
Hutan Kematian, Istana Putih
Kekuatan yang tampak sangat jahat dan mencekam menyelimuti seluruh Istana Putih. Banyak kultivator yang menelan ludah tanpa sadar karena kekuatan tersebut menindas mereka semua bahkan untuk kultivator Martial Grand Master sekalipun.
“Yan Zhong, Yan Gong, Ku Zuo, lebih baik saat ini bawa peti harta Karun ini! Kita akan membicarakannya diluar nanti! Saat ini, kalian lebih baik berharap lolos dari apapun yang akan segera datang!” ucap Ning Qingxue.
Ketiganya mengerutkan kening ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ning Qingxue. Tetapi, aura yang terpancar di seluruh Istana Putih memang sangat mengerikan. Ketiganya ragu untuk beberapa saat lalu mereka pun sepakat karena tampaknya ada musuh yang tidak kenal meksipun Ning Qingxue tampaknya tau siapa itu.
“Semua pasukan! Keluar dari istana ini!” Yan Gong adalah yang pertama berteriak lalu diikuti oleh teriakan Yan Zhong dan Ku Zuo.
Yan Gong adalah orang yang memegang peti harta karun. Ia tentu akan merencanakan skema licik, jika berhasil kabur dari apapun itu, ia akan membawa peti harta karun kembali ke Kerajaan Yan.
Yan Zhong dan Ku Zuo tentu tau apa yang ingin dilakukan oleh Yan Gong. Tetapi keduanya tidak berdebat untuk saat ini karena merasa pasti bisa menghentikan Yan Gong untuk membawa peti hari karun tersebut kembali ke Kerajaan Yan.
Para kultivator yang ada di dalam Istana Putih pun langsung bergegas keluar satu demi satu. Dan untuk keempat pemimpin, mereka pasti keluar belakangan karena berada di lantai paling atas Istana Putih.
Ketika lebih dari setengah kultivator telah keluar, beberapa kerangka aneh pun keluar dari ruangan bawah tanah yang semula dimasuki oleh Jian Chen dan Xiao Yu.
Sisa dari kultivator yang belum keluar langsung berhenti di tempat dan menatap ke arah kerangka yang tampak menakutkan.
“Apa itu? Kerangka?”
“Bagaimana tengkorak bisa hidup?”
“Lihat, ada sinar aneh di rongga mata tengkorak itu!”
Para kultivator yang belum keluar dari Istana Putih menatap ke arah sekelompok kerangka yang sedang menghadang para kultivator.
“Khaaa...”
Sebelum ada kultivator yang bergerak, salah satu kerangka pun bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ketika tiba di depan kultivator Martial Master tahap ketujuh, tengkorak itupun langsung melambaikan tulang lengannya.
Bam!
__ADS_1
Lambaian lengan tongkorak itupun langsung membuat kultivator tersebut terhempas ke permukaan lantai.
Brak!
Beberapa potong daging terlihat berserakan yang membuat para kultivator memasang wajah terkejut. Mata mereka hampir saja keluar dari rongganya karena tidak menyangka bahwa kultivator Martial Master tahap ketujuh akan serapuh itu.
Yang paling pertama bereaksi adalah Xin bersaudara. Keduanya langsung menembakkan anak panah qi ke beberapa tengkorak sekaligus.
Bam! Bam!
Beberapa tulang tengkorak terhempas menjauh dan beberapa dari mereka hancur berantakan. Ini menandakan ada perbedaan kekuatan diantara tengkorak-tengkorak itu.
Sebelum ada lagi yang berbicara, empat pemimpin kelompok yang semula telah mencapai lantai pertama pun menatap ke arah tengkorak-tengkorak yang menghadang jalan semua bawahan mereka.
Yang paling terkejut adalah Ning Qingxue, tubuhnya tampak memegang di tempat karena apa yang ia pikirkan ternyata kenyataan.
“Cepat bereskan semua tengkorak ini lalu keluar dari tempat ini!” Ning Qingxue berteriak keras yang membuat Yan Zhong, Yan Gong dan Ku Zuo terkejut.
Ketiganya tau betapa tenangnya Ning Qingxue saat bertarung sebelumnya tetapi tampak sangat terburu-buru ketika melihat tengkorak-tengkorak tersebut.
Bom! Bom!
Pertarungan terjadi untuk beberapa saat di aula istana yang cukup luas.
Sementara itu, di ruang bawah tanah Istana Putih, terlihat tengkorak dengan mahkota di kepalanya sedang melakukan sesuatu. Ia mengatakan telapak tangannya ke arah tengkorak yang masih berbaring di dalam peti batu.
Aura berwana merah tampak meresap ke dalam tengkorak yang berbaring lalu cahaya merah terpancar dari matanya. Tengkorak yang berbaring itupun perlahan bangkit dan bergerak ke arah jalan keluar dari ruang bawah tanah.
Tengkorak dengan mahkota tidak berhenti sama sekali dan terus melakukan hal yang sama berulang-ulang kali. Jumlah peti batu di tempat tersebut sangatlah banyak, dan dia terlihat berencana untuk menghidupkan semua tengkorak yang ada di ruang bawah tanah.
Ketika semua tengkorak telah dihidupkan, tengkorak dengan mahkota menatap ke sekelilingnya lalu melambaikan tangannya ke arah banyak dinding ruang bawah tanah. Aura berwana merah meledak ke segala arah dan di saat itu juga, banyak ruangan rahasia terlihat.
Jika Jian Chen berada di situ, ia akan merasa sangat menyesal karena ternyata banyak ruang rahasia lainnya. Tetapi itu tidak bisa disalahkan karena semula ia menemukan satu ruangan rahasia karena adanya pergerakan aura khusus.
__ADS_1
Tengkorak dengan mahkota tersebut pun tampak diselimuti oleh aura merah yang jauh lebih pekat dari pada sebelumnya. Di saat itu juga, cahaya merah di rongga matanya menjadi lebih terang.
Drrrrtttt!
Ruang bawah tanah tersebut tampak bergetar, tidak lama kemudian, semua pintu ruang rahasia bawah tanah itupun meledak dan beberapa tengkorak keluar dari dalamnya.
Tengkorak dengan mahkota tampak membuka rahangnya beberapa kali. Di saat itu juga, sebuah peta yang awalnya dilihat oleh Jian Chen dan Xiao Yu perlahan melayang dan terbuka di depan Tengkorak tersebut.
Ketika peta tersebut terbuka, terlihat bahwa itu memang peta semua wilayah di dunia. Tetapi, ketika peta tersebut berbalik, apa yang tercatat di sana adalah sebuah tulisan kuno. Di tengah kertas tersebut, terlihat sebuah lambang bintang segi tujuh dengan lambang mata ditengahnya serta terdapat lambang lain di pinggirannya.
“Waktu membalas dendam telah tiba.”
“Dan Pulau Lizawa adalah awal tempat pertama yang akan jatuh!”
Tengkorak dengan mahkota tersebut pun berbicara dengan bahasa yang sangat kuno. Jika para kultivator melihat itu, mereka semua pasti akan terkejut.
**
Jian Chen dan Xiao Yu di sisi lain telah bergerak cukup jauh dari Istana Putih.
Untuk Jian Chen, ia sangat tau seberapa kuat tengkorak sebelumnya yang selalu menatap ke arah peta yang diletakkan di dalam kotak. Hanya dengan sedikit bocornya aura ketika ia menggerakkan kotak, ia dapat mendeteksi dengan Kristal Ungu Abadi seberapa kuat tengkorak tersebut.
Inilah yang membuat Jian Chen tidak lagi tertarik untuk mengambil sumber daya apapun di Istana Putih karena mungkin dirinya dan Xiao Yu akan berada dalam bahaya.
Duar!
Tiba-tiba saja, ledakan yang sangat besar terjadi dikejauhan.
Jian Chen dan Xiao Yu yang sedang bergerak langsung menatap ke arah belakang dengan tatapan terkejut. Apa yang mereka lihat membuat pemahaman mereka tentang dunia kultivator lebih jauh.
Apa yang Jian Chen dan Xiao Yu lihat saat ini adalah sebuah tengkorak raksasa yang terlihat jelas terbuat dari qi sedang mengayunkan telapak tangannya yang membuat gempa besar terjadi.
“Jian Chen! Apa itu? Tunggu dulu, Tengkorak dengan mahkota?” Xiao Yu langsung gugup seketika karena sudah melihat mahkota tersebut.
__ADS_1
“Ini kemungkinan tengkorak sebelumnya yang melakukannya! Walaupun itu terbuat dari qi, untuk membuat sesuatu seperti itu sudah pasti kekuatannya sangat mengerikan! Xiao Yu, ayo pergi dari sini! Jika kita terus berada di Hutan Kematian, kita mungkin akan tewas!” Jian Chen tidak membuang waktu lagi dan langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya. Dan Xiao Yu pun langsung bergegas karena ia tentu tau berapa mengerikannya Tengkorak dengan mahkota tersebut.