
Kota Zhen
Saat ini Jian Chen sedang berhadapan dengan Bo Zong. Ia tersenyum kecil karena tentu sangat ingin melihat seperti apa kekuatan seseorang yang memiliki Wujud Kelahiran hewan roh Banteng yang merupakan Wujud Kelahiran tipe pertahanan tinggi.
“Bocah! Sudah waktunya bagimu mati!” Bo Zong yang berbicara pun mengeluarkan uap aneh dari mulut dan hidungnya.
Tanpa menunggu balasan dari Jian Chen, Bo Zong pun langsung bergerak ke arah Jian Chen. Kecepatannya lumayan tinggi karena hewan roh Banteng memang sangat cepat berlari.
Wajah Jian Chen langsung serius seketika. Ia pun langsung menerjang ke arah Bo Zong karena ia tentu ingin mencoba apakah dirinya bisa menghabisi pria dewasa yang telah lama terbiasa menggunakan kekuatannya.
“Mati!” Bo Zong yang muncul di depan Jian Chen yang bergerak ke arahnya pun mengayunkan kepalan tangannya yang sangat besar.
Karena ingin mengukur kekuatan tubuh pemilik Wujud Kelahiran seperti itu, Jian Chen pun langsung mengangkat sarung pedang yang ada di tangan kirinya.
Trang!
Bom!
Kaki Jian Chen langsung tenggelam ke dalam tanah saat ia menahan pukulan super berat tersebut. Ia merasakan bahwa pergelangan tangannya hampir tidak mampu bertahan dari serangan seberat itu.
“Apa?” Bo Zong terkejut ketika menatap bahwa Jian Chen bisa menahan serangan sekuat tenaga darinya ketika telah memasuki bentuk Banteng. Dari hal ini pun, ia telah menyadari bahwa Jian Chen telah memiliki kultivasi Martial Spirit tahap ketiga sama seperti dirinya.
Saat Bo Zong sibuk dengan keterkejutannya, Jian Chen pun langsung mengayunkan Pedang Azure sekuat tenaga karena tidak mampu menahan beban lagi dari serangan Bo Zong.
Sraing!
Jrezh!
Darah menyemprot sedikit ketika Jian Chen menebas ke arah pinggang Bo Zong. Karena tinggi Bo Zong mencapai tiga meter, sebagai bocah pendek, ia sama sekali tidak dapat mengincar lehernya.
“Bocah sialan!” Teriak Bo Zong saat mengayunkan tangan kirinya ke arah kepala Jian Chen.
Jian Chen yang menatap itu langsung membungkuk. Ia tua bahwa jika serangan itu mengenai kepalanya, ia pasti akan tewas secara instan.
Di saat itu juga, Jian Chen melapisi kakinya menggunakan qi lalu membuat gaya tolakan untuk bergerak.
__ADS_1
Sraing!
Jrezh!
Jian Chen pun melewati Bo Zong dan mendaratkan satu tebasan. Tetapi ia memasang wajah serius karena serangannya tidak bisa melukai Bo Zong secara dalam.
Wusssh!
Tiba-tiba saja, Bo Zong berbalik lalu menyerang ke arah perut Jian Chen menggunakan kakinya yang lumayan pendek dalam wujud Banteng.
Jian Chen langsung bereaksi dan mengangkat Pedang Azure berserta sarung pedang membentuk silang untuk menahan serangan Bo Zong.
Trang!
Srrrrttt!
Tekanan dari serangan Bo Zong membuat Jian Chen mundur mencapai beberapa meter.
“Kekuatan serta pertahanannya sangat tinggi! Jika begini...” Batin Jian Chen saat membuat rencana di dalam kepalanya ketika terus menahan tekanan dari Bo Zong.
“Matilah bocah!” Bo Zong menyatukan kedua kepalan tangannya lalu memukul dari atas ke bawah. Ia ingin menghancurkan Jian Chen secara langsung karena tau bahwa jika jarak mereka lebar, ia tidak akan bisa mengikuti pergerakan Jian Chen.
Bom!
Tanah dalam radius beberapa meter pun hancur berantakan. Ini adalah kekuatan seroang kultivator yang telah mencapai Martial Spirit tahap ketiga dengan Wujud Kelahiran hewan roh tipe kekuatan dan pertahanan.
“Apakah mengenai sasaran?” Batin Bo Zong karena tidak dapat melihat apa-apa. Sebab, debu menutupi pandangannya.
Jian Chen yang berhasil menghindar sebelumnya pun membuat gerakan menyerang. Ia melapisi Pedang Azure dengan semua qi yang ia miliki. Ia membuat qi-nya sepadat mungkin namun tajam agar dapat menembus pertahanan Bo Zong yang luar biasa.
Zhep!
Jian Chen melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan Pedang Azure posisi ke arah belakang. Saat ia mendekat ke arah Bo Zong, ia pun langsung mengayunkannya sekuat tenaga.
Sementara Bo Zong yang melihat bahwa Jian Chen yang selamat menerjang ke arahnya, langsung mengayunkan lengan kanannya sekali lagi sekuat tenaga.
__ADS_1
“Matilah!”
Sraing!
Jrezh!
Ketika lengan Bo Zong bertemu Pedang Azure, itu langsung di penggal dan Jian Chen yang tidak berhenti langsung membelah pinggang Bo Zong hingga setengah.
Darah yang sangat banyak pun menyemprot dari pinggang Bo Zong. Luka seperti itu pasti tidak akan membuatnya selamat.
“Tidak.. mungkin.. bagaimana bisa aku kalah dar-...” Sebelum Bo Zong menyelesaikan kata-katanya, Jian Chen pun melompat lalu menusuk tepat ke arah bagian belakang kepala Bo Zong.
Jleb!
“Kau terlalu banyak berbicara tetapi tidak memiliki kemampuan sama sekali. Hanya dengan mengandalkan kekuatan tubuh dari Wujud Kelahiran, kau tidak akan bisa mencapai apa-apa,” ucap Jian Chen dingin.
Blug!
Tubuh Bo Zong ambruk ke permukaan tanah. Jian Chen pun langsung menarik Pedang Azure lalu mengibaskannya ke samping untuk menjatuhkan noda darah di pedangnya.
“Apa? Tuan Bo Zong kalah?”
“Tidak mungkin! Bagaimana bisa bocah seperti itu melakukannya?”
“Sialan! Ayo balaskan dendam tuan Bo Zong!”
Para anggota Lian Chengyu pun berteriak keras dan menerjang ke arah Jian Chen.
Menatap semua kultivator yang bergerak ke arahnya, Jian Chen tersenyum kejam. Ia pun langsung menerjang untuk menghabisi semua kultivator yang hanya memiliki kultivasi Martial Spirit tahap kedua.
Di sisi lain, Lian Chengyu yang menatap itupun memasang wajah sangat buruk. Ia sangat ingin menghabisi Jian Chen karena telah membunuh salah satu bawahan kepercayaannya.
Sedangkan untuk Zhen yang sedang bentrok dengan Lian Chengyu, ia pun melirik ke arah Jian Chen. Ia menggunakan Mata Elang miliknya dan memasang wajah sedikit gelap karena ternyata Jian Chen adalah kultivator Martial Spirit tahap ketiga.
“Sial! Bocah itu semakin kuat! Dia pasti telah mencapai Martial Spirit tahap ketiga! Jika tidak, dia tidak akan bisa menghabisi Bo Zong!” Lei Zhu yang sedang melawan banyak musuh seorang diri pun membatin dengan wajah sangat yang sangat marah. Ia telah menargetkan Jian Chen sedari awal karena selalu menganggapnya remeh. Ia sangat yakin dengan kecepatannya ia akan bisa menghabisi Jian Chen walaupun Jian Chen telah menembus Martial Spirit tahap ketiga.
__ADS_1
Dikejauhan, Xiao Yu yang melihat Jian Chen bertarung pun memiliki bintang di matanya. Ia tentu sangat ingin membalas dendam saat ini, melihat Jian Chen yang kuat, harapannya tumbuh kembali. Ia pun mulai berkonsentrasi untuk menggunakan belatinya agar menjadi lebih tajam seperti yang diajarkan oleh Jian Chen.
“Aku harus bertambah kuat! Jika tidak, aku hanya akan menjadi beban!” Batin Xiao Yu saat qi perlahan meresap ke dalam tubuhnya tanpa ia sadari. Ini adalah kemampuan dari Wujud Kelahiran miliknya di saat ia masih berkonsentrasi terhadap Senjata Kelahiran miliknya.