
Hutan Kematian, Istana Putih
“Ini...” Jian Chen dan Xiao Yu menyipitkan mata mereka ketika menatap ke arah dalam kotak persegi yang tidak terlalu besar. Keduanya pun saling memandang saat ini karena tau kenapa tulang tersebut tampak bergerak ketika mereka menggeser kotak.
“Jian Chen, jika aku tidak salah, maka dahulu istana ini pasti milik seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi di dunia bukan? Walaupun aku tidak tau sejarahnya, hanya dengan melihat ini aku langsung paham.” ucap Xiao Yu serius.
Jian Chen menatap ke arah Xiao Yu dengan tatapan kosong penuh arti karena tidak menyangka bahwa Xiao Yu akan memikirkan hal yang sama dengan apa yang ia pikirkan.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” urat-urat hitam muncul di dahi Xiao Yu karena ia tentu tau apa arti dari tatapan Jian Chen.
Jian Chen hanya mengabaikan Xiao Yu yang marah dan menatap ke arah kotak lagi. Di dalam kotak tersebut, terlihat sebuah peta yang terlipat empat, bagian permukaan adalah peta yang menunjukkan pulau Lizawa, pulau yang tidak terlalu besar dari keseluruhan peta.
Selain dari peta tersebut, di sebelah kanan terdapat sebuah kertas usang lainnya. Itulah asal dari aura yang dirasakan oleh Jian Chen. Dan di sebelah kiri peta, terdapat sebuah kunci berwarna hitam. Kunci tersebut juga mengeluarkan aura unik lainnya.
Jian Chen menatap kembali ke arah kerangka lalu memegang kertas usang terlebih dahulu. Ia perlahan mengangkatnya dan memang ada reaksi tertentu dari tengkorak tetapi itu diam kemudian.
Xiao Yu yang menatap itu sedikit gugup dengan jantung berdetak sangat cepat. Walaupun itu hanya kerangka, ada aura mencekam yang membuatnya enggan untuk bergerak. Ini seperti penindasan mutlak dari seseorang yang sangat kuat.
“Huft...” Jian Chen menyeka butiran keringat yang muncul di dahinya. Ia pun membuka kertas usang tersebut dan terdapat banyak tulisan. Tetapi semua tulisan tersebut sangatlah kuno yang membuat Jian Chen terdiam karena ia tidak bisa membacanya sama sekali.
“Sepertinya tidak berguna.” Xiao Yu yang awalnya tertarik pun langsung menggelengkan kepalanya karena tidak mengetahui bahasa tersebut.
Jian Chen melirik ke arah Xiao Yu. Semua orang memang akan memikirkan hal yang sama, tetapi tidak untuk dirinya yang memiliki Kristal Ungu Abadi.
Sebelum Jian Chen melihat ke arah kunci, ia melirik ke arah kerangka dan tatapannya tertuju pada lengan kerangka.
__ADS_1
“Ini..” Jian Chen yang akrab tentang dunia kultivator dari novel pun sedikit tertarik dan menduga-duga apa sebenarnya itu.
Dengan perlahan, Jian Chen menjulurkan tangannya ke arah tangan kiri kerangka. Ia pun menyentuh benda yang merupakan sebuah cincin berwarna abu-abu. Ketika ia menyentuhnya, tidak ada reaksi sama sekali dari kerangka dan ia pun menariknya perlahan dari jari kerangka tersebut.
“Cincin batu?” Xiao Yu sedikit heran.
Jian Chen tidak berbicara dan menatap ke arah cincin tersebut. Ia pun mencoba melacak sesuatu tetapi tidak ada reaksi. Ia tampak berpikir untuk beberapa saat lalu mencoba hal lainnya. Ia bukanlah orang bodoh, ia adalah seorang transmigrasi, jadi ia memiliki pemikiran tertentu tentang benda-benda sepele.
Tanpa membuang waktu, Jian Chen membuat luka di jarinya lalu meneteskan darah ke cincin tersebut.
Apa yang dilihat oleh Jian Chen membuatnya tersenyum lebar karena cincin tersebut menyerap darahnya. Sementara untuk Xiao Yu, ia semakin heran dan menatap ke arah Jian Chen dengan tatapan penasaran.
“Tampaknya ini hari keberuntunganku!” Batin Jian Chen dan menaruh cincin di jari tengah tangan kirinya. Ia pun langsung mencoba sesuatu yang ia duga duga, ia memfokuskan kekuatan spiritual miliknya ke cincin.
Jantungnya berdetak sangat cepat karena apa yang ia pikirkan ternyata kenyataan. Cincin milik kerangka tersebut adalah cincin penyimpanan legendaris seperti di cerita-cerita fiktif yang pernah ia baca.
Bletak!
“Apa yang kau tertawakan?” Xiao Yu menampar kepala Jian Chen di belakang karena sangat jengkel. Ia juga ingin tau tetapi Jian Chen hanya menikmati semua kesenangan seorang diri.
“Bajingan ini!” Tanda centang muncul di dahi Jian Chen karena Xiao Yu mengganggu kesenangannya.
Tanpa berbicara, Jian Chen pun mengaliri kekuatan spiritual miliknya. Ia merasa sedikit sulit, kekuatan spiritual miliknya pun menyelimuti kertas dengan tulisan kuno lalu itu langsung menghilang.
Mata Xiao Yu melebar ketika melihat apa yang dilakukan oleh Jian Chen. “Bagaimana itu bisa hilang?”
__ADS_1
“Dikarenakan ini..” Jian Chen menunjukkan cincin penyimpanan ke Xiao Yu lalu melanjutkan, “Ini adalah sebuah cincin penyimpanan yang memiliki fungsi menyimpan benda-benda mati, cincin penyimpanan ini memiliki ruang sepuluh meter kubik di dalamnya.”
“Apa? Cincin penyimpanan? Bisa menyimpan benda mati? Apakah kau bercanda?” Tanya Xiao Yu tidak percaya karena ia tidak pernah mendengar hal seperti itu.
Jian Chen sedikit sakit kepala karena harus menjelaskan segala hal kepada Xiao Yu. Ia pun langsung mendemonstrasikan penggunaan cincin penyimpanan. Ia menyimpan hampir setengah perhiasan yang ada di lantai.
Menatap banyak perhiasan yang hilang, Xiao Yu tercengang dan langsung tau apa maksud dari Jian Chen. Ia pun menatap Jian Chen dengan mata panas karena tentu menginginkan benda seperti itu.
“Jangan berharap. Jika ada cincin penyimpanan lainnya, itu akan menjadi milikmu nanti.” Jian Chen mendengus lalu mengambil tulang roh yang ada di dalam pakaiannya bersamaan dengan beberapa barang lainnya dan menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.
Xiao Yu merasa sedih saat ini tetapi ia tidak berkata apa-apa lagi. Namun ia berpikir lagi jika Jian Chen memiliki cincin penyimpanan, maka ia tidak perlu membawa barang apa-apa lagi.
Lalu tatapan Jian Chen tertuju kembali ke arah kotak. Ketika ia memegang kunci, ada aura khusus yang mencoba merasuki tubuhnya tetapi itu langsung dihancurkan oleh Kristal Ungu Abadi. Saat ia mengambilnya, kerangka itu juga tidak bereaski.
“Apakah ini karena peta? Tampaknya tidak mungkin.” Batin Jian Chen. Ia pun mencoba memegang peta sedikit namun ia langsung melepaskannya karena ada reaksi dari kerangka.
“Ternyata benar. Ini adalah sebuah peta. Tetapi aku tidak tau peta apa ini karena peta ini terlipat. Bisa jadi di dalamnya terdapat banyak tempat yang ditandai oleh pemilik peta ini, mungkin itu adalah ambisinya, benda peninggalannya atau yang lainnya.” ucap Jian Chen. Ia tidak tau harus apa saat ini karena kerangka tersebut tampak menyeramkan.
“Kau benar. Tetapi itu hanyalah sebuah peta. Kita bisa mendapatkan peta lainnya. Jian Chen, ambil semua benda yang ada di sini.” Xiao Yu pun memberi perintah karena merasa sangat sayang meninggalkan semua benda yang ada di dalam ruangan tersebut.
Jian Chen mendengus lalu pergi ke samping, ia pun mengambil banyak benda berharga tetapi tidak membawa semua perhiasan yang ada di lantai.
“Kenapa kau tidak membawa ini? Kita akan membutuhkannya nanti!” Xiao Yu sangat marah karena Jian Chen mencoba meninggalkan banyak perhiasan yang pasti bernilai jutaan koin emas.
Sebelum Jian Chen menjawab, suara seseorang terdengar yang membuat Jian Chen dan Xiao Yu waspada.
__ADS_1
“Semua harta di dalam ruangan ini milik kami Kerajaan Yan!”