Di Benua Eropa

Di Benua Eropa
Chapter 57


__ADS_3

...CHAPTER 57...


...CONFESSION...


"Apa yang kau lakukan di sini, Rosaline?! This is the golden money gathering! Kau tidak diterima di sini!"


Ya, awalnya Rosaline tidak tahu para tamu di ruangan itu adalah anggota the golden money, tapi begitu dia melihat sekilas Clark duduk di sebelah James. Dia langsung membuat kesimpulan bahwa para tamu di sana adalah anggota the golden money.


"Entahlah, oke?! Calon mertua mu yang mengundang aku kesini," protes Rosaline. Dia menarik tangan Clark darinya, meninggalkan memar merah di sekitar pergelangan tangannya.


"Lalu kenapa kau datang? Apa kau gila?!" Dia meraung marah.


Rosaline hanya memutar bola matanya dengan malas. Sebenarnya, baik itu hati dan pemikirannya tidak pernah mengizinkannya untuk datang ke jamuan makan malam keluarga Adler. Dia tahu pasti semuanya akan menjadi bencana terutama bertemu dengan Clark.


"Ya, ku rasa begitu!" Balas Rosaline. Mendorong Clark menjauh hingga punggung gadis berambut merah maroon itu membentur tembok di belakangnya.


Jujur, Rosaline tidak pernah menyangka bahwa makan malam dengan para the golden money berjalan lancar. Untungnya dia tahu tentang table manner. Jika tidak, mereka mungkin akan mencibir atau menertawakannya setiap kali dia melakukan kesalahan.


Seperti yang dia pikirkan sebelum, semuanya akan menjadi bencana.


Rosaline masih berdiri di sana seperti patung, bertukar pandang dengan gadis the golden money di depannya. Gadis itu menatapnya sinis, bahkan tidak mau repot-repot memalingkan muka darinya.


"Apa ada yang ingin kau katakan lagi?" Rosaline mengernyit, "kalau tidak, boleh aku pergi sekarang? Aku perlu ke kamar mandi," gerutu Rosaline, membuat Clark mendengus.


"Just that? Seriously, Rosaline! Setelah ketahuan berselingkuh dengan kekasih ku begitu attitude mu pada ku? Kau tidak ingin minta maaf pada ku?"


Rosaline mendengus jijik mendengar perkataan yang keluar dari mulut Clark. Dia memutar matanya secara dramatis, merasa ngeri dan sangat aneh pada saat itu.


"Aku tidak selingkuh dengan pacar mu!" teriak Rosaline. Dia melihat sekeliling hanya untuk memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar.


Clark mencibir. Gadis berambut merah maroon itu menyilangkan tangan ke depan dada dan bersandar ke dinding di belakangnya. "Lalu ada apa dengan foto ini?!" Dia menarik selembar foto polaroid dari dalam kantong bajunya dan menunjukkannya pada Rosaline.


"If you want me to prove it, then this is the prove!"


Hanya mendengar kata-katanya barusan, Rosaline tahu gadis itu sangat marah.


Benar-benar marah padanya. Tapi bagaimana caranya memberi tahu Clark agar dia percaya? Karena memang tidak ada yang terjadi di antara mereka.

__ADS_1


Rosaline pertama-tama melihat polaroid sebelum mengarahkan perhatiannya kembali ke Clark. Dia jelas sudah gila, pikir Rosaline. Tidak heran James bosan dengannya.


Perlahan Rosaline melangkah mendekati Clark, hanya untuk meraih polaroid dari tangannya. "Ini?" Dia menunjuk, "tidak ada hubungannya dengan ku!"


Clark ternganga saat Rosaline merobek foto itu tiba-tiba. Tatapan kemarahan di matanya perlahan memudar, berubah menjadi semacam keterkejutan.


"What on earth are you doing!" Clark berteriak dan Rosaline hanya mengangkat bahunya.


"Sebagai informasi, aku partner dari pacar mu dan foto ini diambil ketika aku dan Adler datang mengunjungi Edinburgh untuk proyek kami. Kau bisa bertanya padanya jika tidak percaya pada ku. Tidak ada apa-apa di antara kami. Ini hanya untuk proyek!"


Dengan cara yang elegan, Rosaline melemparkan lembaran-lembaran kertas polaroid yang dia robek ke lantai dan membalikkan tumitnya, membuat jarak dari Clark saat dia meraih pintu depan dan menghilang.


"Aku benci gadis sialan itu!"


Tanpa sadar tangannya mengepal. Clark menghentakkan kakinya berjalan masuk ke sebuah ruangan di mana yang ia yakini James pasti ada di sana. Menghabiskan waktunya dengan buku-buku aneh yang tidak menarik perhatian.


Brak!


"Kau benar-benar berselingkuh dengannya, kan?!"


James sedang duduk di sofa ketika Clark menerobos masuk ke dalam ruangan pribadinya. Ia memandang gadis itu sejenak sebelum akhirnya memusatkan perhatiannya kembali ke bukudi tangannya.


Clark mengerang benci seiring kakinya kembali menghentak menuju James. Dengan marah, dia meraih buku yang tengah James baca dan melemparkannya ke sembarang arah. James tidak mengatakan apapun saat itu, dia hanya mengerutkan keningnya dan kemudian berdiri.


"Kau bahkan memperhatikannya," Clark berkata, menunjuk ke arah monitor CCTV yang memampangkan sosok Rosaline di luar rumahnya.


"Kenapa ayah mu mengundangnya ke jamuan makan malam the golden money?" Sungut Clark,


"she's not worthy for this, James! Dia cuman makhluk rendahan! Dan lagi kenapa dia berpasangan dengan mu, huh?"


James mengerling malas melihat wajah Clark saat gadis itu mengguncang tubuhnya dengan marah. "Shut up, Clark! Jangan menghinanya!" Dengan kasar, James melepaskan tangan Clark darinya.


"Kau bahkan membelanya. Padahal kau sangat membencinya dan kau selalu mendukung ku untuk itu," lirihnya tak percaya.


"Aku tidak pernah membencinya, Clark. Ak—"


"Berarti benar, kan? Kau memang punya hubungan dengannya, kan? Jangan bodohi aku James!"

__ADS_1


Saat itu mereka bertengkar hebat. Entah itu James atau Clark, mereka saling berteriak. Setiap kata-kata buruk keluar, menghina, memaki, atau apapun itu. Sampai kesabaran James berada di titik paling rendah, dia berteriak.


"Aku berteman dengannya! Dia adalah temanku sekarang!"


Bagai disambar petir di siang bolong, tubuh Clark menjadi kaku. Tangannya yang mengepal marah perlahan melepaskan genggamannya. Satu langkah, dua langkah, dan dia perlahan melangkah ke belakang dengan rahang menganga.


"T-teman?" dia bertanya, tidak ingin mempercayai kata itu, "kau berteman dengannya?"


James mengerang. Dia cukup yakin bahwa dia mengatakannya dengan keras sehingga Clark atau makhluk apa pun di ruangan itu dapat mendengarnya.


"Ya. Dia teman ku sekarang. Kami tidak berselingkuh atau semacam hal yang ada di dalam pikiran bodoh mu, tapi aku berteman dengannya dan—"


"Dan? Dan apa James?" Clark bertanya. Suaranya bergetar seakan ingin menangis.


"Aku menyukainya."


...•—— ⁠✿ ——•...


"Jadi kau pergi ke rumah mewah ini tanpa memberi tahu ku, Rosie?"


Rosaline tercekat begitu dia keluar dari gerbang depan rumah James dia bertemu dengan sosok laki-laki yang mirip dengannya. Hanya berbeda gender, potongan rambut, dan bahkan warna mata, namun Rosaline mengenalinya.


"Reggie," panggilnya sambil tertawa awkward.


Laki-laki itu menatapnya dingin seiring menyerahkan sebuah benda pipih bergambar astronot kepada Rosaline. "Your phone. Kau meninggalkannya di rumah," jelas Reagan.


Laki-laki itu memasukkan tangannya ke kantong jaket sembari menikmati pemandangan sekitar di mana banyak rumah-rumah mewah yang berjejer di sekeliling. Dia tahu kalau rumah di depannya ini adalah rumah dari seorang James Orion Adler. Nah, Reagan pernah melihatnya di televisi.


"Apa yang kau lakukan di sini, Rosie?" Tanya Reagan memecah keheningan.


"Jamuan makan malam," Jawab sang kembaran, ragu.


"Fine let's forget about this. Aku tidak ingin membahas soal kenapa kau ada di sini atau kenapa kau diundang jamuan makan malam ke rumahnya. Ada sesuatu yang harus aku beritahu pada mu."


Rosaline yang sejak tadi menunduk perlahan mengangkat kepalanya, melihat sang kembaran yang kini tengah menghisap rokok.


"Apa?"

__ADS_1


"Julian akan datang ke Inggris."


__ADS_2