Di Benua Eropa

Di Benua Eropa
Chapter 23


__ADS_3

...CHAPTER 23...


...THE FEARED ...


"Rosaline..."


Asher terkesiap, tangan menutupi mulut dan mata terbuka lebar. Dia terlihat sangat terkejut seiring ia menyandarkan tubuhnya di dinding sebagai penahan ketika dia mencoba untuk berdiri.


Rosaline tahu betapa ketakutannya gadis itu sekarang, lihat saja bagaimana caranya dia berdiri. Kakinya seperti jeli, gemetar, dan tangannya yang menutupi mulut juga ikut gemetar. Seluruh tubuhnya gemetar di dalam kungkungan ketakutan.


Rosaline berbalik untuk melihat Clark yang tetap diam di tempatnya. Sama seperti Asher, dia juga terkejut. Tangannya mengusap pipinya yang baru saja ditampar dan Rosaline tahu betapa sakitnya tamparan itu hanya dengan melihat bercak merah di pipinya.


Rosaline mengerutkan bibirnya sebelum senyum lebar menyebar di wajahnya dan matanya berbinar karena kegembiraan. Akhirnya, batin Rosaline bahagia. Akhirnya hari di mana ia melawan Clark telah tiba dan sebentar lagi dia akan bebas.


Rosaline bisa merasakan seseorang tengah menarik lengan bajunya, ketika dia berbalik untuk melihat siapa itu. Rosaline hanya bisa memasang ekspresi pasrah saat menatap Asher.


Mata gadis itu tampak ketakutan.


"That's okay," Bisiknya, "I've got this, apapun yang terjadi sekarang biarlah terjadi."


Genggamannya mengerat sebelum Rosaline menggerakkan kakinya ke depan menghampiri Clark. Dia tidak bisa menahan senyumnya, menyeringai ke arah Clark yang masih terkejut, dengan wajah merah penuh amarah dan matanya melebar.


Untuk pertama kalinya, Rosaline merasa lega. Dia merasa sangat bebas setelah menampar wajah Clark, meskipun dia tahu konsekuensi yang akan dia hadapi nantinya.


Mungkin dikeluarkan dari Westminster? Atau mungkin diskorsing seperti Kaylie dan dihina oleh seluruh mahasiswa di Westminster setelahnya? Entahlah. Dia sudah siap menghadapinya sekarang.


"Kau—beraninya kau, sial!"


Clark mengarahkan jari telunjuknya tepat ke wajah Rosaline. Matanya dipenuhi amarah, tangannya terkepal di samping pinggulnya, dan dia menggemeretakkan giginya.


Rosaline bisa mendengar nada marah dalam suara gadis itu, tapi dia mengabaikannya. Dia mencoba menahan diri untuk tidak menampar Clark di wajah lagi.


Karena jujur saja, Rosaline merasa ada sesuatu yang merasukinya sekarang dan mendorong rasa takutnya ke sisi lain dan mengisinya dengan keberanian yang belum pernah dia miliki selama ini.


"I hate it. Aku benci kelakuan mu selama ini. Tapi aku menahannya dan terus menahannya. Dan sekarang, sudah saatnya ku lampiaskan dan melawan mu."

__ADS_1


"Melawan ku?" Clark tertawa, "aku seorang the—"


"The golden money bodoh yang kaya karena harta orang tuanya. Kau tidak perlu mengatakannya lagi, aku sudah muak mendengarnya."


Rosaline bisa mendengar suara ketakutan dari


Asher saat gadis itu mencoba menghentikannya dengan mencengkeram lengan bajunya dan menariknya ke belakang. Tapi Rosaline hanya berbalik dan memberinya senyum paling hangat, seolah memberitahunya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Sepertinya para rendahan itu sudah mempengaruhi mu, Rosaline. Kau pikir aku tidak sadar pertemanan kecil mu dengan para rendahan itu di belakang ku selama ini? Asal kau tahu saja, aku sedikit sakit hati."


Rosaline memutar matanya dengan malas seolah-olah dia tidak peduli. "Rendahan mana yang kau bicarakan, Clark? Aku tidak mengerti. Karena yang aku tahu hanya, mereka adalah Asher dan Kaylie."


Clark mendengus. Dia meletakkan tangannya di atas kening, memijatnya pelan seiring tawa mengejek keluar dari mulutnya. "Oh god, para rendahan bersatu melawan ku. Sangat bodoh," Cibirnya.


Rosaline menyeringai. "Now you call me that? Lihatlah betapa plin-plan-nya diri mu, Clark."


Clark memutar bola matanya, namun Rosaline masih bisa menemukan kilatan marah di irisnya. Tanpa menoleh Rosaline melirik ke arah Asher. Dari matanya ia menyuruh gadis itu untuk pergi dari sana sekarang, meninggalkan ia sendirian bersama Clark.


Awalnya Asher menolak, tidak mau menuruti perkataan Rosaline. Namun dengan sekali pelototan mata yang keluar darinya, akhirnya Asher memutuskan untuk menurut. Dengan kaki yang masih gemetar dan lemas, Asher mencoba sekeras mungkin untuk berlari.


Rosaline melotot. "Apanya yang akhir? Justru aku yang akan mengakhiri mu."


"Mengakhiri ku? Seorang the golden money?Jangan buat aku tertawa." Clark tertawa keras, mengejek perkataan Rosaline. Namun yang diejek hanya mendengus tak peduli.


Rosaline langsung waspada ketika Clark berjalan mendekat ke arahnya. Dia bisa merasakan ketegangan di antara mereka di kamar mandi ini, tetapi Rosaline mengabaikannya, tidak ingin ketegangan itu mengalihkan perhatiannya.


"Justru aku yang akan mengakhiri mu, bodoh."


Rosaline bisa melihat seringai di wajah Clark, tapi dia hanya diam, tidak ingin memberikan tanggapan apapun. Karena dia tahu. Dengan seringai itu Clark berusaha memancing amarahnya untuk meledak lagi.


"Aku tidak peduli. Aku tidak takut status the golden money mu itu."


Clark mengerang. "Aku juga tidak peduli pada mu. Aku tidak takut dengan status rendahan milik mu itu. Jika kau mati di sini, tidak akan ada yang bisa menuntut ku."


"Ya, aku tahu. Beginilah dunia ini, uang adalah segalanya."

__ADS_1


"Ya. Uang adalah segalanya."


Rosaline terkejut. Dia merasa kehabisan napas ketika sepasang tangan tengah mencekik lehernya sekarang. Oh tuhan. Dia lengah. Sejak kapan kedua tangan Clark berada di dekatnya dan mencekiknya? Dengan pandangan yang blur, Rosaline melihat Clark menyeringai ke arahnya.


"Sialan—lepas!"


Rosaline meronta. Benaknya berputar memikirkan cara untuk melepaskan diri dari Clark. Tangan dan kakinya gemetar seiring pandangannya mulai kabur. Hingga satu cara terpikirkan olehnya dan ekspresi Rosaline langsung berubah ngeri.


Dengan getaran tegang yang masih menjalari tubuhnya, Rosaline meletakkan tangannya di tangan Clark lalu mengangkat tangannya. Ia mengarahkan tangannya yang gemetar ke depan wajah Clark. Hingga.


SRCKK!


Seperti kilat. Jari telunjuk dan jari tengah Rosaline menusuk mata Clark hingga pegangannya di leher Rosaline terlepas. Rosaline tersungkur ke lantai, terbatuk-batuk sambil menetralkan napasnya, sementara Clark berteriak kesakitan.


"SIALAN!"


Ternyata teriakan Clark barusan mengundang penonton. Rosaline baru sadar ada beberapa orang yang berdiri di depan pintu kamar mandi, mengintip ke dalam karena penasaran.


Mereka yang mengintip mau tak mau terkejut, bahkan sama sekali tak punya niatan untuk menyembunyikan ekspresi keterkejutan mereka di wajah masing-masing.


Rosaline menoleh ke arah Clark yang memegangi matanya. Berguling-guling di lantai dengan mata yang merah dan berair. Seketika, Rosaline merasa sedikit bersalah saat melihat mata Clark yang berair.


Namun perasaan bersalahnya itu langsung hilang ketika Clark berdiri kembali bergerak untuk menyerangnya. Reflek Rosaline melayangkan tangannya yang terkepal ke arah Clark dengan kuat.


BUAK!


Dan untuk kedua kalinya. Dalam hidupnya Rosaline menyaksikan hidung Clark kembali mimisan. Rosaline bertanya-tanya, seberapa kuat pukulannya itu sampai-sampai berhasil membuat hidung Clark mimisan dan membuatnya tak berkutik lagi.


"SIAL—"


BRAKK!


Baik Rosaline atau Clark, keduanya sama-sama terkejut saat pintu kamar mandi terbuka dan muncul lah sosok profesor Watson di ambang pintu. Di belakangnya ada Asher yang gemetar ketakutan. Ia memegang kedua tangannya dengan erat.


"What in the world is happening here?!"

__ADS_1


"Miss Smith! Miss Jenkins! Ke ruangan ku sekarang! Aku harap kalian punya alasan yang bagus untuk ini."


__ADS_2