Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Sesuatu Yang Berbahaya


__ADS_3

Tujuh kapal terus bergerak ke arah tujuan. Cuaca di perairan itu sangatlah aneh, langit di atas selalu gelap, dan banyak petir yang menyambar dari waktu ke waktu.


Fenomena itu tidak diketahui apa alasannya. Sudah banyak kekuatan besar yang mencoba menyelidiki tetapi tidak ada hasil sama sekali. Oleh karena itu, para kultivator pun hanya menganggap bahwa itu memang fenomena alam alami.


“Jangan lengah! Jika tidak, kapal akan terseret ke dalam pusaran air!” Ning Qingxue terus-menerus berteriak di haluan kapal. Ia berdiri di tempat dengan wajah serius ketika menatap ke arah kejauhan sambil terus memberi instruksi kepada pengendali kapal di tujuh kapal.


Jian Chen yang berada di pinggiran lambung kapal menatap ke arah kejauhan dengan mata menyipit. Ia mengabaikan rasa sakit yang masih ada di lengan kirinya.


“Cuaca di tempat ini memang aneh. Ini seperti Segitiga Bermuda yang ada di Bumi. Apa penyebabnya? Yang aku tau, di wilayah asli pulau Kalimantan di Bumi, tidak ada sesuatu seperti ini.” Batin Jian Chen ketika memikirkan tentang masa lalu.


“Jian Chen! Bagaimana dengan lengan kirimu? Kenapa itu terlihat seperti sedikit terkelupas?” Xiao Yu yang tiba di samping Jian Chen pun bertanya sedikit gugup.


“Ini akan pulih dalam waktu seminggu lebih Xiao Yu. Saat ini, lebih baik kau waspada terhadap cuaca di sini. Aku merasa bahwa cuaca ini tidak sederhana sama sekali.” Balas Jian Chen. Ia merasa sedikit heran dengan sikap Xiao Yu, tetapi ia mengabaikannya saat ini dan fokus menatap ke arah langit yang gelap sepanjang waktu.


Blar!


Petir besar tiba-tiba menyambar dari langit dan mengenai permukaan air laut. Itu membuat laut semakin kacau. Untung petir tersebut tidak menyambar ke arah salah satu kapal, jika itu terjadi, bisa dipastikan bahwa salah satu kapal akan langsung hancur dalam sekejap.


“Baguslah jika itu akan pulih.” Xiao Yu menghela nafas lega. Ia pun menatap ke arah kejauhan dengan tatapan serius kali ini karena memang fenomena alam seperti itu pasti memiliki penyebab.

__ADS_1


“Awasi bagian barat! Pusaran air membesar di tempat itu!” Teriak Ning Qingxue saat menatap ke arah barat dengan wajah serius.


Para awak kapal langsung merespon dan mengendalikan kapal menjauh sedikit dari pusaran air yang terus membesar dari waktu ke waktu.


Jian Chen yang menatap itupun menyipitkan matanya. Ia perlahan berjalan ke arah pagar kapal lalu menatap ke arah bawah. Ia menggunakan Kristal Ungu Abadi untuk melacak sesuatu di dalam sana.


Ketika persepsi Jian Chen digabungkan dengan Kristal Ungu Abadi, itu langsung menembus ke dalam air. Tetapi, semakin jauh ia melacak, ada sesuatu yang tampak menghalangi pelacakannya jauh di dalam laut.


Namun, Jian Chen tiba-tiba mematung di tempat karena melacak sesuatu secara samar. Itu adalah aura makhluk hidup, dan itu sangatlah kuat. Ia tidak dapat mengukurnya sama sekali.


“Apa itu?” Batin Jian Chen saat menarik persepsinya. Ia tidak menyangka bahwa akan ada makhluk laut yang memancarkan aura yang sangat kuat.


Menurut Ning Qingxue, Raja Qin Kesebelas adalah eksistensi luar biasa di masa lalu. Sudah pasti dia memiliki kekuatan luar biasa dan sesuatu seperti fenomena ini adalah hal yang tidak mengerikan bagi Raja Qin Kesebelas.


Jian Chen sangat menyadari bahwa potensi qi sangatlah luar biasa. Jika manusia mencapai puncaknya, itu bisa saja menghancurkan gunung hanya dengan satu kali serangan. Yang artinya, Raja Qin Kesebelas pasti mengenal makhluk apapun itu yang ada di kedalaman laut sehingga berani membuat tempat tinggal baru di Pulau Lizawa yang dikelilingi oleh cuaca yang sangat ekstrim sehingga sangat sedikit kultivator yang mau masuk ke Pulau Lizawa.


“Heee.. ini semakin menarik. Aku ingin melihat apa sebenarnya makhluk yang dapat membuat cuaca bahkan terganggu hanya dengan kehadirannya. Selain itu, seluruh perairan Pulau Lizawa memiliki cuaca yang sama yang artinya, apapun yang ada di dalam sana tidak hanya ada satu.” Batin Jian Chen. Ia tidak lagi mencoba melacak apapun di dalam sana karena menurutnya itu sangat berbahaya.


Menurut perhitungan Jian Chen, untuk makhluk tertentu yang telah mencapai kekuatan tertentu, itu pasti dapat merasakan seseorang mencoba untuk melacaknya. Dan makhluk yang ada di dalam laut tampaknya tidak peduli karena aura yang melacaknya sangatlah lemah.

__ADS_1


Jian Chen sangat menyadari hal ini. Tetapi ia tidak mau mencoba lagi karena bisa jadi makhluk laut tersebut tidak senang dan tiba-tiba keluar. Jika itu terjadi, maka tidak ada dari mereka yang bisa selamat.


Tujuh kapal terus berlayar di lautan yang sangat berbahaya tersebut. Bahkan setelah lebih dari sehari berlayar, cuaca belum berubah sepenuhnya walaupun itu sudah mereda sedikit.


Ning Qingxue terus berada di haluan kapal memberi perintah. Sangat terlihat bahwa dia telah pernah melakukan perjalanan di laut sebelumnya sehingga tidak ada kecelakaan yang terjadi pada kapal-kapal yang dikelola olehnya sebagai pemimpin cabang Organisasi Kaisar Bawah Tanah.


Untuk Jian Chen, ia tidak melakukan apa-apa sama sekali selain dari memulihkan lengan kirinya dengan bantuan Hui-Ying.


Namun, Jian Chen yang saat ini sedang terluka menemukan sesuatu yang menarik. Ketika ia menyerap qi menggunakan Kristal Ungu Abadi, itu diserap sangat banyak lalu di transfer ke lengan kirinya. Selain dari itu, ketika lengan kirinya menerima qi dalam jumlah yang besar untuk pemulihan, qi juga dialirkan ke seluruh tubuhnya.


Biasanya mengalirkan qi sebanyak itu tidak bisa dilakukan karena Meridian diseluruh tubuhnya tidak mampu menampung jumlah qi besar. Ini juga berkaitan dengan tingkat kultivasi.


Di saat Jian Chen sedang menyerap qi serta dibantu oleh Hui-Ying untuk menyembuhkan lengan kirinya, ia sangat menyadari apa yang terjadi adalah berkah dari kemalangan.


“Jika ini terus berlanjut, ketika lengan kiriku pulih, kekuatanku pasti akan meningkat. Tetapi, ini juga tidak hanya berasal dari luka yang membuat jaringan tubuh di lengan kananku membengkak, pasti ini dibantu oleh Hui-Ying. Kekuatan yang berasal dari Hui-Ying juga menyetabilkan qi yang aku serap dalam jumlah yang sangat besar.” Batin Jian Chen. Ia merasa bahwa semakin kuat Hui-Ying, semakin banyak kemampuan hebat yang akan ditampilkan oleh harimau kecil tersebut.


Waktu terus berlalu, tanpa sadar, sudah beberapa hari Jian Chen ikut berlayar. Cuaca di langit juga telah kembali seperti semula.


Jian Chen yang dalam masa pemulihan tentu memperhatikan semua hal disekitarnya.

__ADS_1


“Dalam seminggu lebih, kapal pasti akan sampai di Pulau Buddha. Aku ingin melihat bagaimana sebenarnya Pulau Buddha itu. Aku yakin bahwa akan banyak hal menarik di sana.” Batin Jian Chen. Ia pun tidak sabar untuk berkelana di Pulau Buddha karena menurutnya, alasan kenapa itu disebut sebagai Buddha bukan hanya karena banyak kultivator yang ada di sana menganut ajaran Buddha.


__ADS_2