
"The golden money adalah pelaku dari pembunuhan keluarga Vreaa."
Brak!!
Meja di pertemuan kala itu digebrak keras. Cukup keras untuk menarik perhatian khalayak ramai di ruangan pertemuan itu. Semua mata bahkan memandang ke arah sumber suara, memperhatikan tangan besar yang tadinya
memukul meja.
"Bajingan! Siapa yang membuat berita konyol seperti ini ke media!"
Papan nama Jenkins di meja itu terlempar saat pria tua itu mengamuk. Seisi ruangan bahkan tidak ada yang berani untuk menghentikannya atau sekedar menegurnya untuk berhenti merusak segala properti ruangan pertemuan.
"Di mana Adler!" Teriaknya. "Apa dia yang mengkhianati kita semua? Apa dia yang mengumbar berita ini ke media?!"
Semua orang di ruangan itu menunduk. Bertanya-tanya di mana keberadaan salah satu the big tree yang mereka miliki. Sekarang hanya ada dua the big tree yang tersisa di the golden money. Jenkins dan Adler.
Salah satu dari mereka sudah keluar, entah bagaimana bisa lepas begitu saja tanpa pembalasan apapun seperti yang mereka lakukan dengan keluarga Vreaa. Ya. Thomas Ben Vreaa adalah mantan the golden money juga. Walau bukan the big tree, keberadaannya amat penting.
"Jenkins. Aku tidak yakin kalau Adler mengkhianati kita. Kau tahu kan betapa loyalnya dia dengan organisasi?" Salah satu pria berbicara.
Jenkins melayangkan lirikan tajam ke arahnya. "Oh dia tidak loyal seperti yang kalian pikirkan."
Semua orang kebingungan dan mulai berbisik.
"Apa maksud mu, Jenkins?"
Jenkins tersenyum. "Saat pembunuhan yang kita lakukan dpada Keluarga Vreaa waktu itu. Kalian tahu bukan kalau mereka punya dua anak kembar?"
Semua orang mengangguk.
"Adler memberi laporan jika kedua anak itu sudah tewas, tapi kenyataannya dia menyembunyikan dua anak itu dan membawa mereka pergi ke tempat yang aman. Jauh dari lokasi pembunuhan. Dan sekarang dua anak kembar itu kembali ke Inggris.
"Aku yakin mereka juga tahu rahasia yang dipegang oleh ayahnya, since they are his children. Mereka pasti datang ke Inggris untuk mengungkap rahasia gelap the golden money sekaligus membersihkan nama kedua orang tua mereka."
Dugaan Jenkins diberi anggukan kepala oleh semua orang. Mereka semua mengangguk setuju. Itu artinya keberadaan dua anak kembar dari keluarga Vreaa beserta keluarga Adler adalah ancaman. Kedua keluarga itu harus diselesaikan.
__ADS_1
Lantas di pertemuan kali ini. Tanpa sepengetahuan Adler, mereka menyusun rencana jahat.
...•—— ✿ ——•...
"Kenapa kau tidak menghubungi mantan anggota gangster mu untuk membantu kita mencari anak itu?"
Dari perkataan Floyd barusan, Julian dan Daniel terdiam. Benar juga pikir mereka. Kenapa mereka tidak meminta bantuan dari teman-teman gangster mereka yang dulu untuk mencari Rosaline?
"Benar juga," Celetuk Julian.
"Aku tahu di mana tempat persembunyian mereka, Julian. Ayo ke sana!"
Floyd, Reagan, Kaylie, dan bahkan James hanya bisa mengerling malas melihat kelakuan dua pria linglung di depan mereka ini, tapi dengan sigap mereka mengikuti kedua pria itu yang berlari menuju tempat persembunyian anggota gangster mereka yang lama.
"Kalian semua masuk. Aku perlu melakukan sesuatu!"
Semua atensi melintas ke arah Floyd. Awalnya mereka bingung, namun dengan anggukan mantap dari Floyd mereka akhirnya masuk dan meninggalkan Floyd dengan urusan entah berantah yang ingin dia lakukan.
Begitu mereka memasuki gedung, Julian dan Daniel dikejutkan oleh gerombolan laki-laki yang berpakaian rapi. Mereka tengah duduk mengelilingi meja yang penuh dengan junk food dan soda.
Melihat bentuk bangunan di luar tadi saja dia agak ragu untuk masuk. Karena jujur saja, sepuluh tahun lebih meninggalkan Inggris dia sudah melupakan seluruh wajah dari anggota gangsternya.
"Itu mereka, Julian," Balas Daniel berbisik.
Julian memperhatikan Daniel yang berjalan dengan santai menuju gerombolan itu. Pada saat dia sampai di antara mereka, para gerombolan itu mendongak dan langsung sumringah.
"Daniel!" Seru mereka.
"Long time no see!"
Tangan melingkar dan semua orang di sana saling berpelukan. Hingga mata Julian beradu pandang dengan para gerombolan itu.
"Halo," Sapanya canggung.
Gerombolan itu tercengang dan langsung berhamburan berlari menuju Julian.
__ADS_1
"Bos!" Teriak mereka berbarengan.
James, Kaylie, dan Reagan saling bertatapan saat menyaksikan acara pelukan yang dilakukan oleh gerombolan laki-laki itu bersama Daniel dan Julian. Mereka bertiga masih berdiri di depan pintu, menunggu mereka selesai.
"I'm sorry, I'm out of the blue come here. Tapi aku butuh bantuan kalian semua sekarang," Celetuk Julian usai melepaskan pelukan rindu dari teman-teman lamanya.
"Apa bos?" Jawab mereka serempak.
"Aku butuh kalian untuk mencari keponakan ku."
...•—— ✿ ——•...
"Mereka membocorkan rahasia keluarga mereka sendiri. Apa ini bisa disebut bunuh diri?"
Clark mendudukkan dirinya di sebelahnya Rosaline yang terikat. Gadis berambut merah maroon itu kerap kali menggonta-ganti saluran televisi yang sejak tadi terus menayangkan berita tentang salah satu anggota the golden money.
"Lihat Rosaline. James. Laki-laki yang mencintai mu ternyata adalah anak dari seorang pembunuh."
Netra zamrud Rosaline bergetar. Sekelebat ingatan di mana Floyd Henry Adler yang menolongnya dan Reagan hari itu seketika mengalir di otaknya. Ya dia memang terlibat dalam kematian kedua orang tuanya, namun berkat dia lah Rosaline dan Reagan masih bisa menghirup udara segar sekarang.
"Aku tahu," Jawab Rosaline, "ayahnya memang terlibat dengan kematian keluarga ku. Dan aku juga tahu kalau ayah mu juga terlibat. Seluruh the golden money juga terlibat. Aku tahu semua itu Clark."
"Lalu kembalinya kau kesini ingin membalas dendam pada kami? Sendirian? Kau pikir kau bisa mengalahkan kami?"
Rosaline tersenyum. "Tidak pernah terpikirkan oleh ku untuk balas dendam Clark. Tapi melihat perangai kalian yang semena-mena ku rasa rencana untuk balas dendam akan ku masukkan ke dalam to do list ku."
"Jangan bodoh, Rosaline. Seperti yang ku katakan tadi, kau bisa mengalahkan kami? Kami ini setara dengan para pemerintah, punya tempat istimewa di pemerintahan. Dan kau? Kau hanya orang biasa. Tidak punya wewenang seperti kami."
"Ya. Tapi dia bisa."
Rosaline menunjuk ke televisi yang menayangkan berita, yang kali ini mengejutkan Clark. Rahang gadis itu menganga dan matanya melotot penuh kejut. Bagaimana tidak, Asher yang waktu itu pernah menjadi objek bully-nya di kampus muncul secara mencengangkan.
"Apa ini? Dia putri dari keluarga Riley?!" Seru Clark terperanjat dari tempat duduknya.
Rosaline menyeringai lebar saat melihat itu. Beberapa waktu lalu, dia pernah bertemu dengan Asher. Dari pertemuan singkat itu dia tahu bahwa Asher merupakan salah satu anak dari anggota the golden money. Lebih tepatnya mantan.
__ADS_1
"Kalau kau pikir hanya ayah ku saja yang mengetahui rahasia gelap the golden money, kau salah besar. Asher juga anak dari seorang the golden money, Clark, sama seperti mu. Dan lagi keluarga Adler yang tiba-tiba muncul dan membeberkan keterlibatan mereka dengan pembunuhan keluarga ku. Aku yakin sebentar lagi the golden money akan hancur."