Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Sesuatu Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Hewan roh harimau tersebut tampak semakin ganas dan menyerbu semua kultivator yang ada di sana. Semua dari para kultivator yang bahu-membahu bertarung melawan pun terkejut karena tampaknya kekuatan dari harimau tersebut semakin lama semakin besar.


Ketika mereka semua sedang dalam perhatian melawan harimau, Jian Chen dan Xiao Yu bergerak dengan kecepatan penuh mereka ke arah dalam goa tersebut.


Harimau tersebut merasa senang karena akhirnya Jian Chen berhasil masuk dan oleh karena itu, ia pun mengambil keputusan untuk menyelesaikan apa yang harus ia lakukan.


“Setelah kematian pemilik Pedang Azure sebelumnya, aku semakin melemah dari waktu ke waktu. Namun aku tidak mungkin hidup lagi karena aku tidak mungkin bisa melakukan kontrak dengannya. Wahai penerus Pedang Azure, suatu hari nanti kau akan tau bahwa Senjata Kelahiran yang muncul dalam dirimu akan membawamu ke sesuatu yang tidak terduga.” Batin harimau tersebut dan meraung keras ke arah langit.


Semua kultivator yang ada di sana tidak mengerti apa yang terjadi dan detik-detik berikutnya, mata mereka semua melebar karena tau bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.


“Matilah!” Teriak harimau tersebut yang membuat semua kultivator yang ada di sana terkejut karena tidak menyangka bahwa seekor hewan roh akan menggunakan bahasa manusia.


Bom!


**


Jian Chen dan Xiao Yu di sisi lain yang sedang bergerak ke arah dalam goa pun terkejut dengan ledakan besar yang terjadi sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah mereka dengar karena tidak mungkin ada kultivator yang dapat melakukan sesuatu seperti itu.


Wusssh!


Angin kencang berwarna biru langit yang tidak lain adalah qi melesat ke arah dalam goa dan menghempaskan Jian Chen dan Xiao Yu yang semula terkejut.


Keduanya pun langsung terhempas sangat jauh ke dalam goa yang membuat mereka tiba lebih cepat dari pada yang seharusnya.


Blug! Blug!


Jian Chen dan Xiao Yu pun mendarat di permukaan tanah dan menatap ke arah luar dengan tatapan serius.


“Apa kau tau apa sebenarnya yang terjadi?” Tanya Xiao Yu dengan wajah serius.


“Aku tidak tau. Ayo, kita harus bergegas.” Jian Chen pun langsung berdiri lalu mengambil kantong besar yang ia bawa dan melesat ke arah dalam goa.

__ADS_1


Xiao Yu hanya mengangguk mengikuti karena saat ini bukan saatnya untuk mementingkan hal itu karena mereka harus buru-buru pergi agar para kultivator lainnya tidak mengetahui bahwa mereka berdua telah masuk ke dalam.


**


Diluar tempat ledakan besar terjadi sebelumnya, terlihat seekor harimau yang berbaring dengan nafas yang hampir sama hilang.


Semua kultivator yang melawannya telah binasa. Tetapi, di kejauhan ada beberapa kultivator yang semula mengawasi Jian Chen dan Xiao Yu memasang wajah sedikit muram.


“Kedua anak itu telah masuk ke dalam sana. Apa yang harus kita lakukan?” Salah satu dari mereka bertanya.


“Kita harus membagi regu. Yang lain melapor pada Patriak, dan yang lainnya mengejar mereka untuk melihat apa sebenarnya yang ada di dalam sana.” Kultivator lainnya membalas.


Mereka semua mengangguk lalu berpisah di tempat. Tetapi, ketika kultivator yang ingin mengejar Jian Chen dan Xiao Yu mendekat, mereka merasakan tekanan yang lumayan berat dari harimau tersebut yang kini tergeletak di permukaan tanah. Mereka pun langsung berhenti dan tidak jadi masuk ke dalam goa karena merasa bahwa jika mereka mendekat, mereka akan tewas dalam sekejap.


“Kita tidak bisa lewat! Hewan roh itu belum tewas sepenuhnya! Lebih baik kita menunggu kedatangan Patriak!” Salah satu dari mereka menyarankan karena takut mati.


Dua kultivator lainnya mengangguk setuju karena mereka lebih mementingkan nyawa mereka dari pada Jian Chen dan Xiao Yu atau apapun yang ada di dalam sana.


**


Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di ujung goa yang memiliki jalan kecil lainnya yang merupakan jalan keluar. Jian Chen dan Xiao Yu menatap apa sebenarnya yang dijaga oleh oleh harimau sebelumnya yang membuat mereka terdiam.


“Kita harus membawanya?” Tanya Xiao Yu dengan nada ragu.


Jian Chen juga terdiam ketika menatap ke arah tumpukan jerami dan di tengahnya ada harimau kecil yang sangat terlihat masihlah bayi. Menurut perhitungannya ketika menatap ukuran dari harimau kecil itu, bisa dipastikan bahwa dia belum lama lahir.


Harimau kecil itupun terbangun dan menatap sekelilingnya. Ia kemudian berjalan ke arah pinggir tumpukan jerami lalu memakan sebuah herbal dengan lahap. Itu hanya dalam satu gigitan dan dalam waktu kurang dari lima detik, beberapa herbal yang ada di letakkan di sana pun di telan.


Setelah itu, harimau tersebut pun melihat sekelilingnya lagi dan menatap dengan seksama ke arah Jian Chen.


Jian Chen juga tampak diam karena merasa aura khusus yang ada pada harimau kecil tersebut. Ia pun perlahan berjalan mendekat lalu mencoba mengambil harimau kecil tetapi harimau tersebut menggigitnya.

__ADS_1


“Aduh..” Jian Chen terkejut karena harimau tersebut menggigitnya. Tetapi itu hanya luka kecil yang mengeluarkan beberapa tetes darah.


Harimau kecil itu pun menjilat darah yang menetes tersebut dengan bersemangat. Dan setelah itu, sesuatu yang aneh terjadi yang membuat Jian Chen terkejut.


Tubuh harimau tersebut bersinar dalam waktu satu detik lalu lenyap sepenuhnya.


“Apa yang terjadi?” Xiao Yu mendekat dan bertanya buru-buru karena ada cahaya menyilaukan yang memancar di dalam goa dalam waktu satu detik.


Jian Chen tidak menjawab. Wajahnya tampak sangat serius kali ini. Ia mengambil harimau kecil tersebut ke dalam pelukannya lalu berkata sambil bergerak ke arah jalan keluar, “Xiao Yu, kita harus bergegas keluar dari sini.”


Xiao Yu masih bingung tetapi ia hanya menurut dan langsung mengikuti Jian Chen.


**


Sementara itu, harimau yang sedang hampir kehilangan nafasnya karena menggunakan kekuatan terakhirnya sebelumnya untuk meledakkan qi-nya pun tampak tersenyum sedikit.


“Tampaknya dia berhasil.. dengan begini, tugasku sebagai pendamping pemegang Pedang Azure generasi sebelumnya dan tugasku sebagai ibu telah selesai.” Setelah menggumamkan kata-kata tersebut dalam hati, harimau itupun langsung memudar menjadi bintik-bintik cahaya berwarna biru langit lalu lenyap sepenuhnya.


Ketiga kultivator yang ada di sana terkejut dengan apa yang mereka lihat. Tekanan yang mereka rasakan juga telah hilang sepenuhnya.


“Ayo masuk! Kita akan menceritakan hal ini kepada Patriak nantinya!” Salah satu dari mereka pun langsung bergerak ke dalam goa dan dua lainnya langsung mengikuti.


**


Sementara itu, Jian Chen yang sedang bergerak di goa kecil yang tidak lama lagi akan mencapai jalan keluar pun terus memasang wajah serius karena ia tentu tau apa yang sedang terjadi.


“Tidak ada informasi yang mengatakan bahwa hewan roh dapat melakukan sesuatu seperti itu, yaitu berbicara ke dalam pikiran manusia. Dan harimau kecil ini, dia memiliki aura yang sama dengan Pedang Azure ketika hewan roh ini menelan darahku.” Batin Jian Chen. Ia memikirkan kemungkinan lainnya dan ia dapat menafsirkan bahwa ini adalah pembuatan kontrak walaupun tidak ada catatan seperti itu yang ia ketahui dari buku yang ia miliki.


Dan spesies harimau kecil yang ada di dalam pelukannya juga tidak tercatat sama sekali. Namun, namanya membuat Jian Chen merasa bahwa dunia yang ia masuki tidak sesederhana kelihatannya mulai saat ini.


“Harimau kecil ini membuat kontrak tanpa persetujuanku sama sekali. Karena itu, aku juga mengetahui jenisnya. Sungguh nama yang mendominasi, Dewa Harimau Langit!” Batin Jian Chen. Ia juga menduga bahwa semuanya tampak telah terencana. Sebab, ketika ia melakukan kontrak dengan harimau kecil tersebut, ada juga informasi yang mengatakan bahwa dia adalah pasangan pemegang Pedang Azure di semua zaman. Yang artinya, kemunculannya di kota Dongfang juga pasti telah diperkirakan oleh harimau betina besar sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2