
...CHAPTER 60...
...THE VREAA CASE...
Satu minggu kemudian.
Sesekali, Clark yang sedang mondar-mandir di kamarnya menggertakkan giginya seiring gerutuan stres keluar dari bibirnya. Gadis berambut merah marun itu melempar apapun yang menghalangi jalannya dengan menendangnya, tak peduli apakah benda itu akan pecah dan membuat kamarnya berantakan.
Sudah seminggu berlalu sejak Clark meminta orang kepercayaannya untuk melakukan sedikit pemeriksaan latar belakang pada keluarga Rosaline. Dia tahu jika Rosaline bukan penduduk asli Inggris. Itu sebabnya dengan informasi yang dia temukan, Clark akan menggunakannya untuk memeras Rosaline.
Dengan memerasnya, gadis itu akan tahu untuk tidak bermain-main dengannya lagi. Sungguh memalukan bagi rendahan seperti dia bermain-main, terutama dengan the golden money. Kasta the golden money adalah yang tertinggi. Selaras dengan pemerintah. Dan Rosaline? Heh dia hanya seorang rendahan.
Clark mengerang keras saat dia melemparkan tubuhnya ke sofa, berbaring di sana sementara kepalanya mendongak. Dia menghela nafas, jari-jarinya mencubit pangkal hidungnya saat dia menyisir rambutnya. Menghaluskan dahinya.
Matanya menatap dengan malas ke detail atap kamarnya. Cantik, pikirnya. Dengan beberapa seni bunga dan garis emas yang menyatu dengan indahnya, membuat kamarnya terlihat lebih mewah. Dia suka menjadi mewah. Karena the golden money itu mewah.
Tidak ada yang berani menentang mereka.
Terganggu dengan ketukan keras dari pintunya, Clark mengerang saat dia duduk tegak dan berteriak "masuk!" Kepada seseorang yang sedang berdiri di depan kamar tidurnya. Dia melirik, tetapi tidak menoleh, hanya untuk melihat seorang pria dengan jas hitam membawa sesuatu di tangannya.
"Duduk!" Clark menuntut dan pria itu duduk di depannya.
"Sudah seminggu sejak aku meminta mu untuk melakukan pemeriksaan latar belakang pada keluarga Rosaline dan kenapa kau belum memberi tahu ku apa-apa? Apa kau tidak bisa melakukan pekerjaan mu dengan baik? Kau ingin saya membuat keluarga mu menderita? "
Alih-alih menjawab semua pertanyaan majikannya, pria itu hanya meletakkan beberapa amplop di atas meja. Mereka bertukar pandang sebentar, sebelum Clark memutuskannya terlebih dahulu dan memperhatikan amplopnya.
Perlahan, dia meraih amplop itu dan membukanya. Membacanya dalam diam.
Tiba-tiba matanya melebar, melotot ke pria berjas hitam di depannya.
__ADS_1
"The hell with this?" Dia berteriak kaget dan pria itu hanya bisa mengangguk sebagai tanggapan.
"Ini adalah informasi yang saya temukan Ms. Jenkins. Rosaline Mary Smith bukanlah Rosaline Mary Smith. Dia adalah Rosaline Mary Vreaa. Dia memiliki saudara kembar dan namanya adalah Reagan Lucius Vreaa. Mereka berada di perguruan tinggi yang sama dengan Anda, Westminster, tapi saudara kembarnya mahasiswa bisnis. Seperti Tuan Adler."
Clark ternganga, tetapi pada saat dia menyadari sesuatu tentang keluarga Vreaa, dia segera menutup mulutnya dan seringai lebar menyebar di wajahnya. Dia tahu sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Vreaa. Kasus pembunuhan dua puluh lima tahun yang lalu.
Dan jika dia bisa mengingat penjelasan ayahnya tentang kasus itu ketika dia masih kecil. Ayahnya pernah mengatakan kepala keluarga Vreaa adalah seorang pembunuh. Dia meringkuk di penjara selama lima tahun tetapi kemudian dibebaskan setelah ditemukan kurang bukti.
Berdasarkan beberapa informasi di surat kabar yang pernah dia baca, kepala keluarga Vreaa pindah ke negara lain dan membuat keluarga baru di sana. Yah, itu adalah berita yang besar untuk saat itu. Pasalnya, tak lama setelah keluar dari penjara, tujuh tahun kemudian keluarga Vreaa ditemukan tewas di rumahnya.
"Dari apa yang saya temukan, kematian keluarga Vreaa adalah pembunuhan. Bukan karena mereka bunuh diri, tetapi pembunuhan."
Mata Clark menatap ke arah pria itu dengan kaget.
"Setelah orang tua mereka meninggal, anak-anak mereka tidak ditemukan di mana pun. Ada yang mengatakan mereka pindah ke negara lain lagi, tapi itu omong kosong. Mereka hanya pindah ke rumah mereka yang lain yang telah orang tuanya beli dan selama beberapa tahun ini mereka diurus oleh seseorang."
"Siapa?" tanya Clark.
Clark hampir tersedak ludahnya sendiri begitu mendengar nama itu. Julian Nolan Torres? Dia pikir. Kenapa kepala gangster terkenal di Inggris merawat seorang yatim piatu seperti Rosaline dan saudara kembarnya? Sangat menarik!
"Berikan semua informasi!" Dia menuntut.
"Ya, Nona Jenkins!"
...•—— ✿ ——•...
Hari sudah gelap ketika Rosaline melangkah ke jalan, hanya lampu dari kedua sisi jalan yang bersinar di atasnya. Dia terus berjalan sampai dia melihat sebuah kedai kopi.
Sebenarnya, dia selalu bisa langsung pulang dan minum kopi dari little latte espresso alias buatan tangan Daniel. Namun, sesuatu di dalam dirinya tidak membiarkannya melakukannya begitu saja saat itu. Akhirnya Rosaline perlahan-lahan berjalan mendekati kedai kopi tersebut dan menerobos masuk.
__ADS_1
Dia melihat hanya selusin orang di sana yang mengantri, menunggu untuk mendapatkan kopi mereka. Jadi, seperti orang lain, dia juga berdiri di sana. Menunggu dengan sabar sampai gilirannya tiba untuk memesan.
Rosaline memasukkan tangannya ke dalam sakunya sembari mata zamrudnya berkeliaran sekitar. Mengamati ke semua sisi kedai kopi. Pandangannya berhenti begitu dia melihat televisi yang tergantung di atas mesin kopi menarik perhatiannya.
"Berita? Fine let's see, berita hangat apa hari ini," gumamnya pelan.
Gadis itu memindahkan berat tubuhnya dari satu kaki ke kaki lainnya sambil menatap lama, dengan intens mendengarkan suara di sepanjang layar televisi yang menayangkan saluran berita.
Entah kenapa, akhir-akhir ini Rosaline begitu peduli dengan berita yang terus ditayangkan.
Terutama berita tentang the golden money.
"Dua puluh lima tahun lalu, Inggris pernah digemparkan oleh kasus pembunuhan yang melibatkan kepala keluarga dari keluarga Vreaa."
Seperti disambar petir di siang bolong, tubuh Rosaline menjadi kaku di tempat. Dia tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Apa itu? Dua puluh lima tahun lalu? Kasus pembunuhan yang melibatkan keluarga Vreaa? Apa-apaan?!
"Kasus pembunuhan waktu itu, ya? Aku dengar setelah tujuh tahun dikeluarkan dari penjara, seluruh anggota keluarga Vreaa ditemukan tewas di rumah mereka. Aku yakin mereka dibunuh oleh keluarga korban."
Rosaline kembali menajamkan pendengarannya sesaat orang-orang disekitarnya mulai berbicara.
"Ya. Baguslah mereka semua mati. Keadilan harus tetap ditegakkan!"
Tanpa sadar tangan Rosaline mengepal kuat. Amarah di dadanya terus menggebu seolah siap untuk meledak sekarang juga.
"Kasus pembunuhan ini pun akhirnya ditutup setelah tujuh tahun kepala keluarga Vreaa dibebaskan dan ditemukan tewas di rumahnya. Menurut opini publik kematian keluarga Vreaa merupakan kasus pembunuhan berencana berdasarkan dari hasil otopsi yang bocor ke media."
Seketika kepala Rosaline menjadi pusing tatkala
suara gumaman orang-orang di sekitarnya semakin menjadi. Rasanya dia ingin berteriak, menyuruh semua orang untuk menutup mulut mereka dan berhenti menghakimi keluarganya.
__ADS_1
Kenapa semua orang berbicara seakan mereka tahu apa yang terjadi di malam itu? Mereka tidak ada di sana untuk merasakannya! Batinnya terus berteriak marah, penuh dengan kebencian. Namun jika dia berbicara, suaranya akan tetap kalah.