
Pagi menjelang, mentari mulai menggantikan sang rembulan menyinari bumi, Sepasang mata indah yang baru saja terjaga dari tidurnya karena deringan handphone miliknya, Almaira gadis cantik yang masih berada di balik selimutnya langsung meraih ponsel dan melihat siapa yang menghubungi nya sepagi ini di hari Minggu, ternyata sang Tante
📱-" Sayang kamu sudah siap...om dan Tante sudah di bandara dan akan langsung jemput kamu di apartemen,kita harus segera ke hotel, Abang Rama ga bisa hadir karena pagi ini perdana Abang ikut terbang menjadi co pilot" ucap sang Tante lembut,ya Tante Rani harus meninggalkan fashion show nya demi untuk mendampingi sang keponakan tersayang nya menikah, beliau tidak ingin melewatkan waktu paling berharga dan bersejarah dalam hidup Aira
📱-" Ia Tan Aira langsung siap- siap sekarang" ucap Aira sopan
📱-" ya udah nanti Tante tunggu di lobby apartemen kamu ya sayang" ucap Tante Rani lembut dan menutup telfonnya setelah mendapat jawaban dari Aira
Aira menghembuskan nafasnya yang terasa sesak, ternyata semuanya bukan mimpi,Ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berpakaian,merasa cukup Aira menuju dapur mengambil beberapa lembar roti dan susu kotak dalam kulkasnya,ia memaksakan diri untuk sedikit mengisi perut nya, walau sebenarnya sangat sulit untuk nya menelan roti tersebut
Selesai dengan sarapan nya,Aira langsung keluar dari apartemen nya dan menuju lift turun ke lobby,ia tidak mungkin membuat tantenya yang menunggu
Di mansion mewah milik keluarga Abbas, semua keluarga inti sudah siap menuju salah satu hotel mewah milik keluarga mereka, sedangkan di salah satu kamar mewah yang bernuansa maskulin, seorang pemuda tampan baru saja menyelesaikan mandi nya,ia tidak perduli dengan sang bunda yang sudah sejak tadi terus mengoceh karena membangunkan nya dan menunggu nya turun
Azlan pemuda tersebut sedang mengenakan sepasang jas berwarna putih,ia menatap dirinya di cermin dan mengusap kasar wajah nya,memilih salah satu koleksi jam tangan branded nya dan memakai, merapikan rambutnya dan memakai sedikit parfum faforit nya,merasa cukup ia menyambar handphone dan melangkah keluar kamar menuruni Tangga menuju lantai dasar mansion megah tersebut
Semua keluarga tersenyum melihat penampilan putra tunggal mereka, sedangkan yang menjadi peran utamanya terlihat dingin dan cuek, tidak sedikit pun menunjukkan gurat kebahagiaan di wajahnya, sangat jelas ia terpaksa dengan semua itu
Selesai sarapan bersama seluruh keluarga meninggalkan mansion dan langsung menuju hotel yang telah mereka tentukan, Azlan mengendarai sendiri mobilnya nya, ia berencana akan singgah sebentar di apartemen nya untuk menenangkan diri sesaat
Dilain tempat Aira dan sang Tante serta om nya baru saja sampai di hotel yang mereka tuju,Aira langsung dibawa ke salah satu kamar frudensuit untuk berganti pakaian dan sedikit dirias,sang Tante juga ikut berganti pakaian di kamar lainnya
Keluarga Abbas juga baru sampai, mereka langsung menuju salah satu ballroom hotel tersebut yang sudah terlihat kehadiran beberapa keluarga mereka yang lain dan sang penghulu, bunda Maya langsung menuju kamar tempat Aira berganti pakaian, gadis cantik tersebut baru saja selesai di rias dan ia sedang ditemani oleh sang Tante
" Duh sayang...kamu cantik banget sih,gaun nya juga pas banget di kamu,ya udah kamu disini dulu ya nanti kalau ijab Kabul nya sudah selesai kamu di panggil keluar" ucap bunda Maya sambil mengecup singkat kepala Aira yang terbungkus hijab
"' Ia bunda" jawab Aira pelan sambil tersenyum tipis,ia bingung kenapa bunda Maya ada di tempat ini, apakah tantenya yang mengundang? tanya nya dalam hati
Bunda Maya langsung keluar dari kamar tersebut dan kembali ke ballroom tempat akan di laksanakan ijab Kabul sang putra, beliau juga sangat khawatir karena sang putra belum menunjukkan batang hidungnya,tadi putra nya itu berjanji hanya sebentar
" Tan kok bunda tau hari ini Aira nikah..?" tanya Aira sambil menatap wajah sang Tante
" Maafin Tante ya sayang... sebenarnya kamu itu nikah nya sama anaknya bunda Maya,bunda Maya itu calon ibu mertua kamu, beliau ga izinin Tante bilang ke kamu dari awal kalian ketemu, tapi Tante juga ga pernah tau yang mana anak beliau"jawab Tante Rani jujur
" Alhamdulillah Tan walaupun Ai belum kenal anak nya, tapi setidaknya Ai udah kenal kedua orang tuanya yang Alhamdulillah baik banget sama Ai" ucap Aira sambil tersenyum tulus
__ADS_1
Sedangkan di balroom tempat akan di laksanakan ijab Kabul semua keluarga terlihat sangat gelisah, orang yang di tunggu belum juga datang, di telfon handphone nya ga aktif sampai beberapa menit kemudian akhirnya yang ditunggu-tunggu menampakkan dirinya, membuat semua yang ada di tempat tersebut langsung tersenyum dan bernafas lega
Azlan langsung di bimbing menuju meja yang sudah terlihat ada sang penghulu dan beberapa saksi setra sang Ayah, Azlan langsung duduk di kursi yang disediakan khusus untuk dirinya
" Wah ternyata ini calon mempelai nya? masih sangat muda ya" canda sang penghulu dan di angguki oleh tuan Omar, sementara Azlan hanya diam tanpa berkomentar
" Bagaimana nak azlan, keluarga dan para saksi apa sudah bisa kita mulai?" tanya penghulu
" Sudah pak, silahkan" jawab keluarga kompak
" Nak azlan sudah siap?" tanya penghulu sekali lagi
" Siap pak" jawab Azlan singkat dengan wajah dingin nya
" Baiklah mari kita mulai, karena mempelai wanita nya yatim piatu dan tidak memiliki wali, jadi saya lah yang akan menjadi walinya, nak azlan bisa jabat tangan saya dan ikuti seperti apa yang saya ucapkan" perintah sang penghulu dan di angguki oleh Azlan seraya menjabat tangan sang penghulu
Ijab Kabul pun dimulai dan berjalan dengan lancar, Azlan mampu mengucapkan nya hanya dengan satu kali tarikan nafas, namun satu yang mengganjal di hatinya,ia seperti sangat familiar dengan nama yang baru ia sebutkan dan sah menjadi istrinya, beberapa kali ia menggeleng menyangkal bahwa ia mengenal nama itu, semua yang hadir menghembuskan nafas lega saat terdengar kata Sah dari para saksi
Bunda Maya langsung menuju lift untuk menjemput Aira,tak berselang lama ia kembali dengan menggandeng seorang gadis cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih dan hijab senada
Semua mata terfokus pada objek yang baru muncul di hadapan mereka, semuanya sangat kagum dengan kecantikan sang mempelai wanita, bunda Maya dan Tante Rani menuntut Aira menuju kursi yang sudah di siapkan
Perlahan ia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan sang suami,Azlan menyodorkan tangannya tanpa melihat wajah sang istri,Aira langsung mencium lembut punggung tangan orang yang sudah menjadi suami nya tersebut tanpa melihat wajah nya
" Boy...cium kening istri kamu dan bacakan doa yang kemaren ayah suruh hafal seraya meletakkan tangan mu di atas kepala nya" perintah sang ayah
Azlan langsung menghadap sang istri yang terlihat menunduk dan mencium kening nya,lalu ia meletakkan tangan nya di atas kepala sang istri seraya membacakan doa yang di jagalnya semalam, setelah selesai Azlan langsung menurunkan tangannya dan kembali duduk menghadap ke depan
" Ayo cincin pernikahan nya belum di pakai" ucap sang bunda ceria
Azlan langsung mengambil cincin tersebut dan berbalik meraih tangan kanan Aira dan memakaikan cincin mewah dengan harga fantastis tersebut,Aira masih menunduk dan meraih cincin satunya lalu memakaikan di jari manis Azlan, setelah selesai ia mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya keduanya sampai tidak bisa mengungkapkan satu patah kata pun
DEG.....
Jantung keduanya seakan melompat dari tempatnya, baru semalam status pacaran palsu mereka selesai tapi hari ini status mereka malah menjadi suami istri yang sah secara hukum agama dan negara, tubuh Aira menegang seketika ia tidak dapat berkata apapun,itu juga yang dirasakan Azlan,ia sangat tidak menyangka gadis yang di jodohkan dengan nya adalah Almaira, jadi selama ini yang Aira panggil bunda itu adalah Bunda nya,ibu kandung nya?
" Udah nanti di lanjutin lagi pandangan nya,tiap hari ketemu juga di sekolah, satu apartemen lagi,tanda tangan dulu tuh berkasnya" ledek sang bunda membuat yang lain tertawa lucu dan menyadarkan Pasangan muda tersebut
__ADS_1
Keduanya langsung menandatangani semua berkas yang di butuhkan sesuai dengan perintah sang penghulu, dalam hati ia bertanya bagaimana cara nya mereka bisa menikah secara hukum negara? sedangkan dirinya belum memiliki KTP dan baru Minggu lalu ia genap berusia 17 tahun,tapi sekali lagi ia teringat keluarga mertua nya adalah keluarga yang memiliki kekuasaan, apa yang ga bisa mereka lakukan kalau hanya masalah sepele seperti itu
Selesai dengan semua nya, salah satu Kiai yang juga sangat mengenal sosok dari almarhum Abinya Aira langsung membacakan doa untuk keutuhan rumah tangga pasangan baru tersebut serta diberikan keturunan yang saleh dan salehah
" Selamat ya nak, semoga samawa dan diberi keturunan yang saleh dan salehah, tapi keturunannya nya kalau bisa di tunda dulu, masih pada sekolah kan..? tapi ga masalah sih sekolah juga punya orang tua sendiri" ucap Kiai tersebut sambil bercanda
Hal yang sama juga di ucapkan oleh semua yang hadir di tempat tersebut, membuat keduanya harus terpaksa tersenyum dengan wajah memerah menahan malu, selesai semua nya mereka langsung menuju mansion utama milik keluarga Abbas
"Sayang kita langsung pulang ke mansion ya,kamu mau di mobil bunda atau bareng suami kamu" tanya bunda Maya pada Aira
" Bareng bunda aja, tapi barang Aira masih di apartemen Bun" jawab Aira singkat
" Ara pulang bareng Azlan aja Bun" ucap Azlan tiba-tiba muncul, membuat sang bunda tersenyum dan mengangguk, sedangkan Aira langsung melirik Azlan tanpa mengucapkan sepatah katapun
" Ya sudah, sayang kamu bareng suami kamu aja ya dan soal barang kamu ga apa,di mansion semua kebutuhan kamu udah bunda sediakan di kamar kamu" ucap bunda Maya sambil mengecup singkat kepala Aira
" Ia bunda.." jawab Aira patuh
Semuanya meninggalkan hotel tersebut dan menuju mansion utama milik keluarga Abbas, termasuk Azlan dan Aira, terkecuali om dan Tante Rani, mereka harus langsung ke bandara karena harus kembali terbang ke Singapura untuk melanjutkan tour nya, sedangkan sang om harus bertugas siangnya
" Kenapa semalam Lo ga langsung Jujur kalau hari ini Lo nikah bukan sekedar pertemuan aja" tanya Azlan pada Aira
" Ga mungkin kan Aira harus ngomong apa adanya sama semua orang, sementara Ai masih sekolah,apa kata temen- temen di sekolah,bisa- bisa di kira Merryd by Ansidance lagi" jawab Aira apa nya
" Trus sahabat Lo juga ga tau?" tanya Azlan lagi,di jawab dengan gelengan kepala oleh Aira
" belum waktunya mereka tau,Ai belum siap untuk kasih tau mereka" jawab Aira jujur
" kalau Lo Belum siap kena Lo terima dan ga Lo tolak ?" tanya Azlan lagi
" Ai ga mau jadi anak durhaka karena membantah wasiat dari Abi dan ummi,trus kakak kenapa ga minta di batalin perjodohan ini,apa sahabat kakak tau?" tanya Aira balik
" Gue udah berusaha nolak tapi keluarga gue ga terima penolakan, mereka ga ada yang tau,Lo harus ingat siapa gue..gue ga suka di atur,gue ga mau terikat karena pernikahan ini, gue masih pengen bebas dan ga direpotkan sama status kita yang sekarang" ucap Azlan terdengar sangat cuek
" Kakak tenang aja,di depan keluarga kita pasangan suami istri,tapi di luar ai ga akan nunjukin status kita,kalau memang kakak punya pilihan sendiri Ai janji setelah Ai Lulus Ai akan tinggalkan Indonesia dan melanjutkan studi ai ke Turki, dan Ai akan ajukan gugatan perceraian, jadi kakak ga akan di salahkan oleh keluarga kakak" jawab Aira pasti
DEG...
Azlan terkejut mendengar keputusan gadis di sampingnya tersebut,sejauh itu kah rencana yang sudah ia buat untuk pernikahan nya sekarang?, setidak terima itukah ia pada pernikahan mereka? entah mengapa Azlan merasa sangat ingin marah,ia seperti tidak ada apa-apanya dihadapan seorang Almaira, apakah gadis ini sudah memiliki pria pilihan nya sendiri? Azlan mencengkeram kuat stir mobil nya dan melaju kencang menuju mansion utama keluarga nya
__ADS_1
Tanpa Azlan sadari ucapan nya barusan juga membuat hati Aira terluka,ia merasa bahwa Azlan menganggap nya akan menjadi beban untuk pria tampan tersebut,ternyata salah jika ia berharap ini adalah pernikahan pertama dan yang terakhir untuk nya, karena sangat jelas Azlan sangat tidak terima dengan status mereka sekarang,Aira berjanji ia ga akan menjadi beban untuk Azlan dan akan sebisa mungkin berusaha untuk mandiri
Keduanya menuju mansion utama tanpa mengatakan satu patah kata pun, keduanya hanyut dalam pikiran masing-masing,apa yang akan mereka lakukan dan katakan setelah sampai di mansion nanti agar mereka bisa tidur di kamar yang terpisah,Aira tidak berani mengajukan permintaan untuk mereka pisah kamar, sedangkan Azlan sedang berusaha merangkai kata-kata yang tepat agar orang tua nya mengizinkan mereka tinggal di apartemen, dengan begitu mereka bisa tidur di kamar yang terpisah, apartemen Azlan memiliki dua kamar