
...CHAPTER 34...
...FIRST MEETING...
"Halo Mr. Adler dan Ms. smith. Saya sekretaris pribadi Ms. Matilda. Saya di sini untuk memberi tahu kalian bahwa rapat akan dimulai dalam dua puluh menit."
Saat Rosaline memusatkan perhatian pada monitornya sementara James sedang membaca bukunya, tiba-tiba seorang pria berjas masuk ke ruangan mereka. Keduanya saling bertukar pandang lalu mengangguk dan buru-buru mengikuti pria itu.
Kembali menaiki lift, Rosaline berdiri di samping James, memainkan jari-jarinya di sampul dokumen yang dibawanya. Ya Tuhan, perasaan tegang dan gugup di dadanya menyatu.
Ini adalah rapat pertama yang akan dia hadiri dan sepertinya bukan untuk si the golden money. James hanya berdiri diam di sebelahnya dengan punggung tegak seolah sangat percaya diri.
"Let me tell you before we enter the meeting room. For your information, Ms. Matilda sudah mengundang semua sponsor yang akan mensponsori ide kalian dalam rapat ini. Jadi, saya harap kalian berdua mengerti betapa pentingnya hal ini bagi perusahaan dan juga bagi kalian."
Begitu mereka tiba, pria itu pergi, meninggalkan Rosaline dan James sendirian di ruang rapat. Rosaline kembali duduk di sampingnya, dengan rasa gugup yang masih membekas di dadanya sementara pria pirang itu mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Terlihat kesal menunggu.
"Berikan dokumen itu pada ku, Smith," perintah James sambil menunjuk dokumen di pangkuan Rosaline.
Tanpa kata-kata, Rosaline menyodorkan dokumen itu padanya. Jujur, dalam seminggu terakhir sejak dia pertama kali tiba di sini, Rosaline sudah terbiasa dengan kesunyian yang dialaminya bersama James setiap kali mereka berada di ruangan tanpa kehadiran orang lain.
Ini seperti rutinitas baru baginya. Meski baru satu minggu bekerja bersamanya, Rosaline sudah terbiasa. Sebuah keajaiban, bukan?
"Ingat apa yang aku katakan kemarin? Bersikap santai saja. Jangan tunjukkan kegugupan mu kepada mereka. Jika mereka menyetujui ide kita, akan mudah bagi kita untuk menyelesaikan proyek ini."
Sekali lagi, Rosaline mengangguk setuju dengan perkataan pria itu. Tak lama setelah percakapan singkat mereka, pintu ruangan rapat terbuka memampangkan segerombolan pria dan wanita berpakaian rapi berjalan masuk ke dalam.
James. Pria pirang itu langsung berdiri, menyambut jabat tangan yang ditawarkan oleh gerombolan orang-orang yang Rosaline duga sebagai sponsor mereka nanti dengan senyuman bisnis yang ramah.
__ADS_1
"Oh, Tuan Adler. Senang bertemu dengan Anda," kata salah satu dari mereka dan James terkekeh.
"Senang bertemu dengan mu juga, silakan duduk."
James berbalik, melihat ke arah Rosaline yang diam dengan tubuh gemetar. Pria itu menghela napas, memberi isyarat pada gadis itu agar berdiri di sampingnya dan Rosaline mengangguk, mematuhi perkataannya.
Ketika menjelaskan ide mereka tentang desain pembangunan baru perusahaan Matilda's dengan beberapa perusahaan lain di beberapa daerah di sekitar Inggris, James berubah menjadi orang yang sangat berbeda.
Laki-laki itu —dalam sudut pandang Rosaline—tampak begitu bersinar dan berbakat. Kepiawaiannya dalam pemasaran dan juga keahliannya membuat orang lain percaya dengan perkataannya, membuatnya semakin terlihat cerdas.
"dan, untuk konstruksi bangunan, rekan saya, Miss Rosaline akan menjelaskannya kepada Anda sekalian secara lebih rinci. Ini adalah satu-satunya desain yang kami sepakati."
Wajah Rosaline menjadi gelap, mata zamrud yang suram seketika muncul seiring kepalanya menggeleng pelan. Pria pirang itu, sekali lagi menghela napas. Kali ini terdengar pasrah dan lelah. Dia langsung menarik lengan gadis itu, menempatkannya secara paksa di tempatnya berdiri beberapa detik yang lalu.
Rosaline mengatupkan bibirnya, mengerutkan kening saat dia memindahkan berat badannya dari satu kaki ke kaki yang lainnya karena merasa gugup. Dia melihat sekeliling, mengamati sekitar sebelum dia menarik napas panjang dan mulai berbicara.
"Dan mengapa kamu memilih desain itu? Kelihatannya sangat rumit," salah satu dari mereka bertanya.
"Tentang itu, berdasarkan surat kabar yang pernah saya baca dan mencari informasi lebih rinci di internet. Saya menyadari baik itu perusahaan Matilda's dan perusahaan anda sekalian selalu terpaku pada konstruksi yang rumit.
"Perusahaan kalian selalu mempertimbangkan sesuatu dengan konsep dan detail terlebih dahulu untuk menambah daya tarik dari perusahaan agar para konsumen dan pekerja merasa lebih nyaman.
"Oleh karena itu saya memilih desain ini untuk perusahaan kerja sama yang akan dijalani oleh perusahaan Matilda's dengan perusahaan yang lain."
Proyektor yang mereka gunakan saat itu menunjukkan desain yang dibuat Rosaline saat gadis itu menyentuh touchpad, beralih ke halaman berikutnya di mana desainnya tergambar di sana.
"Karena pemilik perusahaan ini sangat menyukai gaya bangunan victorian sementara perusahaan yang lain lebih menyukai gaya modern, saya memodifikasi gaya tradisional dengan gaya modern. Dan inilah hasil akhirnya."
__ADS_1
Ruangan menjadi sunyi selama satu menit setelah Rosaline memvisualisasikan desain konstruksinya. Gadis itu melihat sekeliling dengan ketakutan, sekali lagi membaca ekspresi wajah mereka.
Dalam keadaan yang berbeda meski di ruangan yang sama, Rosaline bisa merasakan sepasang mata sedang menatapnya dan ia tahu mata siapa itu. Tentu saja. Tidak lain dan bukan ialah James Orion Adler.
Pria pirang itu memalingkan matanya, melihat dokumennya dan mengangkat bahu kecil sebagai respon.
"Saya suka ide Anda tentang modifikasi antara gaya tradisional dan modern Ms. Rosaline, dan juga untuk detailnya, meskipun terlihat rumit tetapi sangat indah."
"Ya, penggabungan dua gaya itu seakan menghormati tiap sisi. Saya suka dengan ide anda, Ms. Rosaline."
Sedikit senyum kecil melintas di wajah Rosaline saat semua orang bertepuk tangan dan memuji desainnya. Dia mencuri pandang ke arah James lalu ke Oliver. Gadis berambut coklat itu tengah menadah dagunya, tersenyum bangga ke arah Rosaline dengan lebar.
"Well sepertinya kerja sama kita akan dimulai dari sekarang," Serunya dan berdiri.
Begitu Oliver menjauh dari kursinya, semua orang di ruangan seketika mengikutinya. Mereka semua berdiri, menunggu sang pemilik perusahaan Matilda's itu untuk berjabat tangan dengan mereka.
"Terima kasih, Ms. Matilda. Aku harap kerja sama ini akan membawa keuntungan besar untuk kita semua."
Klap!
Pintu tertutup dan tubuh Rosaline merosot ke dinding di belakangnya. Gadis itu bernalas lega. Bersyukur karena tidak membuat kekacauan atau James akan membunuhnya jika dia mengacaukan rapat pertama mereka.
"Kerja bagus, Rosaline. Untuk saat ini, kau boleh fokus dengan desain, sementara James membuat proposal untuk sponsor. Setelah proposal selesai, kalian berdua harus datang ke perusahaan mereka untuk menyerahkannya. Anggap saja sebagai sopan santun setelah kerja sama kita dimulai."
Ruangan menjadi sunyi dan Oliver menepuk tangannya. "Baiklah, aku menunggu performa terbaik kalian berdua dalam proyek ini. Aku harap tidak akan ada kendala yang akan mengganggu proyek ini nantinya, baik itu secara internal ataupun eksternal."
Rosaline mengangguk sementara James hanya diam. Pria pirang itu berdiri, menjauh dari kursinya dan kemudian pergi sambil membawa beberapa tumpuk dokumen bersamanya, meninggalkan Rosaline sendirian bersama Oliver di ruang rapat.
__ADS_1
Dia memperhatikan figur pria pirang itu yang perlahan menghilang begitu pintu ruang rapat ditutup kembali. Lalu dia menoleh, melihat ke arah Oliver yang tangannya berada di pinggang sambil menggeleng pasrah.