
Upacara selesai,semua murid di minta untuk berbaris di depan kelas mereka masing-masing,para anggota OSIS memulai melakukan razia mereka, diawali dari seragam dan atribut yang mereka pakai baru selanjutnya di lanjutkan dengan memeriksa tas sekolah setiap murid
Saat tiba di tas Aira, Cindy tersenyum licik saat melihat banyak coklat dan satu buah kotak permen import, Cindy tau tadi pagi Aira baru menerimanya dari seorang pemuda tampan yang Cindy tau murid SMK sebelah sekolah mereka
" ini tas milik siapa?" tanya Cindy mengangkat tinggi sebuah tas branded, yang tak lain adalah milik Aira
" Saya kak.." jawab Aira sopan
" Oh ternyata tas lo,pantes banyak banget coklat and permen import...abis dari luar negri Lo? atau di kasih seseorang?"
" Maaf kak itu hadiah dari teman, mungkin ia baru pulang dari luar negri" jawab Aira berusaha sesopan mungkin, sementara Azlan hanya melirik dari tempat ia duduk
" Oh.... berati boleh dong kalau kita nyicip..? dari teman kan bukan dari pacar?" tanya Cindy terdengar memprovokasi
" Silahkan kalau kakak mau,mungkin kakak belum pernah nyoba coklat yang seperti itu,dari teman atau pacar itu bukan apa-apa buat saya,kecuali dari suami... hehehe" jawab Aira santai sambil tersenyum cantik,Azlan langsung mengangkat wajahnya menatap Aira yang terlihat tersenyum
" Banyak ya pacar lo.." ucap Cindy ketus terdengar sedikit menohok
" Yang penting suami satu kak" jawab Aira cuek, membuat yang lain tertawa terbahak-bahak,ternyata Aira bisa bercanda juga,, dalam hati mereka
Cindy tidak menjawab lagi, ia langsung meletakkan tas Aira sedikit kasar dan menuju Azlan, sedangkan Aira hanya tersenyum kecut
"Lo liat tuh anak baru kesayangan Lo, baru juga satu semester udah belagu banget, gimana kalau lama" omel Cindy dan tidak ditanggapi oleh Azlan
" Namanya juga pacar kesayangan pak ketos..wajar Donk" jawab Alif sambil tertawa ringan
" Eh kambing... bidadari gue itu" jawab Afkar spontan
Alif tertawa terbahak-bahak melihat wajah sengit nya afkar, jika Alif mengatakan Aira adalah pacarnya Azlan,maka Afkar akan langsung merasa sangat tersaingi, razia selesai semua kembali seperti biasanya yang di lanjutkan dengan proses belajar mengajar
Bel istirahat berbunyi,hampir semua murid berhamburan keluar dari kelas mereka,Aira,Nia dan melodi juga menuju kantin, mereka berjalan di sepanjang koridor sambil tertawa ringan membahas hal- hal unfaedah dan mendengarkan cerita nia yang baru semalam kembali dari olimpiade karate di luar kota
Sampai di kantin Nia langsung menyeret keduanya menuju meja Azlan, karena intan sudah bersama mereka di meja tersebut, membuat Aira dan melodi tidak bisa menolak, sedangkan yang lain sangat penasaran seperti apa interaksi Azlan dan Aira saat bertemu setelah kejadian malam taruhan itu
Semuanya langsung duduk termasuk Aira yang kebetulan mendapatkan tempat di sebelah Azlan,membuat yang lain tertawa dalam hati
Aira meletakkan beberapa batang coklat dan sekotak permen di atas meja tersebut, membuat yang lain menatapnya heran, termasuk Azlan
" kak intan,Nia...itu dari A' Akbar untuk kita, tadi pagi A' Akbar nunggu kalian juga di depan gerbang, tapi kalian kelamaan sih,keburu masuk,makanya A' Akbar langsung jalan ke sekolah nya" ucap Aira menjelaskan
" Cie.... yang udah baikan.. pasti deh tiap pagi bakalan dapet coklat enak" ucap Nia sambil meraih satu batang coklat dan membuka nya,serta menyodorkan pada yang lain,Aira tersenyum kecut
Setelah memesan makanan mereka menikmati pesanan masing-masing, kecuali Azlan,ia terbilang sangat jarang makan di kantin,ia lebih sering memesan jus buah dan cemilan seperti kentang goreng,jamur krispi atau cumi goreng tepung
Aira asyik mengunyah nasi goreng seafood miliknya, tiba-tiba melodi bertanya
" Cantik Lo kemaren dari pagi kemana aja sih,gue telfon ga aktif,gue cariin ke apart Lo sampe mondar-mandir juga ga ada, ketemuan calon mertua Lo?" tanya melodi bercanda, membuat Aira tersedak
Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk
Tanpa disadari Azlan dengan sigap langsung memberikan air mineral yang sedang ia teguk pada Aira seraya mengusap punggung aira dan tanpa merasa jadi pusat perhatian Aira langsung menerima nya dan meminumnya sampai setengah, setelah itu Aira menyerahkan kembali pada Azlan
" Terimakasih kak" ucap Aira tulus
" makan tu pelan- pelan,ga ada yang minta juga" ucap Azlan pelan seraya meneguk kembali air mineral yang tadi di serahkan oleh Aira, kejadian tersebut tidak sedikit pun luput dari perhatian semua orang, termasuk Cindy dan teman- temannya Yang duduk tidak jauh dari meja Azlan dan yang lain
__ADS_1
" Kemaren Aira pergi ke suatu tempat sama Tante dan keluarga bunda" jawab Aira tidak sepenuhnya bohong
" oh.." Jawab melodi singkat
" Tapi bentar deh cantik,gue heran bunda itu baik banget sama Lo, jangan- jangan ntar Lo di kawinkan ma anak nya lagi, udah Lo selidiki belom bunda Lo itu punya anak cowok ngak?" ucap Nia spontan
Uhuk Uhuk Uhuk
Lagi- lagi Aira tersedak dan lagi- lagi Azlan melakukan hal yang sama seperti tadi, membuat Alif tersenyum penuh arti
" Tapi ni ya Aira, kayak nya bunda Lo ga asing deh gue liat nya, mirip banget sama nyokap nya azlan,Tante Maya" ucap Alif apa adanya
Sedangkan Azlan dan Aira langsung saling pandang tanpa berkata apapun,Aira bingung harus menjawab apa, sedangkan Azlan tertawa dalam hati, membayangkan bagaimana reaksi mereka saat tau apa yang mereka ucapkan pagi ini benar adanya,Aira menelan sliva nya kasar dan memaksakan senyum nya pada yang lain
"Gue duluan" ucap Azlan singkat dan langsung melangkah meninggalkan meja tersebut
" Woy bro...dasar balok Es, kira-kira perempuan gimana ya yang bakal jadi Bini nya ntar?" tanya afkar bergumam
" Tapi kalau yang tipe kayak gitu...tu biasanya Hot kalau di ranjang" jawab Alif ambigu dengan senyuman mesumnya
" mesum Lo kambing" ucap intan seraya tertawa geli, sedangkan Aira tersenyum tipis, yang lain tertawa terbahak-bahak
" Ga percaya...Lo pada,coba deh ntar kalo dia udah punya bini, kalian tanya deh ma Bini nya.. pasti bininya bakal bilang...LEMES BESTY... Haha" Jawab Alif yang langsung di sambut gelak tawa yang lain,Aira menggeleng mendengar kata-kata fulgar Alif
" Tapi ni ya.. kalau Bininya si cantik pasti main nya lembut banget...secara kalau sama cantik dia kan ngalah terus,kena gampar juga diem aja, hehehe" ucap Nia spontan
" Aira duluan ya,dah pada kacau deh kayaknya pikiran nya" ucap Aira sambil bangun dari duduknya dan meninggalkan yang lain
" Tapi ni ya serius kalau mereka beneran jedian gimana kira- kira ya..? siapa yang paling Bucin.. atau kita taruhan yok.. waktunya 3 bulan mulai hari ini" ajak Alif tiba-tiba iseng
" yang menang dapat tiket PP liburan ke Lombok dari yang kalah" ucap Alif pasti dan di setujui yang lain
" Beb Lo siap- siap tiga bulan lagi kita liburan ke Lombok" ucap Alif pada intan, sedangkan yang lain mencibir jengah, intan tertawa ngakak,Alif dan intan memang sudah jadian tapi saat di sekolah mereka berlagak bak seorang teman
Aira berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya, ditengah jalan ia berpapasan dengan dude siguru magang, yang kebetulan dari coffee shop milik sekolah tersebut
" Siang Almaira..." ucap dude ramah mengejutkan Aira karena datang nya dari belakang
" Siang...eh bapak... assalamualaikum..." ucap Aira sopan sambil tersenyum cantik
" Waalaikum salam..., dari kantin Aira,kok sendirian? temen yang lainnya kemana?" tanya dude yang sering melihat Aira bareng para sahabat nya juga sahabat Azlan
" Masih di kantin pak...lagi pada ngobrol,Aira sedikit pusing jadi pengen istirahat aja di kelas" jawab Aira menjelaskan
" oh begitu" jawab dude sambil mengangguk ngangguk tanda ia mengerti,Aira langsung berbelok ke arah kelas nya setelah izin pada dude dan dude berbelok menuju kantor guru
Jam pulang sekolah tiba, Aira dan yang lainnya keluar dari kelas mereka menuju tempat masing-masing,ads yang menuju parkiran ada yang menunggu jemputan di lobby sekolah atau pos satpam,ada juga yang langsung menuju gerbang menunggu taksi pesanan mereka
Azlan dan sahabatnya sudah berada di parkiran, sore ini mereka ada tanding basket di GOR pusat kota, rencananya mereka akan melihat lokasi nya sebelum bertanding,para cewek-cewek sudah sangat antusias untuk menyaksikan pertunjukan para idola mereka,dan yang Azlan tau mereka akan melawan SMK teknik xxxx yang ia tau karrel bersekolah di sekolah tersebut, karena ia mengambil jurusan teknik fotografi seperti ayahnya dan sekolah tersebut milik keluarga nya
Dari kejauhan mereka melihat Aira,Nia dan melodi yang berjalan beriringan sambil ngobrol dan sesekali terlihat mereka tertawa
" Memang ya kalau orang cantik itu..mau di apain juga tetep aja cantik, biarpun dibalik kerumunan tetep aja paling bersinar,...ya Tuhan.. pria manakah yang paling beruntung yang akan memiliki bidadari gue itu...semoga aja gue ya Tuhan..." ucap afkar lebay
" Ya Tuhan jangan sampai gadis secantik dan sebaik itu dapatnya barang bekas Tuhan" sambung Alif meledek
__ADS_1
Sedangkan Azlan tidak merespon apapun,matanya terus melihat ke arah gerbang yang jelas ia lihat ada karrel tengah berdiri bersandar di cap mobilnya terlihat sedang menunggu seseorang,Azlan ingin melihat siapa yang di tunggu oleh karrel? apakah dugaan nya benar?
Di depan lobby mang Didi sudah terlihat menunggu Aira dengan mobil mewah keluarga Abbas,Aira tersenyum kecut membayangkan hidup nya yang sekarang ibarat hidup di dalam sangkar emas, indah,mewah, terpandang,tapi sayang setengah dari kebebasannya bagaikan direnggut paksa
" Kakak yang namanya Almaira kan..?" tanya salah satu murid saat Aira akan memasuki mobilnya
" ya..ada yang bisa saya bantu?" tanya Aira lembut
" Itu ada yang nunggu di depan gerbang, katanya mau ketemu.. penting" ucap murid tersebut sambil menatap wajah Aira
" oh..ya terimakasih banyak ya" jawab Aira sambil tersenyum dan di angguki oleh murid tersebut
" Maaf mang bisa tunggu sebentar kan..? ada temen saya mau ketemu, katanya penting" ucap Aira sopan
" Bisa non,mamang akan tunggu" jawab mang Didi sopan sambil tersenyum
Aira melangkah menuju gerbang dan langsung menghampiri karrel yang terlihat sedang berbicara dengan seseorang di balik handphone nya,pemuda tampan tersebut masih mengenakan seragam sekolah nya memberikan ia terlihat cukup tampan dengan mobil sport mewah milik nya
" Maaf ada yang bisa saya bantu..?" tanya Aira lembut
" nanti sore gue mau ada turnamen basket..gue pengen Lo datang.. please sebagai teman baru, gue terima Lo nolak perasaan gue, tapi please gue mohon Lo jangan juga nolak gue jadi temen Lo... please Aira,gue tau Lo cewek baik dan ga mungkin Lo tega nolak seseorang yang pengen temenan sama Lo" bujuk karrel terlihat sangat bersungguh-sungguh
" Dimana? jam berapa? akan Aira coba usahain, tapi Aira ga bisa janji ya" ucap Aira sopan sambil tersenyum tipis
" Ok gue tunggu dan gue yakin Lo pasti datang,demi teman" ucap karrel tersenyum bahagia
" Insyaallah.." jawab Aira seraya mengangguk
Aira membalikkan badannya menuju mobil yang sudah menunggu nya dan langsung meninggalkan sekolah nya tersebut, Azlan melihat semuanya dan benar dugaannya karrel menemui Aira, tapi sayang nya ia tidak tau apa yang kedua insan muda itu bicarakan
" Wih gercep juga tu bocah.. sampai nyamperin ke sekolah" ucap Afkar dan Alif bersamaan, Azlan ga merespon sama sekali
Ketiga pemuda tampan tersebut langsung menuju GOR yang akan menjadi tempat pertandingan mereka sore ini, tampak di tempat tersebut ramai dengan para pelajar yang juga sedang melihat pertandingan olahraga lainnya, Azlan dan kedua sahabat nya langsung menuju kediaman mereka dan akan datang ke tempat tersebut sore nanti
Sampai di mansion Azlan melihat Aira yang sedang asyik bercengkrama dengan para Art di gazebo samping tempat biasanya para Art istirahat siang jika tugas mereka masing-masing sudah selesai, Aira terlihat memegang beberapa tangkai bunga segar dan asyik menciumi bunga tersebut
Azlan langsung menuju lantai atas, memasuki kamar nya, membersihkan dirinya dan berpakaian santai,ia ingin istirahat sejenak agar tubuhnya vit saat bertanding nanti, walaupun ia bukan ketua tim basket melainkan afkar lah kapten tim mereka, tapi semua anggota tim mereka mengandalkan dirinya, sebisa mungkin ia tidak ingin mengecewakan yang lain
Aira memasuki kamar nya dan meletakkan bunga segar tersebut kedalam vas yang terletak di meja kamarnya,ia tersenyum sekilas melihat bunga indah tersebut, sekumpulan babybath putih dan mawar merah yang ia satukan
Aira meraih handphone nya menghubungi melodi dan yang lainnya, menanyakan apakah mereka akan melihat turnamen basket sore ini,ia hampir lupa janjinya pada karrel, setelah mendapat jawaban dari yang lain Aira segera menuju kamar mandi, ia akan coba datang memenuhi permintaan karrel, sebagai teman baru nya
Aira memakai one set dan sepatu serta memilih sebuah tas kecil
Aira menurini tangga dan terlihat bunda Maya sedang asyik di ruang santai dengan beberapa tabloid di depan nya,iara langsung menghampiri nya untuk meminta izin keluar rumah
" Bunda sedang apa...Aira izin keluar ya Bun.." ucap Aira sopan
" loh mau kamana sayang..? Azlan juga baru saja keluar,bunda kira kamu tidur,ya sudah hati- hati ya, jangan sampai malam banget loh ya pulang nya" ucap bunda Maya menasehati
" Ia bunda.. assalamualaikum" ucap Aira sambil meraih tangan bunda Maya dan mencium punggung tangan tersebut
" Waalaikum salam..kamu pakai supir ka sayang?" tanya bunda Maya memastikannya dan di jawab anggukan kepala oleh Aira
__ADS_1