Dewa Pedang Azure

Dewa Pedang Azure
Kekuatan Evolusi Raptor


__ADS_3

Hutan Roh


Evolusi adalah kekuatan yang muncul di dalam tubuh setiap makhluk hidup, semakin tinggi evolusinya, semakin tinggi kekuatan yang dapat diraih.


Saat ini tatapan Jian Chen tertuju pada Raptor yang menatapnya dan Xiao Yu dengan waspada. Dari hal itupun, ia tau bahwa hewan roh tersebut memiliki kecerdasan yang sangat tinggi.


“Bagaimana hewan roh yang telah mencapai tingkat kultivasi yang sangat tinggi? Apakah dia sama seperti para manusia? Apakah mereka telah memiliki bentuk evolusi lainnya?” Batin Jian Chen. Ia pun menyampingkan pemikirannya tentang hal itu dan berfokus pada Raptor saat ini.


“Grrrr...!” Raptor tampak sedikit marah saat ini karena ada dua manusia yang mencoba menantangnya. Karena dirinya adalah penguasa Hutan Roh, tentu ia tidak akan mau mundur begitu saja melawan dua manusia. Ini adalah sifat atau lebih tepat dikatakan sebagai insting hewan roh yang menguasai satu wilayah.


Meskipun setiap hewan roh yang berkuasa memiliki kecerdasan tinggi, insting mereka untuk tetap berkuasa di suatu tempat tidak akan bisa bilang begitu saja.


“Tampaknya kau ingin bertarung sekali lagi! Jika begitu, aku akan menghabisimu sekarang juga di sini!” ucap Jian Chen saat memegang sarung pedang di tangan kirinya. Pedang Azure yang ada di tangan kanannya pun langsung diselimuti oleh qi yang memiliki warna sama dengan pedang.


“Khaaa...” Raptor pun langsung meraung keras dan melesat ke arah Jian Chen.


Menatap kecepatan Raptor bergerak, Jian Chen pun memasang wajah serius. Ia tau bahwa dirinyalah yang akan diincar karena tidak mungkin mengincar Xiao Yu yang terbang di udara.


Jian Chen tidak membuang waktu dan langsung melesat lalu mengayunkan Pedang Azure sekuat tenaga ke arah kepala Raptor.


Trang!


Bussssh!


Di saat bentrokan terjadi, beberapa pohon pun tumbang dalam sekejap karena hembusan qi yang berasal dari tabrakan dua kekuatan.


Mata Jian Chen menyipit saat melihat bahwa kepala Raptor sangatlah keras. Hanya ada sedikit goresan yang dapat ia buat bahkan ketika menyerang sekuat tenaga. Itu menandakan bahwa kulit Raptor memang sangatlah tebal.


“Terima ini!” Xiao Yu yang sudah terbang dengan kecepatan penuhnya pun muncul tepat di samping Raptor sambil menyerang sekuat tenaga yang ia bisa menggunakan dua Belati Putih di kedua tangannya.


Xiao Yu berputar sangat anggun di udara ketika melakukan gerakan yang ia ciptakan setelah mendapat petunjuk dari Jian Chen.


“Bilah Belati Berputar!”


Sraing! Sraing!


Crang! Crang!


Xiao Yu yang melewati Raptor pun mendaratkan dua tebasan tetapi itu sama sekali tidak bisa menembus kulit tebal Raptor.


Crak! Crak!


Raptor yang merasakan sakit walaupun tidak ada luka langsung mengayunkan Cakarnya yang sangat pendek.

__ADS_1


Mata Jian Chen melebar karena baru kali ini ia melihat Raptor menggunakan tangan pendek tersebut. Dari ini, ia paham bahwa hewan roh dihadapannya memang benar-benar memiliki evolusi yang membuatnya mengembangkan kemampuan baru selain dari menggigit musuh dengan ganas.


Sraing!


Cakar tersebut langsung melesat ke arah Jian Chen terlebih dahulu karena dia memiliki jarak yang paling dekat. Lagi pula, mereka berdua masih saling mendorong satu sama lainnya.


Melihat serangan cakar pendek itu, Jian Chen tau ada yang salah. Ia pun langsung mengangkat sarung pedang lalu melapisinya menggunakan qi. Ia membentuk qi seperti sebuah perisai halus dengan sarung pedang sebagai pusat.


“Perisai qi!”


Sraing!


Tiga bilah tipis melesat ke arah teknik pertahanan yang diciptakan oleh Jian Chen dengan susah payah.


Trang!


“Apa?” Jian Chen terkejut saat serangan tersebut mengenai teknik pertahanan yang ia ciptakan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa cakar kecil yang tampak lemah itu bisa menghasilkan bilah qi. Ini pastilah evolusi dari Raptor tersebut menurut Jian Chen karena dari apa yang ia ketahui, Raptor di sejarah bumi tidak bisa menggunakan cakarnya.


Bom!


Ledakan kecil terjadi saat serangan tersebut menabrak teknik pertahanan Jian Chen yang membuat Jian Chen terpental sekitar lima meter.


Tap!


Trang!


Dengan menggunakan Pedang Azure dan sarungnya, Jian Chen pun menahan agar rahang dari Raptor tidak melahapnya.


Bom!


Kaki Jian Chen tenggelam ke dalam tanah ketika mencoba menahan kekuatan dari rahang Raptor.


“Apa-apaan kekuatan ini? Bukankah Raptor itu spesialis dalam kecepatan? Kenapa kekuatannya sebesar ini?” Batin Jian Chen tidak percaya saat menahan beban yang sangat besar.


Crk! Crk!


Jian Chen hampir tidak mampu menahan beban seberat itu walaupun dirinya telah melatih tubuhnya hingga ke puncak yang bisa ia raih saat ini.


Wusssh!


Ketika melihat hal itu, Xiao Yu pun langsung terbang dengan kecepatan penuhnya sedikit rendah. Ia pun melapisi kedua Belati Putih miliknya dengan qi terkuat yang ia miliki.


“Tebasan Belati Cahaya!”

__ADS_1


Drrrrtttt!


Dua Belati Putih milik Xiao Yu tampak seperti bercahaya ketika itu bergetar sangat keras. Ia pun langsung menyerang sekuat yang ia bisa ke arah kedua lengan kecil Raptor karena memiliki feeling bahwa lengan itu sebenarnya sangat lemah.


Sraing! Sraing!


Xiao Yu berputar dengan cara yang aneh ketika melewati Raptor dan Jian Chen di tengah-tengah keduanya.


Jrezh!


Darah yang lumayan banyak langsung muncrat saat kedua lengan kecil itu dibelah oleh Xiao Yu dalam sejenak.


“Khaaa...” Raptor meraung kesakitan dan disaat itu juga ia langsung mengibaskan ekornya ke arah Xiao Yu.


Bam!


Xiao Yu yang masih dalam posisi membelakangi Raptor dan Jian Chen pun langsung terkena serangan tersebut yang membuatnya terpental sangat jauh. Ia merasakan ada sedikit retakan pada tulangnya dan rasa sakit yang ia terima sangatlah luar biasa.


Wajah Jian Chen gelap saat menatap Xiao Yu terkena serangan telak. Ia pun langsung mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki lalu mendorong Pedang Azure dan sarungnya karena konsentrasi Raptor sedang pecah.


Crang!


Raptor pun langsung di dorong mundur dalam sekejap dan di saat itu juga, Jian Chen langsung menggunakan serangan terkuat yang ia miliki.


Jian Chen membalikkan Pedang Azure dengan bilah pedang ke arah belakang. Ia pun langsung melapisi kakinya dengan qi lalu menyerang sekuat tenaga yang ia bisa setelah mengerahkan semua qi yang ia miliki.


“Tebasan Gaya Kecepatan Petir!”


Sraing!


Ketika Jian Chen melesat, ia pun langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga yang ia bisa, sangat terlihat saat ini otot-otot di lengannya sedikit membengkak.


Srak!


Jrezh!


Ketika Jian Chen melewati Raptor dengan pedang berada di depan dadanya, darah yang sangat banyak pun muncrat ke arah samping.


Setengah dari tubuh Raptor tersebut pun dibelah oleh Jian Chen menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki. Ia sangat tau bahwa hewan roh tersebut menggunakan qi agar pertahanannya meningkat. Dan di saat dia terluka karena Xiao Yu, di saat itulah Raptor kehilangan kendali pada qi-nya.


Blug!


Raptor terjatuh ke arah samping karena tebasan yang dilancarkan oleh Jian Chen membunuhnya seketika.

__ADS_1


Jian Chen menaikkan sudut bibirnya walaupun saat ini wajahnya sedikit pucat karena kehabisan qi. Ini adalah kerugian kultivator yang hanya memiliki tingkat kekuatan seperti dirinya yang mencoba menggunakan qi untuk melapisi senjata dalam jumlah yang sangat besar.


__ADS_2