
Kota yang dikuasi oleh Zhen saat ini tampak sangat ramai karena para warga telah berpesta karena Kelompok yang merupakan kelompok Zhen yang menjarah kota mereka lalu membuat mereka menjadi budak telah binasa. Saat ini mereka sedang membakar mayat-mayat itu dengan bahagia.
Tidak ada warga yang datang ke kediaman Zhen saat ini karena adanya Jian Chen dan Xiao Yu yang sedang tertidur di kediaman tersebut.
“Huft... Tampaknya koin emas ini pasti akan cukup bagi kami. Setidaknya ada lebih dari 500 koin emas di dalam kantong ini.” ucap Jian Chen saat menatap kantong yang tidak terlalu besar yang ada dihadapannya.
Jian Chen bukanlah orang yang serakah karena sedari awal semua koin emas, perak dan perunggu yang ada di dalam ruang harta Zhen adalah milik para warga.
Selain itu, Jian Chen juga menulis beberapa hal di kertas, yaitu teknik menggunakan pedang dan beberapa senjata lainnya agar diberikan kepada warga agar mereka dapat membela diri ketika musuh datang.
Jian memodifikasi teknik berpedang tersebut agar sesuai dengan senjata lainnya. Cara penggunaannya sangatlah mirip setelah ia memikirkan bentuk bermain senjata lainnya di kepalanya. Selain itu, ia juga membuat salinan manual kultivasi yang sama agar dapat digunakan pada warga yang telah membangunkan Wujud Kelahiran mereka.
“Hanya ini bantuan yang bisa aku berikan kepada mereka.” Batin Jian Chen dan menatap ke arah Xiao Yu yang masih tertidur seperti seekor anak anjing.
“Mau sampai kapan bocah ini ingin tertidur?” Jian Chen tidak tau harus berkata apa lagi lalu menghampiri Xiao Yu.
“Xiao Yu, bangunlah! Kita akan segera berangkat.” ucap Jian Chen dengan nada sedikit kuat.
“Mmmm.. tunggu sebentar lagi, biarkan aku tidur untuk beberapa saat lagi.” Xiao Yu yang telah melupakan kejadian setengah hari yang lalu.
“Oh? Tampaknya kau ingin tinggal di kota ini. Jika begitu, baiklah. Selamat tinggal.” ucap Jian Chen acuh tak acuh.
Xiao Yu yang mendengar itupun langsung berdiri dengan sangat cepat dan menatap ke arah Jian Chen dengan tatapan tidak senang. “Tidak bisakah dia membiarkanku berisitirahat untuk untuk beberapa saat? Aku tidak ada tidur selama beberapa hari ini!” Batin Xiao Yu sangat marah.
“Ada apa dengan tampang marahmu itu? Bawa ini.” Jian Chen melempar kantong yang berisi koin emas kepada Xiao Yu.
__ADS_1
Xiao Yu dengan mudah mengangkat kantong berisi koin emas karena dirinya saat ini telah mencapai tingkat kultivasi Martial Spirit tahap kedua, itulah sebabnya ia bisa memotong besi ringan yang dibuat menjadi kandang tempatnya dikurung.
“Ayo.” Jian Chen pun langsung berjalan ke arah keluar kediaman tersebut membawa beberapa gulungan yang membuat Xiao Yu sangat jengkel karena ia disuruh membawa beban yang berat karena kantong koin emas itu memiliki berat hampir 10kg.
“Apakah dia tidak bisa bersikap baik sedikit saja?” Batin Xiao Yu tetapi ia hanya mendengus lalu berjalan mengikuti Jian Chen.
Sesampainya diluar, para warga pun langsung mengerumuni Jian Chen dan Xiao Yu. Semua dari mereka terlihat sangat antusias dan mencoba mengundang keduanya untuk ikut berpesta.
Tetapi Jian Chen langsung menolaknya karena mengatakan bahwa mereka sedang ingin pergi ke suatu tempat dan waktunya sangat buru-buru.
Setelah itu, Jian Chen pun memberikan manual kultivasi serta teknik bersenjata kepada mereka agar mereka melatihnya supaya dapat bertahan jika ada yang menyerang sekali lagi. Serta, kata-kata Jian Chen tentang meninggalkan semua harta di sana membuat para warga sangat tersentuh.
Hanya satu permintaan Jian Chen kepada warga yaitu menyediakan mereka bahan makanan untuk beberapa hari perjalanan serta beberapa pakaian yang sesuai untuk mereka serta beberapa pakaian yang lebih besar ketika mereka mencapai usia dua tahun lebih tua. Para warga langsung menyediakan apa yang diminta oleh Jian Chen karena itu bukanlah sesuatu yang sulit.
Tidak lama kemudian, Jian Chen pun pergi bersama Xiao Yu diantar oleh semua penduduk desa yang memasang wajah sedih karena Jian Chen dan Xiao Yu tidak bisa ikut dalam pesta yang menurut mereka akan berlangsung selama dua hari lamanya.
“Jian Chen, ke mana tujuan kita saat ini?” Tanya Xiao Yu yang berjalan di sebelah Jian Chen ketika mereka telah bergerak selama hampir satu jam lamanya.
Jika pria dewasa melihat kedua bocah itu berkelana, siapapun mungkin akan merasa bingung karena keduanya tampak memiliki keberanian yang besar.
Jian Chen tidak langsung menjawab dan mengeluarkan sebuah peta dari dalam pakaiannya setelah menaruh barang bawaan di permukaan tanah. Ia telah memeriksa beberapa kali peta tersebut dan ingin memastikan bahwa tujuan mereka benar.
“Tujuan kita lumayan jauh, mungkin kita akan tiba dalam waktu kurang dari empat hari.” jawab Jian Chen.
“Tempat seperti apa yang akan kita datangi? Aku tidak pernah datang ke arah tersebut walaupun sering bepergian bersama paman atau kakekku.” ucap Xiao Yu dan nadanya terdengar sedikit sedih.
__ADS_1
Jian Chen tidak menghiraukan nada sedih Xiao Yu karena bocah itu harus belajar menerima sesuatu yang tidak mungkin bisa kembali lagi.
“Kau akan mengetahui tempat seperti apa yang akan kita datangi, Xiao Yu..” ucap Jian Chen dengan nada sedikit misterius yang membuat Xiao Yu sedikit bingung.
Keduanya pun terus bergerak ke arah tujuan mereka. Beberapa kali, mereka akan bertemu dengan hewan buas, dan itu bisa menjadi tambahan bahan makanan bagi mereka berdua. Ketika malam tiba, keduanya akan mencari tempat untuk beristirahat dan ketika pagi tiba, mereka akan bergegas pergi ke tempat tujuan.
Empat hari kemudian, mereka pun akhirnya tiba di dekat tujuan mereka. Ini lebih lama dari pada yang diperkirakan oleh Jian Chen walaupun merasa tidak masalah sama sekali.
“Kita hampir tiba.” Jian Chen pun yang sedang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya berbicara ketika berhenti di salah satu cabang pohon.
Xiao Yu langsung mendarat di samping Jian Chen dan menatap ke arah tempat yang sangat jauh dengan tatapan bingung karena apa yang ia lihat tidak seperti yang ia duga.
Dikejauhan, terlihat sebuah jurang yang lumayan dalam, kedua sisi tempat itu dihubungkan oleh sebuah jembatan yang tampak bisa hancur kapan saja.
“Jian.. Chen... Tempat apa sebenarnya yang kita datangi?” Tanya Xiao Yu menelan ludahnya ketika mendengar suara lolongan hewan yang tampak pasti sangat kuat.
Jian Chen tersenyum jahat ketika mendengar pertanyaan dari mulut Xiao Yu.
“He-he-he... Xiao Yu, aku mendengar dari para penduduk desa ketika kau pingsan bahwa tempat ini adalah tempat yang sangat berbahaya, diisi oleh hewan roh yang sangat banyak. Diperkirakan jumlah mereka mencapai puluh ribuan. Dan tempat ini disebut sebagai Hutan Roh, itu dikarenakan semua hewan yang ada di dalam sana adalah hewan roh yang sangat ganas. Kita akan tinggal di tempat ini setidaknya dua setengah tahun!” jawab Jian Chen dengan nada sedikit jahat.
Keringat dingin bercucuran di dahi Xiao Yu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jian Chen. Ia pun ingin melompat untuk kabur tetapi Jian Chen langsung menangkapnya.
Jian Chen pun langsung melompat dengan kecepatan tinggi dari satu pohon ke pohon lainnya dan langsung tiba di depan jembatan, ia tidak berhenti sama sekali yang membuat Xiao Yu gemetaran sambil berteriak.
“Tidakkkkkk!”
__ADS_1