
"Aku ingin menolongnya."
Itulah hal terakhir yang dikatakan Rosaline ke semua orang sebelum dia dan Reagan memasuki ruang sidang. Di dalam sana, semua the golden money sudah duduk di kursi mereka. Pada saat mereka berdua masuk, mata para aristokrat itu tajam seperti pisau. Menatap Rosaline dan juga Reagan seolah ingin membunuh mereka.
Ketika persidangan di mulai, baik kerabat dan beberapa orang penting dari kejaksaan menyaksikan Persidafon itu. Satu-persatu the golden money diberikan pertanyaan yang sama, hingga tibalah giliran ayah James. Floyd Henry Adler.
"Dari pernyataan saksi, anda selaku terdakwa bersangkutan di hari pembunuhan keluarga Vreaa menjadi salah satu yang menyembunyikan saudari Rosaline Mary Vreaa dan Reagan Lucius Vreaa di dalam lemari saat pembunuhan berlangsung. Apa itu benar?"
Floyd mengangguk. "Benar."
Rosaline sesekali melirik ke arah James yang terlihat tidak memasang ekspresi apapun selain wajah datar. Pria itu bersandar di bangku ruang sidang sembari menyilangkan tangannya. Walau punya hubungan keluarga yang renggang terutama dia dan ayahnya, Rosaline tahu James masih peduli dengan sang ayah.
Saat mata mereka tak sengaja bertemu, Rosaline cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan bersembunyi dibalik tubuh besar Julian. Dia menundukkan kepalanya meski dia tahu James masih belum melepas pandang darinya.
"Dia memperhatikan mu," Bisik Reagan sembari menyenggol tubuh Rosaline pelan.
"I know tapi aku sedang tidak ingin fokus padanya."
Ketika Floyd Henry Adler selesai dimintai keterangan, kini berganti dengan keluarga Jenkins. Rosaline langsung melirik ke arah Clark yang juga berada di kursi bertajuk 'terdakwa'.
Ya, berkat Julian dan James yang memaksa kejaksaan untuk memasukkan peristiwa penculikan Rosaline ke dalam daftar sidang, nama Clark kini bersanding dengan gelar terdakwa, sama seperti para the golden money yang lain.
"Berdasarkan barang bukti berupa recording yang diberikan oleh saudara Adler, Saudara Jenkins, dari hasil suara yang direkam membuktikan bahwa anda adalah otak dibalik pembunuhan keluarga Vreaa.
"Baik kasus yang menjerat Thomas Ben Vreaa dua puluh lima tahun lalu dan insiden sepuluh tahun lalu di mana keluarga Vreaa ditemukan tewas di rumah mereka. Apa benar anda adalah otak utama yang memikirkan cara ini?"
Seperti biasa, Jenkins menegakkan dagunya dengan sombong. Matanya menyorot rendah ahli hukum yang sejak tadi memintai keterangannya, sebelum laki-laki tua itu mengangguk dan menyilangkan tangannya ke depan dada.
"Benar," Jawabnya. "Aku yang mendorong para the golden money untuk melakukan itu. Semua rencana aku lah yang menyusunnya."
Rosaline bisa merasakan tangan Reagan dan Julian mengepal kuat di sisinya saat mendengar pengakuan jujur dari kepala keluarga Jenkins barusan. Dia tahu, emosi pasti menggebu-gebu di dada mereka.
__ADS_1
Lantas dengan sentuhan yang menenangkan, Rosaline menyentuh dua tangan pria itu dan menggenggamnya erat. Kepala Rosaline tersentak antara Julian dan Reagan, menonton mereka seperti pertandingan olahraga dan kemudian tersenyum manis.
"It's okay. Ayah dan ibu pasti akan mendapatkan keadilan," Bisiknya.
Seiring waktu berjalan, silih berganti pula para the golden money yang dimintai keterangan.
Hingga sampai giliran Clark berbicara, Jaksa langsung menyebutkan perihal penculikan yang dilakukan oleh gadis berambut merah maroon itu terhadap Rosaline beberapa hari yang lalu.
"Penculikan atas saudari Rosaline Mary Vreaa. Apa ini juga berkaitan dengan ayah anda?"
Clark menggeleng.
"Atas dasar apa anda melakukannya?"
Sama seperti sang ayah, sorot mata Clark memandang si ahli hukum dengan rendah. "Blackmailed," Jawabnya.
"Siapa yang kau peras?"
"Anak keluarga Adler?" Dia bertanya dan Clark mengangguk. "Apa yang kau ancam?"
Seakan tidak ada lagi waktu untuk berbohong, Clark langsung berkata jujur.
"Aku akan menyakitinya dan membongkar seluruh rahasia gelap keluarga Adler," ucapnya sembari menunjuk Rosaline.
Julian dan Reagan melotot. Kedua pria itu merentangkan tangan mereka masing-masing hingga membuat tanda silang di depan Rosaline, seolah-olah itu adalah tameng yang menjadi tanda kalau mereka akan melindungi Rosaline.
Sidang kemudian ditunda setelah Julian mengemukakan pernyataannya bagaimana hubungan pertemanannya di penjara bersama Thomas bisa terjalin. Untuk sementara, para the golden money akan diperiksa kembali dan ditahan di sel masing-masing.
Kali ini bukan hanya Rosaline, Reagan, atau Julian saja yang memperjuangkan keadilan. Setelah bukti kuat itu terkuak ke media, penduduk Inggris yang awalnya mendukung the golden money berbalik menyerang. Berkat mereka yang melakukan demo di depan gedung kejaksaan, akhirnya proses hukum dilakukan secara cepat.
•—— ✿ ——•
__ADS_1
"Aku akan menolongnya," Ucapnya, lagi.
Julian dan Reagan, bahkan Daniel hanya bisa menghela napas dengan perkataan Rosaline. Ini seminggu setelah sidang pertama dilaksanakan dan sekarang Rosaline kembali mengatakan hal yang sama seperti waktu itu.
Berdiri di depan pintu ruang sidang, Rosaline membuka pintu tersebut tanpa perasaan ragu lagi. Dia berjalan melewati semua orang yang menjadi saksi hidup dari persidangan keluarganya dan duduk di kursi belakang Reagan.
Hari ini adalah gilirannya dan Reagan yang menyatakan pernyataan. Jaksa mengajukan berbagai pertanyaan dan Reagan menjawab semua pertanyaan itu dengan tenang.
Laki-laki itu sesekali melirik ke arah Jenkins yang tengah memperhatikannya dengan sombong. Padahal sudah terjerat kasus dan dipastikan masuk penjara, para the golden money sialan itu masih tetap bersikap seolah-olah mereka bisa lepas dari hukuman.
"Saudari Rosaline Mary Vreaa," Panggil sang jaksa.
Reagan menepuk bahunya dengan lembut sembari membisikkan 'good luck' pada gadis itu. Duduk di kursi saksi, Rosaline tak bisa menyembunyikan kegugupannya. Tangannya dingin, namun untungnya tidak bergetar.
"Di hari pembunuhan keluarga Vreaa, di mana saudari Rosaline dan saudara Reagan berada? Berdasarkan keterangan salah satu dari terdakwa. Pada hari itu kalian berdua juga menjadi target."
Rosaline menatap Julian dan Reagan sejenak, sebelum mengarahkan netra zamrud-nya untuk beradu pandang dengan sepasang iris abu-abu kebiruan yang kini Rosaline sadari bahwa ia terjebak ke dalam angan ketenangan di sana.
"Floyd Adler menyelamatkan kami," Jawab Rosaline.
Seisi ruangan hening. Menunggu gadis itu untuk melanjutkan.
"Dia menyembunyikan kami di lemari saat pembunuhan terjadi dan dia lah yang membawa kami ke tempat aman setelah insiden itu. Karena dia kami masih bisa berada di sini sebagai saksi."
Sekali lagi Rosaline membawa pandangannya pada Julian dan Reagan, mencari tahu ekspresi seperti apa yang mereka pasang. Ketimbang tidak suka, kedua pria itu memasang senyuman lebar yang seolah mengatakan pada Rosaline untuk terus melanjutkan apa yang ingin dia lakukan.
"Pak hakim," Panggil Rosaline.
Semua atensi langsung tertuju pada gadis itu, bahkan jaksa yang masih berbicara padanya terdiam. Rosaline menegak ludahnya sendiri saat keheningan menyentuh ruangan, dengan tarikan napas panjang dia berkata.
"Aku memaafkan Floyd Adler dan Riley."
__ADS_1