
Hari-hari terus berlalu, Azlan semakin posesif pada Aira, membuat Aira sedikit kewalahan namun tanpa ia sadari bahwa ia juga semakin bergantung pada suaminya tersebut, kedua orang tua Azlan beberapa bulan ini lebih sering keluar negeri, tapi mereka terus memantau Pasangan muda Tersebut
Azlan juga sudah mengantarkan Aira berkunjung ke rumah keluarga Akbar, sejak saat itu Akbar terbilang sangat jarang menghubungi Aira dan tidak pernah lagi memberikan wanita cantik itu coklat setiap hari, akan tetapi yang membuat Azlan sedikit risih kedatangan siswi baru yang sangat terobsesi pada azlan yaitu Kinan adik kandung Akbar,ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada azlan
Hanya tinggal hitungan hari azlan akan mengikuti ujian kelulusan dan Aira serta junior lainnya akan Libur selama satu Minggu,Aira meminta izin pada Azlan untuk pulang ke kota xxxxcc dan menetap di ponpes selama liburan, tapi dengan tehas Azlan langsung menolak
" Kak boleh ya..Aira pulang ke kota xxxxcc,Aira akan tinggal di ponpes dan ga akan keluar sampai kakak jemput deh" bujuk Aira saat mereka singgah di apartemen
" No... Ara..aku ga akan bisa konsentrasi ujian kalau kamu jauh dari aku" jawab Azlan tegas
" kan kita masih bisa Vc kak, lagian kalau ga ada Aira kakak bakal lebih tenang belajarnya ga ada yang ganggu" rayu Aira lagi
" Emang nya kamu mau ganggu aku? itu lebih bagus, apalagi kamu ganggu nya pas kita di kamar" goda Azlan dengan wajah usil nya, membuat Aira cemberut
Terkadang Azlan ingin rasanya berteriak pada wanita cantik tersebut tentang perasaan nya, istrinya benar-benar polos, apakah ia ga merasakan perhatian Dimas itu adalah bentuk ungkapan hati nya pada istrinya tersebut, yang ga tau kalau Azlan ga akan sanggup jauh dari nya, apalagi sampai satu Minggu, walaupun hubungan mereka masih seperti adik kakak,Azlan semakin cendu dengan manjanya Aira, malunya Aira dan semua tentang istri cantiknya tersebut
Azlan sedang asyik ngobrol melalui video di laptop nya, dengan kedua sahabatnya dan para teman tim basket nya, tiba-tiba Aira masuk dan langsung ke balkon kamar mereka menghampiri azlan,ia ga tau kalau Azlan sedang asyik ngobrolin tentang rencana pertandingan basket yang akan di adakan beberapa hari lagi
" Kak......liat ga baju ara yang bunda kirimin semalam?" tanya Aira sambil duduk di samping azlan
" Di mansion Ara...kan peketnya ke mansion bukan kesini" jawab Azlan santai, keduanya belum menyadari bahwa semua teman nya sudah melotot sempurna saat melihat Aira tanpa hijab dan keduanya terlihat sedang bersama
" Lan ..." ucap Akbar mengingat kan Azlan, dan betapa terkejutnya azlan saat melihat layar laptop nya yang sedang menampilkan wajah sahabat dan para teman satu tim nya yang melotot ke arah nya,dan ia baru menyadari bahwa Aira sedang tidak menggunakan hijab nya, dengan spontan Azlan langsung menutup laptopnya,ia melihat Aira yang terlihat bingung
" kenapa kok laptop nya di tutup tiba-tiba?" tanya Aira Santai
" Kamu tau aku tadi sedang apa?" tanya Azlan dan Aira langsung menggeleng
" Lagi Vc sama anak-anak Ara..." jawab Azlan geram sambil menarik hidung mancung Aira
" Jadi tadi kakak lagi Vc?, Ara ga pake hijab loh kak...malu banget kan" keluh Aira langsung memukul lengan Azlan
Azlan tertawa terbahak-bahak sambil menarik Aira dalam pelukannya dan mencium kepala Aira
" Tenang aja biar besok aku yang jelasin ke mereka" ucap Azlan menenangkan Aira
Keduanya melanjutkan duduk santai di balkon kamar mereka sambil menikmati sanset, rencana nya mereka akan menginap di apartemen karena besok pagi azlan ada rapat di kantor, jarak apartemen lebih dekat untuk ke sekolah dan kantor di bandingkan dengan dari mansion
Pagi hari keduanya sangat sibuk dengan persiapan masing-masing,Aira sibuk dengan seragam sekolah nya, sedangkan Azlan terlihat sibuk dengan jas kantor nya, dan setelah rapat ia akan langsung kesekolah untuk mengikuti pelajaran yang hanya tinggal beberapa Minggu lagi, dan mereka akan mengikuti ujian kelulusan
" Yang...pakein dasi Donk" pinta Azlan sambil sibuk mengancingkan lengan kemeja nya dan memakai jam tangan branded nya, Aira langsung mengambil dasi dan mengalungkan ke leher Azlan sambil sedikit berjinjit
Azlan yang usil langsung menarik pinggang Aira, sehingga tubuh mereka menempel tanpa jarak dan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi,Aira sangat berdebar dengan posisi mereka yang seperti itu, sedangkan Azlan sangat menikmati wajah cantik Aira dengan jarak yang sangat dekat
__ADS_1
Aira Langsung mengusap lembut dasi Azlan yang sudah ia pasang untuk lebih merapikan nya,ia ingin mundur tapi dengan cepat Azlan mengecup bibir ranum Aira mexxccc dalam dan lama, membuat Aira susah bernafas,Aira menepuk dada Azlan membuat Azlan melepaskan pangutannya dan tersenyum melihat wajah Aira yang memerah, bibirnya yang basah dan sedikit bengkak karena ulahnya, Azlan mengusap nya lembut
" Kalau di sekolah nanti pasti udah ga sempet lagi,aku mau meeting dan butuh energi, yok..kita sarapan di jalan aja ya" ucap Azlan lembut sambil mengelus kepala Aira, sedangkan Aira langsung mengangguk patuh
Keduanya meninggalkan apartemen dan menuju sekolah,di tengah jalan Azlan berhenti disuatu tempat yang menyediakan aneka menu breakfast dari segala olahan roti,Azlan membeli dua porsi sandwich dan dua cup jus buah
Saat keluar dari tempat tersebut tak sengaja matanya melihat ibunya Susi gadis yang bertugas bebersih di GOR dan sering ia tolong,Azlan langsung menghampiri ibu tersebut dan memberikan beberapa lembar uang,Aira melihat dari dalam mobil,ia sangat bahagia dan ingin menyusul Azlan,namun langkahnya terhenti saat melihat tiba-tiba Susi muncul dengan senyuman yang terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan Azlan
Aira kembali memasuki mobil dan memainkan ponselnya,ia ga mau melihat suaminya yang terlihat sedang membalas senyuman wanita lain dan terlihat mengobrol akrab, beberapa menit kemudian Azlan datang dengan bungkus makanan mereka yang ia beli tadi,Azlan ga tau bahwa Aira melihat interaksi nya dengan ibu dan anak tadi dari spion mobil mereka
" Sorry sedikit lama, kebetulan tadi ketemu temen" ucap Azlan seraya menyerahkan bungkusan tersebut pada Aira
Aira membalas dendam senyuman lembut dan Anggukan kepala,ia meraih paper bag tersebut dan membuka nya,ia menyiapkan untuk Azlan dan dengan telaten menyuapi suaminya yang sedang menyetir
" Kamu makan juga yang...." ucap Azlan lembut karena melihat Aira yang belum memakan sarapannya
Tanpa menjawab Aira langsung memakan makanan nya dan meminum jus buah miliknya,sambil masih menyuapi Azlan
" Yang..kamu ga mau tau tadi aku ketemu siapa?" tanya Azlan,ia ngin berbagi cerita tentang kehidupan Susi yang menurutnya sedikit memprihatinkan karena penyakit yang di derita oleh ayahnya dan Susi juga memiliki beberapa adik yang masih kecil,karena Azlan tau Aira memiliki hati lembut pasti akan sangat suka menolong orang yang tengah kesusahan
" Udah tau ... cewek yang sering kakak temui di market kalau pagi kan" jawab Aira cuek
DEG...
" Kamu cemburu" tanya Azlan serius
" Untuk apa? kan kakak udah pernah bilang kalau Aira ga perlu ikut campur urusan pribadi kakak" jawab Aira sedikit tersenyum kecut, azlan menatap wajah Aira yang terlihat cuek
" Udah sampai Aira turun ya... makasih... kalau siang kakak sibuk Aira bisa pulang dengan taksi aja" ucap Aira membuka sealbet nya dan langsung membuka pintu mobil ingin keluar, tapi dengan cepat Azlan meraih pergelangan tangan Aira
" kamu kenapa...ga suka aku ketemu sama Susi dan ibunya tadi?itu hanya kebetulan bukan di sengaja" ucap Azlan menjelaskan
" Ga ada alasan Aira untuk ga suka,itu urusan pribadi kakak dan ga ada hubungan nya dengan Aira, jadi mau itu kebetulan atau sengaja itu semua urusan kakak,Aira ga ada hak untuk ikut campur" jawab Aira tenang, Azlan menggenggam erat stir mobil nya mendengar jawaban dari Aira,segitu gak ada harganya kah dirinya bagi Aira? batin Azlan
" Aira turun ya,kakak juga buru-buru ke kantor kan" ucap Aira sambil akan turun dari mobil, tapi lagi-lagi Azlan menahan Aira dengan mencekal pergelangan tangan Aira
" ikut aku ke kantor" ucap Azlan singkat dengan tatapan dingin nya, ia langsung mengunci pintu mobilnya dan kembali melajukan mobilnya menuju sekolah mereka
" Untuk apa Aira ikut kakak....Aira ada ulangan kak...dan kakak juga akan ke sekolah kan selesai meeting" tanya Aira bingung
Azlan terlihat sama sekali tidak ada niat untuk menjawab, wajahnya berubah dingin,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, membuat Aira sedikit terkejut dan langsung memejamkan matanya sambil menggenggam erat sealbet nya,Azlan meraih handphone nya dan terdengar menghubungi seseorang
" Pagi..... katakan pada guru yang akan memberikan ulagangan di kelas 11 IPA 1, Almaira Az-Zahra ga bisa ikut ulangan hari ini,kirimkan semua tugasnya ke Email saya" ucap Azlan tegas dan langsung memutuskan panggilan nya tersebut
__ADS_1
" Kakak telfon siapa....? kak Aira ga enak kalau seperti ini" ucap Aira lirih
" Kepala sekolah" jawab Azlan singkat, membuat Aira langsung membelalakkan matanya menatap Azlan,Aira masih bingung kenapa suami nya tiba-tiba ga mengizinkan dirinya sekolah malah membawanya ke kantor
" Kak.. kalau kakak ga bolehin Aira ke sekolah hari ini,Aira pualng ke mansion aja ya,Aira belum pernah ke kantor Ayah,pasti akan jadi pertanyaan orang-orang,Aira malu kak" mohon Aira lirih
Azlan tidak menjawab ia langsung melajukan mobilnya memasuki gerbang sebuah gedung mewah yang bertuliskan Abbas group, dari daalm mobil sudah terlihat asisten pribadi Azlan yang menunggu di lobby,Azlan menghentikan mobilnya tepat di depan lobby,ia keluar dan membukakan pintu untuk Aira,Aira terdiam sesaat
" Kak...." rengek Aira dengan wajah melasnya
" Keluar Ara" ucap Azlan dingin, membuat Aira sedikit ciut,ia memejamkan matanya sejenak, melepaskan sealbet nya dan melangkah keluar,Azlan memberikan kunci mobilnya pada security agar memindahkan mobilnya ke parkiran khusus dirinya
" Pagi Bos..kok..." ucapan Dodi terpotong oleh suara berat Azlan
" Semuanya udah Lo siapkan kan? gue ga mau ada kesalahan yang fatal, umumkan sama semuanya langsung ke meeting room,dan siapkan ruangan lain untuk tamu yang akan gue temuai nanti" ucap Azlan dingin sambil menarik tangan Aira me
bawanya memasuki gedung megah tersebut
Aira melangkah mengikuti langkah lebar Azlan,ia menundukkan wajahnya sambil meremas kuat lengan jas Azlan, sementara semua karyawan yang berada di lobby melihat sang bos muda mereka datang dengan menggenggam erat tangan seorang wanita cantik yang berseragam sekolah yang sama dengan bos mereka tersebut
Seluruh yang melihat kehadiran azlan dengan membawa seorang wanita membuat mereka sangat penasaran, sehingga berbagai pertanyaan muncul di pikiran mereka, siapkah gadis cantik tersebut dan apa hubungan dengan putra tunggal pemilik perusahaan tersebut?, walaupun mereka sering mendengar gosip di luaran tentang Azlan yang sering bergonta-ganti pacar, tapi ini adalah yang pertama kali Azlan membawa seorang wanita ke kantor tersebut atau tempat-tempat resmi lainnya
Ketiga nya langsung memasuki lift khusus petinggi perusahaan tersebut, Dodi langsung menekan tombol lantai paling atas,ia sangat serba salah berada di antara pasangan muda tersebut yang terlihat sedang tidak baik-baik saja, terlihat jelas dari wajah dingin Azlan dan wajah menunduk Aira, Dodi ga habis pikir dengan pasangan muda tersebut, mereka terlihat sangat serasi, memiliki kecerdasan yang hampir sama,usia yang juga tak jauh berbeda,apa karena usia mereka yang masih sama-sama sangat muda, sehingga keduanya ga bisa saling mengalah
Berbagai macam pertanyaan muncul di kepala Dodi,ia ga ngerti kenapa big boos nya menikahkan putra sematawayang mereka di usia yang masih sangat muda bahkan sama-sama masih berstatus sebagai seorang pelajar,tapi Dodi juga ga mau ambil pusing dengan urusan pribadi keluarga Sultan tersebut
Ketiga nya keluar dari lift dan langsung menuju ruang meeting, sebelum nya azlan menuju ruangan nya, terlihat seorang wanita dewasa yang cukup cantik dan menarik,ia langsung menunduk hormat saat Azlan menghampiri mejanya
" Jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan saya tanap seizin saya" ucap Azlan dingin sambil menarik Aira memasuki ruangan nya
" Baik Tuan muda" jawab sekretaris tersebut patuh seraya sedikit melirik Aira dengan ekor matanya,Aira sedikit tersenyum tipis saat tatapan nya bertemu dengan sekretaris tersebut
" Aku akan meeting sebentar dan bertemu Tamu,kamu tunggu di sini dan jangan kemana-mana, kalau bosan kamu bisa nonton di ruangan itu,itu kamar pribadi aku" ucap Azlan dingin sambil membalikkan badannya akan keluar
" Kak...." rengek Aira manja sambil meraih tangan Azlan
Azlan tidak menjawab ia berbalik dan melihat wajah melas Aira menatap nya
CUP..
Satu kecupan dalam di bibir Aira, dan Azlan langsung memutar handle pintu keluar meninggalkan Aira yang masih mematung sendiri menatap kepergian suami tampan nya langsung
Aira menuju sofa dan menghempaskan tubuhnya di sofa mewah tersebut,ia memejamkan matanya sesaat,sambil berfikir sejenak, mengingat apakah ia telah berbuat salah pada azlan sehingga ia harus di hukum, Aira menggeleng mengingat ia tidak melakukan kesalahan apapun,ia tidak menyadari bahwa permata tidak perdulinya tadi menyulitkan api emosi dalam hati seorang Azlan king Abbas
__ADS_1
sedangkan di luar ruangan tersebut sekretaris Azlan sangat penasaran dengan kehadiran Aira, gadis yang sangat cantik dan kini ditinggalkan sendiri di ruangan sang Bos mudanya tersebut, dari wajah Bosnya ia bisa menebak kalau mood bos muda nya tersebut sedang tidak baik