang ada di dalamnya.
Setelah menganalisis selama hampir sepuluh menit, Jian Chen menaikkan sedikit alisnya. “Manual kultivasi ini memiliki banyak cacat. Namun, aku pasti bisa memodifikasinya agar lebih mudah digunakan! Ini juga hisa menjadi modal bagiku untuk menjadi lebih kuat!”
Tentu Jian Chen yang memiliki pemikiran cemerlang pasti akan mencoba membuat banyak hal dengan hal dasar seperti itu. Tidak hanya itu, ia pasti akan mencoba menciptakan banyak teknik dengan kemampuan berpedang sederhana yang tercatat di dalam tiga gulungan lainnya. Jika ia menganalisis, ia pasti akan membayangkan banyak hal dan mencoba menciptakan sesuatu yang baru dengan teknik berpedang sederhana.
Jian Chen tidak bisa menyembunyikan senyum diwajahnya. Ia pun langsung menyimpan keempat gulungan tersebut ke dalam pakaiannya. Ini adalah harta Karun sebenarnya menurut Jian Chen di dalam ruang harta milik Zhen.
“Apakah aku harus pergi ke tempat persembunyian Lian Chengyu? Tidak, pasti semua bawahannya yang tersisa pergi ke sana lalu membawa semua harga benda yang ada. Cih, jika aku tau seperti ini, aku akan membunuh mereka dan hanya menyisakan satu agar menuntunku ke sana.” Jian Chen sedikit menyesal karena tidak berpikiran panjang. Tetapi semuanya telah lewat, ia hanya bisa menyesalinya.
Setelah itu, Jian Chen pun memeriksa benda-benda lainnya. Tidak lama kemudian, ia pun menemukan sebuah buku yang menarik.
__ADS_1
“Oh? Aku tidak menyangka bahwa akan ada esiklopedia tentang hewan roh dan beberapa tumbuhan lainnya di sini! Ini juga merupakan harta karun! Tidak hanya itu, bahkan ada catatan tentang pengguna dasar dari semuanya! Ha-ha-ha, aku tidak menyangka bahwa panen kali ini akan luar biasa!” Jian Chen semakin gembira dan menyimpan buku yang lumayan tebal ke dalam pakaiannya yang membuat perutnya tampak buncit.
“Selanjutnya tinggal menunggu Xiao Yu sadar lalu kami akan pergi dari sini.” Batin Jian Chen. Ia pun merencanakan banyak hal di benaknya agar mereka dapat bertambah kuat dengan cepat.