Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Tempat Tersembunyi


__ADS_3

Gunung Phoenix


“Jian Chen, tempat ini sungguh tidak nyaman. Bahkan lebih panas dari pada daerah Gurun pasir. Apakah benar ada sesuatu yang istimewa di sini?” Saat berjalan perlahan, Xiao Yu mengeluh karena tempat yang mereka datangi sangat cepat membuat tubuh kelelahan.


Bahkan Hui-Ying mengeong karena tidak menyukai tempat tersebut.


Jian Chen hanya diam ketika mendengar Xiao Yu dan Hui-Ying merengek. Ia juga semakin penasaran dengan tempat yang mereka masuki yang bernama Tanah Tandus karena itu seperti menyerap setiap bit cairan di tubuh mereka sehingga sangat cepat membuat tubuh kelelahan.


Menggunakan Kristal Ungu Abadi, Jian Chen masih terus melacak dari mana sebenarnya asal aura panas yang membuat tempat tersebut tandus.


Setelah berkeliling tempat itu dalam waktu hampir satu jam, Xiao Yu yang kelelahan perlahan berkeringat karena panas yang ia rasakan semakin tinggi. Kulitnya pun memerah karena hampir tidak mampu menahan panas tersebut.


Untuk Jian Chen, hanya sedikit kelelahan karena mencoba menggunakan qi-nya untuk menahan panas. Jika saja ia telah mencapai Martial Grand Master, qi-nya pasti akan menyelimuti tubuhnya secara otomatis jika ada sesuatu yang tidak beres terhadap daerah sekitarnya. Tetapi saat ini, ia hanya bisa menggunakan secara manual dan sangat sulit untuk mengeluarkan qi dari seluruh tubuh secara terus-menerus untuk melindungi tubuhnya.


“Xiao Yu, gunakan ini.” Jian Chen pun mengeluarkan sebuah wadah kecil berisi air yang ia beli ketika di berada di Pulau Lizawa. Cairan tersebut mengandung qi yang dapat membuat tubuh segar, itu pasti berfungsi untuk disaat-saat seperti ini.


Xiao Yu yang merasa tenggorokannya sangat kering pun langsung menerimanya lalu meminumnya. Ia merasakan dingin di semua sel-sel tubuhnya. Ia merasa hidup kembali hanya dengan meminum cairan tersebut meskipun itu hanya menahan rasa lelah dan panas untuk beberapa saat.


“Kenapa kau tidak mengeluarkan benda ini sedari tadi? Dan kapan kau membeli cairan yang mengandung qi dingin?” Tanya Xiao Yu sedikit jengkel karena ketika dirinya hampir saja kering seperti mumi barulah Jian Chen memberinya sesuatu seperti itu.


“Pulau Lizawa. Seingatku, kau hanya mementingkan pakaian sebelumnya padahal kita bersama-sama membeli benda ini.” Jian Chen menggelengkan kepalanya lalu meminum cairan qi di satu wadah juga dan memberinya kepada Hui-Ying juga.


“Benarkah?” Xiao Yu merasa sedikit malu karena tidak ingat sama sekali.


Jian Chen hanya menggelengkan kepalanya dan terus berjalan ke arah acak walaupun sebenarnya ia mencoba mendeteksi di mana tempat asal aura panas yang paling pekat.


Tidak lama kemudian, suhu semakin tinggi ketika Jian Chen dan Xiao Yu berada di daerah bebatuan yang cukup keras dan padat.

__ADS_1


“Hm? Reruntuhan?” Batin Jian Chen saat menatap sedikit puing-puing bangunan walaupun itu sangat kecil yang hampir menyatu dengan bebatuan dan pasir.


Di tempat itu, aura panas juga sangat menyengat yang membuat Hui-Ying menjulurkan lidahnya karena merasa terlalu panas layaknya seekor anjing.


“Di sini.” ucap Jian Chen saat berhenti di tempat.


“Apa yang ada di sini?” Xiao Yu bertanya secara acak tanpa memeriksa karena ia hampir saja menjadi mumi. Ia juga mencoba mengalirkan qi-nya agar menghalangi panas yang sangat menyengat mencoba membakar kulitnya.


Jian Chen tidak langsung menjawab. Ia mencabut Pedang Azure dari sarungnya lalu menusuknya ke dalam pasir bercampur bebatuan yang cukup padat. Ia pun mengalirkan qi-nya dalam jumlah yang cukup besar lalu merubahnya menjadi sebuah ledakan.


“Ledakan Qi!”


Saat qi-nya menembus ke dalam cukup jauh dan ketika merasa jumlah qi yang ia gunakan sudah cukup banyak, Jian Chen pun langsung meledakkannya.


Duar!


Jian Chen langsung mencabut Pedang Azure lalu mengayunkannya ke arah depan agar semua pasir dan bebatuan tidak terjatuh ke tempat semula.


“Pedang Azure, Tebasan Ledakan!”


Sraing! Sraing! Sraing!


Saat Jian Chen mengayunkan Pedang Azure, itu langsung menghasilkan bilah lalu ketiga bilah mengenai bebatuan yang sangat banyak lalu meledak.


Bom! Bom! Bom!


Karena ledakan tersebut, pasir dan bebatuan langsung menyebar ke tempat yang cukup jauh.

__ADS_1


Setelah menyarungkan Pedang Azure, Jian Chen menatap ke arah bawah, lubang yang cukup dalam yang ia buat.


“Tampaknya memang ada sesuatu yang disembunyikan di tempat ini. Xiao Yu, ayo masuk.” Jian Chen yang menatap sebuah goa bawah tanah pun langsung melompat ke dalam tanpa menunggu balasan dari Xiao Yu.


Xiao Yu yang awalnya ingin marah pun terkejut karena ternyata memang ada sesuatu di tempat tersebut. Ia pun langsung ikut melompat ke dalam karena semangat petulangannya membara mengalahkan rasa lelah dan panas yang tidak tertahankan.


Ketika memasuki lubang sedalam lebih dari sepuluh meter, Jian Chen dapat merasakan bahwa panas di tempat itu lebih tinggi dua kali lipat daripada permukaan.


“Xiao Yu, gunakan qi-mu untuk menahan panas ini. Juga, bawalah empat wadah cairan qi dingin ini agar membuat tubuhmu tetap fit.” ucap Jian Chen saat menyerahkan empat wadah kepada Xiao Yu dan ia langsung bergerak ke dalam lorong yang memiliki suhu sangat panas.


Xiao Yu menerimanya lalu meminum satu wadah. Ia juga langsung menggunakan qi-nya dan setelah itu langsung mengikuti Jian Chen dari belakang.


Keduanya kali ini bergerak dengan kecepatan penuh. Meskipun tempat itu cukup gelap, kultivator tidak akan terlalu sulit melihat. Selain dari itu, Hui-Ying langsung menggunakan kemampuannya untuk menerangi jalan.


“Panas ini dan aura ini...” Jian Chen menyipitkan matanya saat melacak aura samar sebelumnya kini terlihat dengan jelas tanda bahwa sumber suhu panas tersebut sudah sangat dekat.


Tidak lama kemudian, Jian Chen pun tiba di sebuah goa bawah tanah yang cukup luas karena ketika bergerak, mereka seperti menyusuri jalan ke arah bawah.


Jian Chen langsung berhenti di tempat karena apa yang ada di depannya terlihat seperti sebuah jurang.


Xiao Yu yang tiba, menatap tempat tersebut dengan mata bersemangat. “Jian Chen, apakah itu harta Karun? Juga, lihatlah di sana! Dari mana asalnya air panas yang mengandung banyak qi? Aku yakin itu suhu air itu lebih tinggi dari pada lava!”


Tatapan Jian Chen juga menyapu semua goa bawah tanah yang ada di bawah mereka. Tepat di salah satu batu yang dibuat persegi empat setinggi sepuluh meter, ada sebuah kotak, memiliki ukuran 2x1.


Di pinggiran tempat berpijak, terlihat sangat banyak air yang mengalir mengeluarkan uap yang tidak lain adalah qi. Apa yang dikatakan oleh Xiao Yu benar, suhu air tersebut kemungkinan lebih panas dari pada lava sehingga membuat semua tempat menjadi tandus walaupun air tersebut berada jauh di dalam tanah.


Tetapi, apa yang menarik perhatian Jian Chen adalah lambang yang ada di kotak tersebut, yaitu seekor burung berwarna oranye. Ornamen itu juga mengeluarkan uap seolah-olah ornamen tersebut hidup.

__ADS_1


__ADS_2