
Hari terus berlalu tanpa mereka sadari ujian kenaikan kelas dan ujian kelulusan bagi pelajar di kelas terakhir hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi,Aira yang duduk di kalas terakhir sekolah menengah pertama tersebut juga sangat sibuk menyiapkan dirinya untuk mengikuti ujian kelulusan,ia ingin memberikan nilai terbaik sebagai hadiah untuk sang Umi,ia tidak ingin mengecewakan sang Umi, yang ia yakini pasti sangat lelah untuk merawat,membiayai dan memberikan support yang begitu besar untuk nya
"Umi beberapa hari lagi Aira akan menjadi ujian kelulusan, kemungkinan Ai akan menginap di rumah Nia,umi pulang ke rumah nenek lagi kan?" tanya Aira saat mereka sedang asyik bersantai di teras gubuk tempat tinggal mereka selama hampir tiga tahun ini
" Ia sayang...kamu tenang aja,umi akan pulang ke rumah nenek,umi ga mau kamu ga bisa konsentrasi mengikuti ujian karena menghawatirkan Umi,semoga kamu mendapatkan nilai terbaik seperti biasanya ya sayang" jawab sang Umi lembut sambil mengusap kepala Aira yang tengah membaringkan kepalanya di pangkuan Umi Aisyah
" Insyaallah Umi..Aira janji Ai akan selalu berusaha untuk kasih yang terbaik untuk Umi,Doa umi selalu Ai harapkan,tanpa Doa Umi Ai ga berarti apa-apa,Umi adalah segalanya untuk Ai" jawab Aira sedikit mendongak menatap wajah cantik sang Umi sambil tersenyum dan mengecup singkat tangan Uminya
" Kamu juga segalanya untuk Umi,kamu adalah penerang dan kekuatan Umi saat Umi menghadapi segala kesulitan, hanya kamu yang Umi punya sekarang, kamu adalah harta Umi satu satunya,maka itu umi sangat berharap kamu bisa menjadi anak yang baik dan tidak berbuat sesuatu yang bisa menghancurkan nama baik Almarhum Abi,umi percaya kamu bisa menjaga dirimu dari pengaruh kehidupan yang terlalu modern sehingga melupakan aturan Syariat yang sudah Tuhan tentukan" Pinta sang Umi pada putrinya
" Ai akan selalu berusaha untuk menjadi seperti apa yang Umi dan Almarhum Abi ingin kan, seperti Abang Arsyad yang selalu bisa membuat Umi dan Almarhum Abi bangga dan bahagia memiliki kami,Doain Ai ya Umi dan Ai minta pada Umi berjanjilah Umi akan sehat selalu agar bisa mendampingi Ai sampai Ai dewasa dan menemukan Imam yang terbaik untuk Ai dan menantu terbaik untuk Umi" jawab Aira sambil tersenyum cantik
" memangnya kamu sudah siap untuk memberikan Umi menantu terbaik..? dan emangnya kamu tau menantu seperti apa idaman Umi..? atau jangan-jangan sekarang kamu sudah mulai berani pacaran ya..?" tanya sang Umi dengan wajah terlihat sedikit menyelidik, membuat Aira langsung tertawa terbahak-bahak
" Kan bukan sekarang Umi, maksud Ai suatu saat nanti saat Ai sudah dewasa dan siap untuk mencari calon Imam masa depan Ai, emang nya seperti apa menantu idaman Umi..? biar Ai usahakan untuk mendapatkan seperti apa yang Umi harapkan dan Umi jangan sembarangan nuduh ya...mana ada Ai pacaran..Ai masih takut Dosa Umi,Ai mau mengikuti ta'aruf aja kalau nanti Ai sudah dewasa" jawab remaja cantik tersebut, membuat hati sang Umi sedikit gugup mengingat perjanjian yang Almarhum sang suami buat bersama keluarga Abbas
" Alhamdulillah kalau kamu masih takut Dosa,mana ada Umi nuduh..Umi kan cuma nebak aja, sayang... gimana seandainya kamu sudah di jodohkan dengan seseorang dan pria tersebut adalah pilihan Almarhum Abi..?" tanya sang Umi dengan wajah sedikit serius dan jantung yang sangat berdebar,Aira langsung bangun dan menatap wajah sang Umi serius sambil mengelus lembut punggung tangan Umi Aisyah
" Ai akan terima dan berusaha Ikhlas selama itu adalah pilihan Abi dan Umi juga menyetujui nya, karena Ai tau setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk putra-putri nya dan Ai yakin Almarhum Abi pasti menginginkan hal yang sama untuk Ai,Ai percaya siapapun pria tersebut Insyaallah pasti yang terbaik untuk Ai,tapi kenapa tiba-tiba Umi bicara seperti ini.. atau memang beneran Umi dan Almarhum Abi mau menjodohkan Ai...? ini sudah bukan lagi zaman Siti Nurbaya Umi" jawab Aira sambil tersenyum cantik
" boleh Umi bicara jujur?" tanya sang Umi dan langsung di angguki pasti oleh Aira
" Sebenarnya bukan mau menjodohkan.. tapi sebelum Abi meninggalkan kita,Abi sudah menjodohkan kamu dengan seseorang, maafkan Umi... mereka dari keluarga pengusaha yang sukses dan sangat terkenal,maka itu dari sekarang Umi minta tolong belajarlah menjadi wanita yang terlihat sedikit berkelas dan tidak terlalu ketinggalan kemajuan zaman, walaupun kita tidak mengikuti gaya hidup yang melanggar aturan Syariat, kamu bisa kan mengabulkan permintaan Umi ini?" ungkap umi serius
__ADS_1
" Umi bercanda kan..? supaya Ai ga pacaran, umi tenang aja untuk sekarang Si memang sama sekali belum tertarik untuk pacar- pacaran seperti temen temen Ai" jawab Aira sedikit cemberut
" Umi serius sayang..Abi juga sudah meninggalkan surat wasiat nya tersebut, suatu saat umi akan serahkan ke kamu dan saat keluarga mereka datang umi minta kamu harus bisa menghormati mereka, sejak kepergian Abi mereka selalu rutin mengirimkan uang bulanan untuk kita dengan jumlah yang cukup besar, walaupun Umi belum pernah menggunakan uang tersebut, hanya sesekali umi mengambil uang tersebut untuk umi serahkan ke pondok, dan mereka lah yang sekarang menjadi pengawas ponpes atas permintaan Abi sendiri, mereka juga donatur terbesar di ponpes kita, sejak Abi masih ada, maka itu umi sangat berharap kamu bisa menerima keputusan yang Abi buat tersebut dan belajar lah untuk menjadi menantu yang terbaik untuk keluarga mereka, dengan tidak mempermalukan mereka, mengingat mereka selalu menjadi incaran para pencari berita" ucap Umi Aisyah serius
Aira terdiam,ia tidak pernah menduga bahwa sang Abi telah menjodohkan dirinya dengan orang pilihan Almarhum Abi nya tersebut, dalam hati bertanya siapa kah orang tersebut?, apakah ia pernah bertemu dan atau mungkin mengenal nya?
" Kamu kenapa sayang..kok jadi melamun, kamu ga perlu terlalu memikirkan hal itu, kamu masih bisa menolak kalau memang kalian merasa kurang cocok, dan lagi pula itu masih sangat lama sayang... kalian juga masih sama sama sangat muda,ga mungkin juga kan mereka akan datang sebelum kalian Lulus sekolah dan kuliah, apalagi mereka dari keluarga terpandang, mereka pasti menginginkan memiliki menantu yang berpendidikan tinggi dan smart, jadi kamu ga perlu terlalu memikirkan nya, cukup jalani semua nya dengan tidak melupakan bahwa Tuhan lah yang lebih tau segalanya, Berdoa memohon kepada Tuhan agar memberikan yang terbaik untuk kamu" ucap Umi Aisyah sambil mengecup singkat kepala Aira
Dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Aira sambil tersenyum menatap wajah Umi nya,ia berusaha tetap menunjukkan bahwa ia sedang baik-baik saja, walaupun dalam hatinya ada sedikit rasa kecewa dan keberatan dengan keputusan kedua orang tuanya,sebab dalam hati kecilnya sebenarnya ia mengagumi sosok Akbar, pria yang ia tau mengagumi dirinya dan tidak pernah mengungkapkan nya,ia suka Akbar yang terlihat lebih dewasa dan mandiri jika dibandingkan dengan usia pria tampan tersebut,ia juga suka gaya hidup Akbar yang ia tau tidak terlalu mengikuti perkembangan zaman yang semakin tidak terkendali dengan gaya hidup bebas para remaja dan anak muda
Aira juga berharap kalau saat keluarga itu datang putra mereka akan menolak perjodohan tersebut, sedikit terlintas di pikiran konyolnya bahwa ia akan sangat bahagia kalau Akbar lah lelaki yang di jodohkan dengan dirinya pasti ia akan berusaha untuk menjadi yang terbaik, walaupun untuk saat ini ia tidak memiliki rasa lain selain kagum, tapi setidaknya ia sudah lumayan mengenal siapa Akbar
Lamunan Aira buyar saat benda pipih di sampingnya berbunyi dan bergetar menandakan bahwa ada seseorang yang tengah menghubunginya,Aira langsung mengangkat panggilan tersebut saat tau siapa yang menelfon, sedangkan sang Umi sudah masuk untuk menyiapkan makan malam mereka
📱si cantik_ "Assalamualaikum Nia ..ada apa? tumben banget Sore gini kamu nelfon Ai?" tanya Aira saat mengangkat telfon tersebut
📱si cantik_ " Serius lo..? gimana sih mereka kan udah janji bakal sensor wajah Ai kalau Ai mau nolongin mereka buat gantiin model mereka yang mendadak ngebatalin pemotretan" jawab Aira terdengar sedikit kecewa
📱 Nia comel_" ga papa juga kali Ai, siapa tau kedepannya Lo butuh dana kan masih ada kesempatan untuk jadi model beneran, lagian gue liat komentar netizen pada muji Lo, walaupun mereka terbilang kecewa karena ga bisa liat jelas wajah Lo" jawab Nia sambil tertawa
📱 si cantik_ " Nia kan tau Ai ga hoby untuk jadi yang gituan" jawab Aira,ia memang lebih suka jadi ilmuwan atau pekerjaan yang dilakukan di rumah tanpa harus berinteraksi terlalu banyak dengan orang-orang,ia memang terbilang kurang nyaman bila terlalu lama melakukan kegiatan di luar rumah, terlebih harus berbaur langsung dengan lawan jenis
📱Nia comel_" ia ia gue tau gimana Lo,Lo itu cuma mau dekat dengan A Akbar and A Andi, untung nya mereka tampan,ya udah deh gue mau mandi,Lo besok jadi kan nginap di rumah gue? Assalamualaikum" jawab Nia sedikit meledek Aira
__ADS_1
📱si cantik_ "Insyaallah jadi,ga papa kan Ai ngerepotin kamu..? sebenarnya Ai ga enak sama mama, papa kamu,tapi Ai ga ada temen lain dan kamu juga ga izinin Ai nginap di penginapan, ya udah deh Waalaikum salam" jawab Aira sambil menutup panggilan mereka
Tak berselang lama Nia mengirimkan pesan chat pada Aira, membuat aira sedikit bingung dan langsung membukanya
📩 Nia comel_" Siapa bilang Lo ngerepotin, malahan gue dan ortu merasa sangat di untung kan kalau Lo nginap di rumah kami,secara gue bisa les privat tanpa harus bayar dan Lo juga makan nya dikit banget, hahahaha 🤪🤪🤪🤪" isi chat Nia,membuat Aira tersenyum dan menggeleng saat membacanya
Nia memang terbilang cukup payah dalam bidang akademik, IQ nya sangat tidak bisa di ajak kompromi,tapi ia terbilang cukup berprestasi di bidang olahraga,Nia gadis yang sangat konyol dan blak- blakan tapi ia tipe sahabat yang sangat setia, membuat Aira merasa sangat beruntung dan cukup nyaman memiliki sahabat seperti Nia, begitu pula sebaliknya yang di rasakan oleh Nia,ia juga merasa sangat beruntung memiliki sahabat yang Smart dan sangat perhatian padanya, mereka memang terlihat seperti bisa saling melengkapi
Aira melangkah memasuki gubuk nya,di dalam ia melihat sang Umi yang terlihat sangat asyik berkutat dengan alat-alat dapurnya, sebuah dapur minimalis tapi terasa nyaman selalu membuat Umi Aisyah bersemangat menyiapkan beberapa menu favorit sang putri kecilnya
Aira melangkah menuju dapur dan memeluk Umi nya dari belakang sambil mencium pipi wanita yang sangat berarti untuk nya
" Umi capek..? makanya umi ajarin Ai masak yang enak seperti masakan Umi,biar Ai bisa masak buat kita dan ga harus selalu Umi yang masak" ucap Aira sambil memijat pundak Umi nya
" Memasak itu salah satu hoby Umi, jadi Umi ga pernah merasa lelah selama hasil nya maksimal" jawab sang Umi sambil tersenyum dan mengusap lembut pipi Mulus Aira
" Sudah sore kamu mandi gih,o ya barusan kamu bicara dengan siapa?
" dengan Nia.. tadi dia yang telfon nanyain apakah besok Ai jadi nginap di rumah nya,trus tadi juga banyak orang lewat, sepertinya mereka akan ke villa, banyak pasangan muda mudi gitu,ya udah deh Ai mau mandi" jawab Aira sambil meninggalkan Umi Aisyah
Sang umi hanya mengangguk dan melihat kepergian sang putri kecilnya,Umi Aisyah tau dan dapat merasakan bahwa sebenarnya Aira cukup terkejut saat mendengar pengakuan Nya tadi, tapi walau bagaimanapun Umi Aisyah tetap harus mengatakan kenyataan bahwa sang putri sudah di jodohkan dan Umi Aisyah juga berencana akan menyerahkan surat peninggalan sang suami pada putrinya tersebut, walaupun sesungguhnya dalam hati ia sangat tidak tega melihat Aira yang terlihat tidak setuju dengan perjodohan tersebut
"semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat dan suami yang bertanggung jawab serta menyayangi kamu dengan seluruh jiwa raga nya,jika memang perjodohan tersebut tetap harus dilanjutkan semoga putra mereka bisa menerima dan menyayangi kamu, seperti Almarhumah putri mereka yang sangat mencintai Almarhum Abang kamu sampai menghembuskan nafas terakhirnya"
__ADS_1
Batin Umi Aisyah menangis membayangkan bagaimana nasib sang putri jika putra keluarga Abbas tidak bisa menerima putrinya tapi juga tidak mau membatalkan perjodohan tersebut atau orang tua nya yang akan memaksakan perjodohan tersebut,Umi Aisyah merasa sangat bersalah kenapa dulu juga langsung setuju begitu saja saat keluarga besar Abbas datang ke ponpes untuk berziarah dan mengatakan bahwa mereka menginginkan perjodohan putra dan putri mereka
Kenapa saat itu mereka tidak berfikir bagaimana kalau keduanya kelak memiliki kehidupan sehari-hari yang terlalu jauh berbeda dan juga karakter yang sangat bertolak belakang, pastinya semua itu akan sangat membuat keduanya merasa terpaksa atau bahkan mungkin bisa saling membenci bukan menyayangi,Umi Aisyah langsung menggeleng membayangkan hal- hal terburuk tersebut