Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Dua Setengah Tahun


__ADS_3

Hutan Roh


2 setengah tahun kemudian


“Huft... Huft... Huft...” Suara pria yang baru beranjak dewasa pun terdengar terengah-engah saat ia sedang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.


Pemuda tersebut memiliki tinggi 1,6 meter dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai. Wajah tampan yang sangat halus seperti seorang wanita yang bisa membuat pria mana saja merasa malu.


“Ternyata benar bahwa aku seorang diri tidak akan bisa menghadapi hewan roh itu! Dia sangat kuat!” Pemuda itupun mengeluh saat menatap ke arah belakang dan terlihat di tempat yang sangat jauh seekor hewan roh meraung keras.


“Cih! Aku tidak menyangka bahwa Raptor sialan itu akan sangat kuat! Tetapi, kenapa hanya ada satu jenisnya yang ada di Hutan Roh ini? Yang aku tau dari sejarah bumi tempat ku berada dahulu, Raptor pasti akan memiliki kelompok! Siapa yang sangka bahwa hewan purba itu akan hidup di hutan ini!” ucap pemuda tampan tersebut yang terlihat berusia hampir 15 tahun. Ia tidak lain adalah Jian Chen yang melakukan pelatihan di Hutan Roh selama dua setengah tahun.


[1]. Raptor adalah spesies purba dengan nama Velociraptor. Tetapi disingkat menjadi Raptor agar penulis tidak sulit mengetik.


Jian Chen pun berhenti di salah satu pohon yang sangat tinggi dan menatap ke arah kejauhan dengan wajah serius. Ia berhasil lolos dari Raptor karena ada satu lagi hewan roh ganas yang bersaing dengan Raptor untuk menjadi Raja Hutan Roh yang datang menantang Raptor ketika ia sedang bentrok dengan Raptor.


“Tampaknya tingkat kekuatanku saat ini memang masihlah kurang. Jika aku bahkan tidak mampu mengalahkan hewan roh terkuat di tempat ini, aku tidak akan bisa menjelajahi dunia karena tidak hanya Raptor itu saja hewan roh yang kuat, bahkan para kultivator yang memiliki Wujud Kelahiran tidak akan bisa dikalahkan semudah itu.” Gumam Jian Chen saat memegang bahu kanannya yang memar sedikit ketika terkena ekor Raptor.


“Cih! Tampaknya aku harus menemui Xiao Yu. Lebih baik melawannya bersama lalu setelah kami menang, kami akan keluar dari Hutan Roh untuk menjelajah pulau Lizawa.” Jian Chen pun langsung melesat ke arah tertentu dengan cara melompat dari satu pohon ke pohon yang lainnya.


Selama dua tahun setengah ini, Jian Chen telah melakukan banyak hal untuk berkultivasi. Dalam setengah tahun, ia berhasil memodifikasi semua teknik berpedang serta manual kultivasi menjadi lebih baik agar tidak ada efek negatif yang ia terima. Mengubah semua hal cacat pada manual kultivasi sangatlah sulit, tetapi ia akhirnya berhasil melakukannya.


Selain itu, Jian Chen juga membuat beberapa teknik berpedang setelah membayangkan bagaimana cara menyerang di benaknya walaupun itu juga sangat sulit tetapi ia berhasil melakukannya.


Di Hutan Roh, sangat banyak sumber daya Kultivasi untuk kultivator dengan tingkat Martial Spirit yang membuat Jian Chen berkembang sangat banyak dalam waktu dua setengah tahun.

__ADS_1


Bermodalkan esiklopedia tentang tumbuhan dan hewan roh yang sering terlihat, ia juga membuat semuanya menjadi bahan kultivasi dengan bantuan Kristal Ungu Abadi.


Dalam waktu itu, Jian Chen juga telah dapat menguasai Kristal Ungu Abadi lebih baik dari sebelumnya meskipun ia belum bisa mengeluarkan benda luar biasa tersebut dari dalam tubuhnya.


Jian Chen merasa bahwa ketika dirinya mampu mengendalikan Kristal Ungu Abadi keluar dari tubuhnya, benda itu pastilah sangat berguna dan semua kemampuannya akan terungkap.


Saat ini, Jian Chen telah mencapai tingkat kultivasi Martial Master tahap keempat. Ini adalah peningkatan yang luar biasa, tentu itu juga dikarenakan manual kultivasi yang telah ia sempurnakan agar semua sel-sel di dalam tubuh lebih mudah diperkuat.


Hanya ada satu hal yang belum Jian Chen raih saat ini, yaitu elemen yang dapat digabungkan dengan Pedang Azure miliknya karena ia tidak memiliki informasi untuk melakukannya.


Saat Jian Chen bergerak ke arah tempat tertentu, ia juga menatap ke arah pakaiannya yang telah compang-camping. Walaupun ia memiliki stok baju sebelumnya, sebagian besar telah rusak dan hanya ada satu yang tersisa di tempat persembunyiannya.


“Tampaknya kami memang harus keluar setelah ini. Jika tidak, aku mungkin tidak akan menggunakan pakaian apa-apa ketika keluar dari Hutan Roh jika bertahan di tempat ini setengah tahun lagi.” Batin Jian Chen. Ia pun langsung mempercepat gerakannya yang membuat setiap batang pohon yang ia pijak memiliki retakan.


“Xiao Yu! Apakah kau di sana?” Teriak Jian Chen saat perlahan berjalan ke arah air terjun.


“Jangan kemari!” Suara seseorang pun tiba-tiba terdengar yang membuat Jian Chen menghentikan langkahnya.


“Oi, apakah kau perlu seperti itu? Kau tampak seperti seorang wanita karena tidak pernah mau mandi bersama!” Teriak Jian Chen sedikit jijik karena setiap kali Xiao Yu mandi, ia harus menyingkir.


“Jika kau mendekat, aku akan mengalahkanmu!” Teriak Xiao Yu sangat marah yang membuat Jian Chen semakin jengkel.


Tidak ada jawaban sama sekali dari dekat air terjun. Dalam waktu beberapa menit, sosok muda dengan rambut diikat ekor kuda pun muncul.


Dia adalah Xiao Yu, ia menggunakan pakaian yang cukup aneh karena itu seperti mumi karena Xiao Yu melilit pakaian berwarna putih di tubuhnya.

__ADS_1


“Kau sangat lama! Apakah kau ini wanita?” Tanya Jian Chen dengan nada tidak puas.


Xiao Yu yang mendengarnya membeku sedikit lalu mendengus. Ia pun mengambil pakaian tambahan yang biasa digunakan oleh para penduduk desa lalu menggunakannya menutupi perban yang melilit seluruh tubuhnya.


“Cepat bersiaplah. Kita akan menghadapi Raptor itu! Aku tidak cukup kuat mengalahkannya seorang diri karena dia memiliki kekuatan hewan roh setingkat dengan kultivator Martial Master tahap keenam.” ucap Jian Chen.


“Aku sudah mengatakannya berapa kali padamu? Kau bukan tandingannya tetapi kau tetap besar kepala. Jika kau menerobos tahap selanjutnya, kau pasti bisa mengalahkannya. Tetapi kau tidak sabar sama sekali!” Balas Xiao Yu. Ia hampir bertengkar dengan Jian Chen setiap harinya.


Tanda centang muncul di dahi Jian Chen karena bocah kecil ingusan yang dulu selalu merengek telah berani menantangnya.


Saat ini Xiao Yu telah mencapai tingkat Martial Master tahap ketiga, satu tahap di bawah Jian Chen.


Tetapi, ini juga membuat Jian Chen sedikit frustasi. Ia telah menggunakan Kristal Ungu Abadi tetapi Xiao Yu dapat mengejar ketertinggalannya dalam Kultivasi. Ia langsung tau bahwa inilah perbedaan antara bakat tingkat atas dengan bakat monster sejati.


Jian Chen sangat menyadari bahwa Senjata Kelahiran miliknya memang sedikit istimewa karena adanya pedang beserta sarungnya. Ia paham bahwa suatu hari nanti itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa, tetapi saat ini ia hanya bisa dianggap sebagai bakat tingkat tinggi.


Namun itu tidak untuk Xiao Yu yang memiliki Wujud Kelahiran ganda. Peningkatan kultivasinya juga memiliki kecepatan dua kali lipat.


Jian Chen sama sekali tidak tau mengapa hal seperti itu terjadi. Namun ia menganggap bahwa itu terkait dengan Wujud Kelahiran Xiao Yu yang hanya bisa mengeluarkan sayap sampai saat ini. Biasanya para kultivator akan mampu memasuki bentuk penuh ketika mencapai Martial Master tetapi Xiao Yu tidak bisa. Itulah yang membuat Jian Chen merasa bahwa Wujud Kelahiran Xiao Yu tidak sederhana sama sekali.


“Ayo cepat! Raptor saat ini sedang bertarung dengan Kera setinggi tujuh meter itu. Kita akan mengambil kesempatan untuk mengalahkan keduanya. Setelah itu, kita akan keluar dari Hutan Roh!” ucap Jian Chen.


Xiao Yu yang mendengar itupun memasang wajah cerah karena ia sudah muak tinggal di Hutan Roh. Tetapi karena Jian Chen lebih kuat, ia sama sekali tidak bisa pergi karena pasti di tendang oleh Jian Chen jika ia berniat untuk kabur.


“Sudah waktunya? Baiklah. Ayo kita habisi kedua hewan roh terkuat di tempat ini!” Xiao Yu langsung tertuju dan senyum diwajahnya terlihat.

__ADS_1


__ADS_2