
Bahaya dari Hutan Kematian sangatlah tinggi dan tidak sebanding dengan Hutan Roh yang bisa dianggap sebagai tempat bermain-main oleh para kultivator yang saat ini satu kelompok dengan Jian Chen.
Namun, Jian Chen sangat tau dengan pasti, semakin berbahaya tempat tersebut, semakin banyak peluang yang akan bisa ia dapatkan sehingga membuatnya bersemangat untuk memasuki Hutan Kematian.
“Ayo berangkat!” Yan Zhong berteriak dan ia langsung melompat ke arah satu pohon dan ke pohon lainnya.
Para bawahan Yan Zhong semuanya langsung mengikuti dari belakang.
“Xiao Yu, ayo pergi. Mungkin banyak peluang bagus yang akan kita dapatkan di Hutan Kematian.” ucap Jian Chen dan langsung bergerak mengikuti Yan Zhong.
Xiao Yu hanya mengangguk mengikuti tanpa berkomentar karena ia tentu tau bahwa Hutan Kematian merupakan tempat yang sesuai untuk mereka meningkatkan kekuatan di level mereka saat ini.
Kelompok yang di pimpin oleh Yan Zhong pun terus bergerak, hari sudah mendekati sore dan jarak mereka dengan Hutan Kematian sudah sangat dekat. Tidak ada kendala sama sekali dalam perjalanan karena pada hewan tidak berani memprovokasi Kelompok yang diisi oleh kultivator tingkat tinggi.
“Kami hampir tiba. Seharunya di sekitar sini ada sebuah kota kecil yang hampir terbengkalai. Bisa dipastikan bahwa tempat itu pasti di tempati oleh para kultivator dari Kerajaan Yan dan beberapa kekuatan lainnya.” Batin Yan Zhong dan memikirkan apakah mereka harus datang ke kota tersebut. Ia tentu paham bahwa jika para kultivator dari Kerajaan Yan mengetahui keberadaan mereka, pertarungan tidak akan terhindarkan lagi karena sebelumnya ketika Yan Shi diasingkan dari Kerajaan Yan, Raja saat ini memperingkatkan bahwa jika Yan Shi dan para bawahannya terlihat, maka mereka akan memburunya.
Ini adalah perintah yang diterima oleh semua para prajurit dari Kerajaan Yan. Namun, tidak ada yang tau di mana Yan Shi dan semua bawahannya diasingkan, jika tidak, mereka akan memburunya karena kepala Yan Shi dan semua bawahannya memiliki harga.
Inilah yang dipikirkan oleh Yan Zhong saat ini. Ia tidak akan mengorbankan satupun bawahannya karena mereka kekurangan tenaga kerja saat ini. Ia pun langsung teringat terhadap Jian Chen dan Xiao Yu. Ia sangat paham bahwa Jian Chen dan Xiao Yu tidak bisa di beri Perintah begitu saja. Tetapi ia harus mencobanya, ia hanya perlu berbicara dengan cara yang tepat agar keduanya mau pergi ke kota kecil tersebut untuk melihat situasi di tempat itu.
Yan Zhong pun langsung berhenti saat ia telah bergerak memimpin kelompok satu jam kemudian. Ia seperti sedang menatap semua tempat yang ada. Ia pun langsung berbalik dan melihat semua bawahannya yang sedikit kelelahan karena bergerak tanpa henti.
“Kita akan beristirahat di sini dan di pagi hari, kita akan langsung memasuki Hutan Kematian!” Perintah Yan Zhong.
__ADS_1
“Baik!” Tanpa di beri Perintah lainnya, banyak dari mereka langsung bergerak ke arah yang berbeda untuk memantau situasi di jarak sekitar tiga puluh meter. Ini adalah kebiasaan yang ditanamkan oleh Yan Zhong kepada semua bawahannya ketika mereka sedang pergi ke suatu tempat.
Jian Chen dan Xiao Yu yang tidak kelelahan sedikitpun hanya duduk di salah satu cabang pohon. Keduanya tidak peduli apakah harus beristirahat saat ini atau terus melanjutkan.
Ketahanan tubuh Jian Chen dan Xiao Yu tentu diperhatikan oleh Yan Zhong yang membuatnya sedikit kagum dengan kedua kultivator muda tersebut. Ia ingin tau pelatihan seperti apa yang dilakukan oleh keduanya sehingga mencapai level sepeti itu di usia yang begitu muda.
Tanpa membuang waktu, Yan Zhong bergerak ke arah keduanya. Ketika ia berdiri di samping keduanya, ia langsung berbicara, “Aku ingin memberi misi kepada kalian berdua. Apakah kalian tertarik?”
“Hm? Misi sepeti apa itu? Kau pasti paham bagaimana Yan Shi menyewa kami.” Balas Jian Chen.
“Ya, aku paham. Ketika sumber daya yang kita dapatkan memiliki jumlah yang sangat besar dan apapun yang muncul di tengah Hutan Kematian, aku akan memberikan tambahan kepada kalian berdua jika kalian berhasil menyelesaikan misi.” Balas Yan Zhong.
Jian Chen dan Xiao Yu saling menatap. Untuk Xiao Yu, ia tidak mengerti apa tujuan sebenarnya Yan Zhong. Sedangkan untuk Jian Chen, ketika melirik sekilas situasi bawahan Yan Zhong, ia langsung tau kenapa Yan Zhong mengirim mereka.
Namun, Jian Chen masih mencoba mendengarkan apa misi yang akan dikatakan oleh Yan Zhong.
Melihat Jian Chen dan Xiao Yu diam, Yan Zhong kembali berbicara, “Misi ini sangat sederhana. Aku ingin kalian mencari informasi tentang siapa saja yang akan memasuki Hutan Kematian di kota berjarak sekitar 15-20 km dari sini.”
“Kota itu telah terbengkalai walaupun masih banyak penduduk yang tinggal di sana. Walaupun terbengkalai, mereka semua sangat kuat dan jangan melakukan sesuatu yang ceroboh. Jika kalian berhasil mendapatkan informasi, segera kembalilah dan jika sudah terlambat untuk kembali ke tempat ini, masuklah ke Hutan Kematian dan kita akan bertemu di sana.” Yan Zhong berbicara dengan nada yang sabar.
“Baik, kami akan mencobanya.” Jian Chen mengangguk lalu berdiri dan Xiao Yu juga tidak keberatan sama sekali.
“Baik, jika begitu, berhati-hatilah.” ucap Yan Zhong lalu menunjuk arah tertentu tempat kota tersebut berada.
__ADS_1
Jian Chen dan Xiao Yu pun mengangguk lalu keduanya langsung bergerak ke arah yang di tunjuk oleh Yan Zhong.
Menatap kepergian keduanya, Yan Zhong masih bertanya-tanya kenapa keduanya tidak mencoba bernegosiasi ataupun bertanya tentang hal spesifik lainnya atau mungkin sedikit berdebat dengannya.
“Tampaknya aku harus mewaspadai kedua bocah itu! Jika mereka memiliki pemikiran lainnya dan atau mungkin keduanya berasal dari kekuatan tertentu yang ada, ketika bertemu aku akan menghabisinya.” Batin Yan Zhong. Ia tidak akan percaya begitu saja dengan Jian Chen dan Xiao Yu karena keduanya adalah orang luar. Semenjak pengkhianatan yang terjadi terhadap ayah Yan Shi, Yan Zhong selalu berhati-hati terhadap siapapun.
**
Jian Chen dan Xiao Yu terus bergerak. Tidak sampai satu jam kemudian, keduanya pun telah mendekat ke arah kota yang dikatakan oleh Yan Zhong.
Keduanya berhenti di sebuah pohon lalu menatap ke arah kota kecil yang tampak sangat usang, tetapi sangat banyak kekuatan besar yang ada di dalam sana.
Melihat gerbang kota, Jian Chen tidak bisa berkata-kata karena kota tersebut dinamai dengan cara yang aneh.
“Kota Texas?” Gumam Xiao Yu dengan nada heran karena nama tersebut sangatlah aneh baginya.
Sementara Jian Chen, bibirnya sedikit berkedut karena tidak menyangka bahwa akan ada kota Texas di pulau Lizawa karena di peta, kota tersebut sama sekali tidak tercatat.
“Ayo kita masuk ke dalam sana.” Jian Chen pun langsung melompat lalu berjalan perlahan ke arah kota berjarak hampir dua puluh meter darinya. Ia menatap gerbang kota yang hanya sebuah tiang dan ada papan yang hampir saja jatuh dari tiang bagian atas yang bertuliskan Kota Texas.
Ketika Jian Chen dan Xiao Yu berjalan ke arah gerbang kota, keduanya menyipit karena bahkan sebelum mencapai gerbang kota, ada beberapa sosok yang langsung mengawasi keberadaan mereka.
“Ini memang kota Texas yang sebenarnya.” Batin Jian Chen.
__ADS_1