
Disalah satu sekolah terkenal dan terfavorit di sebuah kota, sekolah menengah atas yang hari ini tengah dalam suasana yang terbilang cukup menegangkan untuk para pelajar kelas 12, hari ini adalah hari dimana mereka akan tau hasil dari jerih payah mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut, dengan jantung berdebar semua siswa dan siswi kelas 12 mulai mengerumuni Mading utama sekolah favorit tersebut, sekolah yang diisi oleh kebanyakan dari kalangan anak pengusaha dan pejabat
Tak jauh berbeda dengan seorang pria tampan dan beberapa teman nya yang juga mulai menghampiri Mading yang masih terlihat sangat berdesakan tersebut, tapi seperti biasanya saat ketiga pemuda tampan tersebut datang, dapat di pastikan para murid lain akan memberikan mereka jalan, bagaimana tidak mereka adalah siswa most wanted dan murid laki laki paling berprestasi di sekolah tersebut, sayang nya sikap mereka sangat terkesan cuek, sombong dan sangat dingin
Ketiga nya melihat nama mereka masing masing yang diantara mereka menduduki posisi pertama,kitiga dan keempat, sedangkan di posisi kedua mereka sudah tau pasti akan di tempati oleh seorang wanita cantik yang sangat mereka kenal, salah satu siswa terfavorit di sekolah tersebut dan menjadi idola kaum lelaki,ia dari keluarga yang mereka tau sangat berpengaruh, putri pertama pemilik yayasan sekolah tersebut, orang tua nya tergolong dalam urutan orang terkaya di dunia, dan no satu pengusaha tersukses di Asia
Ketiga pria tampan tersebut langsung ingin meninggalkan meding tersebut setelah melihat hasilnya, mereka memang sudah memiliki tujuan masing-masing untuk melanjutkan ke mana, seperti si tampan Arsyad Al-Banjari yang menduduki peringkat pertama ia akan melanjutkan pendidikan nya ke Turky, sedangkan kedua temannya akan melanjutkan ke perguruan tinggi di kota Jakarta yang juga termasuk satu yayasan dengan sekolah mereka sekarang, karena mereka memang terbilang bukan dari keluarga yang cukup kaya, sehingga mereka memanfaatkan penawaran beasiswa dari yayasan tersebut
Kehebohan semakin bertambah saat tiba-tiba hadir seorang wanita cantik yang sangat mereka semua kenal siapa wanita tersebut, sang idola dan siswi yang menduduki peringkat ke dua, kehadiran nya memang selalu menjadi pusat perhatian, tapi kali ini tidak hanya para siswa dan siswi lain saja, tapi juga ketiga pria tampan yang baru saja akan meninggalkan Mading tersebut, bagaimana tidak.. wanita cantik yang bernama Salsabila Quinn Abbas
tampil sempurna dengan menggunakan hijab, dan itu adalah yang pertama mereka lihat
Bila...itu nama panggilan akrabnya,ia terus melangkah menuju Mading tanpa memperdulikan tatapan orang-orang di sekitarnya, menjadi pusat perhatian itu sudah hal biasa untuk nya dan dapat dikatakan bahwa itu sudah menjadi makanan sehari-hari nya, hari ini ia memutuskan untuk berhijab, mencoba menjadi salah satu kriteria wanita yang di inginkan oleh pria yang sangat ia kagumi sejak mereka sama-sama masuk sekolah tersebut,tiga tahun ia memantapkan hatinya dan pernah mencoba untuk berhenti mengagumi sosok tampan dan Soleh tersebut, tapi sayang ia benar-benar tidak bisa
" Assalamualaikum..." sapa Bil saat berpapasan dengan Arsyad dan kedua sahabat nya
" Waalaikum salam" jawab mereka kompak dengan sedikit senyuman dan merasa cukup terkejut, karena selama tiga tahun mereka satu sekolah tapi belum pernah sekalipun wanita cantik tersebut menyapa mereka seperti itu, kecuali mereka sedang dalam pembahasan olimpiade atau rapat OSIS
" Arsyad... boleh saya minta waktu kamu sebentar..?"tanya Salsabila sopan sambil sedikit menunduk
" Ya saya tunggu di kursi taman dekat perpustakaan" jawab Arsyad pasti dan langsung melangkah menuju tempat yang ia sebutkan
" Terimakasih" ucap Salsabila lirih sambil tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju Mading
Setelah merasa cukup melihat hasil kerja keras nya selama tiga tahun di sekolah yang tak lain adalah yayasan milik keluarga nya tersebut, wanita cantik tersebut berbalik dan berjalan menuju tempat yang telah di janjikan Arsyad untuk mereka bertemu atas permintaan wanita cantik tersebut
Salsabila melangkahkan kakinya dengan hati yang benar-benar campur aduk, antara bahagia karena orang yang ia minta waktu nya tidak menolak nya untuk bicara, tapi ia juga sangat gugup dan malu untuk memulai pembicaraan nya, tapi ia juga ga mau menyesal pada akhirnya, karena ia tau mereka akan berpisah, mungkin hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu dan ia tidak mau merasa menyesal pada akhirnya, apapun jawaban dari pria tampan tersebut ia akan berusaha untuk berbesar hati
" Maaf kalau kamu nunggu, tadi aku singgah ke kantor kepala sekolah sebentar, menyampaikan surat dari Ayah" ucap Bila pelan
__ADS_1
" ya.. apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Arsyad to the point
" Arsyad.. maaf kalau aku lancang dan mungkin menurut kamu aku wanita yang tidak tahu malu..aku- aku- ...aku suka sama kamu dan ingin kita menjalin hubungan khusus" ucap Salsabila lirih dengan suara bergetar dan sedikit gugup
DEG
Arsyad shock,ia sangat terkejut mendengar ucapan wanita cantik tersebut, tapi ia juga sedikit tersenyum tipis, dalam hati ia sangat bahagia karena ternyata wanita cantik yang selama ini juga ia kagumi ternyata juga memiliki perasaan yang sama dengan nya, tapi ia berusaha untuk bersikap tenang dan berusaha untuk mengendalikan diri nya,ia ragu untuk membalas ungkapan perasaan wanita cantik tersebut, karena ia harus pergi jauh dan untuk waktu yang terbilang lama
" Sejak kapan.." tanya Arsyad terdengar serius
" kelas 10 dan hari ini aku memutuskan untuk berhijab agar menjadi salah satu kriteria wanita idaman kamu" jawab Salsabila lirih
" Berhijab itu adalah suatu kewajiban untuk wanita muslim dan kamu terlihat lebih cantik seperti ini, jangan lah kamu berubah karena orang lain,tapi berubahlah karena kamu takut akan azab Allah" jawab Arsyad jujur, membuat pipi Salsabila merona merah
"Tapi aku harus melanjutkan pendidikan ku ke Turky dan keberangkatan ku juga sudah di tentukan dua hari lagi" jawab Arsyad terdengar sedikit berat
" Insya Allah aku akan berusaha setia nunggu kamu kembali asal kan ada kejelasan tentang hubungan kita, atau aku juga bisa meminta melanjutkan pendidikan ku di sana, Turky itu negara asal Ayah ku dan kami masih punya keluarga besar disana" jawab Salsabila lirih membuat Arsyad sedikit melirik wanita cantik tersebut
" kalau begitu kamu Nikahi aku...,agar aku bisa ikut kemanapun kamu pergi, dan jika kamu ingin aku tetap disini maka aku akan tetap disini untuk menunggu kamu, tapi dengan status kita yang halal" jawab Salsabila pasti sambil menatap Arsyad
DEG
Jantung Arsyad serasa seperti ingin copot dari tempatnya, wanita cantik tersebut meminta ia menikahi nya,di usia mereka yang masih sangat muda ini...?,"Arsyad menggeleng sambil tersenyum tipis mendengar permintaan wanita cantik yang kini berada di samping nya
" kita masih sangat muda untuk hubungan seperti itu, walaupun pacaran sebelum halal juga diharamkan dalam agama kita, setelah aku menikahi kamu,maka tanggung jawab orang tua kamu beralih pada ku, sedangkan aku belum memiliki penghasilan untuk menafkahi kamu dan kita juga masih harus melanjutkan pendidikan kita" jawab Arsyad berusaha menjelaskan
Salsabila terdiam, sejenak ia berfikir apa yang Arsyad katakan semuanya benar, tapi ia juga berfikir dan sedikit kecewa, mungkin itu adalah cara Arsyad menolak nya secara halus agar tidak menyinggung perasaan nya, karena pria tampan tersebut sama sekali tidak mengatakan bagaimana dengan perasaannya pada nya
Salsabila mendongak memberanikan dirinya untuk menatap wajah tampan Arsyad, mungkin ini yang terakhir kalinya ia bisa melihat wajah yang selama tiga tahun ini menjadi salah satu penyemangat untuk nya, walaupun ia tau tidak baik bagi seorang wanita menatap wajah laki-laki yang bukan muhrimnya
__ADS_1
" Yasudah aku permisi ya.. terimakasih untuk waktu dan kesempatan nya" ucap Salsabila lirih sambil berbalik melangkah meninggalkan taman tersebut dengan tetesan air mata yang sejak tadi berusaha ia tahan
Sementara Arsyad masih berdiri tertegun melihat kepergian Salsabila, wanita yang juga sangat ia kagumi sejak awal mereka bertemu dalam satu organisasi disekolah tersebut, dan beberapa menit kemudian ia baru menyadari bahwa Salsabila sudah berada jauh dari tempat nya berdiri dan sudah mulai hilang dari pandangan nya,ia baru menyadari bahwa dirinya belum jujur tentang perasaan nya yang juga mencintai wanita cantik tersebut
Dengan sedikit berlari Arsyad berusaha mengejar Salsabila, tapi sayang wanita cantik tersebut sudah memasuki mobilnya dan meninggalkan sekolah tersebut, Arsyad masih bisa melihat wajah sendu Salsabila dari belik kaca mobil wanita cantik tersebut dan ia sangat menyesal tidak mengatakan tentang perasaan nya
Arsyad langsung menuju parkiran dan mengambil motor nya,ia ingin langsung menuju Ponpes milik sang Abi, karena tadi uminya sudah menelfon nya dan meminta nya segera datang ke ponpes untuk menandatangani berkas keberangkatan nya ke Turky, mereka memang tidak tinggal di lingkungan pondok, mereka memilih tinggal di rumah pribadi dan pondok di jaga oleh para Ustadz atau ustadzah yang sudah menikah dan belum memiliki tempat tinggal pribadi, sang Abi akan datang ke ponpes setiap hari jika tidak sedang keluar kota untuk berceramah
Tempat tinggal Salsabila dan Arsyad tidak terlalu jauh, mereka hanya berjarak beberapa kompleks perumahan, yang memang keluarga Salsabila tinggal di kompleks paling mewah di kota tersebut dan kompleks tersebut milik keluarga Abbas, sedangkan keluarga Arsyad tinggal di kompleks yang terbilang sederhana
Sampai di ponpes Arsyad langsung memarkirkan motor nya di parkiran dan ia langsung menuju kantor ponpes tersebut,disana juga terdapat sebuah rumah sederhana tempat keluarga mereka istirahat saat sesekali mereka menginap di ponpes, Dari jauh Arsyad melihat sang adik yang tengah asyik bermain di taman bunga mengejar kupu kupu, ditemani beberapa santri perempuan yang sedang istirahat jam makan siang
Arsyad langsung menuju rumah istirahat mereka, karena ia yakin sang Umi pasti tengah berada di rumah tersebut untuk melakukan Shalat Dzuhur, sedangkan sang Abi sedang Shalat di masjid pondok pesantren tersebut,ia melangkah masuk setelah mengucapkan salam dan terdengar suara air di tempat wudhu yang terletak dekat dengan dapur dan ia yakin pasti sang Umi, Arsyad langsung menuju kamar dan membaringkan tubuhnya sejenak, mengingat pembicaraan nya dengan Salsabila di sekolah tadi,ia tersenyum dengan permintaan wanita cantik tersebut, membuat nya menggeleng membayangkan bagaimana reaksi kedua orang tua nya jika ia menceritakan tentang permintaan Salsabila
"Abang..kamu sudah sampai..?" terdengar suara sang umi sambil mengetuk pintu kamar nya, membuat Arsyad tersadar dari lamunannya dan langsung melangkah menuju pintu
"Udah mi..." jawab Arsyad setelah pintu terbuka dan langsung meraih tangan sang umi mencium punggung tangan tersebut hikmat
" Ganti baju dan langsung Shalat ya" biar Kita makan siang bersama setelah Abi selesai di Masjid" ucap sang Umi lembut sambil mengelus kepala Arsyad
" Ia Umi" Jawab Arsyad langsung kembali menutup pintu kamar nya dan berganti pakaian baru setelah nya ia akan Shalat
Setelah selesai Shalat dan sang Abi juga sudah berada di rumah tersebut, mereka langsung menuju meja makan dan makan siang bersama yang memang sudah sang Umi siapkan,si kecil Almaira Az-Zahra Al- banjari putri kedua Ustadz H.Khalid Al- banjari dan Umi Hj.Aisyah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut juga sudah berada bersama mereka
Mereka langsung memulai makan sambil dibarengi dengan sedikit obrolan yang memang menurut mereka bermanfaat, keluarga Ustadz tersebut memang sangat romantis dan mereka memiliki putra dan putri yang masih terbilang cukup patuh pada aturan yang berlaku di keluarga mereka
Setelah selesai dengan makan siang bersama,Arsyad dan sang Abi langsung menuju ke kantor tempat para Administrasi mengerjakan tugas mereka, sesampainya di ruangan tersebut Arsyad langsung menandatangani berkas kelengkapan untuk pengurusan izin dan Visa serta untuk pendaftaran dirinya di universitas yang ia tuju, setelah selesai ia dan sang Abi langsung kembali ke rumah mereka yang di ponpes karena Arsyad mengatakan ingin berbicara penting pada kedua orang tua nya
Sesampainya di rumah sederhana tersebut mereka langsung duduk di ruang tamu yang hanya tersedia sebuah karpet bulu sederhana dan beberapa bantal santai serta sebuah meja kecil, beberapa lemari kaca yang dipenuhi dengan berbagai kitab dan buku- buku yang membahas tentang Agama dan bisnis dalam Islam, juga terdapat beberapa Al' Qur'an dengan berbagai ukuran yang sering sang Abi dapatkan dari Oleh- Oleh.
__ADS_1
"Abang mau bicara apa..? sepertinya sangat serius...?" tanya sang umi sambil meletakkan gelas teh untuk mereka
"Maaf Abi..Umi.. sebelumnya jangan salah paham dulu dan tolong dengarkan dulu cerita Abang sampai selesai, baru Abang minta saran dari Abi dan Umi" jawab Arsyad berusaha tenang dan mulai menceritakan semua tentang pembicaraan nya di taman tadi bersama Salsabila, dan ia juga mengakui bahwa ia juga memiliki perasaan yang sama pada wanita cantik tersebut, membuat kedua orang tuanya saling pandang tanpa memotong sedikitpun cerita sang putra