
...CHAPTER 30...
...HAPPY NEW YEAR...
Ini sudah di penghujung bulan Desember. Dalam beberapa hari, proyek yang dibicarakan profesor Watson waktu itu mungkin akan diadakan di bulan Januari. Tentu saja di tahun depan. Dan, sambil menunggu, Rosaline mendapati dirinya tidak sabar.
Dia selalu memikirkan proyek itu dan bertanya-tanya siapa yang akan menjadi partner-nya nanti. Semoga partner yang bisa diajak kerja sama.
Di dalam hati, Rosaline berharap partner-nya itu adalah Reagan. Toh, dia sudah mengenalnya. Reagan adalah pilihan yang tepat. Rosaline tahu bagaimana pria itu bekerja dan temperamennya di masyarakat. Jadi, dia tidak perlu membiasakan diri lagi.
Seperti de-javu, Rosaline menggigil saat pintu kafe terbuka dan seseorang berlari masuk. Di sana, Kaylie dengan jaket hitam berdiri. Tentu saja dengan salju yang menutupi bagian atas kepalanya. Gadis itu terkekeh dan melambai, seolah menyapa Rosaline.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Kaylie? Kafe kami tutup sampai tahun depan," kata Rosaline sambil berjalan mendekati gadis itu.
"Nah, bung, aku tidak datang ke sini untuk minum kopi atau kue. Aku datang ke sini untuk merayakan tahun baru bersama mu. Paman mu menelepon ku kemarin, mengundang ku untuk bergabung dengan pesta kecil yang kalian adakan."
"Yah, aku belum mendengar soal ini sebelumnya," komentar Rosaline.
Meski dalam keadaan bingung, Rosaline tetap mengantar Kaylie ke rumah mereka dimana Reagan dan Daniel sedang menyiapkan beberapa bahan untuk mereka panggang saat tengah malam nanti.
"Aku membawa arangnya dan lihat apa yang ku temukan. Kita kedatangan tamu," teriak Rosaline, membalikkan tubuhnya untuk menunjukkan Kaylie kepada yang lain.
Reagan, dia kaget dan Daniel hanya tersenyum lebar menyambut gadis itu. Dia mengarahkan Kaylie ke bangku dan berkata, "Selamat datang. Ku pikir kau tidak akan datang karena sebentar lagi jam dua belas malam. Did you brought what I ask?"
Kaylie mengangguk. "Aku taruh di sana," kata Kaylie sambil menunjuk ke kantong plastik yang dia letakkan di dekat alat panggangan.
"Great! Sekarang kita bisa mulai pesta BBQ-nya."
Daniel menepuk tangannya dengan riang dan bergegas menyalakan arang. Sekejap, api di dalam panggangan itu menyala dan mentega dilumuri di atasnya. Dia bersenandung sambil menyiapkan bahan-bahan untuk BBQ.
__ADS_1
"Bisakah kamu ambilkan dagingnya, Reggie? Sepertinya sudah siap untuk dipanggang," teriak Daniel dan Reagan mengangguk.
Sementara Reagan mengambil dagingnya, Rosaline dan Kaylie dengan tenang memotong sayuran.
"Sepertinya saudara kembar mu tidak suka dengan kedatangan ku. Maaf karena mengganggu pesta mu. Ku pikir hanya kita, jadi, yah itulah sebabnya aku datang," katanya, merasa tidak nyaman.
Rosaline menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu memperdulikannya, Kaylie. Ekspresi wajahnya memang selalu seperti itu. Aku bahkan tidak tahu entah dia merasa senang atau tidak, karena ya begitulah, ekspresinya selalu seperti itu. Jadi, abaikan saja dia."
"Tapi—"
"Tidak ada tapi. Kalau dia tidak senang dengan kedatangan mu biarkan saja, yang jelas aku dan Daniel senang kau ada di sini," Timpal Rosaline.
Dia menepuk punggung Kaylie keras hingga membuat gadis itu mengerang sakit.
"Aku tidak menyangka pukulan mu akan sesakit ini, sialan," keluh Kaylie dan dihadiahi tawa kecil dari Rosaline yang terlihat sangat bangga dengan pukulannya.
Ketika Reagan melangkah masuk sambil membawa daging, dia melirik Kaylie terlebih dahulu sebelum memalingkan muka dan berjalan ke arah Daniel untuk menyerahkan daging yang dibawanya.
"Butuh bantuan?" Tawar Kaylie, memiringkan kepalanya ke sisi lain.
Reagan hanya diam sebelum memberikan gadis itu beberapa gelas untuk minuman yang dibawanya tadi. "Letakkan di samping sana," katanya sambil menunjuk.
Kaylie mengangguk dan melakukan apa yang dikatakan oleh Reagan padanya. Dalam hitungan detik, Kaylie bisa merasakan keheningan yang tiba-tiba muncul dan menyelimuti mereka dan dia tahu kalau dia tidak menyukainya.
Jadi, untuk menjauh dari kesunyian yang melanda, Kaylie buru-buru mengatur meja dan mengabaikan tangannya yang gemetaran. Tepat setelah dia selesai dan beranjak untuk pergi, tiba-tiba sebuah suara menginterupsi.
"Terima kasih sudah datang ke sini," katanya, tanpa memandang Kaylie.
Kaylie membeku. "Maaf?" Dia memiringkan kepalanya dengan bingung. "Ku pikir kau tidak suka aku datang ke sini."
__ADS_1
Reagan mendengus. "Awalnya aku memang tak suka dengan mu, tapi sekarang tidak lagi."
Kaylie mengangkat sebelah alisnya. "Dan apa yang membuat mu berubah pikiran?"
Awalnya Regan tidak langsung menjawab. Dia hanya fokus membuka botol anggur yang dibawa Kaylie tadi. Tapi, saat dia membuka mulutnya untuk bicara, siapapun yang mendengarnya tidak akan menyangka jika kata-kata itu akan keluar dari mulutnya.
"Yah, kesan pertama ku terhadap mu itu adalah kau pengaruh yang buruk untuk kembaran ku. Karena itu aku tidak menyukai mu. Tapi, setelah melihat kalian berdua kemarin, tepatnya di pesta Natal waktu itu, aku baru sadar tentang hal ini. Kalau dia terlihat lebih bahagia dari sebelumnya.
"Sejak dia berteman dengan the golden money itu, aku menyadari kalau dia berubah. Anak itu tidak lagi ceria seperti biasanya, tidak bersemangat tentang apa pun, dan terkadang dia terlihat selalu tenggelam dalam pikirannya sendiri setiap kali aku dan Daniel mengajaknya berbicara.
"Dan tahukah kau, ketika aku pertama kali mendengar rumor tentang mu, dia langsung memberi tahu ku kronologi saat kau meninju wanita itu di koridor. Yah, awalnya aku terkesan tapi tiba-tiba ada ide yang muncul di benak Rosaline, dan idenya terdengar sangat berisiko.
"Itulah sebabnya aku langsung tidak menyukai mu, tapi sekarang aku lega. Terima kasih telah menginspirasi kembaran ku untuk melawan wanita itu. Dengan begitu dia bisa lepas darinya."
Kaylie terdiam. Dia hanya berdiri di sana seperti patung, tidak tahu harus berbuat apa atau mengatakan sesuatu untuk menanggapi kata-kata pria itu. Setelah menyadari bahwa kesunyian kembali menghantam mereka, Kaylie langsung memecahkannya dengan berkata.
"Aku tidak tahu harus berkata apa sekarang, tapi ya, terima kasih. Terkadang dia memang pengecut dan aku melihat hubungan yang toxic dalam pertemanan mereka, jadi— ya. No need to say thank you for this."
Reagan hanya mengangguk lalu berbalik, meninggalkan Kaylie yang masih tercengang di belakangnya. Dia baru sadar kalau sejak tadi Rosaline terus memperhatikannya saat dia berinteraksi dengan Kaylie, jadi Reagan hanya mengangkat bahunya dengan malas dan berjalan melewatinya.
"Apakah dia mengatakan sesuatu yang buruk padamu?" kata Rosaline, menyelidik.
Kaylie menggeleng. "Tidak. Dia baik pada ku."
Awalnya Rosaline ingin protes, namun disela oleh Daniel yang berteriak memanggil nama mereka. Kaylie berjalan terlebih dahulu sambil memegang piring besar untuk steak yang dibuat Daniel tadi dan Rosaline mengikuti dari belakang.
Mereka duduk di bangku, meletakkan piring di atas dan meraih sebotol anggur sebelum menuangkannya ke gelas. Satu menit berlalu, langit di atas mereka langsung diselimuti kembang api. Keempatnya tersenyum dan mengangkat tinggi gelas anggur di tangan mereka untuk bersorak dan kemudian berteriak.
"Happy new year!"
__ADS_1
Bersama.