Di Benua Eropa

Di Benua Eropa
Chapter 66


__ADS_3

Dari awal ada satu rahasia gelap yang selalu disembunyikan oleh para anggota the golden money dari publik. Bahkan para media yang pintar dalam mengorek informasi saja tak bisa menembus atau mengetahui rahasia gelap itu.


Karena para the golden money itu tak hanya pintar melainkan juga licik. Mereka menggunakan nyawa yang tak berdosa demi melindungi segala rahasia itu. Bagi mereka, uang adalah segalanya. Kekuasaan yang mereka dapatkan adalah segalanya.


Semuanya adalah segalanya. Tidak ada yang boleh merusak derajat tinggi yang sudah sejak lama terbingkai dalam nama the golden money. Gelar kehidupan yang membuat mereka menjadi setara dengan para pemerintah.


"Dua puluh lima tahun lalu, pembunuhan yang didasarkan atas nama keluarga Vreaa adalah penipuan. Thomas Ben Vreaa. Itu nama orang yang dijebloskan ke dalam penjara beberapa tahun lalu. He was innocent. Dia tidak pernah melakukan pembunuhan itu."


Pada usia tujuh tahun, James pernah menguping pembicaraan orang tuanya di ruang tamu. Hari itu adalah pertama kalinya James mendengar nama belakang Vreaa dan awalnya dia tidak menyadari kalau nama itu adalah nama yang dilihatnya di televisi tadi pagi.


Hingga, anggota the golden money lainnya datang ke rumahnya. Itu adalah pertama kalinya dia bertemu dengan keluarga Jenkins dan kebetulan mereka juga memiliki seorang putri yang seumuran dengannya.


Pada saat pertemuan pertama mereka, mereka menjadi lebih canggung karena ayah dan keluarga Jenkins berusaha menjodohkannya dengan putri mereka.


James yang masih kecil hari itu hanya mengangguk dan tertawa. Janji untuk menikahi putri mereka. Tapi hari ini, pertama kalinya James menyadari dia tidak akan menikahi gadis itu. Semuanya akan menjadi bencana jika mereka bersama.


"Dia tidak bersalah. Keluarga Vreaa tidak bersalah. Mereka tidak membunuh orang. Kita menjebak mereka!" James berteriak, "Aku bersumpah aku pernah mendengar orang tua ku mengatakan itu! Mereka tidak bersalah!"


"Kamu gila," teriak Clark, "itu karena dia tahu rahasia the golden money! Bagaimana kita bisa membiarkan dia tahu tentang rahasia itu!"


"Aku tidak peduli. Aku muak hidup seperti ini, Clark! Apa kau tidak prihatin dengan Rosaline? Keluarganya hancur karena kita!"


"Lalu kau kira the golden money akan membiarkan orang itu hidup? Dia tahu rahasia the golden money, James! Mau berapa kali ku katakan itu pada mu?! Kalau rahasia itu tersebar ke publik, kali ini tidak akan ada lagi toleransi dari pemerintah. Kita yang akan hancur, James!"

__ADS_1


"So, dengan menghancurkan hidup seseorang? Di mana kemanusiaan yang kau miliki, Clark?"


"Oh shut up James. Jangan bersikap seolah-olah semua ini adalah kesalahan keluarga ku saja. Para the golden money, bahkan orang tua mu sendiri! Mereka yang merencanakan pembunuhan keluarga Vreaa sepuluh tahun yang lalu."


James terdiam. Dia tak tahu lagi harus berkata apa. Karena apa yang di katakan oleh Clar barusan adalah kebenaran. Meskipun dia tidak ada di hari keluarga Vreaa dibunuh, dia tahu kalau ayahnya terlibat akan sesuatu yang buruk kala itu.


Dan di umur sepuluh tahun, dia menemukan kebenarannya. Dari sana lah hubungan antara James dan sang ayah mulai memburuk. Tidak pernah lagi bersama tanpa argumen seperti sebelumnya. Yang ada selalu bertengkar atau selalu bersiteru.


"Di mana dia?" James bertanya. Mata melayang di sekitar wajah Clark, memperingatkan gadis itu untuk mengatakan yang sebenarnya. "Jangan berbohong pada ku. Katakan dia di mana? Lepaskan dia."


Suaranya memang tenang namun siapapun yang mendengarnya bisa menduga kalau pria pirang itu tengah marah. Clark. Mendudukkan dirinya di sofa sambil menyilangkan kakinya. Gadis itu tersenyum miring, seperti sedang memikirkan sesuatu hal yang licik.


"Aku akan memberitahu mu, setelah kau menuruti permintaan ku."


...•—— ⁠✿ ——•...


Ketika beberapa helai rambut berwarna merah maroon tertangkap oleh pandangannya, dia menggeram. Dia tahu siapa itu. Tentu saja siapa lagi kalau bukan Clark Sadie Jenkins. Wanita yang telah menculiknya dan juga menyekapnya di sini.


"Apa lagi mau mu?" Tanya Rosaline tajam. Gadis berambut brunnete itu bahkan tak perlu repot-repot lagi mengalihkan pandangannya untuk menghindari wajah dari wanita iblis itu.


"Hanya ingin melihat sandera ku," Jawabnya sambil tertawa. Clark berhenti di depan Rosaline dengan senyum licik yang tak kunjung ia hilangkan dan meraih dagu Rosaline sekali lagi.


Dari balik tubuhnya, Clark mengeluarkan secarik kertas dan membentangkannya ke depan mata Rosaline agar gadis brunnete itu dapat melihat isinya. Awalnya Rosaline tak tertarik melihat apa isi kertas tersebut, namun begitu matanya tak sengaja menangkap nama James dia menjadi penasaran.

__ADS_1


"Aku dan James akan segera menikah."


Perkataan Clark barusan mau tak mau membuat Rosaline tersedak ludahnya sendiri karena shock. Gadis brunnete itu mengangkat kepalanya dengan cepat, hingga suara retakan terdengar. Dia berani bersumpah, pasti ada salah satu tulang yang patah di lehernya.


"A-apa?" Lirihnya seakan mencoba sekeras mungkin menyangkal benak negatif di kepalanya.


"Kau mendengarnya persis seperti yang kau dengar," kata Clark, arogan. Gadis merah maroon itu menyelipkan kertas itu kembali ke dalam sakunya dan akhirnya, melepaskan cengkeramannya dari dagu Rosaline.


"We're bound to fall in love, Rosaline. Cintanya pada mu hanyalah angin. Dia tidak pernah mencintai mu. Jangan terlalu berharap!" Clark berteriak.


Rosaline dengan mata zamrud yang bergetar menatap Clark dengan tajam. Setajam bilai pisau yang ingin sekali menggorok leher gadis berkepala merah maroon itu.


"Aku tidak pernah berharap," jawab Rosaline, setengah berteriak.


Dia menggertakkan giginya dan masih memandang Clark yang kini tengah tersenyum licik ke arahnya. Oh tuhan, siapa saja tolong lepaskan ikatan di tangannya ini. Dengan begitu dia bisa memukul wajah Clark yang menyebalkan itu.


Baru saja Rosaline membuka mulutnya untuk berbicara lagi, tiba-tiba cahaya menyilaukan datang dari arah belakangnya. Dengan susah payah gadis itu memutar kepalanya hanya untuk melihat sebuah layar proyektor terpampang.


Seketika, cahaya yang menyilaukan dibelakangnya tadi menghilang dan berpindah ke depan. Tepat setelah itu, dua orang berbadan kekar menyerbu masuk ke dalam ruangan di mana Rosaline dan Clark berada.


Rosaline tahu siapa dua pria kekar itu. Salah satu dari mereka adalah yang mencegatnya masuk ke dalam rumah keluarga Jenkins.


"Lihat ini, Rosaline," Clark menyeringai, meraih sesuatu yang Rosaline tidak bisa melihatnya.

__ADS_1


Setelah itu, yang ada di penglihatan Rosaline bukan lagi warna putih melainkan sebuah berita mengejutkan tertangkap di matanya.


"Pernikahan the golden money. Keluarga Jenkins dan Adler akan segera dilaksanakan."


__ADS_2