DIA UNTUK KU

DIA UNTUK KU
15


__ADS_3

Aira dan melodi berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kantin,melodi menggandeng lengan Aira sambil sesekali mengajak ngobrol gadis cantik tersebut, sepanjang koridor kedua gadis cantik tersebut benar-benar menjadi pusat perhatian, mereka semua langsung merasa sangat penasaran sekaligus kagum dengan kehadiran Aira yang memiliki wajah di atas rata-rata


" wow.... beneran itu anak baru yang di gosipin ferfect...? gila ya ga nyangka gue di atas ekspetasi banget" ucap salah satu pelajar laki-laki yang melihat Aira melewati mereka


" gila... mimpi apa ya gue semalem bisa liat bidadari dunia"ucap yang lain lagi


" Alah palingan juga hasil oplas.. emang ada orang kinclong alami gitu..?" ucap salah satu siswi perempuan


" Lo bener.. jaman sekarang mana ada yang alami sesempurna itu, palingan juga sugar Daddy" jawab yang satunya


" Apaan sih kalian, ngomong yang belom ada buktinya,kali aja emang dia salah satu cewek paling beruntung" komentar yang lain lagi


Begitulah desas-desus komentar para orang - orang yang berada di koridor sekolah tersebut,ada yang sangat mengagumi sosok cantik Aira,tapi ada juga yang merasa tersaingi sehingga membuat mereka ber asumsi yang negatif saat melihat kecantikan gadis yang melintasi mereka, sedangkan orang yang menjadi bahan pembicaraan mereka terlihat sangat tenang dan tidak terlalu memikirkan apa yang orang katakan tentang dirinya


Bagi Aira setiap orang mempunyai hak berpikir masing-masing dan ia tidak mau memaksa orang untuk selali berfikir positif tentang dirinya, walaupun tak ia pungkiri ia sering merasakan jenuh dengan sikap orang- orang yang suka ngepoin hidupnya atau paras nya,bagi Aira tidak ada sesuatu yang berlebihan dari dirinya


Melodi tersenyum kecut saat mendengar beberapa komentar teman sekolah nya tentang gadis cantik yang kini menjadi teman baru nya itu, baginya Aira memang benar-benar seperti apa yang ia dengar dari intan dan Nia, mereka mengatakan Aira adalah sosok gadis yang mendekati sempurna yang pernah mereka kenal, mulai dari fisik,paras, kepribadian dan kecerdasan nya memang tidak perlu di ragukan


Selama mereka mengenal dan dekat dengan gadis tersebut, belum pernah sekalipun mereka menemukan keburukan Aira, hanya satu yang kekurangan gadis cantik tersebut yaitu, sangat manja dan lemah, itulah yang membuat Aira sering di manfaatkan oleh orang yang mengetahui bahwa gadis cantik tersebut tidak akan pernah bisa menolak orang yang meminta tolong padanya


" Lo ga papa kan? mereka emang gitu kalau ada anak baru, apalagi lebih kinclong, jadi ya gitu deh sedikit lebay, mereka takut tersaingi" tanya melodi seraya melirik Aira


" Ga papa kok,saya udah biasa ketemu sama yang begituan, lagian itu hak mereka untuk menilai orang lain" jawab Aira sambil tersenyum menatap sekilas wajah melodi


Melodi hanya mengangguk dan masih terus menggandeng lengan Aira,ia menarik Aira ke kantin yang terlihat sangat besar dan mewah,Aira melihat kantin tersebut merasa lebih seperti cafe bukan kantin sekolah, membuat ia semakin yakin bahwa sekolah barunya tersebut memang benar-benar sekolah elite yang dihuni oleh para anak Sultan


Aira melangkah dengan sedikit ragu mengikuti melodi, kedua gadis tersebut memasuki kantin yang terlihat sangat ramai dengan para pelajar yang ingin mengisi perut mereka, kedatangan Aira dan melodi dalam sekejap membuat suasana kantin yang tadinya riuh seketika senyap, mereka semua langsung menujukan pandangan mereka pada dua gadis yang baru memasuki tempat tersebut, khusus nya pada Aira.. gadis super cantik yang menggunakan hijab


Sementara yang menjadi pusat perhatian malah terlihat sedikit bingung dan canggung, melodi tersenyum dan menggeleng melihat reaksi orang orang tersebut, menurutnya mereka seperti tidak pernah melihat wanita cantik, walaupun ia sendiri juga sangat mengagumi sosok yang kini berada di samping nya tersebut


"Lo mau makan and minum apa?" tanya melodi pada Aira


" Burger ga pakai daging sama jus buah aja, buahnya terserah kamu" jawab Aira sambil tersenyum tipis dan menyodorkan selembar uang lima puluh ribuan


" Ok..Lo cari meja kosong biar gue yang pesenin ya, udah ga usah hari ini hari pertama kita jadi temen,biar gue yang traktir" ucap melodi seraya menolak uang pemberian Aira


Aira hanya mengangguk patuh dan menyimpan kembali uang tersebut ke dalam kantong rok nya,ia mulai mengedarkan pandangannya mencari meja kosong dan akhirnya ia menemukan sebuah meja kosong yang terletak sedikit di sudut,ia langsung melangkah menuju meja tersebut dan mendudukkan dirinya,Aira mengeluarkan handphonenya dan memainkan benda canggih tersebut


Aira memainkan ponselnya membalas chat dari Rama sang kakak sepupu tampan nya,ia melakukan hal tersebut untuk mengusir ketidak nyamanan nya atas pandangan orang- orang yang sejak awal ia memasuki kantin, Aira tidak tau di sudut lain ruangan tersebut ada dua pemuda yang masih tercengang melihat nya


" Bro... bro..itu anak barunya..? yang bikin heboh santero sekolah kita ini?" tanya Alif heboh


" Mana..kok gue ga liat" jawab afkar langsung melihat kedepan, sedangkan si dingin Azlan sama sekali tidak perduli tentang kehebohan kedua sahabat nya tersebut,ia lebih tertarik dengan game online nya


" Itu yang pakai hijab, yang jalan bareng si melodi temen nya Nia sama intan" jawab Alif Seraya menunjuk ke arah pintu masuk kantin

__ADS_1


Mata Afkar terbelalak sempurna saat melihat arah yang di tunjuk Alif,ia seperti shock saat melihat wajah Aira,ini yang kedua kalinya ia melihat gadis yang menurutnya super perfect tersebut


" Alif... bukanya itu cewek jelmaan bidadari yang ketemu kita di depan gerbang pemakaman di kota xxxxcc?..ya Tuhan.. akhirnya gue bisa liat lagi bidadari gue, Tuhan memang adil dan maha pengasih udah ngabulin doa gue" jawab afkar semangat


DEG...


Jantung Azlan langsung berdetak saat melihat wajah Aira, setelah ia mendengar komentar Afkar membuat seorang Azlan juga ikut melihat objek yang membuat kedua sahabat nya heboh, tapi apa yang ia lihat malah semakin membuat nya terkejut, Azlan masih sangat hafal dengan wajah gadis desa yang telah berani menamparnya


"bukannya itu gadis sombong di desa xccc?" tanya Azlan dalam hati


" Lo bener kar...gue baru inget...ya Tuhan mimpi apa gue semalem bisa liat bidadari dunia,semoga dia jodoh gue" ucap Alif sambil terus menatap ke arah keberadaan Aira


" Ga cocok dia ma Lo,gue lebih pantas dan Lo kan udah deketin intan,gue pastikan gue bakal mutusin semua pacar gue dan ngejar dia doang" ucap Afkar serius


" Wih serius Lo...? ga yakin gue" jawab Alif meledek Afkar


" Kalau yang jadi taruhan bidadari kayak gitu...gue lebih dari kata serius dan rintangan apapun akan gue usahakan lalui" jawab Afkar terdengar serius


" Buktiin dong bro.. samperin coba" tantang Alif membuat Afkar langsung tersenyum remeh


" Ok..Lo liat ya, jawab Afkar langsung berdiri dan melangkah menuju kursi Aira, sementara Alif langsung terngaga melihat keseriusan Afkar, Azlan hanya diam tanpa berkomentar apapun,ia kembali melanjutkan permainan game online nya, walaupun sesekali ia melirik meja Aira


atau melihat, Azlan hanya menggidikkan bahunya, membuat Alif sangat garam


"Dasar balok Es,Lo ga ada niat buat nyoba nambah koleksi Lo sama yang beda gitu...? cantik banget loh, mantan mantan Lo lewat dan gue yakin doi pasti masih orisinil" ucap Alif ambigu dan mampu mambuat Azlan menatap nya sesaat dan juga melihat ke arah meja Aira yang terlihat Afkar baru sampai di hadapan gadis cantik tersebut


Afkar berjalan dengan elegan dan menghampiri meja Aira, semua yang ada di kantin semakin bertambah heboh, sedangkan orang yang di hampiri masih terlihat serius dengan ponselnya dan belum menyadari kehadiran orang lain di hadapannya


" Hai... boleh gue duduk di sini..? Lo sendiri..?" tanya Afkar membuat Aira mengangkat wajahnya dan menatap Afkar,ia baru menyadari ada orang lain di meja nya


" Oh silahkan...meja umum juga,saya bareng temen lagi pesan makanan" Ucap Aira terlihat santai dan terkesan cuek, Afkar sedikit kikuk dan tersenyum canggung saat melihat Aira yang terlihat tidak ada ketertarikan dengan nya, berbeda dengan wanita lain yang selalu salting bahkan histeris saat salah satu dari Most wanted tersebut menyapa atau mendekati mereka


" Nama gue Afkar.. boleh kita kenalan..?" tanya Afkar sedikit gugup


" Aira... " jawab Aira singkat tanpa membalas uluran tangan afkar


" Kelas berapa...? gue kelas 12 IPA 1" ucap Afkar berusaha terlihat tenang, walaupun sebenarnya jantung nya berdengup kencang


" kelas 11 IPA 1 kak" jawab Aira sopan sambil kembali melanjutkan membalas chat dari Rama


Sementara di meja lain,Alif terus melihat usaha Afkar,ia tersenyum saat melihat Aira tidak membalas uluran tangan afkar, sedangkan Azlan hanya tersenyum tipis saat melirik meja gadis cantik tersebut,ia semakin penasaran sekuat apa sih gadis desa tersebut memperlihatkan harga dirinya? batin Azlan menyepelekan


" Sorry ya Aira lama nunggu nya, antrian nya panjang" ucap melodi saat tiba di meja Aira seraya meletakkan pesanan mereka di meja,ia belum menyadari ada Afkar di meja tersebut,sebab afkar membelakangi nya


" Ga lama kok, waktunya juga masih lumayan, cukup buat kita makan" jawab Aira sedikit tersenyum melihat melodi, senyuman gadis cantik tersebut benar-benar membuat jantung seorang Afkar si playboy kelas kakap serasa jungkir balik, Afkar benar- benar mengakui pesona Aira memang wow

__ADS_1


" loh ada kak afkar kok,kirain siapa tadi, udah pesan makanan kak...?" tanya melodi ramah pada pria yang ia tau play boy tapi digemari para wanita di sekolah tersebut


" Udah kok Mel... cuma mau kenalan aja sama yang katanya anak baru, ternyata teman Lo,ya udah karena udah ada temen nya gue balik ke meja gue lagi, selamat menikmati dan untuk Lo Aira semoga happy sekolah disini dan kita bisa ketemu lagi dan jadi temen" jawab Afkar dan langsung berdiri melangkah meninggalkan meja tersebut


" Terimakasih kak,semoga aja" jawab Aira singkat dan di angguki oleh Afkar


Aira Langsung memulai makannya setelah membaca doa, sedangkan melodi masih melihat kepergian afkar dan ia melihat Aira yang terlihat cuak, sejujurnya melodi merasa sedikit khawatir dengan ketiga pria Most wanted sekolah tersebut,ia takut Aira akan terpesona dengan ketampanan dan kekayaan para anak Sultan tersebut sehingga Aira akan menjadi korban play boy mereka


"menurut Lo kak afkar gimana?" tanya melodi mencoba melihat reaksi Aira


" Apanya....?" tanya Aira santai sambil mengunyah burger nya, membuat melodi sedikit lega


" ya tampangnya sayang..." jawab melodi gemas


" Biasa aja,bagi saya dia ramah dan kayak nya Asyik buat teman" jawab Aira terdengar santai


" Hati- hati ya.. mereka itu para anak Sultan, yang satu di antara mereka yang paling cakep dan sombong anak pemilik yayasan ini, tapi mereka play boy klas elit" nasehat melodi sambil tersenyum manis


" Thanks ya udah kasih infonya, setidaknya saya harus bisa jaga jarak dan menghindari bermasalah dengan mereka,itukan maksud kamu?.. tenang saya blom ada niat buat dekat dengan laki-laki" jawab Aira sambil tersenyum dan melanjutkan makannya


" Gue percaya sama Lo dan semoga Lo jiga percaya sama gue, sekarang kita temenan ya" Jawab melodi tulus dan langsung di angguki oleh Aira


Keduanya melanjutkan makan mereka sambil sesekali mengobrol dan bercanda, tidak lupa saling bertukar nomor ponsel, mereka sedikit bercerita tentang diri pribadi dan tempat tinggal mereka, Aira merasa nyaman bersama melodi yang sedikit gesrek tapi menurut Aira melodi cukup baik dijadikan teman, begitu juga dengan melodi ia merasa nyaman dengan Aira walaupun gadis cantik tersebut terlihat pendiam dan sedikit tertutup, melodi menganggap mungkin karena mereka baru berteman, tapi melodi yakin Aira adalah gadis yang baik


Dimejanya afkar di tertawakan oleh Alif yang tengah mendengar cerita afkar tentang usaha pertama nya mendekati Aira, sedangkan Azlan terlihat sangat tidak tertarik dengan cerita kedua sahabat nya tersebut


" Gila ya tu cewek ga respek dia liat gue, tapi gue tetep harus uasaha dan gue yakin suatu saat dia pasti akan menghargai usaha gue" ucap Afkar membuat Alif tertawa terbahak-bahak sambil menepuk jidatnya


" seriusan Lo mau deketin tu cewek..? di tolak ntar nangis Lo" Jawab Alif meledek Afkar


" Kalau dapet nya yang kayak gitu... nangis darah juga gue rela bro..."jawab Afkar semangat


" Norak Lo..." ucap Azlan singkat sambil bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan kantin


Disaat bersamaan Aira juga bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan kantin,ia menuju salah satu kursi taman sekolah yang terletak sedikit sepi, Aira menerima telepon dari nomor baru, yang ternyata seseorang yang saat ini sedang ia hindari, sehingga membuat ia lupa telah meninggalkan melodi


📱-" Ya halo..." jawab Aira pelan sambil mendudukkan dirinya di kursi yang terdapat di bawah pohon di taman sekolah


📱-" Ai ini Aa... please jangan di tutup dulu.." ucap sang penelfon yang ternyata Akbar


📱-" Ada apalagi sih A...? Ai udah bilang kan kita itu cuma bisa jadi temen dan sahabat A,ga bisa lebih" ucap Aira sambil tersenyum kecut,ia harus berusaha untuk menghindari dan menghilangkan rasa kagum nya pada Akbar, mengingat bahwa ia telah dijodohkan oleh Almarhum Abi nya


📱-" please Ai ..Aa minta maaf kalau AA udah nyakitin hati kamu, tapi tolong kamu jangan menghindar kayak gini,kamu juga ga bilang kalau umi meninggal..kita itu sahabatan Udah lama Ai..." ucap Akbar terdengar frustasi


📱-" udah ya A dah hampir masuk nih, Assalamualaikum" jawab Aira sambil mengusap matanya yang berkaca-kaca,Aira langsung meninggalkan tempat tersebut, ia tidak tau ada seseorang yang mendengar pembicaraan nya

__ADS_1


Aira melangkah menyusuri koridor sekolah menuju kelas nya,ia baru teringat bahwa ia telah meninggalkan melodi sendiri di kantin,tapi ia yakin teman baru nya tersebut pasti sudah kembali ke kelas mereka, karena waktu istirahat hanya tinggal beberapa menit lagi,Aira terus melangkah tanpa melihat sekelilingnya yang hampir semua orang menatapnya, ada yang kagum ada pula yang merasa iri dan tersaingi


__ADS_2