Di Benua Eropa

Di Benua Eropa
Chapter 65


__ADS_3

...CHAPTER 65...


...KIDNAPPED...


"Apa? Kau menculik ku, membawa ku ke sini, lalu kau membiarkan ku hidup begitu saja sekarang? Ku pikir kau akan membunuh ku," Rosaline menyeringai.


Dia tahu ada tali yang mengikat tangannya dengan erat saat dia sadar, dia tidak berada di rumah Clark lagi. Terakhir kali dia ingat sebelum penglihatannya menjadi gelap dan pingsan. Dia melihat layar televisi yang menunjukkan tentang keluarganya.


Sekarang, semua orang tahu siapa dia. Tentang dia yang merupakan putri dari keluarga Vreaa.


"Kau menantang ku, Rosaline? Aku bisa membunuh mu kapan pun aku mau dan mengubur tubuh mu di tempat entah berantah. Jadi tidak ada yang akan menemukan mu dan menyalahkan ku."


Rosaline terkekeh seiring mata berguling dramatis yang dia lakukan dan melemparkan tatapan tajam padanya. "Lakukan. Aku yakin seseorang akan menemukan tubuhku atau jika aku mati tanpa keadilan, aku akan menghantui mu sampai kau mati. Aku akan menjadi saksi kematian mu, Clark."


Alih-alih menganggap serius kata-kata Rosaline, Clark menyeringai. Dia menyilangkan tangan dan kakinya, bersandar di dinding belakangnya sementara wajahnya mengejek Rosaline. Menyeringai seperti orang jahat.


"Aku bisa menggunakan uang ku untuk menutup kasus mu dan membuat semua orang, di negara ini melupakan keluarga atau identitas mu. Kau akan menghilang dari dunia ini dan tidak ada yang akan mengingat mu. Bukankah menyedihkan, Rosaline? Mati sendirian dan tidak ada seseorang yang akan mengingat mu?"


Rosaline tertawa. "Aku tidak akan mati sendirian. Pada saat aku mati, akan ku pastikan aku kembali ke dunia kehidupan untuk membawa mu ke neraka bersama ku."


Seringai di wajah Clark semakin lebar. Dia mengambil beberapa langkah lebih dekat sebelum membungkuk dan meraih dagu Rosaline dengan keras.


"Diam, kau bajingan kecil. Kau pikir itu akan membuat ku takut? Peringatan mu tidak akan berpengaruh apa-apa pada ku. Itu seperti debu yang hanya numpang lewat di udara."


Clark meludah ke sembarang arah, melempar Rosaline hingga tubuh gadis itu terjerembab ke belakang. Kursi yang ia duduki juga ikut terjatuh membuat pipi Rosaline menghantam lantai.


"Sialan kau, Clark!" Rosaline mendesis. Gadis itu menggeliat kesakitan saat kepalanya tertimpa kursi, namun matanya melotot tajam ke arah Clark.

__ADS_1


Gadis berambut merah maroon itu melepaskan gelak tawa puas. Dia kembali menyandarkan tubuhnya ke dinding belakang, sambil sesekali mengedarkan pandangannya ke sekitar memperhatikan gerak-gerik Rosaline yang masih menggeliat kesakitan.


Sekarang, ruangan yang mereka tempati terasa dingin. Di tambah lagi hanya ada beberapa perabotan di dalam sana dan minimnya penerangan semakin membuat ruangan itu mengerikan. Clark. Dia tahu apa yang dia lakukan.


Menyekap Rosaline di ruangan ini atau lebih tepatnya di sebuah rumah jauh dari perkotaan dan keramaian. Dengan begitu tidak ada yang akan mendengar suara teriakan Rosaline apabila Clark ingin membunuh atau menyiksanya saat itu juga.


Semuanya sempurna, pikirnya.


Tapi tidak bagi Rosaline. Hari ini, bukan hanya kasus keluarga Vreaa saja yang kembali dibahas oleh penduduk Inggris, melainkan identitas asli yang dipalsukan oleh Rosaline dan kembarannya ikut terbongkar. Semua orang kini tahu siapa mereka. Satu-satunya anggota keluarga Vreaa yang masih hidup.


"Kau harus sadar akan posisi mu, Rosaline. Kau seharusnya tidak pernah menantang ku sejak awal."


Rosaline mendongak, di tengah suaranya yang meronta-ronta dia tertawa. "Aku tidak menantang mu sejak awal, Clark. Pada hari itu, ku pikir aku bisa menjadi teman mu, jadi itulah mengapa aku menerima tawaran pertemanan mu pada ku."


Clark mendengus, meludahkan ludahnya ke arah lain. Dia menyeringai sambil berjalan mendekati Rosaline lagi hanya untuk menarik rambut gadis itu, sengaja membuatnya menjerit kesakitan.


"Pembohong. Aku sadar kau juga jatuh cinta dengan tunangan ku. You know what? Aku dan James putus. Dia putus dengan ku karena kau! Dia jujur pada ku kalau dia mencintai mu, Rosaline!"


"Aku tidak akan memaafkan mu. Akan ku pastikan hidup mu akan seperti di neraka!!"


Brak!!


Gadis berambut merah maroon itu membentak, cemberut menjadi lebih intens. Dia melangkah keluar dari ruangan, kali ini jelas dimaksudkan untuk dilihat Rosaline. Dia menutup pintu begitu keras di belakangnya sehingga seluruh dinding tampak bergetar.


...•—— ⁠✿ ——•...


"Di mana dia!"

__ADS_1


Clark melompat dari sofa saat James melangkah masuk ke kamar tidurnya sambil marah-marah. Pria itu melotot lebar penuh emosi padanya, kerutan di dahinya bahkan terlihat jelas. Sangat menggambarkan kondisinya yang teramat emosi.


"Apa yang kau maksud, James? Aku tidak mengerti," Ucap Clark pura-pura tidak tahu apa yang James maksud.


Pria berambut pirang itu menarik baju Clark yang berkerah, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Clark sehingga hanya ada beberapa jarak di antara mereka.


"Don't be stupid, Clark. I know what you done. Aku tahu kalau kau mengerti maksud ku. Jadi sekarang di mana dia?! Aku akan membunuh mu kalau kau menyakitinya!"


Clark menyeringai begitu dia menyadari apa yang sedang James katakan. Dia menepuk tangan James dan perlahan menariknya dari pakaiannya, melepaskannya dan membuat James yang tidak punya pertanahan tubuh mundur beberapa langkah ke belakang.


"Bagaimana kau tahu Rosaline bersama ku? Aku bahkan tidak punya hubungan apa pun dengannya lagi. Kami bahkan bukan teman."


James mendengus menanggapi respon Clark yang berputar-putar. Seakan dia tengah mengalihkan pembicaraan dan memutar waktu agar lebih lama. James menyadari itu. Dia berjalan mendekati Clark lagi dan kali ini menarik kerah bajunya lagi.


"Aku tidak punya waktu untuk bermain-main. Katakan dia ada di mana?! Dan satu hal lagi. Bagaimana bisa aku tahu kalau Rosaline ada bersama mu itu bukanlah urusan mu! Aku bisa menerkanya, dengan sikap cemburu mu yang berlebihan itu lah yang membuat ku tahu."


"Aku? Cemburu? Untuk apa aku cemburu dengan orang rendahan sepertinya?" Clark tertawa, "dia tidak sebanding dengan ku, James. Seorang the golden money lebih tinggi derajatnya dari pada orang rendahan sepertinya!"


James menghempaskan tubuh Clark dengan sekali tarikan membuat gadis berambut merah maroon itu jatuh dan tergeletak di lantai. Clark mengangkat kepalanya, melihat James dengan ketidakpercayaan.


"Apa yang kau lakukan sialan!" Teriak Clark.


James mengepalkan tangannya kuat-kuat. Menahan hasrat untuk melayangkan tinjuan yang kuat ke wajah gadis itu. Ketimbang membantunya berdiri, James membungkukkan tubuhnya, mensejajarkan dirinya dengan Clark.


"Katakan di mana dia sekarang! Jangan pancing emosi ku, Clark."


Mata mereka terpaku satu sama lain, tetapi dalam kemarahan. Aliran listrik seakan menyambar muncul di setiap mata mereka yang tertaut hingga akhirnya Clark lah yang duluan memutuskan acara tatapan mereka.

__ADS_1


"I know your family secret, James. Aku penasaran apa yang akan Rosaline rasakan setelah dia tahu kalau keluarga mu terlibat dengan kematian orang tuanya sepuluh tahun yang lalu."


"Yeah, and your family too."


__ADS_2