DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
46


__ADS_3

Diperjalanan Aira terus memejamkan matanya sambil memeluk erat lengan Azlan, membuat Azlan tersenyum dan menggeleng,Aira memang takut gelap dan Azlan sudah mengetahui hal tersebut


" Sayang...ini gimana aku mau nyetir cepat kalau kamu peluk lengan aku terus" ucap Azlan


" Takut kakak .....gelap " jawab Aira manja sambil menyusupkan wajah nya di balik lengan Azlan


" Ga jauh lagi kok, sebentar lagi kita bakal nyampe di perkampungan yang lebih rame dan padat penduduk" jawab Azlan mengusap kepala Aira untuk menenangkan istri cantik nya tersebut


" Kak Lain kali kalau kita ke danau itu lagi,kita nginap aja ya, jangan pulang malam gini,Aira takut" pintanya manja


" Ia tuan putri...itu lebih baik dan aku juga sangat setuju" jawab Azlan sambil tersenyum smirk


Setelah melakukan perjalanan sekitar satu jam keduanya sampai di mansion utama keluarga Abbas, tampak para maid langsung sibuk saat melihat tuan muda mereka pulang, mereka tau melam kemarin Azlan dan Aira menginap di apartemen


" Mau di siapkan makan malam den?" tanya bik Asih saat keduanya memasuki mansion


" Ga usah Bik,kami udah makan di luar,mau langsung istirahat...capek.. sayang kamu mau sesuatu " jawab Azlan seraya bertanya pada Aira


" Ga ada kak, Aira udah ngantuk banget " jawab Aira sambil tersenyum cantik pada azlan dan Bik asih


" Ya udah bik kami mau langsung ke atas ya" ucap Azlan singkat dan di angguki oleh Bik Asih


" Baik den" jawab Bik asih sopan


Azlan dan Aira langsung menaiki tangga menuju kamar mereka, sampai di kamar keduanya langsung mencuci muka dan menggosok gigi serta berganti pakaian


Ara Langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan menarik selimut setelah menyalakan pendingin ruangan, Azlan yang baru keluar dari kamar mandi menggeleng melihat istrinya yang sudah hampir tertidur


Azlan menaiki ranjang dan berbaring di samping Aira,ia langsung menarik Aira dalam pelukannya dan mencium kepala Aira mengucapkan selamat malam,Aira membuka matanya sebentar dan tersenyum menatap Azlan, selanjutnya ia langsung membalas pelukan Azlan dan menyusupkan wajah nya di dada bidang Azlan, mencari posisi paling nyaman untuk nya


Keduanya tertidur memasuki dunia mimpi, dengan posisi saling berpelukan di bawah selimut yang sama, merasakan kehangatan dan kenyamanan yang membuat keduanya sebenarnya sudah saling terikat


Padi menjelang, terdengar suara azan subuh berkumandang di salah satu masjid terdekat perumahan mewah tersebut,Aira mulai mengerjabkan matanya dan melepas pelukan Azlan secara perlahan,ia menatap wajah Azlan lama dan mengecup singkat kening Azlan


Aira Langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya,ia langsung berpakaian baru setelah nya ia membayangkan Azlan, keduanya Shalat subuh berjamaah dan itu adalah momen paling membahagiakan menurut Aira


Setelah selesai dengan kebutuhan masing-masing dan berpakaian sekolah, keduanya langsung keluar kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan, keduanya sarapan, setelah selesai mereka langsung meninggalkan meja makan dan menuju pintu utama yang sudah terlihat salah satu mobil sport mewah milik Azlan


Keduanya memasuki mobil dan meninggalkan mansion menuju sekolah,sekitar 25 menit mereka sampai di sekolah, setelah azlan memarkirkan mobilnya keduanya langsung keluar dan itu menjadi trending topik, tapi keduanya terlihat cuek, terlebih Azlan


Sahabat keduanya terlihat sudah menunggu di parkiran dengan tatapan penuh tanda tanya, membuat Aira sedikit tersenyum menatap ketiga Sahabat nya tersebut , sedangkan Azlan lebih santai seolah -olah ga terjadi sesuatu


"Wow.. pasangan romantis kita baru datang, kompak banget ya, libur nya bareng,trus masuk nya juga bareng, tinggal serumah ya pak?" goda Alif sambil tersenyum jahil


" Emang ada yang merasa terganggu kalau kami tinggal serumah?" tanya Azlan santai


Intan Langsung menarik lengan Aira membawanya jauh dari ketiga pria tampan tersebut, diikuti oleh Nia dan melodi di belakang mereka


Sedangkan Alif dan afkar langsung merangkul pundak Azlan saat melihat Azlan langsung berjalan di koridor meninggalkan mereka

__ADS_1


" Bro....Lo kasih apaan sih tu anak orang..sampe nurut banget gitu?, belom Lo apa- apain kan? jangan gila Lo ya" cerocos Alif, sedangkan afkar menggeleng,dia heran kenapa Azlan dan Aira ga jujur aja tentang status mereka sekarang


" Gue kasih cinta, kasih sayang,belaian dan nafkah lahir batin, puas Lo" jawab Azlan sambil tersenyum tipis,membuat para wanita yang melihat berteriak histeris


Sedangkan di taman Aira sedang di interogasi oleh ketiga Sahabat nya,bak seorang tersangka


" Sejak kapan Almaira yang gue kenal jadi sedeket itu sama cowok dan berada di apartemen nya?" tanya intan dan dia angguki oleh Nia juga melodi


" Sejak kami jadian, tapi kami ga berbuat sesuatu yang diluar batas kok" jawab Aira sedikit berbohong


" Lo yakin kalau si tuan muda tampan dan tajir itu ga bakal mutusin Lo dalam beberapa bulan ini?" tanya Nia spontan


" Insyaallah yakin" jawab Aira sambil mengangguk yakin


" Kemaren kemana kok kalian barengan ga masuk sekolah?" tanya melodi lembut


" Kak Azlan minta di temenin ke kantor nya ada meeting penting dan ketemu klien dari luar negri" jawab Aira sedikit jujur


Ketiga sahabat nya sedikit terkejut mendengar jawaban Aira,apakah benar seorang Azlan king Abbas seserius itu sama sahabat mereka? setau mereka jangan kan ke kantor pusat keluarga nya,ke apartemen nya aja kata kedua sahabat nya Azlan ga pernah ngizinin mantan -mantan nya dulu datang,kecuali keluarga dan kedua sahabat nya tersebut


Bibir ketiga Sahabat Aira seperti terbungkam saat mendengar jawaban Aira barusan,mereka bingung harus berkata apa pada sahabat mereka yang mereka yakin ini baru pertama kali ia menjalin hubungan dengan lawan jenis,Aira masih sangat polos, mereka khawatir sahabat mereka itu akan patah hati dan sangat kecewa jika ternyata Azlan hanya mempermainkan nya


" Kalau ada apa-apa Lo bilang ya ke kita..dan ingat jangan langsung terlalu percaya sama cowok, mereka punya seribu cara untuk membuat kita menyerahkan segalanya,beda dengan suami yang memang harus kita layani" nasehat intan dan di angguki oleh Aira


" Insya Allah Aira akan baik-baik aja kok bareng kak Azlan,kalian ga perlu khawatir,Aira juga punya cara sendiri untuk buat kak Azlan itu Bucin sama Aira" jawab Aira sambil tersenyum cantik


" Enak aja adik kecil,kita itucuma beda beberapa bulan tau, kecuali mbak intan " protes Aira membuat ketiga sahabat nya langsung tertawa


Akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan taman dan menuju kelas mereka masing-masing, pelajaran akan segera dimulai dan hari ini mereka juga akan mengikuti ulangan


Sedangkan Azlan dan kedua sahabat nya juga sedang mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru mereka,Minggu depan mereka akan menjalani Minggu tenang sebelum Minggu berikutnya mereka akan mengikuti ujian kelulusan


Bel istirahat berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba,semua siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, dengan tujuan yang tidak semuanya sama, begitu pula dengan Aira dan kedua sahabat nya, mereka akan menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sedikit keroncongan


"Almaira...." panggil seseorang saat Aira dan kedua tangannya berjalan di koridor, membuat langkah ketiga gadis cantik itu terhenti dan melihat siapa yang baru saja memanggil Aira


" Ia karrel ada apa?" tanya Aira saat karrel sudah berada di hadapannya,Aira memang tidak memanggil karrel dengan embel-embel kakak karena itu emang permintaan dari karrel katanya biar terasa lebih akrab


" Bisa kita bicara sebentar?" tanya karrel serius dengan wajah terlihat sangat berharap dan memohon


Aira melihat pada kedua sahabat nya untuk menanyakan pendapat,Nia dan melodi sedikit mengangguk tanda setuju, sehingga membuat Aira ikut mengangguk setuju, karrel terlihat sangat bahagia saat Aira mengabulkan permintaan nya


"terimakasih.... kita bicara di taman itu aja " ucap karrel sambil menunjuk arah taman yang tak jauh dari lapangan basket,lagi Aira hanya mengangguk dan mengikuti karrel dari belakang


Melodi dan Nia juga melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin, sesampainya di kantin Nia langsung menuju STAN makanan dan minuman untuk memesan pesanan mereka dan juga untuk Aira, karena tadi gadis itu sudah berpesan untuk memesankan makanan dan minuman untuk nya karena ia ga akan lama


Ditaman Aira langsung duduk di sebuah kursi, sedangkan karrel hanya berdiri tidak jauh dari Aira,ia tau kalau ia duduk pasti gadis cantik tersebut tidak akan nyaman


" Almaira... boleh jika bertanya sesuatu sama kamu dan tolong kamu jawab dengan jujur?" tanya karrel serius sambil menatap wajah Aira

__ADS_1


" Kamu mau tanya apa? Aira akan berusaha untuk menjawab semampu Aira" jawab Aira sambil tersenyum tipis


" Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Azlan? apa kalian menjalin hubungan yang serius? pakakah ga ada sedikit aja kesempatan untuk aku mencoba mendekati kamu? aku serius jatuh cinta sama kamu dan ingin menjalin hubungan yang serius, walaupun kita masih sekolah tapi aku yakin ini cinta bukan nafsu " tanya karrel serius


" Sudah tertulis di lauhul Mahfudz akan langkah perjalanan hidup kita


Dengan siapa kita kenal


Dengan siapa kita berteman


Dengan siapa kita berjodoh


Dan kapan ajal akan menjemput kita


Jadi jangan risau dengan hidup yang kita jalani, tidak semua yang kita harapkan akan bisa kita gapai, karena Tuhan sudah menentukan jalan hidup kita,maka memohon lah agar jalan itu yang terbaik untuk kita" jawab Aira serius


" Maaf karrel...terlepas dari apapun hubungan Aira dengan kak Azlan itu cukup kami yang tau untuk saat ini,suatu saat nanti kamu akan tau hubungan seperti apa yang mengikat kami" tambah Aira lagi


Sedangkan karrel mengangguk lemah dengan senyuman kecil,ia berusaha sekuat tenaga untuk menutupi hatinya yang terasa sangat sakit


Sementara di kantin azlan dan kedua sahabat nya beserta intan baru saja datang, ia langsung menghampiri meja Nia dan melodi menanyakan dimana Aira karena tidak terlihat bersama mereka


" Mana Ara....?" tanya Azlan serius dengan wajah dingin nya


" Di taman dekat lapangan basket, tadi karrel memanggilnya, katanya ingin bicara sebentar" jawab Nia jujur,ia ingin melihat seperti apa reaksi Azlan,dan diluar dugaan, Azlan langsung membalikkan badannya dan melangkah lebar menuju tempat yang baru saja dikatakan oleh Nia,membuat kedua sahabat nya langsung mengikutinya termasuk intan, karena penasaran akhirnya Nia dan melodi juga ikut menyusul mereka


Azlan mengepalkan tangannya kuat saat melihat karrel yang sedang menatap wajah Aira sambil tersenyum dan mengangguk, sedangkan Aira terlihat juga tersenyum melihat karrel, entah mengapa Azlan merasa sangat emosi dan cemburu,ia sangat tidak suka melihat wanita nya tersenyum dan bersama pria lain


" Udah berapa kali gue bilang jangan pernah deketin Ara...Lo tau kan siapa gue..? gue paling ga suka milik gue diinginkan orang lain, apapun itu" ucap Azlan dengan nafas yang memburu,sebelah tangan nya menarik Aira dalam pelukannya membuat para sahabat mereka mengang


"Gue cuma mau tanya apakah ga ada kesempatan buat gue buktiin kalau gue serius suka sama Aira, dan gue juga mau tau apa sebenarnya hubungan kalian,gue ga mau Lo jadikan dia mainan Lo, setelah bosan akan Lo tinggal, karena gue serius suka sama dia" jawab karrel apa adanya


" Brengsek Lo....gue.." ucapan Azlan terhenti saat ia mendengar suara lembut Aira dan sebuah pelukan dari samping tubuhnya


" Kakak.... stop...please jangan gini,Aira ga suka melihat kakak melakukan kekerasan pada siapapun, karrel cuma nanya itu ga lebih kak, dan Aira udah jawab sesuai kemampuan Aira" ucap Aira lembut sambil menatap mata Azlan


Tangan Azlan yang tengah mencengkeram kerah baju karrel terlepas dan tanpa di duga ia langsung memeluk erat tubuh Aira dan mencium kepala Aira seraya berkata lirih


" Please... jangan pernah berfikir untuk ninggalin aku demi siapapun Ara...kamu segalanya untuk aku....I love you my wife" ucap Azlan lirih dan membisikkan kata-kata yang terakhir ia ucapkan,tubuh Aira serasa menegang seketika mendengar kata cinta yang baru saja Azlan bisikkan ditelinga nya


Sedangkan yang lain melotot sempurna dengan mulut mengaga melihat Azlan yang memeluk Aira dan memohon untuk tidak meninggalkan nya,SE Bucin itukah seorang Azlan? apakah benar itu azlan yang mereka kenal selama ini?, sedangkan karrel tersenyum pahit melihat itu


" Berjanji Lo akan bahagiain dia, karena sekali aja gue tau Lo nyakiti dia dan bikin dia nangis...gue bersumpah akan ambil dia dari Lo dan bawa dia jauh dari kehidupan Lo dengan cara apapun itu" ucap karrel sambil menepuk pundak Azlan


" Selama gue masih hidup dan bernafas... gue ga akan pernah biarkan siapapun ambil milik gue" jawab Azlan dingin, sedangkan Aira yang baru sadar ada para sahabatnya dan sahabat Azlan serta beberapa siswa lain tengah melihat nya,ia langsung melepaskan pelukan azlan


" Kakak lapasin ...malu...ini di sekolah.. diliatin tuh" ucap Aira pada Azlan


Azlan melepaskan pelukannya dan mencium kepala Aira sekali lagi, kelakuan nya benar-benar dilur dugaan, mungkin bagi murid lain itu hal biasa untuk azlan, mengingat dia seorang playboy, tapi bagi kedua sahabat nya yang sudah tau bagaimana sikap sianak sultan tersebut mereka sangat shock saat melihat betapa Bucin nya pria dingin tersebut

__ADS_1


__ADS_2