
Hutan Kematian
“Akhirnya kita keluar dari tempat menyebalkan itu.” ucap Xiao Yu dengan nada sedikit lelah karena harus membawa Jian Chen terbang. Ia menatap ke arah Bukit Tengkorak dan menemukan hewan-hewan roh dalam jumlah yang sangat besar berbentuk cacing sedang hiruk pikuk karena tidak dapat mengejarnya dan Jian Chen.
Jian Chen hanya menatap ke arah bukit tengkorak untuk beberapa saat lalu berbalik arah. Ia yakin bahwa cacing-cacing itu tidak akan memasuki hutan karena tempat di mana Bukit Tengkorak adalah rumah mereka.
“Ayo Xiao Yu.” Jian Chen pun langsung melompat ke arah atas pohon lalu melesat dengan cara melompat ke dahan pohon lainnya.
Xiao Yu tidak berkomentar sama sekali dan langsung mengikuti Jian Chen dari belakang.
Aksi yang dilakukan oleh Jian Chen dan Xiao Yu diperhatikan oleh beberapa kultivator tetapi mereka sama sekali tidak mau mencoba untuk masuk ke Bukit Tengkorak karena tau tentang rumor daerah tersebut yang diisi oleh puluh ribuan cacing aneh yang sangat ganas.
Di saat Jian Chen dan Xiao Yu telah bergerak selama beberapa jam, keduanya merasakan bahwa ada pertempuran tidak jauh di depan mereka.
“Para kultivator yang sedang bertarung memiliki kekuatan tingkat Martial Master tahap keenam. Jumlah mereka ada enam orang. Tidak, jumlahnya kini hanya tersisa lima. Salah satu dari mereka tewas.” ucap Jian Chen setelah melacak keberadaan makhluk hidup menggunakan Kristal Ungu Abadi.
“Tampaknya ada sesuatu yang berharga di sana. Jika tidak, mereka tidak akan bertarung karena mereka semua lebih mementingkan apa yang sebenarnya muncul di Hutan Kematian ini.” ujar Xiao Yu saat terus bergerak di samping Jian Chen.
Jian Chen yang sedang bergerak dan mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Yu tentu saja sangat setuju. Jika tidak ada yang diperebutkan, mereka pasti akan pergi ke tempat Fenomen aneh muncul di Hutan Kematian dari pada melawan kultivator lainnya.
“Ayo kita lihat. Semoga itu sesuatu yang berharga. Jika ya, kita akan merebutnya dengan paksa.” ucap Jian Chen dengan senyum kecil lalu meningkatkan kecepatannya diikuti oleh Xiao Yu.
Tidak lama kemudian, Jian Chen dan Xiao Yu pun mendekat dan melihat siapa yang sebenarnya sedang bertarung dikejauhan.
“Xin bersaudara! Kau akan menyesal karena telah menantang Kerajaan Yan!” Teriak salah satu pria berusia 20han saat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga yang telah dilapisi oleh api yang sangat liar.
__ADS_1
Jian Chen dan Xiao Yu yang telah mendekat terkejut mendengar nama Xin bersaudara karena mereka pernah melawannya sebelumnya di kota Texas. Kedua pemuda kembar itu memang sangat sulit untuk dihadapi.
“Jian Chen. Apa kau dengar, ayo kita kalahkan keduanya kali ini.” ucap Xiao Yu karena ia tau bahwa Medan pertarungan hutan akan meningkatkan persentase kemenangan mereka melawan Xin Yuan dan Xin Yan.
Jian Chen hanya tersenyum karena tau bahwa Xiao Yu adalah tipe seseorang yang tidak akan melepaskan musuh.
Di saat tempat pertarungan terlihat, Jian Chen dan Xiao Yu sedikit terkejut ketika menatap seorang kultivator terhempas dengan banyak anah panah di tubuhnya.
Bruk!
Satu lagi kultivator yang ada di tempat itupun tewas di tangan Xin bersaudara.
“Sial! Ayo pergi! Kita tidak mungkin menang melawan mereka satu lawan satu! Kita akan melapor kepada Jendral!” Teriak salah satu prajurit yang berasal dari Kerajaan Yan.
Rekan kultivator tersebut hanya menggertakkan giginya dengan kuat saat menatap ke arah tempat tertentu, dan itu adalah sesuatu yang mereka perebutkan. Tetapi ia lebih menyayangi nyawanya dari pada merebut benda tersebut.
Xin Yuan dan Xin Yan yang melihat kedua prajurit dari Kerajaan Yan ingin kabur pun menyipitkan mata mereka karena tentu tidak ingin apapun yang ada di sini dibocorkan oleh keduanya.
Tetapi, ketika Xin bersaudara ingin menyerang dua musuh yang hendak kabur, keduanya pun menatap ke arah tertentu dan wajah keduanya muram seperti pot hangus.
Tap! Tap!
Jian Chen dan Xiao Yu pun mendarat di cabang pohon dan menatap ke arah Xin bersaudara dengan senyum lebar.
“Oh? Kembar sialan, aku tidak menduga bahwa kami akan bertemu dengan kalian berdua di sini. Tampaknya sudah saatnya menyelesaikan akun.” ucap Xiao Yu saat dua Belati Putih muncul di kedua tangannya.
__ADS_1
“Sial! Kenapa keduanya muncul di sini? Kita telah berjuang dalam waktu yang lama melawan enam kultivator sebelumnya! Tidak mungkin kita akan menang dengan kondisi kelelahan.” Xin Yuan mengutuk Jian Chen dan Xiao Yu saat ia berbisik kepada Xin Yan.
Xin Yan juga memasang wajah sangat muram kali ini dan menatap ke arah sumber daya yang mereka perebutkan dengan anggota Kerajaan Yan.
Jian Chen yang menggunakan Kristal Ungu Abadi sedari awal pun melirik ke arah benda yang diperebutkan karena itu memancarkan qi. Ia langsung tercengang karena tidak menyangka bahwa benda seperti itu akan muncul di Hutan Kematian.
“Ha-ha-ha! Xiao Yu, tampaknya ini adalah hari keberuntungan kita!” Jian Chen tidak bisa menahan kegembiraannya dan langsung tertawa keras.
Memegang tawa Jian Chen, Xin Yuan dan Xin Yan langsung tau bahwa Jian Chen telah mengetahui apa yang mereka perebutkan.
“Ada apa Jian Chen?” Xiao Yu sedikit bingung karena jarang menatap Jian Chen sangat bersemangat.
“Apakah kau melihat itu?” Jian Chen menunjuk ke tempat tertentu yang membuat Xin Yuan dan Xin Yan semakin marah karena tempat yang di tunjuk oleh Jian Chen adalah tempat benda yang mereka perjuangkan dalam waktu yang sangat lama.
“Hm?” Xiao Yu menaikkan alisnya dan di tempat yang tidak terlalu jauh, terlihat beberapa batu yang memiliki bentuk aneh, dengan tiga ujung runcing seukuran seperempat kepalan tangan. Ada sepuluh batu di sana.
Batu tersebut memiliki warna seperti pelangi dan condong ke arah merah.
“Batu berwarna? Apa fungsinya? Apakah itu untuk menerangi jalan?” Tanya Xiao Yu heran.
Jian Chen membeku dalam sekejap ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Yu. Ia tidak tau harus berkata apa karena Xiao Yu tidak tau betapa pentingnya batu tersebut.
Bahkan untuk Xin Yuan dan Xin Yan terdiam karena tidak menyangka bahwa Xiao Yu yang merupakan seorang jenius ternyata adalah seorang udik yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali.
“Aku akan menjelaskannya nanti. Yang penting, ayo kita rebut batu itu untuk saat ini dengan segala cara.” ucap Jian Chen terlalu malas menjelaskannya saat ini. Ia pun mencabut Pedang Azure dari sarungnya dan bersiap-siap untuk bentrok dengan Xin Yuan dan Xin Yan.
__ADS_1
Xiao Yu sedikit bingung tetapi tidak berbicara lagi. Ia tau bahwa itu pastilah benda yang berharga karena Jian Chen sangat bersemangat ketika melihatnya.
Sementara itu, Xin Yuan dan Xin Yan memasang wajah dingin. Niat membunuh keduanya merembes karena tampaknya Jian Chen dan Xiao Yu pasti tidak akan pernah melepaskan batu yang mereka temukan lebih dulu.