Di Benua Eropa

Di Benua Eropa
Chapter 17


__ADS_3

...CHAPTER 17...


...FIRST NAMES BASIS...


Rosaline memperhatikan Kaylie —perempuan yang beberapa menit lalu terlibat pertengkaran dengan Clark di koridor— sedang menyumpal hidungnya dengan tisu tatkala darah mimisannya tak kunjung berhenti.


Perempuan itu masuk ke dalam ruang kesehatan bersama Asher tepat beberapa menit setelah Clark dan James pergi dari sana. Rosaline. Yang merasa tasnya tertinggal akhirnya kembali dan di sinilah ia sekarang. Berada di satu ruangan bersama Kaylie dan Asher.


"Oh? Kau teman si the golden money yang sombong itu, kan?" Dia menyipitkan matanya menatap Rosaline lekat-lekat.


Rosaline tanpa basa-basi mengangguk. Dia menoleh ke arah tempat tidur di mana Clark berbaring dan berkoar-koar tentang Kaylie kepada James tadi dan menemukan tasnya ada di sana.


"Apa itu sakit?" Rosaline bertanya takut-takut.


Dia tahu betapa bodohnya pertanyaan itu namun dia penasaran.


Rosaline berbalik hanya untuk menatap horror hidung Kaylie yang masih mengeluarkan darah lalu melihat ke beberapa gulungan tisu dan Rosaline yakin, warna merah di tisu itu adalah darah perempuan itu. Darah Kaylie.


"Pukulannya? Nah sebenarnya tidak. Hidung ku saja yang manja dan jadilah mimisan seperti ini," Jawabnya santai. Tangannya menarik selembar tisu lagi dari dalam kotak tisu yang disodorkan oleh Asher di sebelahnya.


Rosaline mengalihkan perhatiannya ke arah Asher yang sejak tadi melirik ke arahnya. "Aku minta maaf. Perilaku Clark barusan sang—"


"Shut up, Smith."


Rosaline tergelak. Dia menatap bingung ke arah Kaylie yang mengangkat tangannya, memberi


Rosaline gestur agar dirinya berhenti bicara.


Perempuan bernama Kaylie itu menatapnya datar sebelum meremukkan tisu-tisu yang ia gunakan tadi dan mengumpulkannya menjadi satu, lalu membuangnya ke dalam kotak sampah di sebelahnya.


"Jika ada kata 'maaf' yang ditujukan untuknya, the golden money itulah yang seharusnya mengatakannya, bukan kau atau siapapun. Tapi si sombong itulah yang harus mengatakannya sendiri."


Dia menunjuk ke arah Asher dengan gerakan mata yang masih terselimuti ketajaman di dalamnya. Dan Rosaline hanya tersenyum hambar.


Sebenarnya kata maaf yang keluar dari mulutnya barusan itu bukanlah atas nama Clark atau siapapun. Dia tidak mengatakan itu agar Asher memaafkan perbuatan Clark padanya, melainkan dia melakukannya untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Dia ingin minta maaf. Setiap kali Clark merundungnya, dia hanya bisa menyaksikannya dalam diam. Tidak ada pergerakan sama sekali untuknya menolong dan melepaskan Asher dari cengkraman the golden money itu.


Seperti yang Adler katakan. Dia harus menerima takdirnya kalau dia lemah. Tak punya keberanian sama sekali untuk melawan Clark. Padahal mereka sama. Manusia. Dan apa yang Rosaline takutkan sebenarnya? Kekuasaan the golden money itu atau ancaman Clark padanya waktu itu?


Entahlah. Yang jelas dia tidak punya keberanian.


"Yeah. Right. Dia yang harusnya mengatakannya," Gumam Rosaline.


Tak mau lagi berada di antara atmosfer yang tak mengenakkan dirinya, Rosaline menarik tali tasnya dan menggendongnya di belakang punggungnya. Saat kakinya berjalan menuju pintu keluar dan tangannya hampir menarik kenop pintu, Kaylie berbicara dan membuat Rosaline terhenti.


"Apa yang kau lihat darinya sampai-sampai kau berteman dengannya."


Rosaline menolehkan kepalanya sedikit, melihat kedua perempuan itu melalui bahunya. Kepalanya perlahan berbalik hanya untuk melihat Kaylie tengah menatapnya dengan penuh penasaran.


Bibir Rosaline mengatup ragu. Bagaimana mungkin dia memberitahu perempuan itu alasannya sejak awal kenapa ia menerima pertemanan Clark waktu itu. Dia pasti akan ditertawakan.


Alasan yang bahkan sampai sekarang masih ia pertanyakan.


Kenapa dia tidak berpikir dengan logika di hari itu ketimbang mengikuti perasaan haru di dalam hatinya, hanya karena Clark adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya dan mengajaknya berteman di awal.


"Entahlah, aku bahkan masih mempertanyakannya," kekeh Rosaline canggung.


"Ku rasa dia bukan teman yang baik untuk mu."


Rosaline merasa hatinya terguncang. Kali ini Asher yang mengatakannya. Dan Rosaline tahu apa yang akan selanjutnya dia dengar dari mulut perempuan berkacamata itu.


"Kenapa kau tidak mengakhiri pertemanan mu dengannya? Hubungan pertemanan kalian terlalu toxic menurut ku," Kaylie berkomentar dan Asher mengangguk.


"Aku tahu kau orang baik Rosaline. Kau hanya salah pilih teman," Asher mengingatkan.


Mata lembutnya yang ditenggeri oleh kacamata berbinar dengan kilatan prihatin, membuat Rosaline merasa semakin percaya. Bahwa keputusannya menerima uluran pertemanan Clark sejak awal adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.


"Terima kasih, tapi—"


"Kau bahkan tidak bahagia dengan pertemanan kalian. Aku bisa melihatnya dari raut wajah mu sekarang. Karena itu tidak apa sesekali melawannya. Mungkin dengan kau yang melawan, hubungan kalian bisa berakhir."

__ADS_1


Rosaline tersenyum kecil —sangat kecil bahkan sampai tak terlihat oleh Kaylie dan Asher— setelah mendengar perkataan perempuan itu yang terdengar sangat mudah di lakukan.


Walaupun Rosaline sendiri tahu kalau itu sulit. Keberanian di dalam hatinya sama sekali tak ada.


Tidak seperti Kaylie. Dia takut.


"Kaylie, kan?" Rosaline memanggil.


Kali ini dia berbalik, sepenuhnya menghadap ke arah Kaylie dan Asher. Dia memandangi keduanya secara bergantian sebelum mengunci matanya pada Kaylie yang sekarang memiringkan kepalanya, seakan bertanya-tanya kenapa Rosaline memanggil namanya.


"Hati-hati. Clark pasti dendam pada mu setelah kejadian ini," dia tersenyum lembut, "dia sedang merencanakan sesuatu dan aku tahu itu buruk. Karena itu hati-hati," peringatnya.


"Kenapa? Apa the golden money itu akan menyewa orang lain untuk membunuh ku? Nah, aku tidak takut sama sekali. No need to be worry. Aku bisa menjaga diriku sendiri dan terima kasih, Smith, karena sudah memperingatkan ku. Aku tersanjung."


Rosaline mengerutkan hidungnya, merasa terkejut dengan perkataan Kaylie yang menganggap enteng peringatannya. Ia menggelengkan kepalanya, mencoba untuk tidak terganggu dengan itu.


"Rosaline, please," dia tersenyum, "aku memanggil mu Kaylie —yang aku yakini itu sebagai nama depan mu—, jadi lebih baik kau memanggil ku dengan nama depan ku juga. Jadi, Rosaline."


Kaylie mengangguk cepat dan tersenyum. "Noted!"


Ketika Rosaline meraih kenop pintu sekali lagi, ia melempar senyum terlebih dahulu ke arah Kaylie dan Asher yang tentunya dibalas senyuman juga oleh mereka berdua sebelum sepenuhnya keluar dari sana.


Ia menghela napas, menyandarkan punggungnya ke pintu ruang kesehatan setelah berada di luar. Sejak tadi dia merasa ponselnya bergetar di dalam saku celananya. Seberapa keras dia mengabaikannya, getaran itu sangat mengganggu. Akhirnya Rosaline mengambilnya.


Dia lagi-lagi menghela napas panjang ketika melihat layar ponselnya, di mana nomor telepon


Clark terpampang jelas di sana.


"[Kau bisa pulang. James dan aku ada kencan.]"


Ada jeda beberapa menit sebelum Rosaline menjawab. Karena tak mau menjadi orang ketiga,


Rosaline berkata, "kencan, ya? Ya, ya, aku tidak mau mengganggu. Jadi nikmatilah kencan kalian."


Terdengar bunyi 'tut' seiring panggilan dimatikan.

__ADS_1


Rosaline. Dia kembali menghela napas dan memikirkan perkataan Asher dan Kaylie tadi. Sepertinya bukan ide yang buruk jika Rosaline sesekali melawan Clark. Dengan begitu dia bisa perlahan-lahan memutus hubungan pertemanan mereka.


Dan Rosaline bisa bebas dari Clark selamanya.


__ADS_2