Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Martial Master Tahap Ketujuh


__ADS_3

Hutan Kematian, Bukit Tengkorak


“Tidak disangka bahwa kunci dari evolusi tahap selanjutnya ternyata seperti ini. Apakah aku harus mengolah qi elemen ini dan memadukannya dengan Pedang Azure? Jika aku melakukannya, elemen ini akan selamanya melekat di Pedang Azure dan aku bisa meningkatkannya ke puncak suatu hari nanti.”


“Tetapi, elemen ini sangat lemah, ini terkait dengan elemen kekerasan, sulit dikendalikan tetapi jika dibandingkan dengan elemen yang aku pikirkan..” Jian Chen membatin dan memikirkan apakah dirinya harus memadukan elemen pertama pada Pedang Azure, Senjata Kelahiran miliknya.


“Tidak, elemen ini tidak cocok dengan Pedang Azure. Aku hanya akan melemah ketika kekuatanku mencapai titik tertentu.” Jian Chen pun menolak gagasan memadukan elemen pertama miliknya. Tetapi ia tidak kecewa sama sekali karena ia telah menemukan kunci pertama untuk melanjutkan evolusi yang telah ia perkirakan selama ini setelah menganalisis apa sebenarnya itu Senjata Kelahiran.


Sementara itu, Xiao Yu yang sedang berfokus juga terus menyerap qi dan elemen yang terkandung di dalam kerangka tulang naga. Awalnya ia juga ingin memadukan elemen ke Belati Putih miliknya, tetapi ia langsung teringat tentang apa yang dikatakan Jian Chen ketika mereka sedang berlatih di Hutan Roh.


Ini menjebak Senjata Kelahiran yang dikatakan sangat unik, bisa menambahkan bantuan eksternal untuk melanjutkan evolusi, yang artinya setiap Senjata Kelahiran memiliki kesempatan untuk memilliki elemennya sendiri.


Untuk Xiao Yu, kedua Belati Putih miliknya tidak terkait dengan elemen apapun walaupun dirinya sering menggunakan perubahan qi membentuk cahaya. Nyatanya, serangan bilah qi yang berupa cahaya putih tersebut bukanlah elemen, tetapi qi yang dipadatkan lalu condong ke arah warna putih.


Xiao Yu ingat dengan jelas bahwa Jian Chen mengatakan bahwa evolusi manusia tidak terbatas sama sekali setelah membangkitkan Wujud Kelahiran ataupun Senjata Kelahiran. Namun, cara pengembangan juga mempengaruhi kekuatan seseorang di masa depan, dengan kata lain, ia harus dengan hati-hati mengembangkan kemampuan miliknya jika itu terkait dengan evolusi.


Oleh karena itu, karena tau bahwa elemen yang terkandung yang dapat dipadukan pada Belatinya sangat tidak cocok, Xiao Yu pun akhirnya menolak gagasan untuk mengembangkan evolusi pertama miliknya. Ia pun menyimpan kembali kedua Belati Putih miliknya lalu menyerap qi seperti biasa dan memadukannya ke dalam tubuhnya.


Jian Chen dan Xiao Yu terus berkultivasi. Keduanya tidak kecewa sama sekali karena tidak melakukan evolusi pertama melainkan merasa senang karena semua dugaan mereka selama ini kenyataan bahwa evolusi setiap manusia yang memiliki Wujud Kelahiran dan Senjata Kelahiran memang tidak terbatas sama sekali. Dengan kata lain, tidak ada Wujud Kelahiran ataupun Senjata Kelahiran sampah, hanya ada pengguna sampah.


Saat berkultivasi, Jian Chen dapat merasakan bahwa tulang-tulang, sel-sel serta semua jaringan tubuh termasuk meridian miliknya semakin kuat.

__ADS_1


Qi berwarna biru langit yang mulanya mengelilingi Jian Chen menyebar ke segala arah, di saat itu juga, suara renyah terdengar di benak Jian Chen.


Dalam waktu tidak sampai tiga jam, Jian Chen telah menembus Martial Master tahap keenam. Tetapi jumlah qi yang terkandung di dalam kerangka tulang naga itu masih sangat banyak. Ini juga telah berada dalam prediksi Jian Chen.


Waktu terus berlalu, tanpa sadar, sudah lebih dari setengah hari berlalu. Kejadian yang sama pun terulang kembali dan di saat itu, qi biru langit menyebar ke segala arah.


Jian Chen pun membuka matanya dan tersenyum kecil karen ia telah menembus tingkat kultivasi Martial Master tahap ketujuh. Ia sangat sadar bahwa jika ia hanya sendiri yang mencerna semua qi tersebut, bisa dipastikan bahwa dirinya akan mencapai tingkat Martial Master tahap kesembilan. Tetapi ia bukanlah seseorang yang serakah. Ia sudah menganggap Xiao Yu sebagai sahabat baiknya dan Hui-Ying adalah partnernya sampai dirinya mencapai puncak.


Tentu Jian Chen akan berbagi dengan keduanya.


“Martial Master tahap ketujuh. Panen kali ini sangat bagus. Aku tidak menyangka bahwa di tempat ini akan disembunyikan sesuatu seperti ini. Siapa yang menyembunyikannya? Dan apa tujuannya?” Jian Chen bergumam saat menatap kerangka tengkorak naga yang hanya tersisa sedikit qi.


Qi meledak ke segala arah dan di saat itu juga, Jian Chen menatap ke arah Xiao Yu dengan tatapan rumit. Itu dikarenakan bahwa Xiao Yu telah mencapai tingkat kultivasi yang sama dengannya. Lompatan kekuatan seperti itu sangatlah cepat.


Jian Chen saat ini bertanya-tanya, jika bakat dihitung dari 1-10, dan yang tertinggi adalah sepuluh, bakatnya dan bakat Xiao Yu akan di hitung angka betapa? Dari perhitungan yang ia buat, bisa dipastikan bahwa bakat Xiao Yu terletak di angka 9-10 dan dirinya berada di angka 8.


Disaat Jian Chen masih melamun, Hui-Ying melompat ke pelukannya dan menampilkan wajah bersemangat.


“Kenapa hanya aku yang menerobos dua tahap?” Gumam Jian Chen sedikit sedih karena Hui-Ying adalah yang paling gila karena telah mencapai tingkat Martial Master tahap kelima dalam satu tarikan nafas. Harimau kecil tersebut menembus empat tahap kultivasi.


Sekarang, Jian Chen meragukan apakah Kristal Ungu Abadi yang diagungkan oleh pria tua yang mengirimnya ke Yggdrasil adalah sesuatu yang luar biasa.

__ADS_1


“Jian Chen! Aku akhirnya mengejar tingkat kultivasi mu!” Xiao Yu sangat bersemangat ketika melompat ke samping Jian Chen. Ia langsung membanggakan pencapaiannya dan tidak sabar melampaui Jian Chen.


“Kau memang hebat Xiao Yu, tetapi jangan besar kepala. Jika hanya tingkat kultivasi yang sama, kau tidak akan bisa mengalahkanku.” Balas Jian Chen saat ia perlahan berdiri dan menaruh Hui-Ying di pundaknya.


“Hm..! Aku tidak akan kalah darimu!” Semangat juang Xiao Yu pun membara karena ia ingin membandingkan dirinya dengan Jian Chen walaupun ia memiliki pemikiran bahwa dirinya akan kalah.


“Kita akan membandingkan ketika keluar dari tempat ini. Ayo pergi, tidak ada gunanya tinggal di sini. Kita harus mencari Yan Zhong, aku ingin tau apa yang direncakan oleh pria tua itu.” ucap Jian Chen.


Mendengar itu, Xiao Yu hanya memasang wajah cemberut dan langsung mengeluarkan sayap kupu-kupu merah muda lalu terbang membawa Jian Chen ke arah berlawanan tempat mereka datang.


Kali ini, dengan kekuatan mereka, tidak akan sulit membereskan cacing-cacing yang mencoba menyerang mereka.


**


Di tempat tertentu, saat ini terlihat dua bersaudara yang sedang bertarung dengan kelompok tertentu karena sedang memperebutkan sesuatu.


Mereka tidak lain adalah Xin Yuan dan Xin Yan, pemuda kembar yang pernah melawan Jian Chen dan Xiao Yu.


Kekuatan keduanya kini telah mencapai Martial Spirit tahap keenam. Keduanya sedang melawan sekelompok kultivator berjumlah enam orang dengan tingkat kultivasi yang sama tetapi tidak ada rasa takut sama sekali.


Jika Jian Chen berada di sana dan melihat apa yang di perebutkan oleh mereka semua, Jian Chen juga pasti tidak akan mau ketinggalan.

__ADS_1


__ADS_2