
Harimau kecil tampak terus bersembunyi dari Xiao Yu tanpa sebab. Itu membuat Xiao Yu memasang wajah gelap dan akhirnya ia hanya bisa menghela nafas.
Sedangkan untuk Jian Chen, ia pun menatap ke arah harimau kecil tersebut dengan seksama. “Harimau kecil ini adalah betina. Karena mulai sekarang kau akan mengikutiku, maka aku akan memberimu nama.”
“Bagaimana dengan biru kecil?” Tanya Jian Chen bersemangat.
Harimau kecil tersebut langsung menggelengkan kepalanya karena tampaknya mengerti apa yang dikatakan oleh Jian Chen.
“Harimau biru?”
“Langit biru?”
“Ah.. tunggu, aku tau. Harimau betina biru!”
“Tunggu, lebih bagus harimau biru penghancur!”
Jian Chen sangat bersemangat memberikan nama yang hampir tidak masuk akal kepada harimau kecil. Dan bahkan nama yang diberikan olehnya langsung melenceng ke arah tunggangan biru.
Harimau kecil yang mendengarnya gemetaran tak terkendali karena tidak ada satupun nama tersebut yang membuatnya bahagia, melainkan ia merasa bahwa nama itu sangatlah tidak enak di dengar.
Sedangkan untuk Xiao Yu yang mendengar Jian Chen terus mengoceh tentang nama untuk harimau kecil itu hanya menatapnya seperti idiot karena ia sangat yakin bahwa Jian Chen tidak pandai memberi nama kepada seseorang sama sekali.
“Diamlah Jian Chen. Kita akan memanggilnya Hui-Ying karena dia adalah harimau kecil yang pintar.” ucap Xiao Yu saat menyambar harimau kecil tersebut.
Hui-Ying yang mendengar nama yang diberikan oleh Xiao Yu tampak gembira. Kali ini tampaknya pendapatnya tentang Xiao Yu telah berubah sepenuhnya.
“Apa-apaan nama itu? Itu tidak terdengar mendominasi sama sekali!” Jian Chen langsung menolak dengan tegas karena itu adalah hewan roh Kontrak-nya saat ini.
“Apakah kau idiot? Lihatlah, Hui-Ying tampak senang dengan nama yang aku berikan.” Xiao Yu memelas dengan nada sedikit kasar karena tidak mengerti bagaimana cara sirkuit otak Jian Chen bekerja saat memberi nama kepada harimau kecil.
__ADS_1
Jian Chen terdiam dan menatap ke arah Hui-Ying yang tampak senang lalu menjilati Xiao Yu. Menatap itu, ia hanya bisa menyerah karena tampaknya nama mendominasi yang ia berikan tidak disukai oleh harimau kecil.
Menatap Jian Chen yang sedikit tidak puas dan sedikit frustasi, Xiao Yu hanya terkekeh lalu berbicara, “Apakah setelah ini kita akan langsung pergi ke Kerajaan Yan?”
“Tentu saja. Kita akan berkultivasi di sekitar Kerajaan Yan untuk mencapai tingkat kultivasi tertentu. Kita tidak boleh membuang waktu sama sekali.” Jian Chen yang tersadar dari lamunannya pun langsung menjawab.
Sebelum Xiao Yu berbicara, Hui-Ying langsung melompat ke bahu Jian Chen lalu memasuki pakaiannya. Ia pun melihat dari tempat tersebut karena merasa bahwa itu adalah tempat paling nyaman untuknya.
“Ayo.” Jian Chen pun langsung bergerak kembali karena merasa harus waspada karena mungkin masih ada yang akan mengejar mereka.
Xiao Yu mengangguk kecil dan langsung mengikuti Jian Chen.
**
Sementara itu, di kota Dongfang tepatnya di Klan Bai, Patriak Klan Bai saat ini masih merasa ketakutan dengan apa yang terjadi sebelumnya. Sesampainya di Klan, ia memikirkan siapa sebenarnya sosok mengerikan tersebut.
“Aku tidak perlu memikirkan hal itu saat ini. Yang paling penting adalah berangkat ke Kerajaan Yan karena ada sesuatu yang lebih penting. Bai Lang dan Bai Xue akan berangkat ke Kerajaan Yan. Sudah saatnya keduanya masuk ke Sekte yang ada di sana.” Batin Patriak Klan Bai. Ia pun bangkit dari kursinya lalu langsung pergi untuk mencari kedua putranya tersebut.
**
Saat ini Jian Chen dan Xiao Yu berada di sekitar daerah pegunungan tempat Kerajaan Yan berada.
Jian Chen harus mengakui bahwa Pulau Lizawa memang bisa dikatakan sebagai daerah primitif karena sebagain besar wilayah pulau tersebut masih hutan belantara.
Tidak lama kemudian, dikejauhan, terlihat kota yang sangatlah luas. Di tengah kota tersebut, ada sebuah bukit kecil dan tepat diatasnya, ada sebuah istana yang terlihat sangat besar.
Walaupun Jian Chen dan Xiao Yu belum tiba di dekat Kerajaan Yan, mereka berdua telah dapat melihat kota tersebut dari kejauhan.
“Kita hampir tiba akhirnya. Menurutku, rencana yang kau katakan untuk mendekati Kerajaan Yan agar memberikan informasi tentang dunia luar pasti akan berlangsung lama. Mungkin butuh waktu satu atau dua tahun paling cepat.” ucap Xiao Yu saat ia melompat ke arah bawah dan perlahan berjalan. Ia telah lelah karen waktu mereka istirahat selama perjalanan sangatlah singkat.
__ADS_1
Jian Chen juga melompat dari atas pohon ke arah jalan yang luasnya luas di jarak yang masih agak jauh dari Kerajaan Yan.
“Ya, tapi aku akan mencoba secepat mungkin karena kekuatan kita akan lama berkembang di Pulau Lizawa. Dari perkiraan yang aku buat dan dari apa yang kakekmu ceritakan sebelumnya, kultivator paling kuat di pulau Lizawa adalah Martial Grand Master. Tidak akan lama kita melampaui kekuatan itu.” ujar Jian Chen.
Xiao Yu hanya memutar matanya karena tampaknya Jian Chen seperti berbicara bahwa melampaui Martial Grand Master sangatlah mudah.
Namun, Jian Chen bukan membanggakan bahwa dirinya akan mampu melampaui tingkatan itu dengan mudah. Ia sangat yakin bahwa di luar pulau Lizawa, kekuatan Material Grand Master hanyalah seperti pemula. Jika tidak, mengapa ada sembilan tingkatan kultivasi? Tidak mungkin dunia yang ia masuki dengan cara yang unik dengan bantuan pria tua yang ia selamatkan ketika berada di bumi selemah itu.
Di saat Jian Chen dan Xiao Yu berbincang-bincang ketika berjalan ke arah Kerajaan Yan, di kejauhan terlihat beberapa sosok yang menatap dari balik bayang-bayang.
“Ada beberapa target! Apakah kita harus mengejar mereka? Keduanya tampak seperti pemuda lemah yang baru menumbuhkan bulu.” Salah satu dari sosok yang mengintai di balik bayang-bayang dengan pakaian yang menutupi hampir seluruh tubuh mereka pun berbicara.
“Tidak peduli apa. Kelompok kita saat ini dalam situasi yang sangat sulit. Bahkan anggota baru semuanya sangatlah lemah karena kita kekurangan sumber daya. Apapun yang mereka bawa, itu pasti akan menjadi tambahan bagi kelompok kita.” Pria lainnya berbicara.
Lalu beberapa sosok yang bersembunyi di balik bayang-bayang pun saling mengangguk lalu bergerak ke arah tempat Jian Chen dan Xiao Yu berada.
Sementara itu, Jian Chen yang sedang berjalan dengan santai tentu tidak pernah mengendurkan kewaspadaannya. Ia telah melacak segala sesuatu yang ia lewati menggunakan bantuan dari Kristal Ungu Abadi. Ia tidak akan melakukan hal yang gegabah di dunia yang dipenuhi oleh monster. Dan Jian Chen tentu telah menyadari keberadaan keempat sosok yang memantau mereka dari kejauhan sebelumnya.
Jika para kultivator terkuat di Kerajaan Yan mengetahui bahwa Jian Chen memiliki kemampuan yang sangat hebat seperti itu, mereka pasti tidak akan ragu untuk merekrut Jian Chen ke sisi mereka.
Ketika beberapa sosok yang mengintai mendekat, Jian Chen mengentikan langkahnya lalu melirik ke arah tertentu.
“Ada apa Jian Chen?” Tanya Xiao Yu saat ia berhenti berjalan juga.
“Kau harus lebih meningkatkan persepsimu, Xiao Yu. Aku selalu mengajarimu agar tidak lengah dalam keadaan apapun karena dunia ini sangatlah kejam.” jawab Jian Chen.
Mendengar itu, Xiao Yu tidak marah sama sekali, melainkan saat ini ia langsung waspada dan bersiap-siap untuk bertarung jika ada musuh yang mendekat.
“Akhirnya kalian tikus-tikus kecil akhirnya keluar setelah mengintai kami cukup lama?” Jian Chen pun berbicara ketika menatap ke arah tertentu.
__ADS_1
Walaupun suaranya tidak dapat di dengar, dari kejauhan, beberapa sosok yang mengintai tentu dapat mengetahui apa yang dikatakan oleh Jian Chen hanya dari gerakan bibirnya.
Sosok yang mengintai berjumlah empat orang pun langsung berhenti di tempat lalu menatap Jian Chen dengan serius. Mereka tentu tidak menyangka bahwa posisi mereka sebenarnya telah dikunci oleh target yang ingin mereka sergap.