Di Benua Eropa

Di Benua Eropa
Chapter 14


__ADS_3

...CHAPTER 14...


...THEY WARNING...


"Apa?"


Reagan menautkan alisnya heran saat Rosaline menerobos masuk ke dalam kamarnya. Ia memperhatikan gadis itu yang kini melompat ke atas tempat tidurnya dan berbaring nyaman di sana.


"Apa kau sibuk?" Rosaline bertanya, ia memiringkan tubuhnya agar iris emerald-nya bisa leluasa memandang manik kecoklatan milik sang kembaran.


"Sangat," Jawabnya singkat, mengacuhkan keberadaan Rosaline dengan memakai headphone-nya kembali.


Rosaline mengalihkan pandangannya untuk menatap langit-langit kamar sebelum berbaliknya ke arah kembarannya lagi.


Telinganya terus menangkap suara seiring Reagan menggerutu sambil memandangi layar laptop yang sejak tadi menunjukkan jajaran grafik angka yang sama sekali tak Rosaline mengerti.


"Stop staring, Rosie. Aku bisa merasakan tatapan membosankan mu itu menembus sampai ke tulang ku!" Seru Reagan. Ia berbalik dan melepaskan headphone-nya, memandang lurus ke arah Rosaline.


Sekarang frustasi menjalar sampai ke ubun-ubunnya. Sudah lima menit terlewati dan mereka berdua hanya saling bertatap mata. Tidak ada sepatah kata apapun yang keluar dari mulut mereka masing-masing.


"Ada apa?" Tanya Reagan. Matanya melembut menatap sang adiknya yang sepertinya tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Rosaline sejak tadi membuka mulutnya untuk bicara, namun sedetik kemudian gadis itu menutup mulutnya kembali. Seakan enggan melontarkan kata-kata dari sana.


"Aku takut," Jawab Rosaline singkat, membuat Reagan mengerling heran.


"Apa yang mengganggu pikiran mu kali ini?"


"Entahlah. Akhir-akhir ini perasaan ku tak enak," resahnya. Bahunya terangkat dan kepalanya menggeleng pelan.


"Apa maksud mu?"


Rosaline bangkit dari posisi tidurnya dan menatap lekat Reagan. Ini sudah dua minggu sejak ia menjadi saksi hidup perbuatan kasar yang selalu Clark lakukan pada Asher. Dan Rosaline sama sekali tak melakukan apa-apa.

__ADS_1


Setiap kali dia tergerak untuk menolong karena sikap kemanusiaannya, selalu ada sesuatu di dalam hati yang menghentikan niatnya. Dan Rosaline tanpa pikir panjang melakukannya.


Rosaline pernah pergi menemui dewan kampus dan para profesor untuk mengadukan perbuatan Clark. Namun bukan solusi yang dia harapkan bisa membantu situasi Asher, para dewan dan profesor malah menutup mata dan berkata, 'kami tidak bisa melakukan apa-apa. Dia seorang the golden money'


Semuanya langsung menutup mata. Bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi karena gelar the golden money yang sangat Clark banggakan itu.


"The golden money—" ucapannya terpotong, "— anggota the golden money yang kau bicarakan di meja makan waktu itu apa dia pernah membully mahasiswa lain? Mungkin contohnya mahasiswa yang menerima beasiswa? Atau lebih tepatnya orang yang lebih rendah darinya?"


Kerutan di dahi Reagan semakin terlihat jelas. Rahang pria itu mengeras dan giginya menekan satu sama lain. "Jadi benar apa yang ku dengar, huh?" Lirih Reagan namun masih bisa didengar oleh Rosaline samar-samar.


"Kau mengatakan sesuatu? I don't catch it."


Reagan melirik ke arah sang kembaran yang sekarang memberinya tatapan bertanya, sebelum melanjutkan, "Entahlah, mana ku tahu, aku tidak punya waktu memperhatikannya."


Kali ini Reagan menolehkan kepalanya hanya untuk melihat perubahan ekspresi Rosaline. Gadis itu memasang ekspresi kecewa begitu ia mendengar perkataannya.


"Kenapa? Apa teman the golden money mu itu melakukannya?" Reagan tersenyum puas melihat pelototan lebar di mata sang kembaran.


"Oh looks like I hit the nail on the head. Asal kau tahu saja, aku sedikit sakit hati kau tidak memberitahu ku soal hubungan pertemanan mu dengan anggota the golden money itu."


Tentang dia yang terkenal di seluruh Westminster.


"Well, can't denied it," Jawabnya mengedikkan bahu.


Rosaline berani bersumpah dia bisa mendengar suara helaan napas kasar yang keluar dari mulut Reagan, seiring pria itu berbalik dan kembali menatap laptopnya lagi.


"Lebih baik kau akhiri pertemanan mu dengannya."


"Oh? Intuisi lelaki? Kau tahu kan biasanya intuisi laki-laki itu selalu sal—"


"Ya. Tapi kali ini intuisi sebagai saudara. Dia adalah seorang pembully, Rosaline. Karena itu lebih baik kau akhiri pertemanan bodoh mu dengan the golden money itu. Aku tidak mau kau berubah menjadi pembully sepertinya."


Rosaline menyeringai. "Aku tidak tahu harus merasa senang atau apa karena kau mengkhawatirkan ku."

__ADS_1


Rosaline berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan mendekati Reagan. Ia dengan sengaja mengistirahatkan tangannya di atas kepala Reagan, membuat si empunya nama risih.


"Oh god, stop it. Jauhkan tangan mu dari ku!" Cicitnya tak suka.


Rosaline tertawa geli dan menjauhkan tangannya dari kepala Reagan, sebelum melangkahkan kakinya ke luar dari sana.


Tepat tangannya meraih kenop pintu, Rosaline berbalik dan berkata, "Terima kasih. Aku baru tahu ternyata kau juga bisa menjadi kembaran yang baik, not always the bloody jerk twin," cemoohnya membuat Reagan mengerling malas.


Sudut bibir pria itu tanpa sadar tertarik ke atas dan membentuk senyuman kecil di wajahnya. Saking kecilnya senyuman itu, Rosaline dan dirinya sendiri bahkan tak bisa menyadarinya.


"Ya... ya... sama-sama. Now get out! Keluar dari kamar ku dan jangan lupa tutup pintunya!"


Klap!


Pintu tertutup pelan. Rosaline berdiri di belakang pintu seiring helaan napas lelah keluar dari dalam mulutnya. Dia mendongakkan kepalanya, mengatupkan bibirnya dan menyatukan alisnya.


Sekarang gadis itu tengah berpikir keras. Hanya beberapa bulan pertemanannya dengan Clark, sudah lima orang yang memperingatkannya untuk menjauhi Clark dan bahkan mengakhiri hubungan pertemanan mereka.


Tiga wanita yang ia temui di hari pertama kuliahnya, lalu profesor Watson, dan sekarang, kembarannya sendiri. Reagan.


Lalu siapa selanjutnya?


Rosaline menggeleng, memijat keningnya halus sebelum menggerakkan kakinya menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Reagan. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, meraih laptopnya dan meletakkannya di atas pangkuannya.


Bukan karena keingintahuan semata, tangan Rosaline bergerak lamban menggulirkan kursor ke bawah, membaca tiap jengkal informasi the golden money yang sejak tadi ia cari di internet.


Entah kenapa sulit sekali baginya untuk menemukan artikel dengan kata kunci tersebut, mengingat sindikat the golden money ini mempunyai status yang tertutup.


Hanya segelintir orang yang memiliki akses untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam sana. Gadis itu menggerakkan bola matanya kesana kemari, memperhatikan layar laptopnya dengan seksama.


Dari apa yang tertera dilayar laptopnya sekarang, Rosaline hanya menemukan definisi dari The Golden Money dan juga kedudukan mereka di pemerintahan jauh sebelum London terbentuk.


Well... Bisa dibilang para anggotanya terdahulu atau lebih tepatnya lagi nenek moyang mereka, telah berbisnis dengan satu sama lain selama ratusan tahun lamanya. Di mana hal itulah yang membuat kedudukan mereka amat penting di pemerintahan Inggris, terutama di bagian perdagangan.

__ADS_1


Nah lebih baik jangan tanyakan gadis itu situs apa yang dibuka olehnya sehingga ia mengetahui informasi seujung kuku barusan. Just don't. Karena dia sendiri tak tahu bagaimana caranya dia berakhir di sana.


__ADS_2