
Jian Chen perlahan tumbang ke arah belakang. Walaupun ia masih sadar, ia sangat kelelahan, ia menjaga kesadarannya tetap terjaga.
Selain dari efek dari kehabisan qi yang sangat melelahkan, lengan kirinya juga terluka karena sebelumnya dari situlah ia mengalirkan qi yang ia serap melalui Kristal Ungu Abadi.
“Hancurkan semua tulang-tulang itu! Lakukan secepatnya karena kita akan memasuki zona berbahaya perairan di sekitar sini!” Ning Qingxue yang memegang Jian Chen di lengannya pun langsung memberi perintah kepada semua bawahannya. Suaranya cukup kuat karena bahkan sampai ke kapal lainnya.
“Jian Chen, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Ning Qingxue sedikit khawatir karena Jian Chen bahkan hampir tidak dapat berdiri. Ia sangat tau bahwa keadaan Jian Chen saat ini adalah kehabisan qi. Tetapi yang ia khawatirkan saat ini adalah lengan kiri Jian Chen yang sangat terlihat terluka.
“Tidak apa-apa. Aku hanya perlu memulihkan qi-ku secepat mungkin. Jika tidak, mungkin lukaku akan semakin parah.” Balas Jian Chen dengan wajah pucat. Ia pun langsung turun dari pagar kapal lalu perlahan duduk bersila untuk memulihkan luka-lukanya.
Menatap Jian Chen yang mencoba bermeditasi, Ning Qingxue sama sekali tidak mengganggunya. Ia pun langsung bergerak di sektor tempat itu untuk melawan banyak tengkorak agar tidak mendekat ke arah Jian Chen.
Sementara untuk Xiao Yu, ia sedikit khawatir ketika melihat Jian Chen apa lagi lengan kiri Jian Chen yang terlihat memar berwarna merah. Ia sangat sadar bagaimana tangguhnya tubuh Jian Chen karena ia juga ikut melakukan pelatihan tubuh.
“Weaouu...” Hui-Ying yang saat ini yang sedang berada di bahu Xiao Yu pun langsung melompat lalu berlari ke arah Jian Chen.
Xiao Yu sama sekali tidak mengentikan Hui-Ying. Ia juga perlahan mendekat dan menghalangi agar tengkorak tengkorak bergerak mendekat ke arah Jian Chen.
Saat Hui-Ying tiba di pangkuan Jian Chen, tubuhnya pun bersinar terang lalu qi berwarna biru langit menyelimuti lengan kiri Jian Chen.
__ADS_1
Jian Chen yang sedang memulihkan qi-nya pun terkejut ketika merasakan aura yang terasa sedikit dingin menyelimuti lengannya. Ia merasakan bahwa sel-selnya yang rusak perlahan dipulihkan. Walaupun itu hanya sedikit, tetap saja itu sangat berguna karena luka yang ia terima tentu bukan luka biasa.
Luka di lengan kiri Jian Chen adalah luka bakar karena besarnya qi yang terkandung. Biasanya, untuk orang biasa, lengan mereka akan meledak. Untuk Jian Chen, ia mencoba menahannya agar meridian nya tidak meledak, tetapi itu membuatnya rusak seperti terbakar karena kepadatan qi.
“Aku tidak menyangka bahwa Hui-Ying memiliki teknik penyembuhan. Jika ini adalah luka berdarah, itu akan pulih dengan cepat. Bahkan untuk memulihkan sel-sel yang rusak, itu sungguh cepat! Semula aku mengira bahwa aku mungkin tidak bisa menggunakan lengan kiri sampai menemukan sesuatu yang cocok untuk menyembuhkan lenganku. Namun, dengan Hui-Ying, mungkin dalam waktu kurang dari sebulan, luka ini akan pulih.” Batin Jian Chen. Ia tidak dapat menahan kegembiraannya saat ini karena partnernya sangatlah luar biasa.
Pertarungan di atas kapal terus berlangsung selama hampir sepuluh menit sebelum mereda sepenuhnya. Di semua kapal, terlihat sangat banyak tulang-benulang yang berserakan.
Korban yang jatuh pun cukup banyak. Tetapi karena situasi saat ini mereka sedang berlayar, pada akhirnya korban yang jatuh pun dibuat peti mati sederhana lalu diturunkan ke laut setelah para kultivator memberi penghormatan.
Ning Qingxue yang menatap jumlah korban yang jatuh juga sangat sedih. Sebagai pemimpin cabang Organisasi Kaisar Bawah Tanah, ia telah berusaha selama lebih dari setahun membangun ulang kekuatan yang ia pimpin. Ia membutuhkan banyak usaha untuk merekrut banyak bawahan tetapi banyak dari mereka yang tewas.
“Semuanya! Bersiap-siaplah karena bahaya sebenarnya telah tiba! Siapkan kemudi manual menggunakan kincir!” Teriak Ning Qingxue sekuat tenaga memberi instruksi.
Semua kapal yang dikelola oleh Ning Qingxue memiliki keunikannya sendiri, yaitu di bagian bawah kapal, terdapat kincir yang dapat digerakkan menggunakan tenaga manusia. Kemudinya berada di lambung bagian bawah, ini adalah cara untuk melewati lautan yang sangat berbahaya.
Setiap perairan berbahaya seperti itu, laut pasti tidak akan tenang. Menggunakan kecepatan tinggi, setiap kapal pasti menaikkan persentase keselamatan kapal hampir tiga lipat. Selain dari itu, terdapat fitur lainnya yang ada pada kapal, dan itu adalah sebuah pelindung menggunakan qi.
Ada sebuah alat yang memang diciptakan agar semua pelayaran tetap aman tetapi harga benda tersebut sangatlah mahal.
__ADS_1
Semua awak kapal pun sibuk melakukan tugas masing-masing. Mereka tentu sangat paham bagaimana keadaan perairan sekitar Pulau Lizawa yang diakui sangat berbahaya oleh banyak kultivator di Benua Cahaya. Jika tidak, mungkin sudah banyak kultivator yang masuk ke Pulau Lizawa. Tetapi nyatanya tidak, para kultivator dari luar tidak mau mengambil resiko sama sekali karena mereka juga sedikit tau bahwa Pulau Lizawa adalah tempat terpencil dengan sedikit sumber daya.
Jadi itu sama sekali tidak menarik minat para kultivator dari luar untuk datang ke pulau Lizawa.
Jian Chen yang sedang bermeditasi pun telah memulihkan banyak qi-nya. Ia pun membuka matanya dan menatap ke arah perairan yang tampak sangat kacau.
Sangat banyak pusaran air terlihat dan juga, bangkai kapal banyak berserakan di permukaan air.
“Laut ini seperti Segitiga Bermuda di Bumi! Lalu, jika seperti itu, bagaimana dengan Segitiga Bermuda di Yggdrasil?” Jian Chen yang perlahan berdiri pun membatin. Ia memikirkan bahwa tempat seperti adalah tempat paling berbahaya di dunia.
Namun, karena misteri Segitiga Bermuda di Bumi tidak terpecahkan, Jian Chen tentu tertarik untuk menyelidikinya di Yggdrasil. Karena di Yggdrasil seseorang bisa meningkatkan kekuatan yang bahkan mungkin dapat menghancurkan sebuah bukit, pasti seseorang memiliki kesempatan untuk memeriksa tempat berbahaya seperti itu.
“Suatu hari nanti aku pasti akan memeriksanya.” Batin Jian Chen. Ia pun melihat ke arah lengannya yang masih sangat kaku. Ia mencoba sebisanya untuk tidak menggunakan lengan kirinya saat ini karena jika ia menggunakannya secara paksa, mungkin akibatnya akan buruk.
Lalu tatapan Jian Chen tertuju pada Hui-Ying yang berada di bawah dan menatapnya dengan rasa ingin tau.
“Aku tidak menyangka bahwa kau memiliki teknik seperti itu Hui-Ying. Jika Kekuatanmu lebih tinggi, apakah kemampuan penyembuhan itu semakin meningkat?” Tanya Jian Chen saat ia menggendong Hui-Ying ke pelukannya.
“Weaouu..” Hui-Ying mengeong kecil membalas kata-kata Jian Chen.
__ADS_1
Jian Chen pun tersenyum karena memang benar bahwa teknik itu akan berkembang seiring kekuatan Hui-Ying tumbuh.